cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi
ISSN : 2087085X     EISSN : 25495623     DOI : -
Core Subject : Social,
Komuniti : Jurnal Komuniti is a scientific journal that publishes scientific research papers/articles or reviews in the field of Communication and Media. The scope of this journal includes communication as social science, mass communication, technology communication, communication and networking, media and communication.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Volume 13, No. 2, September 2021" : 6 Documents clear
Strategi Komunikasi Radio Suara Salatiga Dalam Upaya Mendapatkan Loyalitas Pendengar Di Era Digital (Studi Konvergensi Media Dengan Pendekatan Budaya Lokal) Haniel Setiawan; Rini Darmastuti
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 13, No. 2, September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v13i2.14089

Abstract

Radio merupakan salah satu media massa yang populer untuk penyampaian informasi dari masa ke masa, termasuk dalam era digitalisasi pada saat ini. Hal ini disebabkan karena radio memiliki tiga kekuatan yang tidak dimiliki oleh media lain, yaitu mobilitas tinggi, realitas, dan kesegaran, termasuk dalam era digitalisasi pada saat ini. Kekuatan inilah yang membuat radio tidak ditinggalkan oleh pendengarnya, termasuk Radio Suara Salatiga. Berdasarkan latar belakang diatas, tulisan ini memiliki tujuan untuk strategi komunikasi yang lakukan radio Suara Salatiga dalam era digitalisasi untuk mempertahankan loyalitas pendengar. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, ada 3 hasil yang diperoleh dari tulisan yang dijelaskan pada artikel ini. Yang pertama, dalam menghadari era digital, radio Suara Salatiga melakukan konvergensi media melalui siaran streaming serta dengan menggunakan media sosial seperti Facebook, Website dan Instagram. Kedua, Loyalitas dengan pendengar dilakukan melalui  jumpa pendengar, menyapa pendengar setia, serta memberian perhatian kepada komunitas pendengar. Ketiga, strategi komunikasi dilakukan dengan perencanaan yang dimulai dengan riset sampai dengan evaluasi
Pengalaman Berkomunikasi Musisi Etnik dalam Melestarikan Budaya Sunda Melalui Instrumen Karinding Santi Susanti; Rachmaniar Rachmaniar
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 13, No. 2, September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v13i2.16011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengalaman berkomunikasi para pengelola Karinding Sadulur (Kasalur), Tasikmalaya, dalam mengenalkan dan meregenerasikan alat musik karinding kepada masyarakat, khususnya generasi muda, melalui jalur pendidikan informal yang mereka berikan. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi digunakan untuk mengungkapkan pengalaman berkomunikasi pengelola Karinding Sadulur dalam mengenalkan dan meregenerasikan karinding kepada generasi masyarakat yang meminatinya. Sumber data diperoleh melalui wawancara dan observasi dengan pengelola Karinding Sadulur, serta mengkaji literatur, dokumen, video, serta foto-foto yang berkaitan dengan Karinding Sadulur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pendiri Karinding Sadulur atau tunggul sadulur, memaknai karinding sebagai alat musik yang sarat makna filosofis tentang kehidupan manusia yang kompleks. Komunikasi yang dilakukan oleh Karinding Sadulur dalam mengenalkan karinding kepada masyarakat dilakukan melalui event musik, melalui karya, melalui media sosial, serta melalui edukasi. Kesimpulan penelitian ini, pengemasan karya yang menarik dan kekinian serta cara pengajaran yang menyenangkan merupakan bentuk komunikasi yang dapat menarik minat generasi muda untuk memelajari musik karinding. Semakin banyak generasi muda yang belajar, proses regenerasi seni budaya tradisonal dapat dikatakan berhasil. 
Strategi Lobi dan Negosiasi Pembangunan Sekolah Di Utara, Kampung Baru Nelayan, Cilincing RT 07/ RW 08 Jakarta Utara Khairunnisa Rosdiani; Bimantara Krisna; Muhamad Ivan Hidayatullah; Dini Safitri
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 13, No. 2, September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v13i2.14753

Abstract

Terlepas dari latar belakang setiap orang, pendidikan merupakan hal yang penting bagi setiap insan. Pendidikan merupakan proses membina generasi yang maju dan berbudaya untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi lobi dan negosiasi pembangunan Sekolah Di Utara, Kampung Baru Nelayan, Cilincing RT 07/ RW 08 Jakarta Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengambilan data melalui wawancara dan observasi. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah dalam membuat suatu keputusan tentunya dalam lobi dan negosiasi perlu adanya kolaborasi antar pihak-pihak yang terkait sehingga pada hasilnya tercipta sebuah kesepakatan yang saling menguntungkan kedua pihak. Pembangunan Sekolah Di Utara menggunakan beberapa inisiatif untuk menciptakan solusi yang saling menguntungkan baik dari pihak kampung nelayan maupun dari pendiri sekolah. Lalu dalam melaksanakan negosiasi terdapat aspek paling penting yaitu rasa percaya dan juga ingin membantu satu sama lain, aspek ini menjadi landasan terbangunnya sekolah hebat di kawasan Kampung Nelayan
Digital Movement of Opinion Terhadap Hastag #KesehatanMental di Twitter Selama Pandemi Covid 19 Leni Susilowati Susilowati; Filosa Gita Sukmono
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 13, No. 2, September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v13i2.16196

Abstract

Memasuki bulan Maret 2020 – sekarang, Indonesia dan seluruh negara di dunia mengalami kondisi infeksi virus atau disebut pandemi Covid 19. Dampak yang ditimbulkan dari kondisi ini antara lain kasus peningkatan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), kejenuhan WFH (Work From Home), kondisi perekonomian yang tidak stabil dan lain-lain. Namun, dampak lainnya yang masih sering diabaikan selama pandemi Covid 19 yaitu gangguan kesehatan mental. Kondisi ini akhirnya menjadikan tagar #KesehatanMental menjadi trending topic di Twitter. Opini dari setiap pengguna jejaring sosial media Twitter yang membahas mengenai gangguan kesehatan mental yang dialami saat pandemi Covid 19, kemudian menjadi opini publik di media sosial dan akhirnya menjadi trending topic. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas dari penyebaran tagar #KesehatanMental dengan menggunakan metode Social Network Analysis (SNA) di jejaring sosial media Twitter. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya 4 aktor utama dari 6 aktor utama penyebaran tweet #KesehatanMental dengan mengidentifikasi adanya pertukaran informasi yang dilakukan oleh aktor utama, dengan perhitungan betweness centrality jumlah retweet tertinggi. Kemudian ditemukan pula 19 aktor boundary spanner yang merupakan dampak dari hasil aktivitas pertukaran informasi. 
Komunikasi Bencana Melalui Opinion Leader Tjut Afrieda Syahara; Muhammad Ngizzuddin Alfaruqi; Panji Alkhoroni; M. Imron Rosyidi
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 13, No. 2, September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v13i2.15652

Abstract

Pemberdayaan komunikasi pemuka pendapat atau opinion leader dalam penanganan bencana perlu ditingkatkan, karena pemuka pendapat banyak berperan dalam kegiatan penanganan bencana. Orang-orang yang menjadi opinion leader pada umumnya memiliki karakter seperti memiliki pendidikan formal, tingkat kecerdasan yang lebih tinggi, lebih besar daya inovasinya, lebih tinggi status ekonominya dan lebih terekspos oleh media. Masyarakat merupakan pelaku penting dalam upaya untuk mengurangi kerentanan dengan meningkatkan kemampuan diri dalam menangani dan menghadapi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan pendekatan atau strategi yang dilakukan oleh opinion leader dalam menyampaikan terkait kebencanaan dan informasi yang berkaitan dengan mitigasi bencana. Dengan menggunakan menggunakan metode penelitian dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Peningkatan kapasitas atau kemampuan masyarakat perlu diberikan agar masyarakat memahami, siap dalam menghadapi bencana. Masyarakat juga diketahui memiliki pengetahuan yang sangat rendah tentang bencana, Maka dari itu peran dan kinerja dari seorang opinion leader itu penting untuk bisa memberikan pengetahuan, penyuluhan, informasi, pendekatan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Studi Etnografi Virtual Tentang Keberadaan Penggiat Lingkungan dalam WhatsApp Group Non Lingkungan Rachmaniar Rachmaniar; Santi Susanti
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 13, No. 2, September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v13i2.16034

Abstract

Keberadaan WhatsApp saat ini sudah menjadi suatu kebutuhan yang tak dapat dihindar, dan karenanya setiap dari kita tergabung dalam yang namanya WhatsApp Group (WAG), dimana WAG ini dapat berisikan peserta-peserta dengan minat yang beragam, salah satunya minat terkait lingkungan. Berdasarkan hal tersebut, penulis tertarik untuk menganalisa keberadaan penggiat lingkungan yang berada di beberapa WhatsApp Group non lingkungan. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis menggunakan teori kelompok terpercaya dengan tradisi penelitian etnografi virtual. Hasil yang ditemukan oleh penulis adalah 1) keberadaan penggiat lingkungan dalam suatu grup WhatsApp non lingkungan dapat menjadi media informasi dan edukasi bagi para  peserta lain untuk peduli terhadap lingkungan; 2) hal-hal yang kerap disampaikan penggiat lingkungan pada grup WhatsApp non lingkungan adalah seminar-seminar terkait lingkungan, event-event terkait lingkungan, artikel-artikel terkait lingkungan, berita-berita terkait lingkungan, dan cara ramah untuk lingkungan; dan 3) konsistensi antara hal yang disampaikan peserta penggiat lingkungan di grup WhatsApp non lingkungan dengan perilaku yang ditampakkan saat bertemu langsung telah membuat para peserta lain yang tidak sadar lingkungan menjadi sadar dan sedikit demi sedikit mulai merubah perilakunya demi kebaikan lingkungan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6