cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol. 19, No. 2, Desember 2018" : 22 Documents clear
PENANAMAN PENDIDIKAN LIFE SKILL DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN SANTRI BARU DI PONDOK MODERN GONTOR PUTRA II PONOROGO Muhammad Nizhomun Niam
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 19, No. 2, Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v19i2.8116

Abstract

The aims of this study are to describe the cultivation of life skill education to improve new students’ independence in Pondok Modern Darussalam Gontor Putra (PMDG) II, Madusari, Siman, Ponorogo Year 2017/2018. The discussion of this study covers the strategy, implementation, also the obstacles and the supporting factors. The type of this study is qualitative research. The subjects of this study are consists of the head master of PMDG, the director of KMI, the teachers, and the students of PMDG Campus II. The object of this study is PMDG Campus II. The data are collected through observation, interviews, and documentation. While the analysis technique is descriptive qualitative. Meanwhile, the validity is determined by triangulation. The results of this study showed that: (1) the cultivation of life skill education to improve new students’ independence in Pondok Modern Darussalam Gontor Putra (PMDG) II are consists of: a. Ensuring the goal; b. set the steps for earning the goal; c. Using some personal approaches; and d. Establish a measuring instrument to measure the success of life skill education to improve new students’ independence. (2) the implementation of life skill education are consists of personal skills aspects b. thinking skill aspects c. social skills aspects d. vocational skills aspects And (3) the obstacles in implementing of life skill education to improve new students’ independence in PMDG Campus II are: the new students’ emotion are still unstable, the supervision of dormitory counselors toward the new students are limited, to get used to PMDG activities are difficult for the new students, the lack of awareness of new students in maintaining the facilities and infrastructure, and the limited capacity of students’ rooms. On the other hand, implementing life skill education to improve new students’ independence in PMDG has supporting factors such as the education integration such as formal, non-formal, and in-formal education platforms, the existence of new students at PM Gontor Putra II is to learn, transform the life skill education, and activity-based are lasting all year. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan penanaman pendidikan life skill dalam meningkatkan kemandirian santri baru di Pondok Modern Darussalam Gontor Putra II, Madusari, Siman, Ponorogo Tahun 2017/2018  yang meliputi strategi penanaman, implementasi, dan faktok pendukung dan penghambatnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri dari Pengasuh Pondok, Direktur KMI, Asatidz, dan Santri Pondok Modern Darussalam Gontor Putra II. Objek penelitian ini adalah Pondok Modern Darussalam Gontor Putra II, Madusari, Siman, Ponorogo. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan ditentukan dengan triangulasi. Teknik analisis data secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) strategi yang digunakan terdiri dari a. Adanya tujuan yang jelas; b. Menetapkan langkah-langkah/cara-cara; c. Menggunakan pendekatan-pendekatan; dan d. Menetapkan tolak ukur untuk menentukan keberhasilan dalam menanamkan pendidikan life skill untuk meningkatkan kemandirian santri baru. (2) implementasi terdiri dari a. aspek personal skill b. aspek tinking skill c. aspek social skill d. aspek vocasional skill (3) Faktor penghambat dan pendukung terdiri dari faktor penghambat meliputi: santri baru masih memiliki tingkat emosional yang masih labil, belum maksimalnya pengawalan terhadap santri baru oleh pembimbing rayon, masih sulitnya santri baru untuk menyesuaikan diri dengan kegiatan-kegiatan Pondok, kurangnya kepedulian santri baru dalam menjaga sarana dan prasarana, dan daya tampung kamar santri terbatas; dan faktor pendukung, meliputi: terintegrasinya tripusat pendidikan, integrasi  jalur pendidikan formal, non-formal, dan in-formal,  keberadaan santri baru di PM Gontor Putra II adalah menuntut ilmu, transformasi penanaman pendidikan life skill dalam meningkatkan kemandirian santri baru berlangsung sepanjang tahun, dan berbasis kegiatan.
IMPLEMENTASI KURIKULUM CAMBRIDGE DI SEKOLAH DASAR INTERNASIONAL AL AL-ABIDIN SURAKARTA DAN SEKOLAH DASAR INTEGRAL WALISONGO SRAGEN Nuhla Fauziyatun Nafisah
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 19, No. 2, Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v19i2.8122

Abstract

This study aims to describe the implementation of the Cambridge curriculum in the International Islamic Elementary School Al-Abidin Surakarta and Integral Walisongo Elementary School Sragen as well as to find the points of excellence and weakness of the existing Cambridge curriculum implementation at the school. This research type is qualitative research, the subject of this research consist of principal, vice principal of curriculum section, Human Resources Development, International Class Program teachers, and students in International Islamic Elementary School Al-Abidin Surakarta and SD Integral Walisongo Sragen. Technique of collecting data through observation, interviews, and documentation. Technique of analyzing data used descriptive qualitative. The results of this study indicate that the implementation of the Cambridge curriculum in the International Islamic Elementary School Al-Abidin Surakarta runs well, this can be known through several findings, first of the Cambridge curriculum implementation process is routinely implemented at the beginning of the new school year by involving all levels teachers who teach in this program with special workshop held for teachers before the teaching and learning activities begin. Second, in the implementation of this curriculum, teachers are able to build enthusiastic learners and able to create a fun learning, so learners are more active and willing to try to understand the lesson of this curriculum. Third in the evaluation process goes well and learners are categorized able to meet the standards provided by Cambridge. Seeing the proud results we can see the advantages of the implementation of this Cambridge curriculum one of them is the complexity of the mindset of students increased, there are still some weaknesses, such as on the implementation of student learning is still difficult to understand the story in Cambridge math lesson, learners translate the story, also looking for ways to solve the problem. In addition the weakness found in the field is less effective in English language communication in the school. It occurs because of the lack of maximum vocabulary given to learners. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan implementasi kurikulum Cambridge  di SD Islam Internasional Al-Abidin Surakarta dan SD Integral Walisongo Sragen sekaligus untuk menemukan titik-titik keunggulan dan kelemahan implementasi kurikulum Cambridge yang ada pada sekolah tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, subjek penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian kurikulum, Human Resources Development, guru-guru Internasional Class Program, dan peserta didik di SD Islam Internasional Al-Abidin Surakarta dan SD Integral Walisongo Sragen. tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. tehnik analisis data secara deskripstif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam implementasi kurikulum Cambridge di SD Islam Internasional Al-Abidin Surakarta dan SD Integral Walisongo Sragen berjalan dengan baik, hal ini bisa diketahui melalui beberapa temuan, yaitu pertama dari proses perencanaan implementasi kurikulum Cambridge ini rutin dilaksanakan pada awal tahun ajaran baru yaitu dengan melibatkan seluruh jajaran guru yang mengajar di program ini dengan diadakan workshop khusus untuk guru sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. kedua, dalam pelaksanaan kurikulum ini, guru mampu membangun antusias peserta didik dan mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, dengan begitu peserta didik semakin aktif dan mau berusaha dalam memahami pelajaran kurikulum ini. ketiga dalam proses evaluasi berjalan dengan baik dan peserta didik dikategorikan mampu memenuhi standar yang diberikan oleh Cambridge. Melihat hasil yang membanggakan kita dapat melihat keunggulan dari implementasi kurikulum Cambridge ini salah satunya adalah kompleksitas pola pikir peserta didik meningkat meskipun demikian, masih terdapat beberapa kelemahan, diantaranya pada pelaksanaan pembelajaran siswa masih kesulitan dalam memahami soal cerita yang terdapat dalam pelajaran math Cambridge, karena disamping peserta didik menerjemahkan ceritanya, juga mencari cara untuk menyelesaikan soal tersebut. selain itu juga kelemahan yang saya temui di lapangan adalah kurang efektif dalam komunikasi Bahasa inggris di sekolah tersebut. hal itu terjadi karena kurang maksimalnya kosa kata yang diberikan kepada peserta didik.

Page 3 of 3 | Total Record : 22