cover
Contact Name
Boby Rahman
Contact Email
bobyrahman@unissula.ac.id
Phone
+6285742856478
Journal Mail Official
jurnalpondasiunissula@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknik Jl.Raya Kaligawe KM 4 PO.BOX 1235 Semarang 50012 » Tel / fax : 0246583584 / 0246582455
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Pondasi
ISSN : 0853814X     EISSN : 27147622     DOI : http://dx.doi.org/10.30659/pondasi.v24i2
Articles written for the journal of Pondasi, covering the results of thoughts and research results relating to the field of study civil engeenering and spatial planning directly or indirectly. 1) Civil Engeenering 2) Transportasi 3) Environmental Studies 4) Water Resources Management 5) Infrastructure 6) Spatial Planning 7) Urban Design 8) Disaster Mitigation 9) Areas of relevant science
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 25, No 1 (2020): Juni 2020" : 5 Documents clear
EVALUASI KINERJA PEMELIHARAAN ASET BANGUNAN PABRIK BLOK A – 06 DI PT. KAWASAN BERIKAT NUSANTARA (PERSERO) Pasya Faishal Aushoof; Nurlaila Fadjarwati; Mariah Rabiatul Qibtiyah
Pondasi Vol 25, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v25i1.13032

Abstract

AbstractPT. Kawasan Berikat Nusantara (Persero) owns the building assets of block factory A-06 with an area of 5,400 m² with the condition of the building does not undergo improvement (indcondition) so that the offer price is low and the cost of repair of the building is high. There is also a waiting time when repairs are made so that investors need to wait for repairs to be completed. In the know of the performance of asset maintenance in the building of Block factory A – 06 used Key Maintenance Performance Indicators (Muchiri, 2010) based on 2 working areas (dimensions) are Leading Indicators and Lagging Indicators. The method used in the study is a descriptive method with a quantitative approach through data collection techniques for both interviews and documentation studies. The result of maintenance performance evaluation of the building assets of block plant A – 06 is known that the maintenance has been done is not optimal. A recommendation to solve the problem is to make a replanning of the A – 06 block factory building asset maintenance system.Keywords: evaluation of asset maintenance performance, building asset, building, Key Maintenance Performance Indicators.AbstrakPT. Kawasan Berikat Nusantara (Persero) memiliki aset bangunan pabrik blok A – 06 dengan luas 5.400 m² dengan kondisi bangunan tidak mengalami perbaikan (indcondition) sehingga harga penawaran sewanya rendah dan biaya perbaikan bangunannya tinggi. Terdapat juga waktu tunggu saat perbaikan dilakukan sehingga investor perlu menunggu perbaikan diselesaikan. Dalam mengetahui kinerja pemeliharaan aset pada bangunan pabrik blok A – 06 digunakan Key Maintenance Performance Indicators (Muchiri, 2010) berdasarkan 2 area kerja (dimensi) yaitu Leading Indicators dan Lagging Indicators. Metode yang digunakan dalam penelitian yakni metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui teknik pengumpulan data baik wawancara dan studi dokumentasi. Hasil evaluasi kinerja pemeliharaan aset bangunan pabrik blok A – 06 diketahui bahwa pemeliharaan yang telah dilakukan tidak optimal. Rekomendasi pemecahan masalahnya adalah dibuat perencanaan ulang sistem pemeliharaan aset bangunan pabrik blok A - 06.Kata Kunci : evaluasi kinerja pemeliharaan aset, aset bangunan, Key Maintenance Performance Indicators.
STUDI LITERATUR: PENGARUH KAWASAN PENDIDIKAN PERGURUAN TINGGI TERHADAP PERUBAHAN GUNA LAHAN Shofia Luthfiatin; Mohammad Agung Ridlo
Pondasi Vol 25, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v25i1.13033

Abstract

ABSTRACTCollege activity became one of the influences to change land use. Presence college activity can cause other activities like increasing demand for land, an increase in economic cause community request and others. This study uses literature study in influences to change of land use, with taking case study in UNNES, HALUOLEO, UNSOED, IPB, UNDIP, and other universities in Yogyakarta. The result of this study can be concluded that college activities have a role in the change of land use. College activity can be forms the land use and other activity that grow from the presence of college activity like an increase in economy and another infrastructure.Keyword: land use, college activity, university  ABSTRAKAktivitas perguruan tinggi menjadi salah satu yang mempengaruhi perubahan penggunaan lahan. Adanya perguruan tinggi dapat menimbulkan aktivitas-aktivitas lainnya seperti meningkatnya permintaan kebutuhan lahan, perekonomian yang meningkat karena sebuah permintaan dari kehidupan masyarakat baik pendatang maupun masyarakat asli. Penelitian ini menggunakan studi literatur pengaruh perubahan penggunaan lahan, dengan mengambil studi kasus di UNNES, HALUOLEO, UNSOED, IPB, UNDIP, dan Perguruan Tinggi Yogyakarta. Hasil dari kajian tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya aktivitas perguruan tinggi mempunyai peran dalam perubahan penggunaan lahan. Aktivitas perguruan tinggi dapat membentuk tatanan lingkungan dalam hal pola penggunaan lahan dan juga aktivitas lain yang tumbuh dari adanya aktivitas perguruan tinggi seperti perkonomian dan juga sarana prasarana.Kata Kunci: penggunaan lahan, aktivitas kampus, universitas
IDENTIFIKASI DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN NELAYAN TRADISIONAL Abdul Ahmad Ali
Pondasi Vol 25, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v25i1.13035

Abstract

AbstractAs a maritime country, Indonesia is surrounded by very wide waters. This abundant potential is exploited by people who earn their living as traditional fishermen. However, their existence is defeated by modern fishermen so that traditional fishermen are still in a poverty-environment so that empowerment efforts are needed to improve the welfare of traditional fishermen. The method used in the qualitative literature study. From the results of the discussion, it can be seen that the poverty-stricken poverty there has a limited education, limited marine resources, and intensive competition. This poverty has an impact on their slum environment. The empowerment strategy implemented includes strengthening human resources through training, providing more sophisticated capital and technology, and ordering local fishermen organizations to function as a forum for discussion, helping each other solve problems.Keywords: traditional fishermen, poverty, empowerment. AbstrakSebagai negara maritim Indonesia di kelilingi oleh perairan yang sangat luas. Potensi yang melimpah dimanfaatkan masyarakat yang bermata pencaharian sebagai nelayan tradisonal. Namun, keberadaan mereka dikalahkan oleh nelayan modern sehingga nelayan tradisional masih berada pada lingkar kemiskinan sehingga perlu adanya upaya pemberdayaan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan teradisional. Metode yang digunakan dalam kualitatif studi literatur. Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa penyebab kemiskinan di antaranya adanya keterbatasan di bidang pendidikan, minimnya teknologi, keterbatasan akses modal, terbatasnya potensi sumberdaya laut, dan persaingan yang intensif. Kemiskinan tersebut berdampak terhadap kondisi lingkungan mereka yang kumuh. Strategi pemberdayaan yang diterapkan di antaranya dengan menguatkan sumberdaya manusia melalui pelatihan, memberikan modal dan teknologi yang lebih canggih, serta pembentukan organisasi nelayan lokal yang berfungsi sebagai wadah berdiskusi, saling membantu menyelesaikan masalah.Kata kunci : Nelayan tradisional, Kemiskinan , Pemberdayaan.
STUDI LITERATUR : PERAN MASYARAKAT TERHADAP KONSERVASI HUTAN Boby Rahman; Astri Pratiwi; Sania Fitri Sa’idah
Pondasi Vol 25, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v25i1.13036

Abstract

AbstractOne of the efforts to conserve resources is to link local community wisdom to sustainable forest conservation. The study was conducted to figure out how local communities' prudence relates to the conservation of forest areas. Conservation is an effort to preserve or manage sustainable forests such as traditional customs that have the trust to protect forests. This is because people’s role is vital to the management of forest areas. The study was done with a purpose (1) to find out how local prudence relates to the conservation of forest areas, (2) to see how people are involved in forest conservation, (3) to see what the cultural condition of local communities is. It is to hope that the areas of the forest will be preserved and that the awareness of communities in the importance of keeping properly.Keywords: Culture, Forest Conservation, Community Role AbstrakSalah satu upaya konservasi sumber daya adalah dengan mengkaitkan kearifan lokal masyarakat dalam pelestarian hutan yang berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana kaitan antara kearifan lokal masyarakat terhadap konservasi kawasan hutan. Konservasi merupakan suatu upaya pelestarian atau pengelolaan suatu wilayah yang berkelanjutan. Salah satu upaya dari konservasi hutan adalah dengan mengkaitkan kearifan lokal masyarakat dalam pelestarian hutan yang berkelanjutan seperti adat istiadat yang memiliki kepercayaan untuk melindungi hutan. Hal ini dikarenakan peran masyarakat sangatlah penting dalam pengelolaan kawasan hutan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan (1) untuk mengetahui bagaimana kaitan antara kearifan lokal terhadap konservasi kawasan hutan, (2) mengetahui bagaimana peran masyarakat terhadap konservasi hutan, (3) untuk mengetahui bagaimana kondisi kebudayaan masyarakat lokal. Adanya upaya-upaya tersebut dapat diharapkan kawasan hutan akan terjaga kelestariannya dan adanya kesadaran dalam masyarakat akan pentingnya menjaga hutan dengan baik.Kata Kunci: Kebudayaan, Konservasi Hutan, Peran Masyarakat
PENGELOLAAN SAMPAH KOTA BERDASARKAN KONSEP ZERO WASTE Marlita Riali
Pondasi Vol 25, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v25i1.13037

Abstract

AbstractWaste becomes one of the crucial problems, even including cultural problems, because the impact will disrupt all aspects of life. Most landfills are operated using an open dumping system even though the landfill is designed with a sanitary landfill system. Therefore proper handling is needed to reduce the risks associated with waste problems. One of the waste handlings that can be done is with a sustainable waste management system, which is the concept of zero waste. This is in line with the efforts of the SDGs' target to state that the country as a whole can reduce waste generation through prevention, reduction, recycling, and reuse. This study uses a descriptive qualitative method with a technical approach to the analysis of literature studies in examining zero waste-based waste management systems through several case studies, namely the City of Canberra, South Korea, Sweden, Brazil, Japan, and Germany. The results showed that implementing the waste management system with the concept of zero waste required the collaboration of all parties not only stakeholders, and indirectly the cultural characteristics of the community played an important role to realize the concept of zero waste because of the need for high public awareness. And essentially all parties, both the government and the community want to reduce the amount of waste from both sources and landfills and improve the recycling system to create an ideal city. Keywords: Municipal Waste, Waste Management, Zero Waste AbstrakSampah menjadi salah satu permasalahan yang krusial bahkan termasuk masalah kultural karena dampak yang ditimbulkan akan mengganggu semua aspek kehidupan. Sebagian besar tempat pembuangan sampah dioperasikan dengan menggunakan sistem open dumping walaupun TPA tersebut didesain dengan sistem sanitary landfill. Oleh sebab itu diperlukan penanganan yang tepat untuk mengurangi resiko terkait masalah sampah. Salah satu penanganan sampah yang dapat dilakukan adalah dengan sistem pengolahan sampah berkelanjutan yaitu konsep zero waste. Hal ini sejalan dengan upaya target SDGs menyatakan bahwa negara secara menyeluruh mampu mengurangi timbulan sampah melalui pencegahan, pengurangan, daur ulang, dan pemakaian kembali. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan teknis analisis studi literatur dalam mengkaji sistem pengelolaan sampah berbasis zero waste melalui beberapa studi kasus yaitu Kota Canberra, Korea Selatan, Swedia, Brasil, Jepang, dan Jerman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk menerapkan sistem pegelolaan sampah dengan konsep zero waste diperlukan kerjasama semua pihak tidak hanya pemangku kepentingan, dan secara tidak langsung komitmen masyarakat berperan penting untuk mewujudkan konsep zero waste karena perlunya kesadaran masyarakat yang tinggi. Dan pada hakekatnya semua pihak baik pemerintah dan masyarakat menginginkan untuk mengurangi jumlah sampah baik dari sumber maupun TPA dan meningkatkan sistem daur ulang untuk mewujudkan kota yang ideal.Kata Kunci : Sampah Kota, Pengelolaan Sampah, Zero Waste

Page 1 of 1 | Total Record : 5