cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
MUDARRISA Indonesian Journal of Islamic Education Studies
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
MUDARRISA is an Indonesian journal of Islamic Education Studies published by Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, Indonesia. MUDARRISA covers the study of Islamic education all over the world, especially at the primary and secondary (school) levels. The study should aim at gaining some new knowledge in the scope Islamic education (at those levels) or gaining any developmental advantages.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2013)" : 7 Documents clear
Pelaksanaan Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Akhlak Mahasiswa PGMI Hasanah, Nur
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 5, No 2 (2013): JURNAL MUDARRISA KAJIAN KEPENDIDIKAN ISLAM
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.135 KB)

Abstract

The study are aimed to determine the students’ character education of Islamic Primary Teacher Education (PGMI) department, the implementation also the factors inhibiting and supporting the implementation of character education in the learning morals (akhlak) of PGMI students. This study focuses on the implementation of students’ character education in Islamic Primary Teacher Education (PGMI) department. The subjects of this research are the lecturers of moral (akhlak) subject and the fourths semester students of Islamic Primary Teacher Education (PGMI) department STAIN Salatiga. The data is collected by observation, interviews, and documentation. Research findings show that character education of Islamic Primary Teacher Education (PGMI) department students have been in a good condition. The only curiosity and care to environment indicators that still less. The implementation strategy in this research is by example, parable, habituation and advice or warning. While the inhibiting and supporting factors are derived from the internal factors of individual students and families as well as the contributing factors. While the external factors are instructional methods and media as well as campus and community environmental factors. Campus and community environmental factors become the obstacle to implement the character education of Islamic Primary Teacher Education (PGMI) department students.
Pelaksanaan Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Akhlak Mahasiswa PGMI Nur Hasanah
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Prodi PGMI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.491 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v5i2.169-194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendidikan karakter mahasiswa jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), pelaksanaannya, juga faktor-faktor penghambat dan pendukung pelaksanaan pendidikan karakter pembelajaran akhlak dari mahasiswa PGMI. Penelitian ini memfokuskan pada pelaksanaan pendidikan karakter mahasiswa PGMI. Subyek penelitian ini adalah dosen mata kuliah akhlak dan mahasiswa jurusan PGMI semester empat STAIN Salatiga. Data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter mahassiswa PGMI dalam kondisi baik. Hanya rasa ingin tahu dan indikator peduli lingkungan yang masih kurang. Strategi implementasi dalam penelitian ini adalah dengan contoh atau keteladanan, perumpamaan, pembiasaan dan saran atau peringatan. Sedangkan faktor penghambat dan pendukung yang berasal dari faktor internal individu siswa dan keluarga serta faktor-faktor lain yang berkontribusi. Sedangkan faktor eksternal adalah metode pembelajaran dan media serta faktor lingkungan kampus dan komunitas. Kampus dan faktor lingkungan masyarakat menjadi kendala untuk melaksanakan pendidikan karakter mahasiswa jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). The study is aimed to determine the students’ character education of Islamic Primary Teacher Education (PGMI) department, the implementation also the factors inhibiting and supporting the implementation of character education in the learning morals (akhlak) of PGMI students. This study focuses on the implementation of students’ character education in Islamic Primary Teacher Education (PGMI) department. The subjects of this research are the lecturers of moral (akhlak) subject and the fourths semester students of Islamic Primary Teacher Education (PGMI) department STAIN Salatiga. The data is collected by observation, interviews, and documentation. Research findings show that character education of Islamic Primary Teacher Education (PGMI) department students have been in a good condition. The only curiosity and care to environment indicators that still less. The implementation strategy in this research is by example, parable, habituation and advice or warning. While the inhibiting and supporting factors are derived from the internal factors of individual students and families as well as the contributing factors. While the external factors are instructional methods and media as well as campus and community environmental factors. Campus and community environmental factors become the obstacle to implement the character education of Islamic Primary Teacher Education (PGMI) department students. Kata kunci: karakter, akhlak, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Implementasi Pendidikan Profetik dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Syaifullah Godi Ismail
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Prodi PGMI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.496 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v5i2.299-324

Abstract

Penelitian ini dilakukan di SMPN 4 Salatiga yang bertujuan untuk menjawab permasalahan 1) Bagaimana implementasi pendidikan tradisi kenabian dalam pengajaran Pendidikan Agama Islam? 2) Apa hambatan dalam implementasi pendidikan tradisi kenabian dalam pengajaran Pendidikan Agama Islam? 3) Bagaimana hasil implementasi pendidikan tradisi kenabian dalam pembelajaran pengajaran Pendidikan Agama Islam?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penelitian lapangan. Peneliti terjun ke lapangan untuk mengadakan observasi atas fenomena yang ada dalam lingkungan akademik. Data diperoleh dari interview, dokumen dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pendidikan tradisi kenabian dalam pengajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 4 Salatiga menggunakan model pembelajaran pembiasaan dan kolektif, misi penanaman dan nilai-nilai kenabian kepada siswa dilakukan dalam materi, metode, dan evaluasi pembelajaran. Terdapat beberapa masalah dalam implementasi pendidikan tradisi kenabian tersebut yang kemudian memunculkan solusi yang dapat ditawarkan. Hasil dari implementasi pendidikan tradisi kenabian dapat membangun dan membentuk karakter dan moral siswa. Sehingga siswa memiliki perilaku yang mulia, hormat, dan toleran. The study was taken in SMPN 4 Salatiga,  which intends to answer the problems of 1) How is the implementation of the prophetic tradition of education in teaching Islamic religious education? 2) How can the problems of implementation of the prophetic tradition of education in teaching Islamic religious education? 3) How are prophetic tradition of education implementation results in learning education Islam? This study uses a qualitative method by a field research. Investigators went to the field to conduct observations of a phenomenon in a scientific circumstance. The data collected by interviews, documents and observations. Research conducted at SMPN 4 Salatiga. The results of the study pointed out that the implementation of the prophetic education in teaching Islamic education in SMPN 4 Salatiga is applied in the model of learning by habituation and collective model, planting mission and prophetic values on the learner through the learning materials, methods and evaluation of learning. There are a couple of the problems in the implementation of educational prophetic; there are some barriers and solutions offered. Results from the implementation prophetic education can build and shape the character and morals of students, so that students have an attitude of honor, respect and tolerance.  Kata kunci:    implementasi, pendidikan kenabian, pendidikan agama islam
Peran Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Islam Marya tin
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Prodi PGMI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.759 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v5i2.195-221

Abstract

Artikel ini akan menjelaskan secara singkat peran kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Seorang pemimpin sekolah memiliki peran strategis untuk mewujudkan kualitas sekolah pendidikan. Lembaga ini membutuhkan pemimpin yang memiliki kemampuan dalam memimpin. Penggerak utama adalah tokoh dan inspirasi dalam merancang dan mengerjakan kegiatan di sekolah. Pemimpin bukan hanya seorang Manajer, dia juga harus menjadi pembangun mental, moral, semangat, dan kolektivitas untuk jajaran bawahannya dan tidak hanya menggunakan aturan tertulis, tetapi juga sikap perilakunya, figur, dan contoh dalam melakukan agenda transformasi kepemimpinan yang lebih baik. Pemimpin tidak harus dianggap sebagai objek eksploitasi, dengan demikian bawahannya harus dianggap sebagai teman dan mitra kerja. Jadi tidak ada kesewenang-wenangan dan ketidakadilan. Karena tanpa bawahan pemimpin kurang berarti. This article will briefly explain the role of the leadership of the head of school in improving education quality. A school leader has a strategic role to realize the school's quality of education.  The institution needs a leader who has skills in leading. The principal mover is a figure and inspiration in designing and working on activities at the school. The leader is not just a Manager, he or she must also be a builder of mental, moral, spirit, and collectivity to his subordinates. He must not only use the written rules, but also the attitude of his behavior, image, and example in making a better leadership transformation agenda. The leader should not be regarded as an object of his exploits, thus his subordinates should be considered as friends and working partners. So there's no arbitrariness besides injustice. Leaders’ role is meaningless without his subordinate. Kata kunci:    kepemimpinan, kualitas pendidikan, sekolah islam, madrasah
Kelainan Genetik Klasik: Tinjauan Penciptaan Manusia dalam Perspektif Al-Qur’an Nur Patria Tjahjani; Anggun Zuhaida
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Prodi PGMI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.887 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v5i2.222-250

Abstract

Allah telah menciptakan manusia dari tanah dan keturunannya diciptakan dari sel sperma dan ovum, untuk membentuk zigot, embrio dan kemudian menjadi janin dan akhirnya akan lahir manusia yang akan menjadi khalifah baru di bumi. Dalam penciptaannya, manusia akan menjadi manusia sempurna atau tidak sempurna dan itu menjadi tanda-tanda kekuasaan Allah. Penyakit genetik atau kelainan genetik adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh kelainan dari satu atau lebih gen yang menyebabkan kondisi fenotipe klinis. Hal ini dapat terjadi karena peristiwa nondisjunction, yaitu proses di mana sel telur dan sperma mereplikasi diri dan membagi. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui adanya kelainan-kelainan genetik pada manusia yang dilihat dalam tinjauan penciptaan manusia dalam perspektif al-Qur’an. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif menggunakan metode non interaktif. Kelainan genetik yang terjadi membutuhkan serangkaian pemeriksaan dan sitogenetik molekul yang lengkap. Meskipun masalah genetik dan fisik bagi orang-orang dengan kelainan kromosom tidak dapat diatasi, pendidikan dan perawatan yang tepat setelah berkomunikasi dengan seorang konselor genetik akan meningkatkan kualitas hidup mereka. Allah has created man from the land and his descendants were created from the sperm cell and ovum, to form a zygote, embryo and then into a fetus and eventually be born human beings who will be the new caliph in the earth. In its creation, it would be a perfect or imperfect human being and it became the signs of Allah’s power. Genetic disease or genetic disorder is a condition caused by abnormalities of one or more genes that cause a clinical phenotype condition. The causes of genetic diseases are due to abnormalities of chromosome number. This can occur due to nondisjunction, which is a process in which egg and sperm self-replicate and divide. This study is focused to detect genetic abnormalities in humans is seen in the review of the creation of man in the perspective of the al-Qur’an. This research is a qualitative descriptive approach using non-interactive methods. Genetic disorder requires a series of checks and molecular cytogenetic complete. Although genetic and physical problems for people with chromosomal abnormalities can not be overcome, education and proper care after communicating with a genetic counselor will improve the quality of their lives. Kata kunci: kelainan genetik, penciptaan manusia, al-Qur’an
Peningkatan Hasil Belajar Materi Keimanan melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI (Team Assisted Individualization) Atik Lestari
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Prodi PGMI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.636 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v5i2.251-269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar mata pelajaran pendidikan agama islam materi iman kepada kitab-kitab Allah dengan model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) kelas V SD Negeri 2 Kauman kemusu semester 1 tahun 2013/2014. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang menggunakan tiga siklus, masing-masing siklus memiliki empat tahap, yaitu perencanaan (planing), tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Dalam penelitian ini terjadi peningkatan hasil belajar dari tolok ukur pencapaian KKM ≥70. Terjadi peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa secara bertahap. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan  metode pembelajaran kooperatif tipe TAI yang tepat mampu meningkatkan hasil belajar. Hasil belajar siswa dapat meningkat, dilihat dari hasil tes formatif pada setiap siklus yaitu siklus I 27,78%, siklus II 72,22% dan siklus III 94,44% Mengacu pada hasil penelitian peneliti menyarankan kepada para guru atau calon guru untuk selalu meningkatkan inovasi pembelajarannya dengan menggunakan media, metode dan teknik yang bervariasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) dapat meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran PAI pada SD Negeri 2 Kauman Kecamatan Kemusu Kabupaten Boyolali Semester 1 tahun 2013/2014. This study aims to determine the learning outcome of Islamic religious education Faith in Holy Book material with cooperative learning method type of TAI (Team Assisted Individualization) in class V SD Negeri 2 Kauman Kemusu at the first semester year 2013/2014. It is a classroom action research. This study use three cycles, each cycle has four phases: planning, action, observation and reflection. Data analyses by descriptive qualitative and quantitative technique. In this study, there was an increase learning outcomes gradually to passing grade (KKM) ≥70. The findings indicate that the use of cooperative learning method, i.e. appropriate TAI, can improve learning outcomes. Students’ learning outcomes can be improved, judging from the results of formative tests at each cycle is the first cycle of 27.78%, 72.22% in second cycle and the third cycle 94.44% Referring to the results of the study, the researcher suggest to teachers or prospective teachers to improve learning by using varied media, methods and techniques. It can be concluded that the use of cooperative learning method type of TAI (Team Assisted Individualization) can improve student learning outcomes in PAI subject on SD Negeri 2 Kauman Kemusu Boyolali District in the first semester at the year of 2013/2014. Kata kunci:    hasil belajar, Pendidikan Agama Islam, Team Assisted Individualization
Kompetensi Pedagogik Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Menengah Atas Zulvah, Irvina
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.252 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v5i2.270-298

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui realitas upaya guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan kompetensi pedagogik di sekolah menengah atas (SMA) se-Kecamatan Bringin, Kabupaten pada tahun 2012, termasuk: (1) Untuk menentukan kompetensi pedagogik guru PAI, (2) Untuk mengetahui upaya guru PAI dalam meningkatkan kompetensi pedagogik, (3) Untuk mengetahui pelaksanaan kompetensi pedagogic guru PAI se-Kecamatam Bringin. Penilaian dilakukan penelitian kualitatif, informan terdiri dari guru PAI dan kepala sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) kompetensi pedagogik guru PAI SMA se-Kecamatan Bringin Semarang 2012 tergolong baik, terbukti dari latar belakang pendidikan guru yang linier dengan pelajaran yang diampu, pemahaman terhadap kompetensi pedagogik yang baik, persiapan alat pembelajaran dan manajemen pembelajaran yang sesuai dengan ketentuan (2) upaya untuk meningkatkan kompetensi pedagogik adalah dengan memperbanyak referensi mengenai kompetensi pedagogik PAI, menghadiri berbagai seminar, lokakarya, pelatihan, dan mengikuti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Pihak sekolah juga melakukan upaya melalui evaluasi belajar, memeriksa pembelajaran, supervisi kelas, dan mendorong guru untuk menghadiri seminar pendidikan (3) Pelaksanaan pedagogik pembelajaran pendidikan Islam akan menentukan kualitas pembelajaran itu sendiri, dengan guru yang memiliki kompetensi pedagogik, manajemen pembelajaran akan berjalan lancar. This study aims to determine the reality of the efforts of teachers of Islamic religious education (PAI) in improving pedagogic competence at senior high school (SMA) throughout Bringin Semarang regency in 2012, including: (1) To determine the pedagogical competence of PAI teachers, (2) To know the efforts of PAI teacher in improving pedagogical competence, (3) To know the implementation of pedagogical competence in PAI. The assessment was conducted qualitative research to informants, both PAI teacher and the headmaster. This study uses a descriptive qualitative procedure. The conclusions are (1) pedagogical competence of PAI teachers at SMA 1 Bringin Semarang Regency 2012 is good, proven by the teachers’ linear education background with teaching load, understanding towards good pedagogic, the preparation of learning tools and management in accordance with the provisions (2) efforts to improve pedagogical competence are by reading various reference regarding it, attending seminars, workshops, trainings, and following deliberation subject teachers (MGMP), the school authorities make efforts through the evaluation of learning, classroom supervision, and creating opportunities for teachers to attend educational seminars (3) Implementation of pedagogic on learning Islamic education will determine the quality of learning itself. With teachers who have pedagogic competence, learning management will go smoothly. Kata kunci: kompetensi pedagogik, guru PAI, SMA

Page 1 of 1 | Total Record : 7