cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
MUDARRISA Indonesian Journal of Islamic Education Studies
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
MUDARRISA is an Indonesian journal of Islamic Education Studies published by Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, Indonesia. MUDARRISA covers the study of Islamic education all over the world, especially at the primary and secondary (school) levels. The study should aim at gaining some new knowledge in the scope Islamic education (at those levels) or gaining any developmental advantages.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2014)" : 6 Documents clear
Konsep Kecerdasan Emosional dalam Perspektif Pendidikan Islam Anisatul Masruroh
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Prodi PGMI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.506 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v6i1.61-87

Abstract

Kecerdasan emosi adalah sebuah istilah umum, akan tetapi jika dikaji lebih dalam dan dipelajari isinya sebenarnya bukanlah hal baru. Dalam pengajaran Islam sendiri sudah termaktub dalam pendidikan seperti kesadaran diri (QS. Az Zumara: 15), pengendalian diri (QS. Al Hadid: 23), ketekunan, antusiame, motivasi diri (QS. Thaaha: 67-68 ), empati kepada sesama (QS. An Nur: 2), dan kemampuan sosial (QS. Al Hujurat: 13). Inti yang ingin didapatkan adalah bagaimana seseorang itu mengetahui, menguasai, dan mengontrol emosi yang biasanya merujuk kepada perilaku kedewasaan seseorang yang biasanya disebut kecerdasan emosi. Kaitan konsep kecerdasan emosi dan konsep pendidikan islam telah terlihat pada level kaitan kontrol diri dan relasi sosial antar manusia. Akan tetapi tidak bisa dipunkiri bahwa konsep kecerdasan emosi memiliki beberapa kekurangan dalam kaitannya dengan perkembangan dan peningkatan nilai penghambaan kepada Allah Emotional intelligence is indeed a relative term but when examined more deeply and study the actual contents are not considered new. In the Islamic teaching itself are included in the development of Islamic education such as self-awareness (QS. Az Zumara: 15), self-control (QS. Al Hadid: 23), perseverance, enthusiasm, motivation to self (QS. Thaaha: 67-68 ), empathy toward others (QS. An Nur: 2), and social skills (QS. Al Hujurat: 13). The procession in essence is resulted to how a person will know, master and control emotions all of which are often referred to maturity attitude of person namely emotional intelligence. The linkage concept of emotional intelligence to the concept of Islamic education has been seen at the level of the relationship of self (self-control) and social relations between human (horizontal). But it cannot deny that the concept of emotional intelligence has some shortcomings on several matters relating to the development and increase the value of devotion to God Almighty. Kata kunci: kecerdasan emosi, perspektif, pendidikan Islam
Pola Pembinaan Keagamaan Anak Jalanan dalam Membentuk Kepribadian Sari Famularsih; Arif Billah
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Prodi PGMI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.912 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v6i1.88-113

Abstract

Artikel ini berusaha mengungkapkan tentang pentingnya pembinaan keagamaan untuk membentuk kepribadian anak jalanan yang identitasnya sebagai muslim yang kemudian ditunjukkan baik dalam perilaku dan kebiasaan. Banyak orang menganggap bahwa anak jalanan sebagai anak-anak menjadi seperti kehidupan orang dewasa, bekerja dalam waktu yang panjang untuk mendapatkan uang dalam kondisi yang berbahaya baik untuk perkembangan fisik dan kesehatan mereka. Begitu pula berdampak terhapat hilangnya kesempatan mereka untuk mengenyam pendidikan. Penanaman keagamaan untuk anak jalanan secara perilaku lahiriyah seperti berjalan, makan, minum, berkomunikasi dengan orang tua, teman dan yang lainnya adalah hal-hal yang penting. Sebagai contoh perilaku kepribadian adalah tulus, tidak iri hati, dan perilaku terpuji lainnya. Pembinaan keagamaan yang ditujukan kepada anak-anak jalanan dimaksudkan untuk memupuk pandangan hidup yang stabil berdasarkan nilai-nilai keislaman yang kemudian dapat digunakan untuk berpikir, berperilaku berdasarkan norma Islam ataupun kepribadian yang berdasarkan pendidikan pemikiran Islam yang memiliki faktor-faktor dasar yang berbeda. This article simply reveal about the importance of religious formation to form the personality of street children which is the identity of the individual has the hallmark of a moeslim, both shown in the behaviour and attitude of her inner outwardly. Some people judge the street children as a child too quickly into adult life, working for a long time to get a wage under conditions dangerous for their physical development and health, as well as miss access to education. The cultivation of the religious for the street children of lahiriyah behaviour such as walking, eating, drinking, communicating with parents, friends and others is very necessary. As examples of such inner Frank Burton Cheyne behavior, sincere, don't envy and other commendable attitude arising from within. The construction of the Islamic religion, addressed to children will be able to provide a steady view of life based on the values of Islam, was also able to get used to think, behave and behave according to the norms of Islam or personality in accordance with the teachings of Islam though has a different default factors. Kata kunci: pembinaan, kepribadian, keagamaan
Implementasi Pendidikan Karakter dalam Mata Pelajaran ISMUBA Mulyo no
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Prodi PGMI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.992 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v6i1.114-140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana implementasi pendidikan karakter ISMUBA ((Al - Islam, Muhammadiyah dan bahasa Arab) di sekolah-sekolah Muhammadiyah Salatiga pada tahun akademik 2012/2013. Dalam studi ini, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan beragam yaitu filosofis, fenomenologi, dan psikologi. Metode konten analisis digunakan sebagai metode analisis. Melalui metode, pendekatan dan analisis tersebut, ditemukan bahwa hal terpenting adalah implementasi pendidikan karakter di sekolah-sekolah Muhammadiyah, termasuk sekolah-sekolah Muhammadiyah Salatiga, telah ada sejak lama, sebelum hal tersebut diutarakan oleh pemerintah Indonesia. Pendidikan karakter di sekolah-sekolah Muhammadiyah diimplementasikan dalam karakter-karakter khusus mata pelajaran dengan nama ISMUBA (Al - Islam, Muhammadiyah dan bahasa Arab). Ini adalah mata pelajaran yang penting yang bertujuan dalam pembentukan karakters iswa, ini adalah karakter keislaman dalam nuansa Muhammadiyah. Saat ISMUBA sukses diaplikasikan, hal ini akan membentuk siswa yang Islami dengan semangat Muhammadiyah. This study is aimed to reveal about how the implementation of the character education of ISMUBA (Al - Islam, Muhammadiyah and Arabic) in Salatiga Muhammadiyah schools in the academic year of 2012/2013. In this study, the researcher used qualitative methods with multiple approaches namely philosophical, phenomenological, and psychological approaches. The content analysis method is utilized as its analytical method. Through those methods, approaches and analysis, it was found that the most important thing is the implementation of character education in Muhammadiyah schools, including Salatiga Muhammadiyah schools, was existed since long time ago, before it was proclaimed by the Indonesia’s government. Character education in Muhammadiyah schools was implemented on particular characteristics of subjects, namely ISMUBA (Al - Islam, Muhammadiyah and Arabic). This is a very significant subject which is essentially oriented in the students’ character building, it is religious character (Islamic) in Muhammadiyah nuance. When ISMUBA is successful applied, it will form Islamic students with Muhammadiyah spirit. Keywords: ISMUBA, Muhammadiyah, pendidikan karakter
Implementasi Kurikulum dan Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada PAUD Zul fa
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Prodi PGMI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.375 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v6i1.1-29

Abstract

Kurikulum merupakan bagian integral dari pendidikan. Kurikulum juga merupakan media untuk menumbuhkan nilai-nilai agama pada anak-anak, terutama di bidang pendidikan anak usia dini (usia 0-6 tahun). Fokus utama dari penelitian ini adalah beberapa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh suatu tujuan, faktual, akurat dan sistematis proses pelaksanaan kurikulum pendidikan Islam dan strategi yang diterapkan pada objek penelitian. Data dikumpulkan dengan beberapa metode yaitu observasi, dokumentasi dan wawancara. Kemudian data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan kurikulum pendidikan agama Islam di PAUD di Salatiga dan kabupaten Semarang sudah mengacu pada standar di Permendiknas Nomor 58 tahun 2009. Beberapa dari mereka belum mengacu patokan dasar pemerintah. Mereka juga melakukan pengembangan yang sesuai dengan karakteristik masing-masing lembaga. Bahan pendidikan agama Islam yang diberikan cocok dengan tahap perkembangan peserta didik. Materi tersebut disampaikan melalui bercerita, bercakap-cakap, tugas, Iqro ', simulasi dan praktek. Curriculum is an integral part of education. The curriculum is also a medium to cultivate of religious values in children,especially in early childhood education (ages 0-6 years). The main focus of this study is some early childhood education in Salatiga and Semarang district. This study is aimed to gain an objective, factual, accurate and systematic of curriculum implementation process of Islamic education and its strategies that applied in the research object. The data is collected by several methods namely, observation, documentation and interviews. Then the gathered data were analyzed using descriptive qualitative approach. The results indicate the implementation of Islamic religious education curriculum in early childhood education in Salatiga and Semarang districts already refers to the standards in Permendiknas No. 58 of 2009. Some of them have not referring to the government's basic benchmark. They also undertake the development which is appropriate with the characteristics of each institution. The materials of Islamic religious education is given suited with stage of learners’ development. It is delivered by storytelling, chatting, assignments, Iqro ', simulation and practice. Kata kunci: implementasi, kurikulum pendidikan Islam, strategi
Studi Komparasi Implementasi Kurikulum KTSP dengan Kurikulum 2013 Mapel Pendidikan Agama Islam pada Kajian Standar Kompetensi Jaka Rebawa
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Prodi PGMI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.842 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v6i1.141-169

Abstract

Ketegasan kurikulum dan implementasinya sangat dibutuhkan untuk membenahi kinerja pendidikan yang jauh tertinggal. Indonesia di era reformasi, telah mengalami tiga perubahan kurikulum, yaitu: KBK, KTSP dan K. 2013. Dari perkembangan kurikulum yang terjadi kemungkinan adanya perbedaan implemensi pada standar kompetensinya, maka hal ini perlu dikaji. Jenis penelitian ini kualitatif dengan pendekatan  fenomenologis. Objek studi pada implementasi KTSP dan K. 2013 di SMA N 1 Salatiga, SMA Islam Sudirman dan SMA N 1 Tengaran. Pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara dengan analisis induksi analitik. Hasil Penelitian: Implementasi KTSP PAI pada SK di SMAN 1 Salatiga, SMA Islam Sudirman Ambarawa dan SMAN 1 Tengaran Kabupaten Semarang  tahun pelajaran 2013/2014 telah terlaksana dengan baik karena telah mengikuti struktur kurikulum yang ditentukan,  Implementasi K. 2013 Mapel PAI pada SK terimplementasi baik, Standar Isi diturunkan dari SKL melalui KI. Perbedaan mendasar pada SK, SI dan SKL menjadi acuan utama pengembangan KTSP, sedangkan K. 2013 SKL dan KI menjadi acuan utama. Faktor penghambat adalah dalam memberikan penilaian, media riil, waktu, penyusunan RPP,  siswa kesulitan materi. Penanganannya dengan cara melengkapi sarpras, mengirim guru dalam pelatihan, menyederhanakan materi pelajaran, memberikan jam tambahan dan konsultasi akademik pada siswa.Curriculum assertiveness and its implementations are needed to improve educational performance that is far behind. Indonesia in the reform era, has undergone three changes of curriculum, namely: CBC, SBC and 2013 Curriculum. Fronm there, it is possible that there are differences in the implementations and competence standard, then it needs a study. it utilizes a qualitative research with phenomenological approach. The object of the study is the implementation of SBC and K., 2013 in SMA N 1 Salatiga, SMA Sudirman and SMA N 1 Tengaran. The data collection is through observation, documentation and interview with the analysis of analytic induction. the results are: the SBC implementation of PAI SK at SMAN 1 Salatiga, SMA Islam Sudirman Ambarawa and SMAN 1 Semarang 2013/2014 has performed well since they have followed the prescribed curriculum structure, K. 2013 Implementation of PAI SK is well , Content Standards is derrived from SKL through KI. The fundamental difference in SK, SI and SKL become the main reference of SBC curriculum development, whereas K. 2013 and KI become the main reference. The nhibiting factors are in providing an assessment, real media, time, preparation of lesson plans, the students' diffulty to the material. they are fixed by completing facilities, sending teachers to trainings, simplifying the materials, providing additional hours and academic advising to students. Kata Kunci: KTSP, Kurikulum 2013, Standar Kompetensi
Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Islam di Madrasah Nugroho, Muhammad Aji
MUDARRISA: Journal of Islamic Education Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.932 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v6i1.30-60

Abstract

Perkembangan masyarakat dunia telah memasuki masyarakat informasi yang merupakan kelanjutan dari masyarakat modern dengan ciri-cirinya yang bersifat rasional, berorientasi ke masa depan, terbuka, menghargai waktu, kreatif, mandiri, dan inovatif, atau biasa disebut dengan global village yaitu Perkawinan antara teknologi transmisi mutakhir dengan komputer melahirkan sebuah era baru yaitu era informasi, yang dapat dikatakan sebagai world of the year. Disebut masyarakat informasi ditandai dengan penguasaan teknologi informasi, mampu bersaing, serba ingin tahu, imajinatif, mampu mengubah tantangan menjadi peluang, dan menguasai berbagai metode dalam pemecahan masalah. Sebab, problem yang muncul dizaman globalisasi ini jauh lebih kompleks dan memerlukan respons yang lebih beragam dan akomodatif, dan dengan menggunakan perangkat teknologi Informasi tersebut untuk mencari, mengeksplorasi, menganalisis, dan saling tukar informasi secara efisien dan efektif, siswa akan dengan cepat mendapatkan ide dan pengalaman dari berbagai kalangan dan pendidikan atau pembelajaran akan lebih berkembang dan terbantu terhadap proses pembelajaran bagi setiap siswa. The world society development has entered into information society as a continuation of modern society. The characteristics of the information society is rational, future-oriented, open-minded, appreciate the time, creative, independent, and innovative. The time of global village will be born is the fusion of sophisticated transmission technology with a computer that yield a new era of information age, as the world of the year. Community information society is characterized by the mastery of information and technology, is able to compete, inquisitive, imaginative, and able to turn challenges into opportunities, and master various methods in problems solving. These challenges require a response that is more diverse and accommodating. Information and technology are solution and response that serves to find, explore, analyze, and exchange information efficiently and effectively. Thus, students will quickly get the ideas and experiences of the various circles, so that learning will be more developed and assisted with the process of study by student. Kata Kunci: Teknologi Informasi, Pendidikan Islam, Pembelajaran

Page 1 of 1 | Total Record : 6