cover
Contact Name
Badrun Ahmad
Contact Email
badrun@unkhair.ac.id
Phone
+6281382878027
Journal Mail Official
badrun@unkhair.ac.id
Editorial Address
Jl. Pertamina, Kampus II Gambesi, Kec. Ternate Selatan, Kota Ternate
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
JURNAL SIPIL SAINS
Published by Universitas Khairun
Core Subject : Social, Engineering,
Teknik Sipil, Konstruksi, Jalan dan jembatan, Beton, Mekanika Tanah, Irigasi, Transportasi, SIG, lingkungan, keairan, struktur, dan geoteknik.
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2022)" : 17 Documents clear
PEMODELAN BANJIR DI DUSUN LUKOLAMO WEDA KABUPATEN HALMAHERA TENGAH Yudit Agus Priambodo; Marlina Kamis
JURNAL SIPIL SAINS Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v12i1.3939

Abstract

Banjir yang terjadi di Dusun Lukolamo Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah perlu penanganan yang serius mengingat akses jalan yang terputus adalah jalan nasional. Penanganan banjir bertujuan untuk mereduksi kerugian akibat banjir dan pengamanan akses jalan nasional. Oleh karena itu memerlukan informasi kejadian dan sebaran wilayah yang dapat diperoleh melalui kajian model banjir. Dalam penelitian ini, model HEC-RAS digunakan untuk memprediksi luas, kedalaman, dan durasi banjir. Dari hasil pemodelan ini diperoleh bahwa debit banjir rencana yang digunakan adalah untuk kala ulang 5 tahun karena mendekati kondisi banjir yang terjadi di lapangan. Luas genangan banjir maksimum yang terjadi yaitu 0.529 km2. Kedalaman air banjir maksimum di dusun Lukolamo setinggi ± 4m dan juga durasi waktu terjadinya banjir mulai awal gengangan sampai akhir selama 49.75 jam atau 2.07 hari. Perlu tindak lanjut yang lebih detail lagi mengingat data topografi yang digunakan adalah data DEM dari DEMNAS yang memiliki keterbatasan akurasi. Jadi data pengukuran topografi dilapangan merupakan data yang lebih akurat dalam memprediksi luas genangan dan kedalaman air akibat debit banjir rencana.
ANALISIS KERUSAKAN JALAN METODE SDI & IRI RUAS JALAN BANGAU SAKTI-PEKANBARU Edi Yusuf Adiman
JURNAL SIPIL SAINS Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v12i2.3717

Abstract

Ruas jalan Bangau sakti merupakan jalan yang menghubungkan jalan HR. Soebrantas dan jalan Naga Sakti. Jalan Bangau Sakti juga menjadi jalur lalu lintas mahasiswa-mahasiswi Universitas Riau dan masyarakat sekitar yang tinggal disana. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi perkerasan jalan dan membandingkan dengan dua metode, yaitu International Roughness Index (IRI) dan Surface Distress Index (SDI) serta mengetahui jenis penanganan yang dibutuhkan dengan tepat. Penilaian kondisi perkerasan jalan dengan metode SDI dilakukan secara visual dengan cara survei lapangan, sedangkan untuk nilai IRI didapatkan dengan cara survei menggunakan mobil dan aplikasi Roadroid. Hasil dari penilaian jalan menggunakan SDI adalah 54% dalam keadaan baik, 15% dalam keadaan sedang dan 31% dalam keadaan rusak berat. Namun pada IRI Roadroid, rata-rata dari kedua ruas jalan adalah 77% dalam keadaan baik, 10% dalam keadaan sedang, 11% dalam keadaan rusak ringan dan 2% dalam keadaan rusak berat. Selain itu nilai yang berbeda ditunjukkan saat analisis kombinasi IRI dan SDI nomor SMD-03/RCS yang menunjukkan kondisi jalan pada ruas Jalan Bangau Sakti adalah 54% dalam keadaan baik, 12% dalam keadaan sedang, 23% dalam keadaan rusak ringan dan 11% dalam keadaan rusak berat. 
Statik Grafiti Tanah Keras (Bedrock) Dengan Metode Geolistrik Nini Hasriyani Aswad
JURNAL SIPIL SAINS Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v12i2.3810

Abstract

Statik grafiti  tanah dibawah permukaan yang bertujuan untuk mengetahui kedalaman tanah keras bedrock berdasarkan metode geolistrik.  Lokasi pengambilan data berada desa Wawatu Moramo Utara Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan dengan jarak sekitar 30 KM dari Kendari ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara. Desa ini berbatasan dengan Desa Tanjung Tiram di sebelah Utara, Desa Mata Wawatu di sebelah Selatan, sebelah timur Laut dan di sebelah Barat Kelurahan Tobi Maeta (Abeli). Tepatnya di titik kordinat 40 3’ 35“ S dan 1220 38’ 52” T dengan elevasi 0 m dari permukaan laut. Metode geolistrik ini bertujuan mengetahui hambatan dan  arus listrik di dalam bumi dengan mendeteksinya di permukaan bumi dengan alat georesit, berdasarkan hasil deep boring, maka hasil gambaran geolistrik akan memvalidasi data deep boring pada area penelitian. Tujuan dari metode ini  untuk mendapatkan sebuah penampang 1D serta dapat menginterpretasi dari hasil penampang. Hasil yang diperoleh dengan menggunakan software Progress V.3 , terdapat 3 lapisan bawah permukaan. nilai resistivitas yang tinggi yaitu 12.16 Ωm, kedalaman 16 – 24 m (tebal 8 m) dengan nilai resistivitas antara lain  10 Ωm dengan kedalaman 10 – 18 m di indikasikan juga sebagai lapisan lempung berpasir
Karakteristik Dan Rantai Perjalananan Pengunjung Pasar Gamalama Di Kota Ternate Muh. Asri Alqadri Amri
JURNAL SIPIL SAINS Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v12i2.5803

Abstract

Pergerakan masyarakat berawal zona asal ke zona tujuan.Seperti Seperti kita ketahui, pergerakan terjadi karena adanya proses pemenuhan kebutuhan. Pemenuhan kebutuhan merupakan kegiatan yang biasanya harus dilakukan setiap hari, misalnya pemenuhan kebutuhan akan pekerjaan pendidikan, keluarga maupun untuk liburan. Dalam melakukan pergerakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, kita mempunyai dua pilihan, yaitu bergerak bergerak dengan moda transportasi atau tanpa moda transportasi (berjalan kaki). tujuan dari peneltian ini adalah Untuk Mengetahui Karakteristik dan Rantai Perjalanan Pengunjung Pasar Gamalama yang menggunakan Kendaraan Pribadi dan Angkutan Umum, metode analisis menggunakan analisis kuantitatif. metode kuantitatif dilakukan dengan penelitian survey dan wawancara tatap muka, pengisian kuisioner secara online. Dari hasil penelitian yang dilakukan Karakteristik sosio-demografi pengunjung Pasar gamalama di Kota Ternate lebih didominasi oleh pengunjung pasar yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. pengunjung pasar juga didominasi oleh individu-individu yang memiliki sepeda motor. pengunjung pasar Gamalama memberikan hasil bahwa motor pribadi menjadi transportasi yang paling banyak digunakan dari rumah ke pasar dan sebaliknya. Persentase responden untuk biaya perjalanan dari rumah ke pasar paling banyak sebesar Rp.10.000 . persentase hasil responden terbanyak untuk frekuensi pergi ke pasar dalam seminggu adalah 1 minggu sebanyak 3 kali. Persentase hasil responden terbanyak untuk alasan memilih moda transportasi yaitu karena kecepatan atau waktu tempuh transportasi tersebut. persentase hasil responden terbanyak untuk lama waktu berbelanja yaitu 10 – 20 menit. Untuk Kedua kategori hari pada saat pengambilan sampel, baik untuk hari kerja maupun hari libur memberikan nilai indikator validitas yang berbeda. dimana pada hari kerja lebih cenderung tinggi, dibandingkan pada hari libur. Untuk rantai perjalanan pengunjung paling banyak yaitu Rumah – Pasar – Rumah 63%, dan Pasar – Rumah 69% dari pengunjung Pasar Gamalama di Kota Ternate telah dielaborasi dalam studi ini pengunjung pasar Gamalama memberikan hasil bahwa motor pribadi menjadi transportasi yang paling banyak digunakan dari rumah ke pasar dan sebaliknya.
PEMANENAN AIR HUJAN (RAINWATER HARVESTING) SEBAGAI ALTERNATIF PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA MAREGAM Nani - Nagu; Dewinta - Anggraini; Muhammad - Darwis
JURNAL SIPIL SAINS Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v12i2.5028

Abstract

 Air merupakan salah satu kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan. Penggunaan air sangat beragam untuk keperluan sehari-hari baik untuk memasak, mandi, mencuci dan lain-lain.Pola penggunaan air yang kurang efektif dalam pemanfaatannya mengakibatkan dampak terhadap ketersediaan air di suatu wilayah. Salah satunya di Desa maregam yang terletak di Kecamatan Tidore Selatan Kota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara. Berdasarkan uraian di atas maka munculah pemikiran untuk mengelola air hujan dengan menggunakan konsep pemanenan air hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa jumlah kebutuhan air bersih di Desa Maregam, untuk mengetahui berapa banyak air hujan yang dapat di tampung melalui atap untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan bagaimana menghitung pemanenan air hujan terhadap kebutuhan masyarakat di Desa Maregam. Jenis penelitian yang dipakai adalah jenis kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Setelah dilakukan pengolahan data, maka di dapat kebutuhan air bersih rerata masyarakat Desa Maregam adalah sebesar 1.105.320 liter/bulan. Air hujan yang dapat di tampung melalui atap untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di Desa Maregam sebesar 1.482.128 m³. 
ANALISIS PERHITUNGAN JUMLAH DAN PENENTUAN LOKASI ALAT PENGUKUR HUJAN DI KOTA BATAM Jody Martin Ginting
JURNAL SIPIL SAINS Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v12i2.5036

Abstract

Di Kota Batam terdata bahwa hanya ada 1 pengukur hujan, yaitu di Bandara Hang Nadim Batam yang dikelola oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Batam. Hal ini tentunya sangat menghambat pekerjaan dari Bidang SDA yang bekerja untuk mengantisipasi banjir di Kota Batam. Kejadian banjir tentunya sebagian besar diakibatkan oleh air hujan yang mencapai kedalam tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa untuk mengantisipasi terjadinya banjir, perlu adanya pengukur hujan yang bisa menjadi alat peringatan dini banjir. Penelitian ini dilakukan untuk mengurangi resiko terjadi kesalahan pada saat pengambilan data hujan dan kerapatan jaringan stasiun hujan dapat terkoreksi dengan baik sehingga kerapatan jaringan stasiun hujan menjadi ideal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan data hujan 30 tahun dari stasiun hujan Hang Nadim Batam dan peta DAS Batam dari Balai Wilayah Sungai Batam. Perhitungan menggunakan metode perhitungan kagan. Penelitian ini menghasilkan jumlah alat pengukur hujan yang dibutuhkan Kota Batam adalah sebanyak 31 alat. Penentuan titik lokasi alat pengukur hujan terdiri dari 31 lokasi, yaitu Kantor Kelurahan Baloi Indah, Batu Besar, Belian, Bengkong Laut, Bukit Tempayan. Buliang, Kabil, Lubuk Baja Kota, Mangsang, Patam Lestari, Pulau Buluh, Sadai, Sagulung Kota, Sei Pelungut, Sukajadi, Sungai Binti, Sungai Harapan, Sungai Jodoh, Sungai Langkai, Sungai Panas, Taman Baloi, Tanjung Buntung, Tanjung Pinggir, Tanjung Riau, Tanjung Sengkuang, Tanjung Uncang, Teluk Tering, Tembesi, Tiban Baru, Tiban Indah, dan Tiban Lama.
PEMBUATAN BATU BATA MERAH TANPA BAKAR DENGAN CAMPURAN SLUDGE (LIMBAH PADAT) Irvan Tri Harnadi
JURNAL SIPIL SAINS Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v12i2.3359

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mencoba alternatif guna mengurangi penggunaan tanah liat sebagai bahan baku utama dengan cara produksi tanah liat di campur limbah padat (sludge). Tujuan untuk mengetahui proses pembuatan batu bata merah tanpa proses pembakaran dengan campuran limbah padat (sludge) dan hasil dari penambahan limbah padat (sludge) terhadap kuat tekan batu bata merah.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, penggunaan benda uji menggunakan cetakan balok dengan ukuran 21 cm x 9 cm x 5 cm. Sebagai bahan tambah pembuatan batu bata merah dengan varian sludge 70%, 60%, 50%, 40%, 30% masing-masing variasi memiliki 3 sampel. Jadi total terdapat 15 sampel bata merah dengan bahan tambah limbah padat (sludge).Hasil rata-rata dari kuat tekan batu bata merah normal 10,80 MPa, campuran limbah padat 70% dengan nilai 8,73 MPa, campuran limbah padat 60% dengan nilai 9,31 MPa, campuran limbah padat 50% dengan nilai 9,31 MPa, campuran limbah padat 40% dengan nilai 9,81 MPa dan campuran limbah padat 30% dengan nilai 10,30 MPa.Kata kunci: Batu bata, Limbah padat, Tanah, Kuat tekan
PEMODELAN HUJAN-ALIRAN DAS DI KOTA TARAKAN MENGGUNAKAN MODEL HEC-HMS Aswar Amiruddin
JURNAL SIPIL SAINS Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v12i2.3859

Abstract

Diperlukan analisis terkait dengan debit banjir rencana untuk memperoleh desain pengaturan sungai yang optimal. Model hidrologi yang digunakan pada penelitian kali ini adalah model HEC-HMS yang dikembangkan oleh US Army Corps of Engineers (USACE). Model HEC-HMS dapat digunakan untuk menirukan sistem DAS yang kompleks dengan membuat penyederhanaan, berdasarkan uraian peneliti tertarik untuk mengkaji model hujan-aliran salah satu DAS Tarakan menggunakan model HEC-HMS. Tingkat akurasi hasil simulasi model HEC-HMS tergantung pada ketersediaan data dan metode yang dipilih oleh user. Hasil penelitian diperoleh parameter-parameter DAS seperti Luas DAS Binalatung (A) 15,58 km2, Panjang Sungai Utama DAS (L) 7,65 km, dengan curve number (CN) 80,132. Hasil pemodelan HEC-HMS menunjukkan Debit banjir maksimum untuk kala ulang 2 tahun adalah 2 tahun adalah 27,1 m3/s, kala ulang 5 tahun 31,5 m3/s, kala ulang 25 tahun 34,8 m3/s dan kala ulang 50 tahun 35,6 m3/s.
Komprehensif Review : Investigasi Kualitas Parameter Fisika-Kimia Air Sungai Cisadane dan Sungai Citarum,Jawa Barat Tahun 2011-2020 fatiyah nabila
JURNAL SIPIL SAINS Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v12i2.4298

Abstract

Air merupakan salah satu unsur yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia maupun mahkluk hidup lainnya yang ada di muka bumi,diantaranya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, industri dan pertanian. Untuk memanfaatkan air tersebut biasanya masyarakat mengambil air dari sungai sampai pada suatu Daerah Aliran Sungai (DAS). Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengetahui kualitas air sungai di bagian hulu Sungai Cisadane dan sungai citarum secara parameter fisika-kimia air sungai selama kurun waktu 10 tahun dan menganalisis macam-macam aktivitas antropologi yang menjadi sumber pencemar penyebab penurunan kualitas air sungai.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptip studi kasus dengan pengumpulan, telaah serta penjabaran data sekunder yang telah ditelaah dokumen dengan cara mengumpulkan data-data melalui kepustakaan baik dari buku-buku, dokumen-dokumen, jurnal-jurnal dan lain-lain yang berkaitan dengan fokus penelitian. Data sekunder diperoleh dari data yang telah diambil oleh pihak lain. Sungai cisadane dan sungai citarum terletak di provinsi Jawa Barat,dimana provinsi tersebut memiliki jumlah penduduk sekitar ±40 juta jiwa. Sungai cisadane dan sungai citarum terletak di provinsi Jawa Barat,dimana provinsi tersebut memiliki jumlah penduduk sekitar ±40 juta jiwa. Bertambahnya jumlah penduduk di daerah sungai Citarum dan sungai Cisadane merupakan salah satu yang menyebabkan kualitas air sungai rendah karena berasal dari aktivitas warga penduduk dikota tersebutkualitas air Sungai Cisadane berdasarkan sifat fisikanya masih memenuhi baku mutu lingkungan kelas II berdasarkan PP No. 82 tahun 2001 yaitusuhu dengan rata-rata 28,57°C, TDS dengan nilai rata-rata 55,67 mg/L, TSS dengan rata-rata 26,33 mg/L, warna agak keruh sampai keruh, bau dari agak berbau sampai menyengat dan kecerahan dengan nilai rata-rata 7,7 cm. Pada sungai Citarum, Air DAS citarum mengalami penurunan kualitas karena konsentrasi BOD,COD masing-masing sebesar ±4,00-9,00 mg/L 26,00 mg/L. Kondisi ini akan berdampak pada timbulnya penyakit diare dengan persentase perkiraan masing-masing mencapai ± 25%. Dimana penurunan kualitas air akibat aktivitas budidaya ikan yang sangat tinggi dan akan melampaui daya tampung maksimal
PENYEBAB KETERLAMBATAN PEKERJAAN PADA PROYEK KONSTRUKSI DI KOTA TERNATE Edward Rizky Ahadian
JURNAL SIPIL SAINS Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v12i2.3830

Abstract

Keterlambatan penyelesaian pekerjaan pada proyek konstruksi berpotensi besar terhadap meningkatnya biaya pelaksanaan proyek, perselisihan, dan juga pemutusan hubungan kerja. Saat ini, di mana alat dan teknik manajemen proyek telah dikembangkan dan diperkuat dengan kemajuan teknologi akan membuat proyek lebih lancar dan selesai tepat waktu. Namun, beberapa proyek masih tertunda yang merupakan titik untuk di renungkan. Kondisi proyek di kota Ternate tidak jauh berbeda, dimana setiap tahunnya masih sering terdapat keterlambatan penyelesaian pekerjaan proyek konstruksi. Oleh karena itu perlu diteliti faktor yang paling berpengaruh/dominan terdapat penyebab keterlambatan pekerjaan proyek konstruksi, sehingga keterlambatan penyelesaian pekerjaan proyek konstruksi yang terjadi dapat ditangani dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode analisis faktor dan bertujuan untuk mengetahui secara pasti faktor yang paling berpengaruh atau dominan terhadap keterlambatan pekerjaan proyek konstruksi gedung di Kota Ternate. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran kuisioner. Berdasarkan hasil analisis diperoleh 3 (tiga) faktor yang paling berpengaruh atau dominan penyebab keterlambatan pekerjaan proyek konstruksi gedung di kota Ternate, yaitu faktor kurangnya tenaga ahli, faktor mandor kurang berpengalaman dan faktor kurangnya ketersediaan tenaga kerja. Faktor kurangnya tenaga ahli memiliki nilai eigen value sebesar 28,709%, faktor mandor kurang berpengalaman memiliki nilai eigen value sebesar 22,273%, dan faktor kurangnya ketersediaan tenaga kerja dengan nilai eigen value sebesar 20,473%. Secara keseluruhan ketiga faktor tersebut mampu menjelaskan 71,455% variasi.

Page 1 of 2 | Total Record : 17