cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Farmasi Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23017716     EISSN : 26224607     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Udayana merupakan jurnal elektronik yang dikelola oleh jurusan Farmasi FMIPA Udayana. Jurnal ini yang merupakan media publikasi penelitian dan review article pada semua aspek ilmu farmasi yang bersifat inovatif , kreatif, original dan didasarkan pada scientific. Artikel yang dimuat dalam jurnal ini meliputi penemuan obat, sistem penghantaran obat serta pengembangan obat. Jurnal ini memuat bidang khusus di farmasi seperti kimia medisinal, farmakologi, farmakokinetika, farmakodinamika, analisis farmasi, sistem penghantaran obat, teknologi farmasi, bioteknolofi farmasi, obat herbal dan komponen aktif tanaman serta evaluasi klinik obat
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 8, No. 1, Tahun 2019" : 8 Documents clear
EFEK PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETES TERHADAP LUARAN TERAPI PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 KOMPLIKASI RETINOPATI DIABETIK DI RSUP SANGLAH DENPASAR Nyoman Fabby Sukarmini
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 8, No. 1, Tahun 2019
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.454 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2019.v08.i01.p08

Abstract

Diabetic retinopathy (DR) is a microvascular complication of DM caused by damage to blood vessels in the retina and can cause permanent blindness. Good blood glucose control has been shown to reduce DR onset and risk of development. The purpose of this study was to determine the use of antidiabetic drugs in patients with DM type 2 complication DR and outcomes therapy seen from changes in blood glucose levels and degrees of DR. The design of this study was observational with retrospective data collection obtained from the medical record of patients type 2 DM complication DR from January 2018 to December 2018 in Sanglah General Hospital. Characteristic of patient and DR degrees were analyzed descriptively while changes in blood glucose levels for 6 months were analyzed with statistic (paired t-test and Wilcoxon). In this study, 29 patients were included consisted of 14 patients (48.3%) used insulin, 9 patients used OAD (31.0%) and 6 patients used combination OAD + insulin (20.7%). The mean KGDP of patients decreased significantly (p<0.05) in the OAD, insulin and combination OAD + insulin groups respectively 52.22±20.34; 58.85±19.29 and 92,83±26,99 mg/dL. The mean KGD2PP of patients decreased significantly (p<0.05) in the OAD and insulin groups respectively 69.00±23.22 and 79.35±31,58 mg/dL, but in the combination OAD + insulin group, reduction that occurred was not significant (p>0.05) which was 67,33±49,55 mg/dL. The mean HbA1c decreased significantly (p<0.05) in the OAD, insulin and combinations OAD + insulin group respectively by 1.77±0.39, 1.58±0.52 and 1.60±0,55 %. Increased degree of RD occurs in 5 of 29 (17.24%.) Keywords: Type 2 diabetes mellitus, Diabetic retinopathy, Blood glucose, OAD, Insulin
Optimasi Konsentrasi Pulvis Gummi Arabicum (PGA) sebagai Emulgator Formulasi Emulsi Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma longa) i komang Subagia
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 8, No. 1, Tahun 2019
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.678 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2019.v08.i01.p04

Abstract

Penyakit maag atau gastritis merupakan suatu keadaan pendarahan atau peradangan mukosa lambung yang bersifat akut maupun kronis. Pengembangan sediaan emulsi ekstrak kunyit sebagai obat maag karena kandungan kurkumin pada ekstrak kunyit bersifat tidak larut dalam air dan kunyit memiliki rasa yang agak pahit. Penggunaan Pulvis Gummi Arabicum (PGA) sebagai emulgator karena dapat menghasilkan emulsi yang sangat stabil. Variasi konsentrasi PGA yaitu 25% dan 30%. Kedua formula yang dibuat memiliki warna coklat, berbau khas aroma mint, dan bertekstur kental. Nilai rheologi dan viskositas mengikuti Pseudoplastis. Pengujian redispersi pada formula 1 dan formula 2 menunjukkan 3 kali pengocokan pada formula 1 dan 2 kali pengocokan pada formula 2 untuk sediaan dapat terdispersi kembali secara homogen. Pada pengukuran pH Formula F1 memiliki pH 4,7, sedangkan formula F2 memiliki pH 4,79. Pengujian tipe emulsi dilakukan dengan metode pengenceran pada kedua formula menunjukkan tipe minyak dalam air. Pada penelitian ini konsentrasi 30% menghasilkan emulsi yang baik dengan waktu terdispersi kembali lebih cepat dibandingkan konsentrasi 25%. Berdasarkan hasil penelitian, bertambahnya konsentrasi emulgator PGA menghasilkan emulsi yang lebih baik.
STANDARISASI SPESIFIK DAN NON-SPESIFIK SIMPLISIA DAN EKSTRAK ETANOL RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica Val.) Dayu Cahya; Heny Prabowo
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 8, No. 1, Tahun 2019
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.897 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2019.v08.i01.p05

Abstract

Turmeric is a plant that included in Zingiberaceae. Turmerics often used as a traditional medicine to heal wounds, antibacterial, reduces intestine motility, reduce unpleasant body odor, treats fever, diarrhea, and many more. Standardization is performed by examining turmeric rhizome simpicia and extract. Standardization is carried out to guarantee the quality of traditional raw materials and requirements for reproducibility of pharmaceutical and therapeutic qualities. Parameters that have been used in this research are macroscopic test, microscopic test, total ash content test, acid insoluble ash content test, water soluble simplicia content test, ethanol soluble simplicia content test, shrinkage drying test, and Phytochemistry screening qualitatively. From the results, turmeric simplicia has met the requirements, while turmeric extract has not eligible in requirements, because its acid insoluble ash content are not eligible. This expected because of the impurities which contamine the extract are silica and sand. Silica can cuts the mucosa of the throat when used it orally. Turmeric extract in this research does not eligible and cannot be used for the next step.
UJI AKTIVITAS ANALGESIK EKSTRAK ETANOL DAUN JERUK LIMAU (Citrus amblycarpa (Haskk.) Ocshe) PADA MENCIT JANTAN GALUR BALB/C DENGAN METODE HOT PLATE Ni Komang Cahyaningsih; Dewa Ayu Satriawati; I Gde Pande Aninditha Putra Wicaksana; Santri Yulita; Ni Nyoman Fabby Sukarmini; Ni Ketut Widyani Astuti; Anak Agung Gede Rai Yadnya Putra
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 8, No. 1, Tahun 2019
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.537 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2019.v08.i01.p06

Abstract

NSAID menjadi salah satu pilihan terapi untuk menghilangkan rasa nyeri.Namun, penggunaanya dalam jangka panjang dapat memicu efek samping yaitu pendarahan gastrointestinal. Oleh karena itu, diperlukan analgesik alternatif yang memiliki efek terapi yag sama dan efek samping yang lebih rendah. Salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai analgesik alternatif adalah Jeruk Limau (Citrus amblycarpa) yang dimanfaatkan sebagai obat kesemutan dan kram secara empiris. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui aktivitas analgesik pada ekstrak etanol daun Citrus amblycarpa sebagai analgesik pada mencit putih jantan galur balb/c. Salah satu metode yang digunakan dalam pengujian aktivitas analgesik adalah metode Hot Plate. Penelitian dilakukan dengan membagi 30 ekor mencit ke dalam 6 kelompok kemudian masing-masing kelompok diberikan suspensi uji yang terdiri dari CMC-Na 1% sebagai kontrol negatif, suspensi natrium diklofenak dosis 6,5 mg/kgBB sebagai kontrol positif, dan suspensi ekstrak etanol daun C. amblycarpa dengan variasi dosis 100mg/kgBB, 300 mg/kgBB, dan 500 mg/kgBB. Hewan uji ditempatkan diatas Hot Plate dengan suhu 70°C pada 30 menit setelah pemberian suspensi uji dan diamati waktu respon mencit terhadap panas setiap 30 menit selama 3 jam. Hasil uji kadar air serbuk simplisia daun C. amblycarpa adalah 4,492 ± 0,0436% (b/b), persentase rendemen ekstrak metode maserasi adalah 21,403% (b/b). Berdasarkan hasil uji aktivitas analgesik ekstrak etanol daun C. amblycarpa dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak dosis 100 mg/kgBB, 300 mg/kgBB dan 500 mg/kgBB memberikan aktivitas analgesik terhadap mencit dibandingkan dengan kontrol negatif (CMC-Na 1%) dengan nilai ED50 sebesar 306,667 mg/kgBB.
Penggunaan Polivinill Pirolidon (PVP) Sebagai Bahan Pengikat Pada Formulasi Tablet Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L.) Dede Jerry Sartika Putra
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 8, No. 1, Tahun 2019
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.917 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2019.v08.i01.p03

Abstract

Tablet adalah sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Granul dengan bahan pengikat PVP memiliki sifat alir yang baik, sudut diam yang minimum, menghasilkan fines lebih sedikit dan daya kompaktibilitasnya lebih baik. Variasi konsentrasi polivinil pirolidon (PVP) yang digunakan yaitu 1%, 3%, 5%. Pembuatan tablet menggunakan metode granulasi basah. Uji kelembapan menujukkan bahwa ketiga formula memenuhi persyaratan dengan rentang 2- 5%. Distribusi ukuran partikel ketiga formula baik karena keseragaman ukuran granul telah seragam. Uji laju alir menunjukkan bahwa ketiga formula memenuhi persyaratan yaitu >10 gram/detik. Uji sudut diam hanya dipenuhi oleh formula 1 yaitu kurang dari ?30o. Uji kompresibilitas granul memenuhi persyaratan yakni kurang dari 20%. Tablet yang dihasilkan berbentuk bundar cembung, bau aromatik, dan warna coklat kehitaman. Uji kerapuhan ketiga formula sudah memenuhi syarat yaitu dibawah 1%. Uji keseragaman bobot dalam sediaan tablet ketiga formula yang dibuat telah memenuhi syarat. Waktu hancur yang diperoleh tidak memenuhi persyaratan yaitu kurang dari 15 menit. Penggunaan bahan pengikat polivinil pirolidon (PVP) konsentrasi 1% menghasilkan granul pada konsentrasi tersebut telah menghasilkan granul yang terstandar dan memiliki waktu hancur paling kecil.
PENGGUNAAN ANTIKOAGULAN ORAL BARU PADA FIBRILASI ATRIUM Made Winda Krisnayanti
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 8, No. 1, Tahun 2019
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.961 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2019.v08.i01.p01

Abstract

Fibrilasi atrium (FA) adalah salah satu jenis aritmia yang paling sering terjadi dan prevalensinya terus meningkat di dunia. Karakteristik FA berupa aktivasi elektrik atrium yang tidak teratur dan kontraksi atrium yang tidak terkoordinasi. Antikoagulan oral adalah agen antitrombotik unggul telah lama digunakan pada pasien dengan FA. Warfarin (antagonis vitamin K) adalah antikoagulan yang paling banyak digunakan untuk pencegahan stroke pada pasien dengan FA. Namun terdapat beberapa keterbatasan dalam penggunaan warfarin dan seiring dengan berkembangnya pengobatan FA, dikembangkan juga berbagai antikoagulan baru dari kelas yang berbeda dengan masing-masing keunggulan dan kerugiannya. Dabigatran, rivaroxaban, dan apixaban adalah contoh jenis antikoagulan baru yang memiliki beberapa perbedaan dalam tatalaksana FA.
Molecular Docking Terpinen-4-ol pada Protein IKK sebagai Antiinflamasi pada Aterosklerosis secara In Silico Putu Pradnya Pramita Dewi
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 8, No. 1, Tahun 2019
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.049 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2019.v08.i01.p07

Abstract

ABSTRACT Atherosclerosis is a chronic inflammatory disease that begins with endothelial dysfunction, it caused fat accumulation and plaque growth in the inner arteries walls. Endothelial dysfunction will activate the Nuclear Factor Kappa B (NF-kB) pathway involving IKK proteins. Terpinen4-ol is constituent found in the bangle (Zingiber cassumunar) rhizome. The purpose of this study were to determine the affinity and mechanisms of terpinen-4-ol against IKK protein as anti-inflammatory in atherosclerosis performed using molecular docking method. The docking result are assessed from the binding energy and hydrogen bonds formed between terpinen-4-ol and protein. The result showed that terpinen-4-ol has activity in inhibiting the inflammatory process because it is able to disturb IKK protein with bond energy values -4.89 kcal/mol. The molecular mechanism in inhibiting the activity of IKK protein through the formation of hydrogen bonds in these proteins. These result show that terpinen-4-ol has the potential to inhibiting inflammatory process and it caused the formation of atherosclerotic plaque can be obstructed. Keywords: Atherosclerosis, Terpinen-4-ol, Molecular Docking, In Silico
SGLT-2 INHIBITOR: PILIHAN TERAPI BARU UNTUK PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 EKAJAYA AMANDARI
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 8, No. 1, Tahun 2019
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.035 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2019.v08.i01.p02

Abstract

Penyakit diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan suatu kondisi medis yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar glukosa darah melebihi batas normal. World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa jumlah penderita DM di Indonesia mengalami peningkatan dari 8,4 juta penderita pada tahun 2000 menjadi 21,3 juta penderita pada tahun 2030, dimana 90% diantaranya merupakan penderita DMT2. Patofisiologi dari penyakit DMT2 adalah suatu proses yang kompleks dan melibatkan banyak faktor. Konsep ominous octet yang dikemukakan oleh Ralph DeFronzo memegang peranan penting untuk menjelaskan patofisiologi dari DMT2. Ginjal merupakan organ yang memiliki peran signifikan untuk mengendalikan glukosa darah agar tetap dalam batas yang normal, sehingga dipertimbangkan untuk menjadi target terapi obat baru. Sodium glucose co-transporters (SGLTs) diantaranya SGLT-2 memfasilitasi reabsorbsi glukosa kedalam plasma. Farmakokinetika dari SGLT-2 inhibitor secara umum menunjukkan bioavailabilitas yang baik saat diberikan melalui oral. Diabetes melitus merupakan faktor risiko terjadinya penyakit ginjal kronik (PGK) dan penyakit kardiovaskuler (PKV). Adanya mekanisme penghambatan pada SGLT-2 akan memberikan manfaat terhadap sistem reno-kardiovaskuler melalui penurunan glukosa darah, berat badan, dan tekanan darah. Penghambat SGLT-2 memiliki beberapa efek tambahan yang menguntungkan untuk sindrom metabolik, seperti penurunan berat badan, penurunan tekanan darah (terutama sistolik), serta penurunan asam urat serum

Page 1 of 1 | Total Record : 8