cover
Contact Name
Siti Musayaroh
Contact Email
sitimusayaroh17@untirta.ac.id
Phone
+628977491535
Journal Mail Official
plb@untirta.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Kampus 2 Jl. Ciwaru Raya No. 25, Kota Serang, 42117, Indonesia
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Unik: Pendidikan Luar Biasa
ISSN : 24431389     EISSN : 25488031     DOI : http://dx.doi.org/10.30870/unik
Jurnal Unik: Pendidikan Luar Biasa is expected to serve as a publication media for the results of quality scientific research, especially special education. The scope of the Jurnal Unik: Pendidikan Luar Biasa in the field of special education, especially children experiencing barriers to physical, intellectual, and social communication.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2017)" : 10 Documents clear
PENGELOLAAN KELAS DI SEKOLAH INKLUSI euis mintarsih
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.166 KB) | DOI: 10.30870/unik.v2i1.3548

Abstract

Berbagai kebutuhan anak dalam kelas inklusif menimbulkan dampak pada penyesuaian baik dari segi kurikulum, sarana dan prasarana pendidikan, penataan lingkungan kelas dan interaksi sosial antar anak dalam kelas tersebut. Selain itu juga latar belakang pendidikan dan pemahaman guru tentang anak berkebutuhan khusus dan pendidikan inklusif merupakan hal penting dalam melakukan pengelolaan kelas untuk memberikan layanan optimal bagi anak berkebutuhan khusus di kelas inklusif. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Alasan digunakannya studi kasus karena strategi ini cenderung lebih terbuka untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif dalam mendalami objek yang diteliti. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa dasarnya pemahaman para guru di sekolah inklusi tersebut masih dirasakan kurang. Sehingga peneliti merasa perlu untuk merekomendasikan agar guru kelas tersebut diberi pendalaman berkaitan dengan pemahamannya dalam pengelolaan kelas. KATA KUNCI  lnklusi, Pengelolaan kelas
MENGATASI KESULITAN BELAJAR MENULIS (DISGRAFIA) MELALUI METODE BINGKAI BAGI ANAK TUNA GRAHITA KELAS II SDLB DI SKh.MADINA SERANG lis mulyati
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.309 KB) | DOI: 10.30870/unik.v2i1.3549

Abstract

Penyebab faktor kesulitan belajar menulis atau disgrafia menurut Sunardi dan Sugiamin, (2001) yang di kutip dalam http://plbjabar.com diantaranya faktor terganggunya motorik pada anak, perilaku ketika menulis, persepsi, ingatan, kemampuan cross modal, pengguanan tangan yang dominan serta kemampuan memahami instruksi. Dengan demikian dalam mengatasi kesulitan anak yang mempunyai gangguan tersebut perlu seuatu metode yang sesuai dengan kebutuhan anak, dan yang tidak kalah pentingnya metode harus menarik minat anak. Metode atau strategi pembelajaran bagi anak yang mengalami kesulitan dalam menulis salah satunya dengan mempergunakan metode bingkai, karena metode bingkai merupakan metode yang multi fungsi, selain dapat menarik minat anak juga melatih konsentrasi, melatih motorik halus anak, melatih tanggung jawab, melatih imajinasi anak. Penerapan Metode bingkai di implementasikan berdasarkan prinsip penelitian tindakan kelas melalui beberapa siklus yang terencana. Aktifitas pembelajaran mempergunakan pendekatan individualisasi pengajaran, yang di terjemahkan pada masing masing siklus berdasarkan hasil assesmen awal.Metode bingkai merupakan salah satu metode alternatif cara menangani anak yang kesulitan dalam belajar menulis atau disgrafia. Hal tersebut berdasarkan hasil analisa data yang di himpun pada tiap siklusnya ada peningkatan yang menunjukan peningkatan grafik hasil dari belajar menulis melalui metode bingkai. Siklus I 57%, siklus II 87% ada peningkatan 30% antara siklus I dan ke II.            Kata Kunci:Metode bingkai, multi fungsi, aktifitas dan hasil belajar.
PENINGKATAN PENGEMBANGAN KARAKTER WARGA SEKOLAH MELALUI INTEGRASI MATA PELAJARAN, PENGEMBANGAN DIRI DAN BUDAYA SEKOLAH DI SEKOLAH KHUSUS AL KAUTSAR KOTA CILEGON ellis aini hidayati
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.803 KB) | DOI: 10.30870/unik.v2i1.3544

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi maraknya persoalan  yang muncul di masyarakat seperti korupsi, kekerasan, kejahatan seksual, perusakan, perkelahian massa, kehidupan ekonomi yang konsumtif, kehidupan politik yang tidak produktif, dan sebagainya. Pada tataran sekolah, para siswa sering menunjukkan sikap yang kurang kondusif seperti tawuran, bullying, perilaku yang tidak mencerminkan nilai-nilai moral bangsa. Meskipun pertanda tersebut tidak dijumpai di sekolah peneliti, tetapi perlu menanamkan dan mencegah secara dini serta menanamkan nilai karakter secara komprehensif. Rumusan masalah dalam penelitian adalah “Bagaimana mengembangkan nilai-nilai karakter melalui pengintegrasian dalam mata pelajaran, pengembangan diri dan budaya sekolah?” Tujuan Penelitian adalah:meningkatkan kemampuan guru dalam penerapan pendidikan karakter melalui pengintegrasian dalam mata pelajaran, pengembangan diri dan budaya sekolah. Hasil dari penelitian: Pada aspek pengintegrasian pengembangan nilai-nilai karakter pada mata pelajaran dengan subyek penelitian guru, siklus 2 mencapai peningkatan setelah mendapat bimbingan secara berkelanjutan di setiap pertemuan. Nilai rerata secara keseluruhan diperoleh 75,72 (cukup) ada kenaikan dari 58,2 sebesar 17,52 poin atau 23,13%. Pada aspek pengembangan diri, nilai-nilai karakter dengan subyek penelitian siswa, siklus 2 mencapai peningkatan setelah mendapat bimbingan secara berkelanjutan dan perbaikan lingkungan sekolah. Nilai rerata secara keseluruhan diperoleh ada kenaikan dari 52,08 ke 76.13 sebesar 23,33 poin atau 30,64 %. Pada aspek budaya sekolah, nilai-nilai karakter dengan subyek penelitian warga sekolah, siklus 2 mencapai peningkatan setelah mendapat bimbingan secara berkelanjutan dan perbaikan lingkungan sekolah. Nilai rerata secara keseluruhan diperoleh ada kenaikan dari 43,81 ke 77.98 sebesar 34,17 poin atau 43,81%. Dengan demikian rumusan masalah dapat terjawab Pengintegrasian dalam mata pelajaran, pengembangan diri dan budaya sekolah dapat meningkatkan pengembangan nilai-nilai karakter. Kata kunci: Budaya sekolah, Pengembangan diri, Pengembangan nilai-nilai karakter,  
PENGARUH PERAN AKTIF KEPALA SEKOLAH TERHADAP PEMBINAAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH KHUSUS ATH-THOHARIYYAH KABUPATEN PANDEGLANG eman suherman
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.603 KB) | DOI: 10.30870/unik.v2i1.3550

Abstract

Seperti hal nya ada suatu kata slogan “ Mensanno In Corporisano” jika diartikan dalam bahasa Indonesia kurang lebihnya mengadung makna “ dimana terdapat jiwa yang sehat disitu ada tubuh yang kuat” dan sebuah kalimat tersebutlah suatu Penelitian Tindakan sekolah ini penulis angkat sebagai judul Penelitian Tindakan Sekolah di SKh Ath-Thohariyyah, Kabupaten Pandeglang. Penulis juga berharap dengan adanya penelitian ini bisa membawa SKh Ath-Thohariyah ini mempunyai nilai positif pada bidang usaha kesehatan sekolah (UKS) terlebih bisa menjadi juara UKS tingkat Kabupaten Pandeglang dan terlebih lagi bisa menjadi Juara UKS Tingkat Nasional. Hal itu bukan hanya mimpi melainkan suatu yang bisa terwujud hanya dengan kerja keras dan usaha maksimal untuk mewujudkan hal tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan Sekolah yang terdiri dari dua siklus. Satu siklus terdiri dari 2 pertemuan. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas IV SKh Ath-Thohariyyah, Kabupaten Pandeglang. Teknik pegumpulan data menggunakan tes, observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kegiatan UKS mengalami peningkatan pada siklus I adalah 33,5 dengan kategori baik. Sedangkan skor pada siklus II meningkat menjadi 42, dengan kategori sangat baik; (2) Aktivitas siswa mengalami peningkatan, siklus I adalah 18,5 dengan kategori cukup. Sedangkan skor pada siklus II menjadi 23,95 dengan kategori baik; (3) Kegiatan dan perkembangan UKS pada siklus I adalah 65,35%, sedangkan pada siklus II ketuntasan belajar secara klasikal meningkat menjadi 87% dengan KKM > 62. Simpulan penelitian ini adalah melalui Peran Aktif Kepala Sekolah terhadap pembinaan  Uasaha Kesehatan SKh Ath-Thohariyyah, Kabupaten Pandeglang. Saran dari peneliti yaitu permasalahan realistik yang diajukan kepada siswa hendaknya yang bisa dibayangkan oleh siswa dan media manipulatif yang digunakan hendaknya dibuat sesuai dengan jumlah siswa.  Kata Kunci : Peran Aktif Kepala Sekolah, Usaha Kesehatan Sekolah
MENGEMBANGKAN MINAT BELAJAR ANAK TUNAGRAHITA RINGAN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN PUZZLE ANGKA DI SKH NEGERI 02 KABUPATEN LEBAK endang warman
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.585 KB) | DOI: 10.30870/unik.v2i1.3545

Abstract

Tunagrahita adalah mereka memiliki tingkat kecerdasan jauh di bawah rata-rata anak normal, sehingga tidak mampu mengikuti program sekolah yang diperuntukan bagi anak-anak normal. Mereka membutuhkan pelayanan penddidikan khusus. Anak ini disebut anak terbelakang mental. Anak tunagrahita terdapat di mana-mana, baik di kota maupun di desa, dilingkungan orang kaya maupun dilingkungan orang miskin. Karena mereka memiliki kecerdasan di bawah rata-rata, sehingga mereka tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Mereka tidak mampu memikirkan hal-hal yang abstrak dan berbelit-belit. Demikian juga dalam pelajaran seperti mengarang, berhitung, dan pelajaran yang bersifat akademik lainnya. Anak tunagrahita ini ada beberapa macam, juga memliki ciri-ciri dan tingkat ketunagrahitaan yang berbeda-beda, Ada yang ringan, ada yang sedang, dan ada yang berat. Layanan pendidikan untuk anak tunagrahita diberikan pada sekolah luar biasa (SLB). Dalam satu kelas maksimal 10 anak tunagrahita dengan pembimbing atau pengajar guru khusus dan teman sekelas yang dianggap sama kemampuannya tunagrahita. Kegiatan belajar mengajar sepanjang hari penuh di kelas khussu untuk anak tunagrahitaringan dapat bersekolah di SLB–C.Kata kunci : tunagrahita, media pembelajaran, matematika, puzzle angka.
PENINGKATAN KEMAMPUAN WICARA SISWA TUNARUNGU KELAS IX MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL FOKUS PEMODELAN DI SEKOLAH KHUSUS AL KAUTSAR KOTA CILEGON peni nurhayati
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.456 KB) | DOI: 10.30870/unik.v2i1.3540

Abstract

Manusia dapat berkomunikasi dengan bahasa isyarat atau Bahasa ujaran dalam menyampaikan maksudnya komunikasi yang dilakukan menggunakan bahasa  isyarat atau membaca gerak bibir. Untuk komunikasi semacam di atas, diperlukan tatap muka, ataupun jika melalui konferensi jarak jauh, kedua komunikan saling melihat melalui kamera dan layar monitor. Dalam kegiatan belajar mengajar digunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar, terutama mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Setidaknya hal ini dapat dijadikan contoh bagi para siswa dalam kegiatan berbicara dalam suasana formal. 
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN ANIMASI KOMPUTER TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN 11-20 PADA ANAK TUNAGRAHITA SEDANG DI SKH ADI SETIA CIKOTOK Mad Sari
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.177 KB) | DOI: 10.30870/unik.v2i1.3551

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di SKh Adi Setia Cikotok, terdapat dua siswa anak tunagrahita sedang yang mengalami kesulitan dalam belajar yaitu belajar mengenal lambang bilangan 11-20. Kedua siswa sering mengalami kesalahan dalam meyebutkan lambang bilangan yang ia lihat, menunjukan lambang bilangan yang sesuai dengan yang ia dengar, menuliskan dan memasangkan lambang bilangan yang mewakili benda yang ia bilang. Hal tersebut dapat menjadi indikator bahwa anak tidak mengenal lambang bilangan dengan baik. Anak cepat bosan dalam menerima materi pelajaran mengenal lambang bilangan 11-20. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan hasil pretes di kelas dasar IV pada SKh Adi Setia Cikotok, menunjukkan bahwa dari 2 subjek penelitian yaitu ST dan RS, dapat mengikuti kegiatan belajar dengan baik walaupun masih banyak kekurangan dalam peroses pembelajaran dikelas. Hal ini menggambarkan bahwa tingkat kemampuan memahami tugas yang berhubungan dengan konsep menghapal dan atau memaahami masih kurang sehingga siswa sulit menyelesaikan tugas yang diberikan Setelah diberikan pembelajaran Matematika dengan menggunakan media animasi komputer dalam meningkatkan kemampuan mengenal bilangan 11-20 sebanyak 6 kali pertemuan dengan waktu 2 x 35 menit setiap pertemuan kemampuan mengenal bilangan 11-20 pada siswa tunagraita kelas dasar IV mengalami peningkatan yang berarti.Berdasarkan hasil tes pada siklus ke II terhadap 2 subjek penelitian yaitu ST dan RS sesudah diberikan perlakuan melalui aktivitas mengenal bilangan 11-20 dengan media animasi komputer, kemampuan mengenal bilangan 11-20 siswa tunagrahita sedang kelas dasar IV SKh Adi Setia Cikotok. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Animasi Komputer, Tunagrahita sedang
“UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN SILABUS DAN RPP MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DI SKh KORPRI SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2015 – 2016” ri ta
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.434 KB) | DOI: 10.30870/unik.v2i1.3546

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perencanaan pembelajaran yang dibuat guru SKh Korpri hanya direncanakan dalam pikiran sang guru saja. Akibatnya kepala sekolah sebagai pembuat kebijakan di sekolah tidak dapat mengevaluasi  kinerja  guru  secara  akademik.  Kinerja  yang  dapat  dilihat  oleh kepala sekolah hanyalah kehadiran tatap muka, tanpa mengetahui apakah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran sudah sesuai dengan harapan atau  belum,  atau  sudahkah kompetensi dasar  yang  harus dikuasai oleh siswa terkuasai dengan benar. Rumusan Masalah Penelitian ini adalah : “1. Apakah  supervisi  akademik  yang  berkelanjutan  mampu  meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP?”. “Bagaimanakah langkah-langkah pemberian supervise akademik yang dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP?”. Penelitian ini bertujuan Ingin meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP melalui supervise akademik. Ingin Mengetahui langkah-langkah  yang  tepat  dalam  melakukan  supervise akademik agar mampu meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP.. Prosedur penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu pra siklus, siklus I, dan siklus II,. Setiap siklusnya terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Sedangkan instrumen yang digunakan untuk memperoleh data-data penelitian yaitu observasi. Hasil penelitian yang diperoleh antara lain dari analisa menunjukkan bahwa silabus dan RPP yang dikumpulkan benar disusun oleh guru yang bersangkutan. Karena terjadi kesesuaian skenario antara perencanaan dan pelaksanaan di kelas. Berdasarkan   hasil   penelitian   yang   terurai  dapat disimpulkan bahwa Supervisi akademik  secara  berkelanjutan terbukti secara  ilmiah dapat meningkatkan kompetensi guru  dalam  menyusun RPP  di SKh KORPRI. Ini terbukti dengan meningkatnya jumlah silabus guru  yang  baik  dari  31%  menjadi  83%  setelah  supervise  akademik. Selain itu jumlah RPP yang berkualitas baik juga meningkat dari 31% menjadi 89%. Kata Kunci : Supervisi Akademik, Kompetensi Menyusun RPP 
UPAYA PENINGKATAN SEMANGAT KERJA GURU MELALUI KEGIATAN RAPAT PEMBINAAN SISWA SEKOLAH KHUSUS MATHLA’UL ANWAR MENES lelah laelatul bahiah
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.646 KB) | DOI: 10.30870/unik.v2i1.3559

Abstract

Setiap proses pasti selalu meliputi tiga kegaiatan utama yakni perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Demikian pula yang terjadi dengan proses belajar mengajar di sekolah. Seorang guru diharuskan melakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran.Proses perencanaan pembelajaran yang harus dilakukan oleh seorang guru meliputi kegiatan utama sebagai berikut: Membuat program tahunan, Membuat silabus, Membuat program semester, Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran, Dan membuat program ulangan/evaluasi. Dari kelima unsure tersebut di atas, silabus dan RPP merupakan persiapan paling minimal seorang guru ketika hendak mengajar. Berdasar kepada hasil analisa pada tahun pelajaran 2014/2015 di SHh Mathla’ul Anwar, Menes, muncul permasalahan Rendahnya semangat guru untuk membuat perangkat tersebut. Untuk meneliti lemahnya kinerja guru dalam hal tersebut, dilakukanlah penelitian untuk melihat sejauhmana langkah supervisi akademik kepala sekolah dapat meningkatkan semangat kerja guru tersebut.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERJALAN ANAK CEREBRAL PALSY (CP) TIPE SPASTIK MELALUI BERMAIN DI AIR dadang hidayat
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v2i1.3547

Abstract

Penelitian ini berawal dari adanya seorang anak Cerebral Palsy (CP) tipe Spastik yang sudah bisa berjalan, namun masih sering jatuh saat berjalan. Dari hasil pengamatan, anak masih kurang dalam keseimbangan tubuh, serta kekuatan otot kaki anak sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berjalan anak CP melalui bermain di air.. Penelitian ini menggunakan desain A-B dalam bentuk Single Subject Research (SSR). Hasil dari penelitian ini menunujukkan adanya peningkatan kemampuan berjalan anak CP setelah pemberian intevensi, kemampuan anak meningkat sebanyak 65%, dengan overlap 14%.  Kata kunci: Bermain di Air; Cerebral Palsy tipe Spastik. Kemampuan Berjalan;

Page 1 of 1 | Total Record : 10