Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 3 (2018)"
:
10 Documents
clear
UPAYA MENURUNKAN HIPERTENSI DAN GULA DARAH PADA PENDERITA DM TIPE 2 DENGAN INTERVENSI SEFT PADA LANSIA DI WILAYAH PUSKESMAS PEMULUTAN INDERALAYA
Sri Maryatun
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37061/jps.v6i3.7012
Lansia sering terkena hipertensi akibat perubahan elastisitas pembuluh darah sehingga tejadi kekakuan pada arteri dan mengakibatkan tekanan darah meningkat. Selain hipertensi, permasalahan penyakit Diabetes Mellitus juga menjadi perhatian dimana dengan perubahan penuaan secara fisiologis,maka respon kerja pengaturan insulin dihati dan pankreas menurun fungsinya untuk mencukupi kebutuhan gula darah ditubuh sehingga mengakibatkan kadar gula darah meningkat. Permasalahan penyakit hipertensi dan Diabetes mellitus (DM) adalah kebutuhan lansia yang harus dicarikan penyelesaian masalahnya.Terapi SEFT merupaka terapi non farmakologis yang efektif sederhana dan aman dilakukan namun memberikan manfaaat yang signifikan. Terapi SEFT menggunakan ketukan ringan (tapping) pada 18 titik meridian tubuh yang merangsang dan mengaktifkan 12 jalur utama meridian tubuh, sehingga terjadi keseimbangan antara energi tubuh dan menimbulkan relaksasi. Khalayak sasaran adalah 20 orang lansia di wilayah puskesmas Pemulutan Inderalaya.Pengabdian berupa pendidikan kesehatan, simulasi atau peragaan prosedur SEFT terapi.Tujuan kegiatan ini untuk menurunkan tekanan darah bagi lansia hipertensi dan membantu terapi pengobatan medis untuk menurunkan gula darah bagi lansia yang menderita DM. Kegiatan ini dilakukan dengan posisi lansia duduk dengan nyaman di atas matras.Kegiatan pertama diawali dengan penjelasan tentang terapi SEFT serta manfaatnya.Selanjutnya dilanjutkan dengan kegiatan mengidentifikasi masalah pikiran lansia terkait dengan penyakitnya Setelah itu dilanjutkan dengan mengidentifikasi titik itik meridian tubuh yang akan distimulasi dengan cara diketuk-ketuk dengan tapping menggunakan jari telunjuk dan jari tengah.Beberapa lansia secara mandiri bisa menentukannya, namun sebagian lain dibantu oleh fasilitator untuk menemukan titik merdian tubuh lansia. Berikutnya dilanjutkan dengan latihan afirmasi yaitu mengucapkan kalimat “pengakuan terhadap penyakitnya dan pasrah dangan penyakitnya serta kalimat akhir sebagai penguat atau harapan terhadap kekuatan mental. “ Setiap lansia melafadzkan kalimat afirmasi sesuai dengan masalahnya masing-masingSelama mengikuti kegiatan, hampir seluruh lansia melakukannya dengan antusias, bersemangat, konsentrai dan sungguh memperhatikan dan mempraktekkan Hasil kegiatan diperoleh bahwa 100 % lansia mampu mengikuti langkah langkah terapi SEFT dari awal sampai akhir dan 80 % lansia menunjukkan perubahan penurunan tekanan darah dan gula darah dalam rentang normalDiharapkan kegiatan pengabdian ini dapat dijadikan program rutinitas dalam kegiatan panti dan dapat diterapkan secara mandiri bagi lansia untuk mencegah terjadinya hipertensi sehingga kualitas hidup lansia meningkat
INTRODUKSI RUMPUT RAJA SEBAGAI PAKAN TERNAK KAMBING DI DESA SUKADARMA KECAMATAN JEJAWI OGAN KOMERING ILIR
Muhakka _Muhakka
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37061/jps.v6i3.7017
Kegiatan ini di laksanakan di Desa Sukadarma Kecamatan Jejawi Kabupaten OKI Sumatera Selatan. Tujuannya adalah agar peternak dapat membudidayakan rumput raja sehingga kekurangan pakan yang dialami dapat diatasi. Khalayak sasaran adalah peternak dan masyarakat di Desa Sukadarma yang merupakan keluarga yang tidak sepenuhnya bekerja di sawah, para petani, pemuda dan peternak yang tergolong maju diharapkan menjadi perintis, penerap dan menyebarluaskan hasil pelatihan kepada anggota masyarakat lainnya. Metode yang digunakan adalah,Tahap persiapan, melalui pendekatan pada aparat desa, pemuka masyarakat, anggota peternak dan koordinasi Tim dengan pihak terkait lainnya, Pelatihan dan demonstrasi serta tanya jawab secara langsung dengan anggota peternak dan Setelah pelatihan, melihat sejauh mana anggota peternak kambing dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki tentang Budidaya Rumput Raja. Rancangan evaluasi kita lihat pra pelatihan, pelatihan, setelah pelatihan dan evaluasi. Karakteristik peserta menunjukkan bahwa usia peternak yang masih produksif. Minat dan antusias serta tingkat partisipasi masyarakat di anggota peternak dinilai cukup baik. Tingkat pendidikan peserta pelatihan masih sangat terbatas, sehingga perlu adanya bimbingan secara berkelanjutan dan berkesinambungan, sehingga introduksi rumput raja di Desa Sukadarma di masa yang akan datang benar-benar dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak kambing.
PENERAPAN KANDANG SEMI INTENSIF DALAM UPAYA MENINGKATKAN POPULASI AYAM KAMPUNG BAGI PETERNAK DI DESA SUAK KECAMATAN SUKARAME KODYA PALEMBANG
Rizky Palupi
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37061/jps.v6i3.7009
Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan pembuatan kandang ayam kampung pada masyarakat di Desa Suak Kecamatan Sukarame Kota Palembang dalam pemeliharaan ayam kampung melalui percontohan pembuatan kandang bertingkat pada mepeliharaan intensif ayam kampung. uPAYA meningkatkan produkstifitas ayam kampung dan untuk memotivasi petani peternak dalam meningkatkan populasi ayam kampung di Desa Suak Kecamatan Sukarame, dapat dilakukan usaha peningkatan pengetahan masyarakat melalui pelatihan dan percontohan pembuatan kandang bertingkat sederhana. Berdasarkan pemikiran tersebut maka kerangka pemikiran ditempuh melalui model pendekatan sosial ekonomi baik personal maupun melalui kelompok tani Sido Makmur di Desa Suak Kecamatan Sukarame
SOSIALISASI TENTANG PERAN MASYARAKAT DALAM ISU-ISU HUBUNGAN LUAR NEGERI DI KAMPUNG WARNA-WARNI KECAMATAN LUBUK LINGGAU BARAT II, KOTA LUBUK LINGGAU, SUMATERA SELATAN
Azhar .
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37061/jps.v6i3.7013
Era globalisasi membuat konektivitas masyarakat semakin meningkat, batasan-batasan komunikasi dan mobilisasi sudah semakin memudar. Hal ini kemudian berimbas pada pola hubungan luar negeri yang berjalan semakin kompleks. Karena sekat yang sudah semakin hilang tersebut, aktor yang terlibat tidak lagi terpusat pada pemerintah, melainkan sudah meluas ke seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, hari ini mendesak bagi para stakeholders untuk sama-sama menyiapkan diri, terutama masyarakat di daerah tingkat II yang barangkali tidak begitu familiar dengan hubungan luar negeri. Setidaknya ada tiga hal penting yang perlu diketahui oleh masyarakat luas, yaitu: bagaimana masyarakat mengambil peran dalam diplomasi, lalu bagaimana regulasi perlindungan yang didapat oleh WNI yang tinggal di luar negeri, dan terakhir bagaimana status hukum Warga Negara Asing yang datang ke Indonesia.
IN HOUSE TRAINING PEMERIKSAAN MATA METODE SNELLEN CHART DAN PELATIHAN SENAM MATA PADA ORANG TUA ANAK TK ACTIVE KOTA PALEMBANG
Mariana .
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37061/jps.v6i3.7008
Kelainan refraksi yang tidak dikoreksi adalah penyebab gangguan penglihatan pada anak-anak. Penggunaan gadget yang salah, antara lain frekuensi penggunaan berlebihan, posisi tidak benar, dan intensitas pencahayaan yang tidak baik akan berdampak terhadap penurunan tajam penglihatan. Mengingat pentingnya menyelamatkan penglihatan anak sejak dini, maka perlu dilakukan edukasi kesehatan mata anak pada orang tua sebagai upaya preventif gangguan perkembangan penglihatan anak. Peserta dari kegiatan ini adalah orang tua siswa TK active Kota Palembang. Metode pelaksanaan dengan penyajian materi kegiatan berupa edukasi untuk meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai kesehatan mata anak dan praktik langsung cara pemeriksaan dengan metode Snellen Chart yang dibagi per kelompok kecil. Rancangan evaluasi yang digunakan dalam kegiatan ini menggunakan model evaluasi tes tulis dengan 10 pertanyaan mengenai kesehatan mata pada anak. Berdasarkan hasil pemeriksaan ketajaman mata (visus) dari 95 anak yang menjalani pemeriksaan ketajaman mata diperoleh bahwa 46,3% diantaranya memiliki hasil visus dalam kategori tidak normal. Pada kelas imam hanafi terdapat 11 anak (45,8%) anak yang memiliki hasil visus tidak normal, kelas imam Hambali terdapat 4 (15,4%) anak yang hasil visusnya tidak normal, pada kelas Imam Syafe’i ada 11 (47,8%) anak yang hasil visusnya tidak normal serta pada kelas Imam Maliki terdapat 18 (78,3%) dengan hasil visus tidak normal. Hasil evaluasi berdasarkan permasalahan yang dihadapi, tim penyuluh yang merupakan dokter dan praktisi kesehatan masyarakat melakukan pemeriksaan mata bagi anak serta memberikanquesioner (pertanyaan tertutup). Mayoritas orangtua (95%) dapat menjawab questioner dengan baik. Berdasarkan persentase tanggapan dari peserta ini maka dapat dikatakan bahwa kegiatan in house training telah dilakukan dengan baik dan diharapkan tujuan dari kegiatan dapat terlaksana dan bermanfaat bagi tim penyuluh, peserta, bahkan juga masyarakat secara umum
PENYULUHAN PENINGKATAN KAPASITAS UNSUR PIMPINAN DESA DALAM PENGELOLAAN PEMERINTAHAN DESA DI DESA LOROK KABUPATEN OGAN ILIR
Sylvie Agustina
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37061/jps.v6i3.7014
Dalam suatu organisasi urgensi atas kemampuan serta kapasitas dari seorang pemimpin sangtlah dibutuhkan dalam usaha menjalankan serta mempertahankan organisasi agar organisasi tersebut tetap berjalan serta menjalankan fungsi sebagai mana mestinya sehingga wajar saja seorang pemimpin dalam hal ini harus terus meningkatkan kapasitasnya sebagai seorang pemimpin. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan ini merupakan jawaban atas permasalahan kapasitas dari seorang pemimpin dalam mengelolah organisasi yang dipimpinnya yang sering kali ditemui masih lemahnya kapasitas dari seorang pemimpin yang pada akhirnya akan mengakibatkan kurang tertatanya organisasi tersebut dan pada akhirnya menyebabkan tidak berjalanya fungsi dari setiap bagian dari suatu organisasi. Kegiatan ini secara umum bertujuan untuk memberikan pengetahuan demi meningkatkan kapasitas dari unsur pemimpin dalam mengelola pemerintahn desa, dan untuk materi dalam kegiatan penyuluhan ini sendiri adalah materi yang diolah oleh tim dengan berpedoman pada model dari teori-teori kepemimpinan. Kegiatan ini dilaksanakan di desa lorok, kecamatan indralaya utara. Secara keseluruhan kegiatan ini berjalan dengan lancar mulai dari tahap persiapan dan perencanaan, tahap pelaksanaan, hingga pada tahap penulisan laporan berjalan denga lancar tanpa kendala yang berarti. Antusiasme dari para peserta penyuluhan yang terdiri dari para jajaran pemerintah desa serta masyarakat desa memperlihatkan bahwa kegiatan penyuluhan ini direspon dengan baik oleh para peserta. Respon positif yang diperlihatakan oleh para peserta ini mengindikasikan bahwa kegiatan ini membawa dampak yang bersifat positif bagi masyarakat desa lorok terutama dalam meningkatakan pemahaman dari jajaran pemerintah desa agar terciptanya tata kerja pemerintahan desa yang optimal.
PELATIHAN TENAGA KESEHATAN ANALIS UNTUK PENAFSIRAN PROFIL LIPID DARI TOTAL KOLESTROL DALAM MEMPREDIKSI HIPERKOLESTROLEMIA
Suryadi Tjekyan
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37061/jps.v6i3.7010
Deteksi hiperkolestrolemia dapat dilakukan melalui penafsiran profil lipid pasien. Untuk dapat mencegahnya maka tenaga kesehatan di Puskesmas harus dapat mendeteksi hiperkolestrolemia. Pelatihan mengenai penafsiran penafsiran profil lipid perlu dilakukan bagi para tenaga kesehatan analis sebagai deteksi dini hiperkolstrolemia. Peserta dari kegiatan ini adalah tenaga kesehatan analis perwakilan dari puskesmas di Kota Palembang. Jumlah peserta sebanyak 20 analis kesehatan yang berasal dari Puskesmas di Kota Palembang. Metode kegiatan dengan penyajian materi kegiatan, pelatihan untuk meningkatan kemampuan analis kesehatan dalam penafsiran profil lipid sebagai upaya preventif hiperkolestrolemia serta praktek langsung cara pengoperasian software penafsiran profil lipid. Alat yang digunakan adalah software penafsiran profil lipid. Soft ware ini dapat menafsirkan trigliserida, LDL dan HDL dari kolestrol total yang diketahui. Rancangan evaluasi yang digunakan dalam kegiatan ini menggunaka model evaluasi tes tulis. Berdasarkan uji T independen, maka diperoleh p value 0,01 (p value < 0,05). Artinya, terdapat perbedaan rerata antara nilai pretest dan postest sehingga pemberian pelatihan penafsiran profil lipid (prediksi hiperkolestrolemia) dapat dipahami dengan baik oleh para tenaga kesehatan analis. Pelatihan penafsiran profil lipid (deteksi hiperkolestrolemia) pada tenaga kesehatan analis di Kota Palembang dapat meningkatkan kemampuannya untuk menafsirkan profil lipid sebagai upaya preventif Hiperkolestrolemia. Sehingga para tenaga kesehatan analisis dapat melakukan upaya early diagnosis hiperkolestrolemia pada pasien di instansi masing-masing.
INSTALASI BIOGAS SKALA RUMAH TANGGA DI LOKASI SENTRA PETERNAKAN RAKYAT MUARO TIGO MANUNGGAL, MUARA ENIM
Arfan Abrar
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37061/jps.v6i3.7015
Kelompok Peternak di Desa Saka Jaya Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim terdiri atas petani peternak mandiri yang tergabung dalam SPR Muaro Tigo Manunggal. Beberapa anggota kelompok ada yang memiliki ternak sapi, kambing dan ayam. Namun, jumlah ternak-ternak tersebut cenderung tidak bersifat ekonomis. Untuk ternak sapi misalnya, kepemilikan dengan anggota kelompok bersifat gaduhan. Pemilik sapi sebenarnya adalah orang lain yang menitipkan sapi tersebut untuk dikembangbiakkan dengan sistem bagi hasil kepada anggota kelompok tani tersebut. Pemanfaatan kotoran sapi sebagai pupuk kompos juga belum optimal mengingat jumlah sapinya yang masih sedikit (3-4 ekor), selain itu teknologi pengolahan kompos juga cenderung belum tepat.Pembuatan digester biogas mampu meningkatkan produktivitas ternak melalui kebersihan lingkungan kandang sehingga konsumsi ransum akan naik yang selanjutkan akan meningkatkan performa ternak. Pemanfaatan limbah kandang sebagai bahan baku digester biogas selain ramah lingkungan juga akan meningkatkan pendapatan harian peternak sapi
PELATIHAN PENGGUNAAN APLIKASI TES FISIK UNTUK PELATIH SEKOLAH SEPAK BOLA DI BAWAH BINAAN KONI OGAN ILIR
Hartati .
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37061/jps.v6i3.7011
Pelatihan Tes Dan Pengukuran fisik atlet yang menggunakan aplikasi pada permainan sepak bola bertujuan untuk mensosialisasikan aplikasi tes fisik cabang olahraga sepak bola kepada pelatih sekolah sepak bola di bawah binaan KONI Kabupaten Ogan Ilir. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini yaitu dengan menampilkan aplikasi tes fisik yang telah dibuat suatu program latihan sesuai dengan hasil penelitian. Yang dilaksanakan kepada pelatih SSB di bawah binaan KONI Ogan Ilir, jumlah peserta 50 orang, yang terdiri pelatih SSB dan guru olahraga yang terlibat dalam latihan sepak bola di Ogan Ilir. Hasil pelatihan ini pelatih dapat menggunakan aplikasi tes fisik sepak bola, dan mempermudah atlet dalam pelaksanaan tes fisik cabor sepakbola. Manfaat pengabdian ini ingin meningkatkan kualitas pelatih sepak bola/ SSB di Kabupaten Ogan Ilir di masa yang akan datang
PENYULUHAN PENANGGULANGAN PENYAKIT DM DAN CARA PENGGUNAAN OBAT YANG TEPAT DI PULAU SEMAMBU
Herlina .
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37061/jps.v6i3.7016
Diabetes melitus (DM) merupakan hiperglikemia (glukosa darah terlampau meningkat) dan diikuti gangguan metabolisme glukosa, lemak dan protein di dalam tubuh. Adanya gejala klinis atau komplikasi diabetes yang khas (misalnya retinopati) dilengkapi dengan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu >200 mg/dL sudah cukup untuk menegakkan diagnosis DM. Hasil pemeriksaan kadar glukosa darah puasa >126 mg/dL juga dapat digunakan sebagai patokan diagnosis DM. Gejala diabetes melitus ditandai dengan poliuria (banyak berkemih), polidipsia (banyak minum), polifagia (banyak makan), yang dapat dijelaskan sebagai berikut: naiknya kadar gula darah, diabetes bercirikan adanya gula dalam kemih (glikosuria) dan banyak berkemih karena glukosa yang diekskresikan mengikat banyak air. Akibatnya timbul rasa haus, kehilangan energi, turunnya berat badan serta rasa letih.Sebagai tenaga pengajar di Program Studi Farmasi, kami berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit DM serta memberikan penyuluhan mengenai penggunaan obat yang tepat untuk penanggulangan penyakit DM. Kegiatan ini diadakan pada bulan Oktober 2018 di Pulau Semambu Indralaya Ogan Ilir. Kegiatan ini merupakan salah satu sumbangsih kami sebagai tenaga pengajar dalam menerapkan Tridharma Perguruan Tinggi yang salah satu unsurnya adalah Pengabdian Kepada Masyarakat.Dari hasil penyuluhan yang telah dilakukan, dapat dirasakan antusiasme warga untuk mengetahui obat yang tepat untuk penanggulan penyakit DM. Ketika diberi informasi mengenai obat DM terlihat bahwa masyarakat tidak terlalu mengetahui obat yang tepat digunakan karena kurangnya kesadaran terhadap bahaya yang dapat ditimbulkan oleh penyakit DM. Oleh karena itu, dengan kegiatan ini adanya transfer informasi terjadi dengan baik, dan masyarakat menerima dengan baik informasi yang dipaparkan ke mereka.