cover
Contact Name
Ferly Amri
Contact Email
ferlyamri@unsri.ac.id
Phone
+6285664661664
Journal Mail Official
ferlyamri@unsri.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Palembang - Prabumulih KM.32 Kampus Universitas Sriwijaya Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Sriwijaya
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
JPSriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 2621525X     EISSN : 26140144     DOI : 10.37061
Jurnal Pengabdian Sriwijaya ini mempublikasikan semua hasil kegiatan pengabdian dosen Universitas Sriwijaya di masyarakat yang dituangkan dalam bentuk jurnal. Pada awalnya Jurnal Pengabdian Sriwijaya ini terbit 2 kali dalam setahun, namun karena besarnya animo penulis untuk mempublikasikan tulisannya di Jurnal Pengabdian Sriwijaya, maka dilakukan peningkatan terbitan Jurnal Pengabdian Sriwijaya menjadi 4 kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret, Juni, September dan Desember. Ruang lingkup jurnal mencakup bidang-bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 240 Documents
PENERAPAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN NATA DE COCO DI DESA MAKARTI JAYA KABUPATEN BANYUASIN Agus Supriyadi
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v6i1.6016

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pengetahuan tentang pemanfaatan air kelapa tua optimum dengan menggunakan teknologi yang sederhana dan murah.  Metode pelaksanaan dilakukan pemberian teori teknologi pengolahan nata de coco dan setelahnya dilakukan demontrasi secara langsung.  Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan di Kelurahan Makarti Jaya, Kecamatan Makarti Jaya, Kabupaten Banyuasin, Propinsi Sumatera Selatan.  Peserta kegiatan ini kurang lebih 25 orang dan semua peserta tersebut adalah ibu-ibu rumah tangga.  Hasil kegiatan ini mempunyai dampak yang baik dan mendapat antusias dari peserta dimana setelah pemberian teori dan praktek, para peserta diberi kesempatan untuk mempraktekkan secara langsung dengan bahan yang telah disiapkan.  Setelah praktek diberi kesempatan kepada peserta untuk bertanya dan menilai hasil produk yang telah dibuat.
PENDAMPINGAN PEMBENTUKAN KOPERASI SIMPAN PINJAM SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI DAN PENDAPATAN PRODUSEN KERUPUK KEMPLANG DI DESA MERANJAT II KECAMATAN INDRALAYA SELATAN KABUPATEN OGAN ILIR Indri Januarti
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v7i1.7544

Abstract

Sebagian besar penduduk di Desa Meranjat II Kecamatan Inderalaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir memiliki usaha membuat kerupuk kemplang. Berbagai upaya pengembangan usaha kerupuk kemplang yang dilakukan oleh produsen masih mendapat hambatan keterbatasan modal. Untuk menjaga agar produksi kerupuk kemplang kontinyu dan terus berkembang, dibutuhkan suatu lembaga yang mampu menyediakan modal dan membantu memperluas jaringan pemasaran hasil produksi dengan harga yang lebih menguntungkan produsen, yaitu koperasi simpan pinjam. Oleh karena itulah, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Unsri tahun 2018 akan mengadakan kegiatan dan program “Pendampingan pembentukan koperasi simpan pinjam sebagai upaya peningkatan produksi dan pendapatan produsen kerupuk kemplang di Desa Meranjat II Kecamatan Inderalaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir”. Adapun yang menjadi Khalayak sasaran adalah produsen kerupuk kemplang di Desa Meranjat II berjumlah 20 (dua puluh) orang.Kegiatan pendampingan pembentukan koperasi simpan pinjam produsen kerupuk kemplang yang diberi nama “Putri Usang Rimau” di Desa Meranjat II dilakukan secara bertahap, dimana tempat pelaksanaannya di rumah salah satu anggota koperasi dan di kantor notaris pada saat penanda tanganan akta pendirian koperasi. Adapun peserta yang mengikuti kegiatan pendampingan ini sebanyak 20 orang khalayak sasaran atau anggota koperasi, Badan pengawas koperasi, kepala dusun, kepala desa, Dinas Koperasi, Dosen Unsri Tim PPM 2018 dan Mahasiswa Program Studi Agribisnis.Respon dari khalayak sasaran dari kegiatan pendampingan ini sangat baik sekali. Hal ini terlihat dari antusiasme mereka untuk datang pada setiap kegiatan pendampingan dan penyuluhan pembentukan koperasi, misalnya pada kegiatan rapat pembentukan koperasi. Selain itu, antusiasme juga terlihat pada saat penyuluhan mengenai pentingnya koperasi. Dari hasil evaluasi, khalayak sasaran berhasil mendapatkan pengetahuan tentang pentingnya koperasi. Dari kegiatan PPM Unsri tahun 2018 ini, telah terbentuk koperasi simpan pinjam yang berbadan hukum beranggotakan produsen kerupuk kemplang di Desa Meranjat II. Akan tetapi, dikhawatirkan akan ada permasalahan di masa yang akan datang, mengenai keaktifan dari para anggota dan pengurus koperasi. Dengan adanya koperasi berbadan hukum ini diharapkan dapat mengatasi keterbatasan modal para produsen kerupuk kemplang sehingga mereka dapat meningkatkan produksinya, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan mereka. Selain itu, lembaga ini diharapkan dapat mengakses pinjaman modal yang lebih luas lagi serta berkesempatan besar untuk mendapatkan bantuan dan pembinaan lebih lanjut dari pemerintah, khususnya dari Dinas Koperasi.
PELATIHAN SISKEUDES (SISTEM KEUANGAN DESA) BAGI PERANGKAT DESA TLANGOH KECAMATAN TANJUNGBUMI KABUPATEN BANGKALAN JAWA TIMUR zainuddin .
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v7i4.10127

Abstract

Tujuan kegiatan PKM pelatihan SISKEUDES (Sistem Keuangan Desa) Desa Tlangoh Kecamatan Tanjungbumi Kabupaten Bangkalan Jawa Timur adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan perangkat desa dalam pengelolaan keuangan desa dengan aplikasi SISKEUDES. Masalah utama Desa Tlangoh  adalah pengetahuan dan keterampilan perangkat desa tentang pengelolaan keuangan desa masih rendah. Pada umumnya operator desa yang melaksanakan administrasi desa antara lain membuat perencanaan, penganggaran, penatausahaan dan pembukuan. Metode pendekatan yang ditawarkan untuk mencapai target luaran adalah  pelatihan  SISKEUDES bagi perangkat desa Desa Tlangoh. Hasil PKM ini adalah  meningkatnya pemahaman dan  keterampilan  perangkat desa Tlangoh antara lain perencanaan, penganggaran, penatausahan dan pembukuan keuangan desa.  
PEMBUATAN INSTALASI UNTUK BIOGAS DARI ENCENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES ) YANG EFISIEN UNTUK LAHAN KECIL Fahma Riyanti
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v3i1.2144

Abstract

Teknologi biogas telah berkembang sejak lama namun aplikasi penggunaannya di masyarakat sebagai sumber energi alternatif belum berkembang secara luas. Beberapa kendala antara lain yaitu kekurangan informasi dan pengetahuan dari masyarakat. Teknologi biogas merupakan teknologi yang memanfaatkan proses fermentasi atau dekomposisi dari bahan organik oleh mikroorganisme secara anaerobik (tanpa udara) sehingga dihasilkan gas metana. Gas metana adalah gas yang memiliki sifat mudah terbakar sehingga dihasilkan energi panas. Energi panas ini diaplikasikan dalam bentuk api kompor sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif rumah tangga. Salah satu bahan organik yang bisa digunakan sebagai bahan baku adalah enceng gondok. Enceng gondok merupakan tumbuhan air dan sering menjadi tanaman pengganggu bagi tumbuhan lain dan hewan. Namun kandungan selulosanya yang besar sehingga tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber biogas. Proses pembuatan Biogas dari enceng gondok menggunakan  reaktor digester dari drum plastik dan penampung gas dari plastik polietilen dengan sistem balon. Sedangkan sumber mikroorganisme yang dapat mendekomposisi enceng gondok digunakan kotoran sapi. Jumlah kotoran sapi yang digunakan± 1-5% dari jumlah enceng gondok yang digunakan. Sedangkan perbandingan  banyaknya  air yang digunakan dengan  enceng gondok adalah 1 : 1. Waktu yang dibutuhkan untuk proses dekomposisi enceng gondok sehingga penampung  gas bervolume ± 1000L dapat penuh sekitar 3 minggu. Jumlah enceng gondok sekitar 70 kg dapat menghasilkan gas untuk keperluan memasak selama 50 hari. Keberhasilan pembuatan bahan bakar biogas dari enceng gondok ini diharapkan dapat membantu kesulitan masyarakat memperoleh bahan bakar untuk keperluan rumah tangga.
PEMBUATAN SEDIAAN HERBAL UNTUK BATUK DAN PILEK DARI BAHAN ALAMI UNTUK KESEHATAN MASYARAKAT Ferlinahayati -
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v5i2.5676

Abstract

Batuk dan pilek merupakan  penyakit yang sering kita jumpai di masyarakat, dengan berbagai faktor pencetus seperti polusi udara, makanan dan pola hidup yang kurang bersih. Masyarakat seringkali mengkonsumsi obat-obat bebas dari warung untuk mengatasi penyakit ini. Penggunaan obat bebas secara sembarangan tentunya sangat berbahaya. Disisi lain, di sekitar masyarakat desa Pulau Semambu banyak tersedia tumbuhan yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit batuk dan pilek. Sehingga kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk mengedukasi masyarakat mengenai cara yang tepat dan baik dalam pengolahan obat batuk pilek dari bahan herbal dan cara bijak mengkonsumsinya. Tim Pelaksana terdiri dari empat orang dosen yang dibantu oleh dua mahasiswa dan dihadiri oleh ibu-ibu dari desa Pulau Semambu sekitar 25 orang. Kegiatan berlangsung melalui metode penyuluhan dan demonstrasi melalui video yang telah dipersiapkan mengenai pemilihan bahan, cara mengolah dan cara mengkonsumsinya. Kegiatan berjalan lancar dan tepat waktu. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat lebih meningkat yang terlihat dari antusiasnya mereka bertanya dan ketepatan dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh tim pelaksana. Pengabdian pada masyarakat. Tim pelkasana juga memberikan kenang-kenangan bagi peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar.
PENYULUHAN PENANGGULANGAN PENYAKIT DM DAN CARA PENGGUNAAN OBAT YANG TEPAT DI PULAU SEMAMBU Herlina .
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v6i3.7016

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan hiperglikemia (glukosa darah terlampau meningkat) dan diikuti gangguan metabolisme glukosa, lemak dan protein di dalam tubuh. Adanya gejala klinis atau komplikasi diabetes yang khas (misalnya retinopati) dilengkapi dengan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu >200 mg/dL sudah cukup untuk menegakkan diagnosis DM. Hasil pemeriksaan kadar glukosa darah puasa >126 mg/dL juga dapat digunakan sebagai patokan diagnosis DM. Gejala diabetes melitus ditandai dengan poliuria (banyak berkemih), polidipsia (banyak minum), polifagia (banyak makan), yang dapat dijelaskan sebagai berikut: naiknya kadar gula darah, diabetes bercirikan adanya gula dalam kemih (glikosuria) dan banyak berkemih karena glukosa yang diekskresikan mengikat banyak air. Akibatnya timbul rasa haus, kehilangan energi, turunnya berat badan serta rasa letih.Sebagai tenaga pengajar di Program Studi Farmasi, kami berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit DM serta memberikan penyuluhan mengenai penggunaan obat yang tepat untuk penanggulangan penyakit DM. Kegiatan ini diadakan pada bulan Oktober 2018 di Pulau Semambu Indralaya Ogan Ilir. Kegiatan ini merupakan salah satu sumbangsih kami sebagai tenaga pengajar dalam menerapkan Tridharma Perguruan Tinggi yang salah satu unsurnya adalah Pengabdian Kepada Masyarakat.Dari hasil penyuluhan yang telah dilakukan, dapat dirasakan antusiasme warga untuk mengetahui obat yang tepat untuk penanggulan penyakit DM. Ketika diberi informasi mengenai obat DM terlihat bahwa masyarakat tidak terlalu mengetahui obat yang tepat digunakan karena kurangnya kesadaran terhadap bahaya yang dapat ditimbulkan oleh penyakit DM. Oleh karena itu, dengan kegiatan ini adanya transfer informasi terjadi dengan baik, dan masyarakat menerima dengan baik informasi yang dipaparkan ke mereka.
PELATIHAN PEMBUATAN OBAT HERBAL DARI DAUN SALUNG UNTUK PENYAKIT INFEKSI KULIT DI DUSUN IV DESA TANJUNG SETEKO Harmida .
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v7i3.9774

Abstract

Penyakit infeksi kulit umumnya disebabkan oleh Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen utama pada manusia yang menyebabkan infeksi kulit, mulai dari infeksi kecil sampai infeksi yang tidak bisa disembuhkan. Oleh sebab itu, program pencegahan, dan pengobatan penyakit infeksi kulit ini sangat dibutuhkan. Secara alami, pengobatan penyakit infeksi kulit dapat dilakukan dengan menggunakan bahan alami dari tanaman. Telah dilakukan penelitian Eksplorasi tumbuhan penghasil bahan bioaktif dan senyawa antibakteri untuk mengobati penyakit infeksi kulit di Sumatera Selatan. Dari hasil penelitian ini diperoleh tumbuhan yang paling berpotensi sebagai sumber bahan bioaktif dan senyawa anti bakteri adalah daun salung (Psychotria viridiflora Reinw. ex Blume). Berdasarkan hasil penelitian bahwa sediaan salep dari ekstrak daun salung dapat menyembuhkan infeksi kulit dalam waktu 6 hari. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini memperkenalkan daun salung sebagai obat infeksi kulit. Kegiatan ini dilaksanakan di dusun IV desa Tanjung Seteko kecamatan Indralaya, Ogan Ilir. Teknologi yang digunakan cukup sederhana sehingga masyarakat mampu membuat sendiri. Daun salung terlebih dahulu di buat simplisia, selanjutnya diekstraksi menggunakan pelarut organik (n heksana), kemudian ekstrak kental dicampur dengan vaselin untuk mendapatkan salep. Dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat memiliki alternatif pengobatan untuk infeksi kulit dan tidak sepenuhnya tergantung pada obat-obatan kimia.
UPAYA PENINGKATAN HASIL TANAMAN SAYURAN DENGAN PUPUK ORGANIK DI DESA ARISAN JAYA KECAMATAN PEMULUTAN BARAT KABUPATEN OGAN ILIR Renih Hayati
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v2i1.1554

Abstract

Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Pulau Semambu Kecamatan  Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir Propinsi Sumatera Selatan.  Tujuan pengabdian  pada  masyarakat tersebut antara lain 1]. Memberikan informasi pengetahuan tentang teknik pemanfaatan lahan dengan  menggunakan sistem pola tanam ganda, dan 2]. Meningkatkan potensi produksi sayuran di Desa Tanjung Seteko melalui penerapan sistem pola tanam ganda dan meningkatkan pendapatan petani. Sedangkan  manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini adalah 1]. Meningkatnya pengetahuan petani khususnya di Desa Pulau Semambu mengenai sistem pola tanam, dan 2]. Petani mau merubah sistem pola tanam yang biasa mereka gunakan, yaitu dari monokultur ke polikultur (pola tanam ganda) sehingga dapat meningkat produksi  baik dari segi kualitas maupun kuantitas dan akhirnya dapat meningkatan pendapatan mereka. Penyuluhan mengenai pola tanam yang tepat diharapkan dapat menambah pengetahuan petani tentang keuntungan dan kerugian dari masing-masing pola tanam sehingga mereka dapat menentukan pola tanam yang akan digunakan. Desa Pulau Semambu merupakan salah satu desa penghasil tanaman sayur-sayuran yang ada di Kecamatan Inderalaya Utara. Tanaman sayuran yang dikembangkan antara lain tanaman bayam, sawi, kangkung, kacang panjang dan timun. Kebanyakan dari mereka menanam secara monokultur, keuntungan yang diperoleh dari pola ini apabila harga tinggi pada saat panen. Tetapi, kerugiaannya bila harga turun serta tingginya serangan  hama penyakit.
SKRINING THALASSEMIA PADA REMAJA DI DESA TANJUNG PERING KECAMATAN INDRALAYA OGAN ILIR Dewi Rosariah Ayu
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v8i2.12431

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki penduduk pembawa Thalassemia sekitar 3-8%, bahkan di beberapa daerah mencapai 10%. Thalassemia sulit dideteksi karena bersifat asimtomatik sehingga peranan skrining sebagai deteksi dini sangat diperlukan. Skrining Thalassemia diperlukan untuk mencegah dan memutus rantai penyakit kelainan darah merah ini. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman awam di Desa Tanjung Pering, khususnya pada siswa-siswi SMAN 1 Indralaya Utara terhadap gejala penyakit Thalasemia dan penanganannya. Metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan data cross sectional telah dilakukan sejak bulan September sampai dengan November 2019. Subjek penelitian terdiri dari siswa-siswi di SMAN 1 Indralaya Utara kelas 10 dan 11 yang memenuhi kriteria inklusi. Dari 51 orang siswa yang bersedia ikut serta saat penyuluhan dan pemeriksaan laboratorium darah didapatkan 9 orang (9.6%) yang dicurigai sebagai pembawa sifat Thalassemia.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN PUPUK KOMPOS CAIR DARI TUMBUHAN ECENG GONDOK (EICHORNIA CRASSIPES) SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN GULMA DI SEKITAR KANAL SUAK BUJANG SITUS TAMAN PURBAKALA KERAJAAN SRIWIJAYA KARANG ANYAR GANDUS KOTA PALEMBANG Budi Santoso
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v5i1.5498

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan pupuk kompos cair dari tumbuhan eceng gondok sebagai upaya pengendalian gulma. Kegiatan ini dilakukan untuk masyarakat yang berdomisili di sekitar kanal Suak Bujang Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya Situs Karang Anyar Gandus Palembang  terdiri  atas 20 KK dengan berbagai macam jenis pekerjaan. Kegiatan dilaksanakan dengan metoda presentasi dan peragaan/demonstrasi cara keja peralatan. Pupuk cair yang sudah jadi dikeluarkan dari komposter sudah disiapkan botol plastik sebagai kemasannya. Dari komposter dihasilkan sekitar 15 liter kompos cair dan dimasukkan dalam botol plastik tersebut.Di akhir sesi peragaan dilakukan  diskusi dan tanya jawab seputar kualitas pupuk kompos Warga sekitar ada yang bertanya tentang Standar mutu pupuk organik cair.