Jurnal Keperawatan Sriwijaya
Jurnal Keperawatan Sriwijaya berisi artikel-artikel ilmiah yang berupa hasil penelitian maupun hasil studi pustaka meliputi ranah keilmuan, ilmu keperawatan dasar (konsep dasar keperawatan, teknik-teknik dan metodologi asuhan keperawatan, teknik komunikasi dan pendekatan budaya dalam asuhan keperawatan), ilmu dasar keperawatan (anatomi, fisiologi, fisika kedokteran, biokimia, patologi klinis, patologi anatomi, kimia medik,gizi klinik), keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal bedah, keperawatan gawat darurat, keperawatan komunitas (komunitas, keluarga, lansia, kesehatan kerja), serta keperawatan paliatif.
Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 2 (2016)"
:
14 Documents
clear
Pengaruh Posisi Ergonomis terhadap Kejadian Low Back Pain Pada Penenun Songket di Kampung BNI 46
Jum Natosba;
Jaji Jaji
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan: Penyakit akibat kerja disebabkan oleh pekerjaan dan sikap kerja. Salah satu penyakit akibat kerja pada  tulang  belakang  adalah  nyeri  punggung  bawah, yang  timbul  karena  posisi  statis  dalam  bekerja  dan bersifat  continue.  Setiap tahun  15%–45%  orang  dewasa  menderita  nyeri  punggung  bawah  dan umumnya terjadi  pada  usia  35-55  tahun.  Penerapan  ergonomi  merupakan aktivitas  rancang  bangun  (disain)  ataupun rancang  ulang  yang  disesuaikan dengan  kemajuan  teknologi  dan  juga  anatomy,  psysiology,  industrial medicine. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh posisi ergonomis terhadap kejadian low back pain pada penenun songket, di kampung BNI 46.Metode: Jenis  penelitian  ini  adalah  quasi  experimental  design  tanpa  kelompok kontrol  dengan  metode pendekatan one group  pre test - post test design. Populasinya adalah penenun songket berjumlah 30 orang. Karena jumlah populasi kurang dari 100, maka semua objek diteliti, sehingga penelitiannya merupakan total populasi.Hasil: Hasil uji statistik didapatkan nilai p=0.001, yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara nyeri sakit pinggang sebelum dan sesudah di beri posisi ergonomis yaitu kursi sandaran dalam menenun songket.Simpulan: Seyogyanya  para  penenun  menggunakan  posisi  ergonomis  yaitu kursi  sandaran,  karena  tidak hanya akan menambah jadi produktif dalam menenun, tetapi resiko terjadi masalah kesehatan, terutama nyeri pinggang dapat di hindari.
Hubungan Karakteristik Penderita Tuberkulosis Paru dengan Hasil Pemeriksaan Dahak di Kabupaten Ogan Ilir
Nurkumalasari Nurkumalasari;
Dian Wahyuni;
Nurna Ningsih
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan: Tuberkulosis paru (TB Paru) disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosis yang merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia. Secara global, Indonesia menempati urutan kelima setelah Negara India, Cina, Afrika Selatan dan Nigeria untuk kasus Tuberkulosis Paru. Pada program nasional, pemeriksaan dahak mikroskopis sangat penting untuk menentukan adanya BTA di dalam dahak penderita suspek TB Paru.Metode: Metode penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling yakni semua penderita tuberkulosis paru basil tahan asam positif dan basil tahan asam negatif yang berobat ke seluruh puskesmas wilayah kabupaten Ogan Ilir periode April–September Tahun 2013 sebanyak 270 orang. Pengolahan data menggunakan sistem komputerisasi yang dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik Chi-Square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara umur (p-value = 0,286), jenis kelamin (p-value = 0,261), status perkawinan (p-value = 0,331), pekerjaan ada hubungan (p-value = 0,857) dengan hasil pemeriksaan dahak di Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2013.Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan untuk petugas puskesmas pemegang Program Tuberkulosis Paru sebaiknya meningkatkan kegiatan lagi kunjungan langsung ke rumah penderita TB Paru dan tidak henti-hentinya memberikan penyuluhan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bagi Kepala Puskesmas diharapkan selalu memantau Pelaksanaan Program dan membantu memecahkan masalah yang dijumpai oleh pemegang program, bagi Dinas Kesehatan agar selalu memberikan bimbingan dan evaluasi pelaksanaan program Tuberkulosisi Paru di Puskesmas. Selain itu, perlu diadakan penelitian lebih lanjut mengenai faktor bibit penyakit dan lingkungan yang mempengaruhi kejadian TB Paru.
Hubungan Stres Kerja dengan Kinerja Perawat Pelaksana dalam Melaksanakan Pelayanan Keperawatan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Anutapura Palu
Fajrillah Fajrillah;
Nurfitriani Nurfitriani
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan: Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  hubungan  stres  kerja dengan  kinerja  perawat  di Ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Anutapura Palu.Metode: Jenis  penelitian  ini  kuantitatif  dengan  metode Corelational  Analysis dengan  pendekatan  Cross Sectional. Sampel penelitian adalah perawat di ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Anutapura Palu yang dipilih dengan caraTotal sampling. Variabel independen yaitu stres kerja perawat diukur dengan kuisioner dan variabel dependen kinerja perawat diukur dengan kuisioner.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami stres kerja dalam kategori tinggi (54,8%) dan kinerja perawat sebagian besarnya  termasuk dalam kategori kurang baik (83,3%). Berdasarkan hasil  uji  Chi-Square didapatkan  ada  hubungan  yang  signifikan  antara  stres  kerja  dan  kinerja perawat  (p-value=0,031 dan OR = 0,117).Simpulan: Kesimpulan dari penelitian ini dari hasil penelitian yang dilakukan mulai tanggal 20 april  – 05 mei  2015  menunjukkan  ada  hubungan  antara  stres kerja dengan  kinerja  perawat  pelaksana  dalam melaksanakan  pelayanan  keperawatan. Dengan  demikian,  disarankan  untuk  para  perawat  agar  lebih mengantisipasi atau menyelesaikan stres yang dialami dengan mekanisme koping yang adaptif sehingga tidak berpengaruh  negative  pada  pelayanan  keperawatan  yang  sesuai dengan  standar  asuhan  keperawatan profesional.
Implementasi Self Care Model dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Hidup Penderita Gagal Ginjal Kronik
Sofiana Nurcahyati;
Darwin Karim
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi implementasi self care model dalam upaya meningkatkan kualitas hidup pasien GGK.Metode: Populasi penelitian ini adalah pasien GGK yang menjalani HD secara reguler sebanyak 116 orang. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 30 orang sesuai dengan kriteria inklusi ; berusia minimal 18 tahun, tidak mengalami komplikasi penyakit kronis, mampu berkomunikasi, dapat melakukan ADL. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif, dengan pengambilan data secara retrospektif dan prospektif.Hasil: Penelitian ini diperoleh hasil jenis kelamin terbanyak laki-laki 17 orang (56,7%), usia terbanyak lansia awal (46-55 tahun) sebanyak 17 orang (56,1%), lama HD terbanyak <1 tahun 11 orang (36,3%). Setelah dilakukan implementasi self careselama 4 minggu terdapat peningkatan skor rata-rata kualitas hidup padapasien gagal ginjal kronik dari sebelumnya nilai 68 menjadi 73.Simpulan: Pasien GGK perlu diberikan perawatan melalui implementasi self care model agar kualitas hidupnya meningkat sehingga memiliki harapan hidup yang lebih baik.
Hubungan antara Kadar Glukosa Darah dengan Derajat Ulkus Kaki Diabetik
Veranita Veranita
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan: Derajat ulkus kaki diabetik adalah suatu tingkatan yang mendeskripsikan luka pada kaki penderita diabetes mellitus. Ulkus kaki diabetik merupakan komplikasi umum dari diabetes mellitus yang dapat disebabkan oleh kadar glukosa darah yang tidak terkendali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara derajat ulkus kaki diabetik dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus di RSUD Dr. Ibnu Sutowo Baturaja.Metode: Desain penelitian deskriptif analitik dengan rancangan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini diambil dengan menggunakan metode total sampling dengan kriteria inklusi yaitu sebanyak 30 penderita diabetes mellitus dengan ulkus kaki diabetik.Hasil: Diperoleh 10,0% derajat 1 ulkus kaki diabetik dengan kadar glukosa darah <200 mg/dl, 40,0% derajat 2 ulkus kaki diabetik dengan kadar glukosa darah ≥200 mg/dl, 50,0% derajat 3 ulkus kaki diabetik dengan kadar glukosa darah ≥200 mg/dl dan tidak di temukannya derajat ulkus kaki diabetik 0, 4, 5. Uji alternatif yaitu uji kolmogorof smirnof dengan derajat kepercayaan 95% dan α = 5% yaitu terdapat hubungan antara derajat ulkus kaki diabetik dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus di RSUD Dr. Ibnu Sutowo Baturaja dengan p value = 0,009.Simpulan: Penting bagi penderita diabetes mellitus memeriksa dan mengontrol kadar glukosa darah secara teratur.
Pengaruh Penerapan Standar Asuhan Keperawatan Perilaku Kekerasan
Nofrida Saswati
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan: Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk Mengetahui  pengaruh penerapan standar asuhan keperawatan klien skizofrenia dalam meningkatkan kemampuan mengontrol perilaku kekerasan.Metode: Penelitian  ini  merupakan  penelitian  kuantitatif  dengan  desain penelitian pre  experimental, pretest  dan  posttest.  Populasi  penelitian  ini sebanyak  53 orang  dengan  jumlah  sampel  sebanyak  34 responden  yang dibagi menjadi  2 kelompok  yaitu  17  responden  kelompok  intervensi  dan  17 kelompok kontrol.Hasil: Hasil  penelitian  menunjukkan  pada  kelompok  intervensi  setelah perlakuan rata-rata  mengontrol perilaku kekerasan sebesar 6,88 dan pada kelompok kontrol 3,55 dengan nilai p-value 0.000.Simpulan: Hasil  penelitian  menunjukan  bahwa penerapan  standar  asuhan keperawatan  perilaku kekerasan berpengaruh terhadap kemampuan mengontrol perilaku kekerasan. Untuk itu diharapkan bagi perawat  ruangan  dapat  lebih meningkatkan  lagi  penerapan  standar  asuhan  keperawatan  pada  klien dengan perilaku kekerasan.
Skrining Diabetes Mellitus Gestasional dan Faktor Risiko yang mempengaruhinya
Fuji Rahmawati;
Jum Natosba;
Jaji Jaji
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan: Diabetes Mellitus (DM) Gestasional dapat mengancam keadaan ibu karena dapat menyebabkan beberapa komplikasi pada saat kehamilan, pada saat melahirkan, dan setelah melahirkan. DM Gestasional pun dapat mengancam keadaan bayi bahkan sampai menyebabkan kematian. Selama ini pemeriksaanantenatal pada ibu hamil hanya berfokus pada penyakit hipertensi dan anemia. Pemeriksaan dini (skrining) untuk menegakkan diagnosa DM Gestasional pada ibu hamil masih belum dilakukan secara menyeluruh. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui prevalensi kejadian DM Gestasional dan faktor risiko yang mempengaruhinya (umur, riwayat DM dalam keluarga dan BMI) di wilayah kerja Puskesmas Simpang Timbangan Ogan Ilir.Metode: Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan non probability sampling dengan teknik purpossive sampling berjumlah 18 responden dengan kriteria inklusi yaitu ibu hamil dengan usia kehamilan 24-28 minggu selama periode penelitian dan bersedia menjadi responden. Selanjutnya data dianalisis menggunakan analisis univariat menggunakan aplikasi komputer untuk statistik dan analisis bivariat menggunakan uji korelasi Pearson.Hasil: Prevalensi angka kejadian DM Gestasional di wilayah kerja Puskesmas Simpang Timbangan Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2016 sebanyak 5,6%. Ada hubungan yang bermakna antara umur dengan kejadian DM Gestasional (p value ≤0,05 yakni 0,02), ada hubungan yang bermakna antara riwayat DM dalam keluarga dengan kejadian DM Gestasional (p value ≤0,05 yakni 0,002), tidak ada hubungan yang bermakna antara BMI dengan kejadian DM Gestasional (p value >0,05 yakni 0,387).Simpulan: Dengan adanya skrining DM Gestasional pada ibu hamil sejak dini dapat menjadi salah satu cara untuk dapat meningkatkan kesehatan ibu terutama pada kehamilan dan mencegah penyulit-penyulit yang dapat terjadi pada saat persalinan
Pengaruh Penerapan Standar Asuhan Keperawatan Perilaku Kekerasan
Nofrida Saswati
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 3 No. 2 (2016): Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan: Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk Mengetahui pengaruh penerapan standar asuhankeperawatan klien skizofrenia dalam meningkatkan kemampuan mengontrol perilaku kekerasan.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre experimental,pretest dan posttest. Populasi penelitian ini sebanyak 53 orang dengan jumlah sampel sebanyak 34responden yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 17 responden kelompok intervensi dan 17 kelompok kontrol. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pada kelompok intervensi setelah perlakuan rata-rata mengontrol perilaku kekerasan sebesar 6,88 dan pada kelompok kontrol 3,55 dengan nilai p-value 0.000. Simpulan: Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan standar asuhan keperawatan perilakukekerasan berpengaruh terhadap kemampuan mengontrol perilaku kekerasan. Untuk itu diharapkan bagi perawat ruangan dapat lebih meningkatkan lagi penerapan standar asuhan keperawatan pada klien dengan perilaku kekerasan.
Pengaruh Posisi Ergonomis terhadap Kejadian Low Back Pain Pada Penenun Songket di Kampung BNI 46
Jum Natosba;
Jaji
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 3 No. 2 (2016): Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan: Penyakit akibat kerja disebabkan oleh pekerjaan dan sikap kerja. Salah satu penyakit akibat kerja pada tulang belakang adalah nyeri punggung bawah, yang timbul karena posisi statis dalam bekerja dan bersifat continue. Setiap tahun 15%–45% orang dewasa menderita nyeri punggung bawah dan umumnya terjadi pada usia 35-55 tahun. Penerapan ergonomi merupakan aktivitas rancang bangun (disain) ataupun rancang ulang yang disesuaikan dengan kemajuan teknologi dan juga anatomy, psysiology, industrialmedicine. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh posisi ergonomis terhadap kejadian low back painpada penenun songket, di kampung BNI 46.Metode: Jenis penelitian ini adalah quasi experimental design tanpa kelompok kontrol dengan metode pendekatan one group pre test - post test design. Populasinya adalah penenun songket berjumlah 30 orang.Karena jumlah populasi kurang dari 100, maka semua objek diteliti, sehingga penelitiannya merupakan total populasi.Hasil: Hasil uji statistik didapatkan nilai p=0.001, yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara nyeri sakit pinggang sebelum dan sesudah di beri posisi ergonomis yaitu kursi sandaran dalam menenun songket.Simpulan: Seyogyanya para penenun menggunakan posisi ergonomis yaitu kursi sandaran, karena tidak hanya akan menambah jadi produktif dalam menenun, tetapi resiko terjadi masalah kesehatan, terutama nyeri pinggang dapat di hindari.
Hubungan Stres Kerja dengan Kinerja Perawat Pelaksana dalam Melaksanakan Pelayanan Keperawatan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Anutapura Palu
Fajrillah;
Nurfitriani
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 3 No. 2 (2016): Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan stres kerja dengan kinerja perawat di Ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Anutapura Palu.Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode Corelational Analysis dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian adalah perawat di ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Anutapura Palu yang dipilih dengan caraTotal sampling. Variabel independen yaitu stres kerja perawat diukur dengan kuisioner dan variabel dependen kinerja perawat diukur dengan kuisioner. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami stres kerja dalam kategori tinggi (54,8%) dan kinerja perawat sebagian besarnya termasuk dalam kategori kurang baik (83,3%). Berdasarkan hasil uji Chi-Square didapatkan ada hubungan yang signifikan antara stres kerja dan kinerja perawat (pvalue=0,031 dan OR = 0,117). Simpulan: Kesimpulan dari penelitian ini dari hasil penelitian yang dilakukan mulai tanggal 20 april – 05 mei 2015 menunjukkan ada hubungan antara stres kerja dengan kinerja perawat pelaksana dalam melaksanakan pelayanan keperawatan. Dengan demikian, disarankan untuk para perawat agar lebih mengantisipasi atau menyelesaikan stres yang dialami dengan mekanisme koping yang adaptif sehingga tidak berpengaruh negative pada pelayanan keperawatan yang sesuai dengan standar asuhan keperawatan profesional.