cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sari Pediatri
ISSN : 08547823     EISSN : 23385030     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2000)" : 7 Documents clear
Tatalaksana Penyakit Jantung Bawaan Mulyadi M. Djer; Bambang Madiyono
Sari Pediatri Vol 2, No 3 (2000)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.889 KB) | DOI: 10.14238/sp2.3.2000.155-62

Abstract

Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan kelainan jantung yang sudah didapat sejaklahir. Manifestasinya klinis bergantung dari berat ringan penyakit, mulai dari asimtomatissampai dengan adanya gejala gagal jantung pada neonatus. Dengan berkembangnyateknologi, terutama dengan ditemukannya ekokardiografi, banyak kelainan jantungbawaan asimtomatis yang dapat dideteksi. Tata laksana meliputi non-bedah dan bedah.Tata laksana non-bedah meliputi pengobatan medikamentosa dan kardiologi intervensi,sedangkan tata laksana bedah meliputi bedah paliatif dan operasi definitif. Tujuan tatalaksana medikamentosa dan bedah paliatif adalah untuk mengatasi gejala klinis akibatkomplikasi PJB sambil menunggu waktu yang tepat untuk dilakukan operasi definitif.Akhir-akhir ini telah dikembangkan kardiologi intervensi, suatu tindakan yang memberiharapan baru bagi pasien PJB tanpa operasi, namun saat ini biayanya masih cukuptinggi
Evaluasi Klinis Pengobatan Epilepsi dengan Karbamazepin pada Anak Pratiwi Andayani; Taslim S Soetomenggolo; Sri Rezeki S Hadinegoro
Sari Pediatri Vol 2, No 3 (2000)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp2.3.2000.126-31

Abstract

Untuk melihat efektivitas karbamazepin, dilakukan penelitian pemakaian karbamazepinpada pasien epilepsi jenis bangkitan parsial dan umum di Bagian IKA FKUI-RSCM.Penelitian ini merupakan studi kuasi-eksperimental dengan desain pre dan post test.Karbamazepin dapat menekan bangkitan epilepsi pada 20 (86,9%) kasus. Sebelas diantaranya adalah epilepsi jenis bangkitan umum, dan 9 kasus lainnya epilepsi jenisbangkitan parsial. Gambaran EEG sebagian besar kasus adalah abnormal. Dosis reratakarbamazepin yang dapat memberantas bangkitan epilepsi 15,95mg/kgBB/hari. Kadarterendah karbamazepin plasma yang dapat menekan bangkitan epilepsi adalah 1,215ug/mL, dengan kadar rerata 5,74ug/mL. Kebanyakan efek samping yang terjadi ringan dantidak menetap. Efek samping yang berat yaitu sindrom Steven Johnson terdapat pada 3kasus.
Inkontinensia Urin pada Anak Taralan Tambunan
Sari Pediatri Vol 2, No 3 (2000)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.906 KB) | DOI: 10.14238/sp2.3.2000.163-9

Abstract

Secara umum gangguan berkemih yang disebut mengompol dapat dibagi dalam duakelompok yaitu enuresis dan inkontinensia urin. Enuresis dianggap sebagai akibatmaturasi proses berkemih yang terlambat, umumnya tidak ditemukan kelainan organikyang nyata sebagai penyebab. Inkontinensia urin didefinisikan sebagai pengeluaran urinyang terjadi tanpa kontrol (involunter) meskipun si pasien berusaha sekuat mungkinmenahannya, kencing bisa menetes dan tidak lampias, terjadi seketika. Dalam kenyataansehari-hari, tidak mudah membedakan enuresis dengan inkontinensia urin. Inkontinensiaurin lebih sering bersifat kronik dan progresif. Klasifikasi dapat disusun berdasarkanetiologi, kelainan pola berkemih maupun berdasarkan tingkat lesi neurologik. Pendekatandiagnostik yang lebih mutakhir didasarkan pada hasil pemeriksaan miksiosistoureterografidan urodinamik yang menggolongkan inkontinensia dalam dua bagian yaituinkontinensia fungsional dan organik. Dalam periode 11 tahun di Bagian Ilmu KesehatanAnak FKUI-RSCM Jakarta (1989-2000) tercatat 18 kasus inkontinensia urin, 9 diantaranya tergolong dalam buli-buli neurogenik akibat spina-bifida. Masalah utama yangdihadapi ialah ISK berulang dan gagal ginjal kronik. Penanganan yang baik dan tepatharus dimulai dari upaya diagnostik yang akurat. Prioritas utama ialah pemeliharaanfungsi ginjal, pemberantasan infeksi berulang dengan memperhatikan kondisi neurologisyang diderita. Kerjasama antar disiplin seperti urologi, pediatri dan rehabilitasi mediksangat diperlukan, namun di atas segalanya, perhatian, kesabaran dan dedikasi untukmenolong pasien sangat penting agar kualitas hidup pasien dapat ditingkatkan.
Retardasi Mental Titi Sunarwati Sularyo; Muzal Kadim
Sari Pediatri Vol 2, No 3 (2000)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp2.3.2000.170-7

Abstract

Retardasi mental adalah penurunan fungsi intelektual yang menyeluruh secara bermaknadan secara langsung menyebabkan gangguan adaptasi sosial, dan bermanifestasi selamamasa perkembangan. Klasifikasi retardasi mental adalah mild retardation, moderateretardation, severe retardation dan profound retardation.Etiologi retardasi mental dapat terjadi mulai dari pranatal, perinatal dan postnatal.Beberapa penulis secara terpisah menyebutkan lebih dari 1000 macam penyebabterjadinya retardasi mental, dan banyak diantaranya yang dapat dicegah. Ditinjau daripenyebab secara langsung dapat digolongkan atas penyebab biologis dan psikososial.Diagnosis retardasi mental tidak hanya didasarkan atas uji intelegensia saja, melainkanjuga dari riwayat penyakit, laporan dari orangtua, laporan dari sekolah, pemeriksaanfisis, laboratorium, pemeriksaan penunjang.Tata laksana retardasi mental mencakup tatalaksana medis, penempatan di panti khusus,psikoterapi, konseling, dan pendidikan khusus. Pencegahan retardasi mental dapat primer(mencegah timbulnya retardasi mental), atau sekunder (mengurangi manifestasi klinisretardasi mental).
Permasalahan Diagnostik Sindrom Alagille Purnamawati SP; Sander T
Sari Pediatri Vol 2, No 3 (2000)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.936 KB) | DOI: 10.14238/sp2.3.2000.132-8

Abstract

Sindrom Alagille (SA) adalah suatu kelainan yang diturunkan secara autosomal dominanakibat defek pada gen JAG1 di kr20p12. Gen ini diekspresikan di berbagai sistem denganmanifestasi mayor kolestasis kronik, kelainan jantung, mata, tulang vertebra, dan bentukwajah yang khas. Umumnya disertai pula dengan manifestasi minor seperti gangguantumbuh-kembang, perdarahan intrakranial, gangguan ginjal dan pankreas. Diagnosispasti berdasarkan pada gambaran histopatologi hati berupa paucity of the interlobularbile ducts. Prognosis umumnya tergantung pada beratnya kelainan hati dan/atau jantung.Penyebab mortalitas lainnya adalah perdarahan intrakranial akibat kelainan vaskularsusunan saraf pusat. Terapi suportif dietetik dan medikamentosa diberikan untukmeringankan komplikasi kolestasis kronik. Sebagian pasien membutuhkan terapi definitifberupa transplantasi hati. Kasus yang dilaporkan adalah anak perempuan berusia 22bulan yang menderita kolestasis sejak usia 2 bulan. Kemungkinan SA tidak dipikirkansejak awal karena tidak ditemukan penampakan wajah yang khas. Pemeriksaan selanjutnyamenunjukkan adanya bile duct paucity dengan sirosis dan hipertensi portal (ringan),embrio-tokson posterior, defek septum atrium, gangguan tumbuh-kembang dan kelainanginjal. Prognosis kasus ini tidak baik mengingat telah terjadinya komplikasi sirosis. Dilain pihak, diperlukan pemantauan ketat untuk mengantisipasi perdarahan varises,perdarahan intrakranial dan fraktur berulang. Pruritus yang hebat tidak berhasil diatasidengan terapi medikamentosa sehingga akan memperburuk kualitas hidup anak. Padakolestasis intrahepatik, perlu dipikirkan kemungkinan SA, terutama bila ditemukanberbagai kelainan sistem organ lainnya.
Perkembangan Normal Tidur pada Anak dan Kelainannya Dwi Putro Widodo; Taslim S. Soetomenggolo
Sari Pediatri Vol 2, No 3 (2000)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp2.3.2000.139-45

Abstract

Tidur adalah keadaan fisiologis, merupakan kondisi istirahat reguler dengan karakteristikberkurangnya gerakan tubuh dan penurunan tingkat kesadaran terhadap sekelilingnya.Tidur tidak hanya merupakan sebuah keadaan tidak sadar yang berkepanjangan, adapelbagai tahap yang dilalui sepanjang malam itu, yang masing-masing dapat diidentifikasimelalui aktivitas gelombang listrik otak. Tahapan tidur pada bayi dan anak dapatdikelompokkan menjadi, tidur aktif atau REM (rapid eye movement) dan tidur tenangatau non-REM. Tidur memegang peran yang sangat besar bagi perkembangan bayi.Pada saat inilah terjadi perbaikan sel-sel otak dan kurang lebih 75% hormon tubuhdiproduksi. Tidak ada bayi atau anak yang melewati masa kecilnya tanpa pernahmengalami gangguan tidur sama sekali. Gangguan tidur tidak hanya mempengaruhibayi atau anak tersebut, tetapi juga dapat mempengaruhi seluruh keluarga, bahkanmembawa dampak pada kehidupan bertetangga di sekitarnya.
Sinobronkitis pada Anak Noenoeng Rahajoe
Sari Pediatri Vol 2, No 3 (2000)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp2.3.2000.146-54

Abstract

Batuk kronik berulang (BKB) merupakan masalah yang sering dijumpai dalam prakteksehari-hari di bidang kesehatan anak. Batuk kronik berulang adalah batuk yangberlangsung hampir tiap hari minimal 2 minggu berturut-turut dan atau berulang palingsedikit 3 episode dalam 3 bulan. Seluruh bagian dari sistem respiratorik - mulai darihidung hingga paru - merupakan satu kesatuan fungsional. Gangguan saluran napasatas dapat menyebabkan atau disertai dengan gangguan saluran napas bawah dansebaliknya. Ada hubungan timbal balik antara sinusitis dengan bronkitis, yang disebutsebagai sinobronkitis, bronkosinusitis, atau sindrom sinobronkial. Sinobronkitis dapatmengenai pasien dewasa maupun anak. Sinusitis adalah proses inflamasi pada mukosasinus paranasalis yang disebabkan oleh infeksi maupun non infeksi. Dalam patofisiologisinusitis ada 3 hal yang berperan yaitu (1) patensi ostium, (2) fungsi mukosilier, dan (3)kualitas sekret. Patogenesis sinusitis umumnya berhubungan dengan sumbatan padaostium, yang didahului oleh infeksi (virus, bakteri, atau jamur), alergi, atau kelainananatomi. Berbeda dengan orang dewasa, gejala sinusitis pada anak tidak khas. Kumanpatogen pada anak sama dengan yang didapatkan pada orang dewasa, yaitu Streptococcuspneumoniae, Haemophilus influenzae, dan Moraxella catharrhalis. Sinusitis seringmengikuti infeksi saluran napas atas akut oleh virus. Sinusitis sering didapatkan bersamadengan asma, hal ini dikaitkan dengan adanya postnasal drip, peningkatan blokadeadregenik beta, atau refleks nasobronkial melalui saraf vagus. Kelainan radiologis yangdapat ditemukan pada sinusitis adalah air fluid level, perselubungan, atau penebalanmukosa. Walaupun belum ada penelitian tersamar ganda dengan kelompok kontrol,namun antibiotik yang dapat digunakan untuk mengobati sinusitis adalah amoksisilin,amoksisilin-klavulanat, kotrimoksazol, eritromisin-sulfisoksazol, atau sefalosporin, selamaminimal 3 minggu.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2000 2000


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 3 (2025) Vol 27, No 2 (2025) Vol 27, No 1 (2025) Vol 26, No 6 (2025) Vol 26, No 5 (2025) Vol 26, No 4 (2024) Vol 26, No 3 (2024) Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 6 (2024) Vol 25, No 5 (2024) Vol 25, No 4 (2023) Vol 25, No 3 (2023) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 6 (2023) Vol 24, No 5 (2023) Vol 24, No 4 (2022) Vol 24, No 3 (2022) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 6 (2022) Vol 23, No 5 (2022) Vol 23, No 4 (2021) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 6 (2021) Vol 22, No 5 (2021) Vol 22, No 4 (2020) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 6 (2020) Vol 21, No 5 (2020) Vol 21, No 4 (2019) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 6 (2019) Vol 20, No 5 (2019) Vol 20, No 4 (2018) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 6 (2018) Vol 19, No 5 (2018) Vol 19, No 4 (2017) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 6 (2017) Vol 18, No 5 (2017) Vol 18, No 4 (2016) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 6 (2016) Vol 17, No 5 (2016) Vol 17, No 4 (2015) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 6 (2015) Vol 16, No 5 (2015) Vol 16, No 4 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 6 (2014) Vol 15, No 5 (2014) Vol 15, No 4 (2013) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 6 (2013) Vol 14, No 5 (2013) Vol 14, No 4 (2012) Vol 14, No 3 (2012) Vol 14, No 2 (2012) Vol 14, No 1 (2012) Vol 13, No 6 (2012) Vol 13, No 5 (2012) Vol 13, No 4 (2011) Vol 13, No 3 (2011) Vol 13, No 2 (2011) Vol 13, No 1 (2011) Vol 12, No 6 (2011) Vol 12, No 5 (2011) Vol 12, No 4 (2010) Vol 12, No 3 (2010) Vol 12, No 2 (2010) Vol 12, No 1 (2010) Vol 11, No 6 (2010) Vol 11, No 5 (2010) Vol 11, No 4 (2009) Vol 11, No 3 (2009) Vol 11, No 2 (2009) Vol 11, No 1 (2009) Vol 10, No 6 (2009) Vol 10, No 5 (2009) Vol 10, No 4 (2008) Vol 10, No 3 (2008) Vol 10, No 2 (2008) Vol 10, No 1 (2008) Vol 9, No 6 (2008) Vol 9, No 5 (2008) Vol 9, No 4 (2007) Vol 9, No 3 (2007) Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 1 (2007) Vol 8, No 4 (2007) Vol 8, No 3 (2006) Vol 8, No 2 (2006) Vol 8, No 1 (2006) Vol 7, No 4 (2006) Vol 7, No 3 (2005) Vol 7, No 2 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol 6, No 4 (2005) Vol 6, No 3 (2004) Vol 6, No 2 (2004) Vol 6, No 1 (2004) Vol 5, No 4 (2004) Vol 5, No 3 (2003) Vol 5, No 2 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 4, No 4 (2003) Vol 4, No 3 (2002) Vol 4, No 2 (2002) Vol 4, No 1 (2002) Vol 3, No 4 (2002) Vol 3, No 3 (2001) Vol 3, No 2 (2001) Vol 3, No 1 (2001) Vol 2, No 4 (2001) Vol 2, No 3 (2000) Vol 2, No 2 (2000) Vol 2, No 1 (2000) More Issue