cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sari Pediatri
ISSN : 08547823     EISSN : 23385030     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2003)" : 7 Documents clear
Masalah Nutrisi pada Thalassemia Luszy Arijanty; Sri S Nasar
Sari Pediatri Vol 5, No 1 (2003)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp5.1.2003.21-6

Abstract

Gangguan pertumbuhan pada thalassemia disebabkan oleh banyak faktor antara lainfaktor nutrisi. Gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi dapat menyebabkanperawakan pendek. Nutrisi yang adekuat sangat penting untuk pasien thalassemia sebagaimodalitas dalam pengobatan jangka panjang dan untuk mencegah gangguan gizi,gangguan pertumbuhan, perkembangan pubertas dan defisiensi imun. Asupan nutrisiyang dianjurkan pada thalassemia adalah tinggi kalori, protein, kalium, seng, vitaminA,D, E, rendah besi sedangkan vitamin C harus dikurangi karena dapat meningkatkanabsorpsi besi. Suplementasi vitamin C dosis rendah diberikan bersamaan denganpenggunaan desferoksamin untuk membantu meningkatkan pengeluaran besi.
Pola Penyakit Infeksi pada Thalassemia Mururul Aisyi; Alan R Tumbelaka
Sari Pediatri Vol 5, No 1 (2003)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.724 KB) | DOI: 10.14238/sp5.1.2003.27-33

Abstract

Pasien thalassemia rentan terhadap infeksi akibat faktor penyakitnya maupun akibatpengobatan. Kelebihan besi yang terjadi akibat transfusi berulang mempengaruhi sistimimun, menekan aksi kemotaksis fagositosis, mikrobiosidal leukosit mononuklear danpolimorfonuklear. Penularan infeksi melalui transfusi seperti virus hepatitis, HIV danCMV merupakan komplikasi transfusi yang ditakuti. Infeksi virus hepatitis yangditularkan melalui transfusi antara lain hepatitis A, Hepatitis B, hepatitis C dan hepatitisD. hepatitis C mungkin merupakan penyebab utama sirosis hepatitis pada pasienthalassemia yang mendapat transfusi. Infeksi bakteri S. pneumoniae merupakan penyebabterbanyak bakteremia terutama pada pasien thalassemia yang menjalani operasisplenektomi. Osteomielitis yang terjadi akibat infeksi tulang yang mengalami infarkbiasanya disebabkan oleh spesies Salmonella. Vaksin polisakarida pneumokokusdirekomendasikan pada anak 2 tahun atau lebih dan ulangan diberikan setelah 3-5 tahunpada pasien thalassemia di bawah umur 10 tahun. Infeksi parasit malaria pada thalassemiasangat rendah; terdapat bukti yang terbatas bahwa perubahan respons imun pada pasiendengan varian gen globin mungkin berperan penting pada resistensi terhadap malaria.Mengingat banyaknya penyakit atau komplikasi yang timbul pada pasien thalassemiamaka perlu dilakukan pemantauan seumur hidup.
Thalassemia dan Permasalahannya Di Indonesia Iskandar Wahidiyat
Sari Pediatri Vol 5, No 1 (2003)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp5.1.2003.2-3

Abstract

Thalassemia merupakan kelainan genetikterbanyak di dunia. Kelainan ini diturunkansecara resesif menurut hukum Mendel.Penyakit yang semula ditemukan di sekitar Laut Tengahini ternyata tersebar luas sepanjang garis khatulistiwa,termasuk Indonesia. Tidak kurang dari 300.000 bayidengan kelainan berat penyakit ini dilahirkan setiaptahun di dunia, sedangkan jumlah penderita thalassemiaheterosigotnya tidak kurang dari 250 juta orang.Hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapatmenyembuhkan penyakit tersebut. Pengobatan utamapenyakit ini ialah pemberian transfusi darah denganmempertahankan kadar hemoglobin di atas 10 g/dl; tetapiironisnya ialah bahwa jumlah zat besi yang tertimbundalam organ-organ tubuhnya akibat transfusi, menjadisalah satu penyebab kematian. Penimbunan zat besi dalamorgan-organ tubuh seperti hati, jantung, kelenjar endokrindan lain-lain, menyebabkan gangguan fungsi organtersebut. Gangguan fungsi organ mulai tampak pada anakanakyang telah mendapat banyak transfusi darah yaituanak-anak yang berumur 5 th ke atas.
Pengaruh Penimbunan Besi Terhadap Hati pada Thalassemia Pamela Kartoyo; Purnamawati SP
Sari Pediatri Vol 5, No 1 (2003)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.482 KB) | DOI: 10.14238/sp5.1.2003.34-8

Abstract

Thalassemia merupakan penyakit hemolitik kronis dengan gejala utama anemia danmemerlukan transfusi darah berulang. Transfusi darah berulang dan peningkatanabsorpsi besi di usus sebagai akibat eritropoiesis yang tidak efektif pada penderitathalassemia menyebabkan penimbunan besi. Hati merupakan organ utama yangterganggu karena hati merupakan tempat penyimpanan utama cadangan besi. Padakeadaan penimbunan besi, kadar besi serum, saturasi transferin dan feritin akanmeningkat serta transferin binding capacity (TBC) terlampaui, hal ini dapatmenyebabkan reaksi radikal bebas yang bersifat sitotoksik sehingga mengakibatkankerusakan oksidasi lipid, protein dan asam nukleat. Penimbunan besi kronis di hatimengakibatkan fibrosis serta sirosis hati, dan biopsi hati merupakan baku emas untukmenilai penimbunan besi di hati juga dapat memberi informasi mengenai derajatkerusakan hati. Bahaya lain akibat pemberian transfusi darah berulang padathalassemia adalah terinfeksi virus hepatitis C. Pada hepatitis C, kadar besi serum,saturasi transferin dan feritin meningkat dan penimbunan besi ini akan memperberatpenyakit hepatitis C. Hal ini disebabkan besi akan meningkatkan kerusakan radikalbebas pada hepatosit yang telah rusak sebelumnya akibat infeksi virus hepatitis C.Untuk mengatasi penimbunan besi diperlukan zat kelasi besi seperti desferal, dansenyawa anti oksidan seperti vitamin E dapat melindungi hepatosit terhadapkerusakan sel dan peroksidasi lipid. Untuk mencegah dan mengurangi risiko terinfeksivirus hepatitis B dan C pada penderita thalassemia perlu dilakukan uji tapis (skrining)terhadap setiap donor darah.
Pubertas Terlambat pada Thalassemia Mayor Diah Pramita; Jose RL. Batubara
Sari Pediatri Vol 5, No 1 (2003)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.2 KB) | DOI: 10.14238/sp5.1.2003.4-11

Abstract

Gangguan kelenjar endokrin akibat penimbunan besi pada pasien thalassemia mayorsemakin sering ditemukan seiring dengan meningkatnya harapan hidup. Kegagalanpubertas merupakan komplikasi endokrin yang paling sering diikuti oleh amenoresekunder. Angka kejadian pubertas terambat pada thalassemia mayor bervariasi tergantungjenis kelamin, riwayat transfusi darah dan terapi kelasi besi yang pemah didapat, danusia saat memulai terapi kelasi.Para peneliti mendapatkan kejadian pubertas terlambat lebih sering terjadi pada lakilaki.Secara umum, penyebab pubertas terlambat dikiasifikasikan menjadi gangguantemporer sekresi gonadotropin, dan steroid seks, kegagalan poros hipotalamus-hipofisisdengan defisiensi sekresi gonadotropin dan kegagalan gonad primer. Gangguan tersebutdiakibatkan oleh proses peroksidasi lipid oleh penimbunan besi di dalam sel-sel kelenjarhipofisis dan kerusakan di hipofisis mi menyebabkan sekresi gonadotropin menurun.Secara klinis keterlambatan pubertas pada perempuan umumnya keterlambatanpertumbuhan payudara dan rambut pubis, sedang pada lakilaki terjadi gangguanperkembangan testis. Penting untuk melakukan pemeriksaan hormonal untuk mengetahuifungsi poros hipotalamus-hipofisis-gonad. Tatalaksana thalassemia mayor denganpubertas terlambat selain terapi pengganti hormonal, perlu diperhatikan status nutrisi,dan pemberian transfusi disertai terapi kelasi yang adekuat.
Gangguan Fungsi Jantung pada Thalassemia Mayor Fajar Subroto; Najib Advani
Sari Pediatri Vol 5, No 1 (2003)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.488 KB) | DOI: 10.14238/sp5.1.2003.12-5

Abstract

Penimbunan besi akibat tranfusi darah berulang pada thalassemia dapat mengakibatkanterjadinya komplikasi pada jantung. Gangguan kontraktilitas otot jantung dan iramajantung menunjukkan banyaknya besi yang tertimbun di serabut otot. Toksisitas besiterhadap jantung akan menyebabkan reaksi katalisis dalam sel miokardium dan jaringanparenkim sehingga membentuk hidroksi radikal bebas yang akan mengakibatkankerusakan sel. Kelainan fungsi jantung pada thalassemia‚ mayor terutama berhubungandengan gangguan fungsi ventrikel, septum intraventrikular serta diikuti dilatasi atriumkiri dan ventrikel kanan. Pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) dapat mencerminkanadanya gangguan fungsi hantaran jantung yaitu antara lain adanya perlambatan konduksiatrioventrikular. Pemeriksaan ekokardiografi jantung dapat lebih tepat menilai kelainananatomis dan penurunan fungsi kontraksi jantung antara lain dengan pengukuran fraksiejeksi ventrikel.
Hepatitis C pada Thalassemia mayor: pengaruh Iron Overload pada perjalanan penyakit Ferry Damardjati; Hanifah Oswari
Sari Pediatri Vol 5, No 1 (2003)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp5.1.2003.16-20

Abstract

Indonesia sebagai negara yang termasuk dalam thalassemia belt juga mengalami masalahdan komplikasi yang timbul akibat penyakit tersebut. Masalah klasik thalassemia adalahpemberian transfusi darah berulang yang mengakibatkan penularan penyakit melaluitransfusi darah seperti hepatitis C, di samping penimbunan besi di dalam berbagaiorgan dan jaringan. Penimbunan besi yang berlebihan (iron overload) akan mengakibatkanpenurunan fungsi sistim imun pada pasien thalassemia yang juga akan berpengaruhpada perjalanan penyakit apabila terinfeksi oleh mikro organisme patogen. Pasienthalassemia yang terinfeksi virus hepatitis C (VHC) akan mengalami kerusakan hatibaik akibat infeksi VHC maupun akibat terjadinya penimbunan besi karena mendapattranfusi darah berulang tanpa pemberian kelasi besi yang adekuat. Pengobatan VHCpada thalassemia sampai saat ini belum ada yang adekuat sehingga uji tapis merupakaninstrumen yang penting dalam mencegah penyakit tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2003 2003


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 3 (2025) Vol 27, No 2 (2025) Vol 27, No 1 (2025) Vol 26, No 6 (2025) Vol 26, No 5 (2025) Vol 26, No 4 (2024) Vol 26, No 3 (2024) Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 6 (2024) Vol 25, No 5 (2024) Vol 25, No 4 (2023) Vol 25, No 3 (2023) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 6 (2023) Vol 24, No 5 (2023) Vol 24, No 4 (2022) Vol 24, No 3 (2022) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 6 (2022) Vol 23, No 5 (2022) Vol 23, No 4 (2021) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 6 (2021) Vol 22, No 5 (2021) Vol 22, No 4 (2020) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 6 (2020) Vol 21, No 5 (2020) Vol 21, No 4 (2019) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 6 (2019) Vol 20, No 5 (2019) Vol 20, No 4 (2018) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 6 (2018) Vol 19, No 5 (2018) Vol 19, No 4 (2017) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 6 (2017) Vol 18, No 5 (2017) Vol 18, No 4 (2016) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 6 (2016) Vol 17, No 5 (2016) Vol 17, No 4 (2015) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 6 (2015) Vol 16, No 5 (2015) Vol 16, No 4 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 6 (2014) Vol 15, No 5 (2014) Vol 15, No 4 (2013) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 6 (2013) Vol 14, No 5 (2013) Vol 14, No 4 (2012) Vol 14, No 3 (2012) Vol 14, No 2 (2012) Vol 14, No 1 (2012) Vol 13, No 6 (2012) Vol 13, No 5 (2012) Vol 13, No 4 (2011) Vol 13, No 3 (2011) Vol 13, No 2 (2011) Vol 13, No 1 (2011) Vol 12, No 6 (2011) Vol 12, No 5 (2011) Vol 12, No 4 (2010) Vol 12, No 3 (2010) Vol 12, No 2 (2010) Vol 12, No 1 (2010) Vol 11, No 6 (2010) Vol 11, No 5 (2010) Vol 11, No 4 (2009) Vol 11, No 3 (2009) Vol 11, No 2 (2009) Vol 11, No 1 (2009) Vol 10, No 6 (2009) Vol 10, No 5 (2009) Vol 10, No 4 (2008) Vol 10, No 3 (2008) Vol 10, No 2 (2008) Vol 10, No 1 (2008) Vol 9, No 6 (2008) Vol 9, No 5 (2008) Vol 9, No 4 (2007) Vol 9, No 3 (2007) Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 1 (2007) Vol 8, No 4 (2007) Vol 8, No 3 (2006) Vol 8, No 2 (2006) Vol 8, No 1 (2006) Vol 7, No 4 (2006) Vol 7, No 3 (2005) Vol 7, No 2 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol 6, No 4 (2005) Vol 6, No 3 (2004) Vol 6, No 2 (2004) Vol 6, No 1 (2004) Vol 5, No 4 (2004) Vol 5, No 3 (2003) Vol 5, No 2 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 4, No 4 (2003) Vol 4, No 3 (2002) Vol 4, No 2 (2002) Vol 4, No 1 (2002) Vol 3, No 4 (2002) Vol 3, No 3 (2001) Vol 3, No 2 (2001) Vol 3, No 1 (2001) Vol 2, No 4 (2001) Vol 2, No 3 (2000) Vol 2, No 2 (2000) Vol 2, No 1 (2000) More Issue