cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 8 (5) 2019" : 15 Documents clear
Struktur Histopatologi Testis Tikus Wistar dengan Aktivitas Fisik Berlebih yang Diberikan Ekstrak Daun Kelor Gunawati, Luh Sri; Berata, I Ketut; Setiasih, Ni Luh Eka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (5) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.551 KB)

Abstract

Aktifitas fisik berlebih merupakan salah satu pemicu penurunan produksi sperma dikarenakan radikal bebas yang terbentuk akibat aktifitas fisik berlebih merusak jaringan yang kaya akan asam lemak tak jenuh ganda, salah satunya adalah testis. Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu tanaman yang kaya akan antioksidan, serta memiliki kandungan yang dapat meningkatkan produksi sperma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histopatologi testis tikus wistar dengan aktifitas fisik berlebih setelah pemberian ekstrak daun kelor. Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus wistar berumur 3-4 bulan dengan berat 150-200 gram yang dibagi menjadi lima kelompok. Perlakuan stresss dilakukan dengan merenangkan tikus empat kali dalam seminggu selama 21 hari, kemudian diberikan ekstrak daun kelor dengan dosis 100, 200, 300 mg/kg berat badan. Pengambilan sampel dilakukan pada hari ke-21, organ difiksasi dengan larutan NBF 10% selama 24 jam, selanjutnya dibuat preparat histologi dengan pewarnaan Hematoxylin Eosin (HE). Variabel yang diperiksa adalah perubahan struktur histopatologi berupa jumlah sel spermatogenik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor dosis 300 mg/kg berat badan berefek baik pada peningkatan sel spermatogenik.
Isolasi dan Indentifikasi Bakteri Escherichia Coli dari Udara pada Rumah Potong Unggas Swasta di Kota Denpasar Trisno, Komang; Gel-gel, Ketut Tono Pasek; Suarjana, I Gusti Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (5) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.671 KB)

Abstract

Escherichia coli merupakan bagian dari mikroflora yang secara normal hidup dalam saluran pencernaan manusia dan hewan. Penelitiaan ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan bakteri E. coli di udara pada Rumah Potong Unggas (RPU). Sebanyak 30 sampel yang berasal dari ruangan pemotongan dan ruangan produksi yang masing-masing berjumlah 15 sampel. Sampel berasal dari RPU Usaha Dagang Sari Daging di Kota Denpasar. Pengambilan sampel menggunakan media eosin methylene blue agar (EMBA) secara terbuka dan dilanjutkan dengan uji pewarnaan Gram. Koloni yang berwarna hijau metalik dan yang menunjukan ciri-ciri bakteri Escherichia coli pada pewarnaan Gram kemudian dilakukan uji triple sugar iron agar (TSIA) dan uji indol, MR/VP, sitrat (IMViC). Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 30 sampel yang diisolasi hanya 10 sampel yang menujukan hasil positif bakteri E. coli yang terbagi menjadi dua tempat yaitu 179 koloni pada ruangan pemotongan dan 23 koloni ruangan produksi. Dapat disimpulkan bahwa telah berhasil diisolasi dan diidentifikasi bakteri E. coli dari udara pada RPU Swata Kota Denpasar sebanyak 33,3% (10 dari 30 sampel) yaitu pada ruang pemotongan sebanyak 40% dan ruang produksi sebanyak 27%.
Struktur Histologi dan Histmorfometri Kulit Babi Landrace Apriani, Ni Made Nina; Setiasih, Ni Luh Eka; Heryani, Luh Gde Sri Surya
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (5) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1077.228 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur histologi dan histomorfometri kulit babi landrace. Penelitian ini menggunakan tiga sampel kulit babi landrace dengan umur enam sampai tujuh bulan yang diambil pada regio lumbo dorsalis dan abdominal ventralis masing – masing babi. Sampel diambil dari tempat pemotongan babi daerah Petang, Badung. Pembuatan preparat menggunakan pewarnaan Hematoxylin Eosin (HE) dilakukan di Balai Besar Veteriner Denpasar. Hasil yang diperoleh adalah kulit tersusun atas tiga lapisan yaitu epidermis, dermis dan hipodermis. Lapisan epidermis tersusun atas empat lapisan yaitu stratum basale, spinosum, granulosum, dan corneum. Lapisan dermis babi landrace tersusun atas stratum papilare dan retikulare. Dermis tersusun dari jaringan ikat padat, serabut kolagen, folikel rambut, kelenjar sebasea, kelenjar sudorifera (sweat gland), musculus arector pili dan pembuluh darah. Hipodermis tersusun atas jaringan ikat longgar dan jaringan adiposa serta ditemukan folikel rambut dan kelenjar sudorifera (sweat gland). Ketebalan lapisan epidermis babi landrace regio lumbo dorsalis 108,650 µm dan pada regio abdominal ventralis yaitu 91,136 µm. Rata – rata ketebalan dermis babi landrace regio lumbo dorsalis 3352,885 µm dan pada regio abdominal ventralis 2269,999 µm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan histomorfometri epidermis regio lumbo dorsalis lebih tebal dari regio abdominal ventralis.
Laporan Kasus : Lipoma pada Anjing Ras Pekingese Darmawan, I Putu Gede Buda; Wandia, I Nengah; Pemayun, I Gusti Agung Gde Putra
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (5) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.221 KB)

Abstract

Seekor anjing ras pekingese betina berumur 17 tahun dengan bobot 5 kg diperiksa dengan keluhan adanya benjolan besar dibagian perinealis. Diagnosis ditentukan dengan pengambilan biopsi jaringan tumor untuk pemeriksaan histopatologi. Hasil pemeriksaan histopatologi menunjukan adanya infiltrasi sel-sel lemak (adiposit) yang bentuknya hampir homogen dan dibatasi oleh stroma. Pemeriksaan rontgen (x-ray) menunjukan gambaran radiolusen pada daerah benjolan tersebut. Hewan kemudian ditangani dengan pembedahan untuk mengangkat tumor. Berdasarakan pemeriksaan yang telah dilakukan hewan didiagnosis menderita lipoma. Premedikasi diberikan atropine sulfate 0.03 mg/kgBB secara subkutan, dan xylazine 2 mg/kgBB secara intramuskular, kemudian dilanjutkan dengan ketamine 13 mg/kgBB secara intramuskular masing-masing diberikan dalam selang waktu 10 menit. Operasi pengangkatan tumor dilakukan dengan cara insisi sirkumsisi pada batas tumor dengan jaringan normal. Luka ditutup dengan pola jahitan menerus pada subkutan menggunakan chromic catgut 2.0 dan pola jahitan sederhana terputus pada kulit menggunakan silk braided 2.0. Penanganan pasca operasi hewan diberikan antibiotik cefixime trihydrate 100 mg (10 mg/kg BB) sebagai antibakterial dan asam mefenamat 250 mg (25 mg/kg BB) sebagai analgesik dan antiinflamasi, masing-masing diberikan secara per-oral selama lima hari. Hari ke-10 pascaoperasi luka telah mengalami kesembuhan secara klinis. Pengangakatan jaringan tumor merupakan salah satu tindakan yang efektif dalam penanganan lipoma pada kasus ini.
Laporan Kasus: Penanganan Hernia Umbilikalis pada Anjing Jantan Keturunan Shih-Tzu Umur Satu Tahun Sukma, Ni Ketut Ayu Mega; Sudisma, I Gusti Ngurah; Pemayun, I Gusti Agung Gde Putra
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (5) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.085 KB)

Abstract

ABSTRAK Hernia umbilikalis merupakan tonjolan dari lapisan perut, lemak perut atau sebagian dari organ perut melalui daerah sekitar umbilikalis (pusar). Secara umum disebabkan karena faktor kongenital akibat dari penutupan cincin umbilical yang tidak lengkap setelah lahir. Seekor anjing persilangan Shih-Tzu berumur 1 tahun, dengan berat badan 5,8 kg berjenis kelamin jantan, didiagnosis menderita hernia umbilikalis yang didalamnya terdapat lemak. Anjing ditangani dengan tindakan pembedahan untuk mengembalikan isi hernia kedalam rongga abdomen. Premedikasi yang digunakan yaitu atropine sulfate secara subkutan dan anestesi yang digunakan yaitu kombinasi ketamine dan xylazine secara intravena dan anestesi inhalasi sebagai pemelihara anestesi. Anjing diinsisi pada kulit searah dengan garis tubuh (horizontal). Perawatan pascaoperasi dengan pemberian antibiotik cefotaxime 500 mg tablet selama 5 hari dengan jumlah pemberian 2 kali perhari ¼ tablet, pemberian analgesik asam mefenamat 500mg dengan jumlah pemberian 2 kali ¼ tablet diberikan selama 5 hari, dan pengobatan suportif berupa vitamin Livron B-Plex 2 kali ½ tablet selama 5 hari. Pada hari ke-1 sampai hari ke-3 luka daerah sayatan mengalami radang, pada hari ke-7 luka daerah sayatan sudah mengering dan hari ke-10 luka sudah sembuh.

Page 2 of 2 | Total Record : 15