Luh Gde Sri Surya Heryani
Laboratorium Anatomi Dan Embriologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman Denpasar, Bali, Indonesia

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Struktur Histologi dan Histomorfometri Duodenum Babi Landrace Cahyani, Luh Made Maha; Setiasih, Ni Luh Eka; Heryani, Luh Gde Sri Surya
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (4) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1063.538 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur histologi dan histomorfometri duodenum babi landrace. Penelitian dilakukan dengan menggunakan tiga ekor babi landrace berumur 6-7 bulan. Sampel duodenum diambil pada tiga bagian berturut-turut yaitu pars superior, medial dan ascendent duodenum, kemudian organ difiksasi dengan larutan Neutral Buffered Formalin (NBF) 10% yang selanjutnya dibuat preparat histologi dengan pewarnaan Haematoxillin-Eosin (HE). Hasil pengamatan struktur histologi disajikan secara deskriptif kualitatif, sedangkan data histomorfometri disajikan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan, struktur histologi duodenum tersusun atas empat lapisan, yaitu tunika mukosa, submukosa, muskularis dan serosa. Tunika mukosa tersusun oleh lamina mukosa, propria dan muskularis dengan tebal pars superior 694,712 µm, pars medial 597,788 µm dan pars ascendent 640,795 µm. Tunika submukosa terdiri dari kelenjar Brunneri dan jaringan ikat longgar dengan tebal pars superior 1053,026 µm, pars medial 733,941µm dan pars ascendent 708,603 µm. Tunika muskularis tersusun oleh otot polos sirkular di bagian dalam dan longitudinal di bagian luar dengan tebal pars superior 394,902 µm, pars medial 409,656 µm dan pars ascendent 454,229 µm. Tunika serosa merupakan lapisan paling luar dari duodenum dengan tebal pars superior 224,838 µm, pars medial 128,716 µm dan pars ascendent 129,359 µm. Struktur histologi duodenum babi landrace pars superior, medial dan ascendent babi landrace tersusun oleh empat lapisan yang sama dan tebal histomorfometri yang berbeda.
Struktur Histologi dan Histmorfometri Kulit Babi Landrace Apriani, Ni Made Nina; Setiasih, Ni Luh Eka; Heryani, Luh Gde Sri Surya
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (5) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1077.228 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur histologi dan histomorfometri kulit babi landrace. Penelitian ini menggunakan tiga sampel kulit babi landrace dengan umur enam sampai tujuh bulan yang diambil pada regio lumbo dorsalis dan abdominal ventralis masing – masing babi. Sampel diambil dari tempat pemotongan babi daerah Petang, Badung. Pembuatan preparat menggunakan pewarnaan Hematoxylin Eosin (HE) dilakukan di Balai Besar Veteriner Denpasar. Hasil yang diperoleh adalah kulit tersusun atas tiga lapisan yaitu epidermis, dermis dan hipodermis. Lapisan epidermis tersusun atas empat lapisan yaitu stratum basale, spinosum, granulosum, dan corneum. Lapisan dermis babi landrace tersusun atas stratum papilare dan retikulare. Dermis tersusun dari jaringan ikat padat, serabut kolagen, folikel rambut, kelenjar sebasea, kelenjar sudorifera (sweat gland), musculus arector pili dan pembuluh darah. Hipodermis tersusun atas jaringan ikat longgar dan jaringan adiposa serta ditemukan folikel rambut dan kelenjar sudorifera (sweat gland). Ketebalan lapisan epidermis babi landrace regio lumbo dorsalis 108,650 µm dan pada regio abdominal ventralis yaitu 91,136 µm. Rata – rata ketebalan dermis babi landrace regio lumbo dorsalis 3352,885 µm dan pada regio abdominal ventralis 2269,999 µm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan histomorfometri epidermis regio lumbo dorsalis lebih tebal dari regio abdominal ventralis.
Morfometri Usus Besar Kerbau Lumpur (Bubalus bubalis) di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat Yudeska, Citra; Susari, Ni Nyoman Werdi; Suatha, I Ketut; Heryani, Luh Gde Sri Surya
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (4) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.4.631

Abstract

Kerbau lumpur (Bubalus bubalis) merupakan salah satu jenis ternak yang cukup potensial dikembangkan di Pulau Lombok dengan iklim tropis berlahan kering karena kemampuan adaptasinya yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui morfometri usus besar kerbau lumpur di Pulau Lombok, sebagai informasi, pedoman dan acuan untuk penelitian selanjutnya. Metode penelitian dengan penentuan sampel secara acak sederhana. Organ usus besar dipisahkan dan disusun agar memudahkan penentuan batas dari bagian usus. Pengukuran morfometri berupa panjang dan lebar menggunakan pita ukur dengan satuan centimeter (cm) dan pengukuran berat organ dengan timbangan menggunakan satuan kilogram (kg). Sampel yang digunakan adalah lima organ usus besar dari kerbau lumpur dengan kisaran umur 2 hingga 4 tahun di Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Hasil penelitian panjang usus besar kerbau lumpur Lombok adalah ±550,4 cm dan berat bersih usus besar adalah ±1,26 kg. Rata-rata panjang per bagian usus besar berupa; sekum 106,4 cm, kolon 289,4 cm, dan rektum 154,6 cm. Bagian usus besar kerbau lumpur Lombok paling panjang adalah kolon, kemudian rektum dan sekum. Lebar pada tiap bagian bervariasi; lebar sekum 8,82 cm, kolon 4,42 cm, dan rektum 4,36 cm. Bagian usus paling lebar adalah sekum. Usus besar memiliki ukuran yang bervariasi dengan koefisien keragaman antara 5,4-15,04%. Koefisien keragaman panjang usus besar lebih besar dibandingkan dengan nilai koefisien keragaman lebar yang berarti ukuran panjang usus besar lebih bervariasi.
Morfometri Organ Usus Halus Kerbau Lumpur (Bubalus bubalis) di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat Santi, Elysabeth Vanessa Tirta; Susari, Ni Nyoman Werdi; Suatha, I Ketut; Heryani, Luh Gde Sri Surya
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.727

Abstract

Kerbau lumpur merupakan jenis kerbau yang berada di Pulau Lombok, yang kerap dimanfaatkan daging dan tenaganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfometri organ usus halus (duodenum, jejenum, ileum) pada kerbau lumpur di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pengukuran morfometri berupa panjang, lebar, serta berat organ. Sampel penelitian diambil dari lima ekor kerbau lumpur yang berusia antara 2 - 4 tahun. Organ usus halus didapat dari tempat pemotongan hewan Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Organ tersebut kemudian ditentukan batas tiap bagiannya dimulai dari duodenum yang diawali dengan akhir pilorus abomasum, berbentuk memanjang menyerupai kurva C dilanjutkan dengan jejenum dengan bentuk bergelombang yang ditandai dengan adanya arteri mesenterika dan diakhiri dengan ileum dengan bentuk lebih lurus serta tidak terdapat penggantung. Organ diukur panjang dan lebar menggunakan pita ukur bersatuan centimeter (cm), selanjunya mengukur berat menggunakan timbangan digital bersatuan gram (g). Data yang diperoleh dianalisis dengan bantuan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) secara deskriptif kuantitatif. Hasil pengukuran total panjang usus halus kerbau lumpur di Pulau Lombok yaitu 1.084 cm dengan panjang perbagiannya (duodenum, jejenum, dan ileum) berturut-turut yaitu 109 cm; 791,4 cm; 184,4 cm dan lebar berturut-turut yaitu 2,7 cm; 3,18 cm; dan 3,24 cm dengan rata-rata berat 3,04 kg sehingga jejenum merupakan bagian usus halus terpanjang. Nilai koefisien keragaman panjang dan lebar usus halus berkisar antara 2,53%-18,85% dimana koefisien keragaman lebar lebih besar dibandingkan koefisien keragaman panjang yang menandakan ukuran lebar usus halus lebih bervariasi.
Morfometri Organ Testis dan Epididimis Kerbau Lumpur (Bubalus bubalis) Asal Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat Wardana, Raden Roro Allamanda Ardia; Susari, Ni Nyoman Werdi; Heryani, Luh Gde Sri Surya
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (4) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.4.566

Abstract

Pentingnya peranan kerbau lumpur di Nusa Tenggara Barat menyebabkan keberadaan kerbau lumpur harus ditingkatkan melalui program inseminasi buatan. Organ testis dan epididimis memiliki peranan penting dalam memproduksi spermatozoa yang membantu proses fertilisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfometri organ testis dan epididimis kerbau lumpur. Penelitian ini menggunakan lima sampel organ testis dan epididimis kerbau lumpur asal Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Organ testis diukur panjang, lingkar, bobot, dan volume sedangkan epididimis diukur panjang dan lingkar. Panjang dan lingkar organ diukur dengan pita ukur (cm), bobot organ ditimbang dengan timbangan digital (g), dan volume organ diukur dengan gelas ukur (cm3). Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil pengukuran testis kiri dan kanan meliputi panjang, lingkar, bobot, dan volume secara berturut-turut yaitu 10,06±3,93 cm; 9,89±4,04 cm; 8,07±1,23 cm; 7,88±1,43 cm; 67,4±8,14 g; 67,19±7,94 g; dan 61±11,4 cm3; 58,4±10,52 cm3 sedangkan panjang dan lingkar organ epididimis kiri dan kanan berturut-turut yaitu 13,29±4,17 cm; 13,21±4,21 cm; 3,30±0,53 cm; dan 3,11±0,50 cm. Ukuran rata-rata morfometri organ testis dan epididimis kerbau lumpur baik kiri maupun kanan tidak terdapat perbedaan yang signifikan.
Morfometri Panjang dan Lingkar Organ Penis dan Skrotum Kerbau Lumpur Asal Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat Paramitha, Ni Putu Dyah Giana; Susari, Ni Nyoman Werdi; Heryani, Luh Gde Sri Surya
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (4) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.4.613

Abstract

Keadaan patologis organ reproduksi dapat menyebabkan terjadinya perubahan bentuk dan ukuran pada organ reproduksi. Penis dan skrotum merupakan organ penting dari sistem reproduksi jantan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfometri penis dan skrotum pada kerbau lumpur jantan sehingga dapat menjadi acuan dalam studi reproduksi dan penanganan keadaan patologis pada organ reproduksi kerbau lumpur. Penelitian ini menggunakan lima sampel organ penis dan skrotum kerbau lumpur jantan dewasa berumur diatas dua tahun yang berasal dari Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Data kuantitatif diambil dengan cara melakukan pengukuran lingkar dan panjang penis dan skrotum dengan menggunakan pita ukur bersatuan centimeter (cm). Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk mencari rataan, standar deviasi dan koefisien keragaman. Hasil penelitian panjang dan lingkar penis yaitu 32,2±7,94 cm dan 7,80±1,11 cm, dengan koefisien keragaman 21,66% dan 14,23%. Sedangkan panjang dan lingkar skrotum yaitu 16,0±1,58 cm dan 28,6±3,20 cm, dengan koefisien keragaman 7,87% dan 11,19%. Terdapat variasi panjang dan lingkar penis dan skrotum pada kerbau lumpur.
PELAYANAN KESEHATAN HEWAN PADA SAPI BALI DI DESA SUSUT, KECAMATAN SUSUT, KABUPATEN BANGLI. Luh Made Sudimantini; I Wayan Nico Fajar Gunawan; i Wayan Wirata; Luh Gde Sri Surya Heryani
Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 2 (2020): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.901 KB)

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang kesehatan hewan ternak, manajemen pemeliharaan ternak serta penanggulangan penyakit pada hewan ternak sehingga dapat meningkatkan dan menekan angka kerugian ekonomi peternak sapi Bali dan dapat meningkatkan swasembada daging sapi di Desa Susut, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam bentuk pelayanan kesehatan dengan pengumpulan ternak sapi pada suatu tempat berupa pemberian vitamin, obat cacing dan spraying terhadap ternak yang sehat dan melakukan pengobatan terhadap ternak yang sakit, serta diskusi dengan peternak tentang arti penting memelihara kesehatan ternak. Sasaran kegiatan pengabdian berupa diskusi dengan peternak sapi dan pelayanan kesehatan ternak sapi bali di Simantri 268, Gapoktan Merta Shanti Desa Susut, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Jumlah hewan sapi yang dilayani pada pelaksanaan ini sebanyak 24 ekor sapi. Pelayanan kesehatan hewan ternak berupa pemberian vitamin (24 ekor), obat cacing (20 ekor), spraying butox (24 ekor) serta pemberian injeksi ivomec (2 ekor) bagi hewan yang mengalami gatal-gatal pada kulit.
UPAYA PENINGKATAN POPULASI TERNAK SAPI DENGAN LAYANAN KESEHATAN DAN PENYULUHAN N.L.E. Setiasih; L.G.S.S. Heryani; P. Suastika; D.N.D.I. Laksmi; I.M. Dharmika
Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 1 (2021): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2176.082 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2021.v20.i01.p08

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah menunjang peningkatan populasi ternak sapi bali di Desa Belok Sidan Kabupaten Badung melalui pelayanan kesehatan. Daerah ini dipilih karena merupakan salah satu sentra pengembangan ternak sapi bali yang sangat potensial di Kabupaten Badung. Program pengabdian ini merupakan program lanjutan yang telah dilakukan sebelumnya, sehingga program pemerintah untuk merealisasikan swasembada daging sapi nasional segera dapat terealisasi. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan memberikan pelayanan kesehatan dan disertai dengan penyuluhan tata cara menjaga kesehatan ternak yang baik. Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi: spraying, pemberian obat cacing, vitamin, antibiotik, dan pemeriksaan kebuntingan di dusun Bon, Desa Belok/Sidan. Jumlah peternak yang berhasil disasar sebanyak 49 orang, masing-masing 24 ekor jantan dan 98 ekor betina Pelayanan kesehatan ini berhasil dilakukan dan mendapat respon sangat baik dari peternak di Desa Belok/Sidan. Masyarakat petani peternak menginginkan kegiatan tersebut dilakukan secara rutin setiap tahunnya.
PROFIL BIBIT SAPI BALI YANG TERSERTIFIKASI DI PUSAT PEMBIBITAN SAPI BALI UNGGUL (PPSBU) GEROKGAK KABUPATEN BULELENG N. K. Suwiti; I. N. Suartha; N. W.T. Inggriati; I. N.K. Besung; L.G. S.S. Heryani; N. L.P. Sriyani
Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 4 (2021): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.126 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2021.v20.i04.p04

Abstract

Gerokgak District, Buleleng Regency, Bali has been designated by the Directorate General of Livestock, Ministry of Agriculture as the Center for Superior Bali Cattle Breeding (PPSBU). The total population of cattle in Buleleng Regency is 121,000 heads, and 42,000 heads are in Gerokgak District. The average community raises 3-4 Bali cattle per family. The quality of the cattle is unknown, so it is necessary to carry out certification through the bali cattle seed and Lembaga Sertifikasi Produk (Ls-Pro), Directorate General of Livestock, Ministry of Agriculture. The activity began with measuring 50 bali cattle at the Gerokgak PPSBU, and grouped them into grades. Bali cattle, which are grade I, were subjected to a PCR test for Jembrana disease as a requirement for filing for certification. The results of the activity showed that 56% of bali cattle were grouped into grade I, 30% grade II and 14% grade III. Ten heads (20%) of bali cattle breeds at PPSBU Gerokgak were submitted for certification.
Paparan Formalin Menghambat Proses Spermatogenesis pada Mencit Luh Gde Sri Surya Heryani; Ni Nyoman Werdi Susari; I Made Kardena; Desak Nyoman Dewi Indira Laksmi
Jurnal Veteriner Vol 12, No 3 (2011)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.505 KB)

Abstract

Formaldehyde is one of the exogenous free radicals. During formaldehyde exposure, there will be morefree radical or reactive oxygen compound formed through electron transport chain. Excessive reactiveoxygen compound triggers the process of lipid peroxide reaction in the membrane of spermatozoa cell. Theaims of this study were to find out that formaldehyde exposure caused abnormalities in the number of thenumber of spermatogonium type A, spermatogonium type Pachytene, 7th spermatid and 16th spermatid inspermatogenesis process.This study was experimentally and randomly pretested-posttested- with controlgroup design. The samples of this study were adult male mice strain Balb-C (age 2-3 months) with thefollowing criteria: body weight between 22-25 grams and healthy. Randomly, 48 mice were divided intothree groups, were control group, the first treatment group and the second treatment group. Prior to thetreatment, were taken a half from each group for the pre-test, by preparing microscopic preparation testicleand examination was performed to the total spermatogenic cells. The rests of the mice were used as posttestexamination after 35 days treatment. On the 36th day, all the rest mice were necropsied for microscopictesticle preparation. The result of this study showed that the formaldehyde exposure caused significantlydecrease in the number of spermatogenic cells (p<0,05), the average of type A spermatogonium cells atcontrol group, 1st treatment group and 2nd treatment group were 39,90±0,51; 20,42±0,72; 15,65±0,88respectively; spermatogonium type Pachytene were 48,47±1,28; 32,60±3,06; 23,14±3,16 respectively; 7thspermatid were 97,47±5,28; 39,98±4,28; 30,36±2,96 respectively and16th spermatid were 73,08±4,05;21,70±1,70; 16,38±1 respectively.It can be concluded that the formaldehyde exposure decreased the amountof spermatogenic cells. The result of this study is expected to be used as the baseline for further study inorder to measure formaldehyde content as a free radical in testicle .