cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 9 (3) 2020" : 17 Documents clear
Laporan Kasus: Glaukoma pada Mata Kiri Anjing Cihuahua Nggaba, Erlin; Widyastuti, Sri Kayati; Soma, I Gede
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (3) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.3.370

Abstract

Glaukoma merupakan kondisi tekanan intraokular (intraocular pressure/IOP) mengalami peningkatan karena obstruksinya sirkulasi aqueous humor. Hewan kasus adalah anjing ras Cihuahua dengan jenis kelamin betina, berumur enam tahun dengan berat badan 1,9 kg dan rambut berwarna coklat muda. Pemilik melihat hewan kasus mengalami kekurusan, mata kiri berair (hiperlakrimasi), kemerahan, bengkak, dan keruh/memutih. Hewan sempat diberikan terapi berupa injeksi antibiotik (penicilline-streptomicine) dan antiinflamasi (dexamethason), serta obat topikal berupa erlamycetin. Pascapengobatan dengan obat topikal selama tiga hari dengan pemberian dua kali sehari, hewan kasus tidak kunjung membaik, bahkan semakin parah. Pemilik memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan. Pada pemeriksaan klinis teramati mata kiri mengalami exophthalmos, vaskularisasi pada sklera, terdapat refleks kedipan tetapi palpebrae tidak dapat menutupi mata secara sempurna saat berkedip, kekeruhan (opaque) menyeluruh pada kornea, bentuk kornea lebih cembung/menajam, tidak ada refleks pupil terhadap cahaya, tidak berespons terhadap manace test. Hasil IOP test sebesar 40 mmHg. Berdasarkan data tersebut, anjing kasus didiagnosis menderita glaukoma dengan prognosis buruk. Pengobatan dilakukan dengan pemberian brinzolamide 1% tetes mata dan timolol maleate 0,25% tetes mata sebanyak satu tetes dua kali sehari selama dua minggu. Setelah dua minggu pascapengobatan, tidak terjadi perubahan yang berarti pada tanda klinis mata hewan kasus. Hasil IOP test pada mata kiri mengalami penurunan menjadi 30 mmHg.
Perubahan Histopatologi Ginjal Ayam Kampung yang Diberikan Jamu Daun Ashitaba dan Divaksin Penyakit Tetelo Setyawati, Luh Gede; Sudira, I Wayan; Berata, I Ketut; Merdana, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (3) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.3.456

Abstract

Tanaman ashitaba (Angelica keiskei) adalah tanaman asli Jepang yang telah dikembangkan di Indonesia, sebagai tanaman herbal dan imunostimulator. Penelitian dilakukan untuk mengetahui efek pemberian jamu daun ashitaba terhadap gambaran histopatologi ginjal ayam kampung (Gallus gallus domesticus) yang divaksinasi Newcastle Disease (ND) menggunakan rancangan acak lengkap, terdiri dari lima perlakuan yaitu tanpa ashitaba sebagai kontrol, ashitaba dengan dosis 250; 500; 1000, dan 2000 mg/100 mL per oral selama 14 hari. Setiap perlakuan diulang lima kali, sehingga ada 25 ekor ayam untuk diteliti. Hari ke-21, semua kelompok ayam divaksinasi Newcastle Disease. Hari ke-28, ginjal diambil untuk melihat perubahan struktur histopatologi. Variabel yang diamati meliputi kongesti, pendarahan dan nekrosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa histopatologi ginjal ayam kampung berbeda nyata antara kelompok kontrol negatif dan kontrol positif. Penelitian menunjukkan bahwa jamu daun ashitaba dosis 1000 mg/100 mL/hari memperbaiki struktur histopatologi ginjal ayam kampung yang divaksinasi ND.
Pemberian Asam Format Menurunkan Berat Badan, Tebal Mukosa, dan Diameter Lumen Usus Halus Ayam Kampung Cahyani, Ni Kadek Devi; Adi, Anak Agung Ayu Mirah; Winaya, Ida Bagus Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (3) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.3.338

Abstract

Asam format merupakan asam organik yang sering digunakan sebagai alternatif pengganti antibiotik. Asam format dipilih karena memiliki kelarutan yang baik di dalam air dan memiliki efek bakterisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian asam format dalam air minum terhadap kenaikan bobot badan, tebal membrana mukosa dan diameter lumen usus halus. Penelitian ini menggunakan ayam kampung berumur satu hari (day old chick) sebanyak 18 ekor yang dibagi menjadi tiga perlakuan. Pada perlakuan PO, ayam diberikan air minum dengan pH 7,0 (tanpa asam format), pada P1 ayam diberikan air minum dengan pH 2,5 (mengandung asam format) dan pada P2 ayam diberikan air minum dengan pH 3,5 (mengandung asam format). Masing-masing perlakuan terdiri dari enam ekor ayam sebagai ulangan (n). Setelah diberi perlakuan selama enam minggu, ayam dikorbankan nyawanya kemudian dilakukan nekropsi. Jaringan usus halus diambil dan dibuat preparat histopatologi dengan teknik Hematoksilin Eosin (HE), kemudian diperiksa perubahan histopatologinya. Hasil penelitian menunjukkan pH asam format berpengaruh nyata terhadap bobot badan ayam kampung dan menunjukkan bobot badan dari tinggi ke rendah yaitu PO, P2 dan terendah pada P1. Hasil penelitian juga menunjukkan pH asam format tidak berpengaruh nyata terhadap tebal mukosa duodenum, diameter lumen duodenum dan diameter lumen ileum, namun berpengaruh nyata terhadap tebal mukosa ileum. Simpulannya adalah pH air minum terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan histologi duodenum dan ileum adalah pada pH 7,0
Gambaran Sedimen Urin Gajah Sumatera (Elephas maximus sumateranus) Bali Elephant Camp di Desa Carangsari, Petang, Badung, Bali Maharani, Nisa; Wandia, I Nengah; Dharmawan, Nyoman Sadra
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (3) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.3.417

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sedimen urin gajah sumatera di Bali Elephant Camp. Urin delapan ekor gajah betina dewasa diambil pada pukul 7.00 - 9.00 WITA dengan metode midstream. Metode midstream dapat mencegah bakteri mengontaminasi sampel urin. Pengambilan urin dilakukan lima kali dengan jarak pengambilan sampel selama dua hari. Sedimen diperiksa di bawah mikroskop dan dilaporkan berdasarkan pengamatan Lapang Pandang Kuat (LPK) dan Lapang Pandang Lemah (LPL). Hasil yang diperoleh dari delapan ekor gajah adalah positif eritrosit pada satu gajah (0-1/LPK), leukosit pada tiga gajah (0-2/LPK), sel epitel squamous pada semua gajah, sel transisional pada dua gajah (0-1/LPK), dan mukus pada dua gajah (0-1/LPK). Sedimen urin gajah mengandung kristal dari berbagai jenis. Kristal kalsium karbonat pada tujuh gajah, magnesium ammonium fosfat atau struvit pada satu gajah, kalsium oksalat dihidrat pada enam gajah, kalsium oksalat monohidrat pada empat gajah, dan fosfat amorf pada tiga gajah. Berdasarkan hasil studi dapat disimpulkan bahwa kandungan sedimen urin gajah sumatera bervariasi. Variabilitas sedimen urin, nilai dasar sedimen urin dan pemeriksaan urinalisis rutin dari berbagai tempat konservasi gajah sumatera diperlukan untuk mendapatkan database nilai-nilai sedimen urin normal yang dapat membantu dalam mengidentifikasi status kesehatan ginjal gajah.
Korelasi Prestasi Akademik dengan Nilai Keterikatan Interaksi Manusia-Hewan Menggunakan Pet Attachment and Life Impact Scale Rosaef, Jemimma Pamelasari; Rahmiati, Dwi Utari; Sujatmiko, Budi
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (3) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.3.401

Abstract

Interaksi antara manusia dengan hewan telah terjadi selama puluhan ribu tahun yang lalu. Interaksi manusia dengan hewan memiliki berbagai efek yang positif terhadap manusia, terutama dalam aspek kognitif dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran interaksi manusia dan hewan, hubungan, serta kuatnya hubungan prestasi akademik mahasiswa kedokteran hewan dengan nilai keterikatan interaksi manusia dan hewan menggunakan instrument Pet Attachment and Life Impact Scale (PALS). Subjek dalam penelitian merupakan mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan (PSKH) Universitas Padjadjaran yang memiliki hewan peliharaan dan tinggal bersama atau pernah tinggal bersama hewan peliharaan. Metode penelitian menggunakan teknik survei dengan instrument kuesioner PALS. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil bahwa terdapat Korelasi positif antara prestasi akademik mahasiswa PSKH Unpad dengan nilai keterikatan interaksi manusia dan hewan dengan kekuatan hubungan sebesar r = 0,26 dan p-value = < 0,001. Kuatnya hubungan tersebut menunjukkan bahwa adanya interaksi manusia dan hewan dapat berpengaruh terhadap peningkatan prestasi akademik mahasiswa PSKH Unpad.
Perubahan Histopatologi Ginjal Tikus Putih yang Diberikan Ekstrak Etanol Sarang Semut dan Gentamisin Dosis Toksik Kusuma, Putu Winatha; Sudira, I Wayan; Berata, I Ketut; Merdana, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (3) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.3.466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pemberian gentamisin dosis toksik mempengaruhi struktur histopatologis ginjal dan mengetahui efek sarang semut terhadap ginjal tikus putih. Sampel dalam penelitian sebanyak 24 ekor tikus putih jantan yang terdiri dari empat perlakuan yaitu: kontrol negatif (P0) yang diberikan pakan dan minum. Kontrol positif (P1) yang diberikan gentamisin 100 mg/kgBB secara injeksi. Kelompok (P2) diberikan gentamisin 100 mg/kgBB secara injeksi dan ekstrak sarang semut 250 mg/kgBB secara oral. Kelompok (P3) diberikan tujuh hari ekstrak sarang semut dilanjutkan dengan pemberian gentamisin 100 mg/kgBB secara injeksi, dan sarang semut 250 mg/kgBB. Tikus yang telah diberikan perlakuan, kemudian di ambil organ ginjalnya untuk di buat preparat histopatologi. Kemudian dilanjutkan dengan pewarnaan Hematoxylin-Eosin (HE) dan diperiksa di bawah mikroskop dengan pembesaran 400x. variabel yang diperiksa meliputi degenerasi, kongesti, pendarahan, dan nekrosis. Hasil pemeriksaan menunjukkan hasil kerusakan ginjal berupa degenerasi, kongesti, pendarahan, dan nekrosis. Uji Kruskall-Wallis menunjukan adanya perbedaan yang nyata rerata degenerasi, kongesti, pendarahan, dan nekrosis dari kelompok yang diuji. Kesimpulan penelitian ini adalah gentamisin dosis 100 mg/kgBB dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Sarang semut dosis 250 mg/kgBB dapat mengurangi kerusakan jaringan
Kadar Kadmium, Histopatologi Jantung, dan Ginjal Sapi Bali yang Disembelih di Tempat Pemotongan Hewan Tradisional Astini, Ni Putu Sri Ayu; Berata, I Ketut; Setiasih, Ni Luh Eka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (3) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.3.325

Abstract

Keamanan daging dapat dicapai apabila telah bebas dari cemaran bahan berbahaya, termasuk diantaranya logam berat seperti kadmium (Cd). Beberapa penelitian melaporkan adanya logam berat Cd dalam organ jantung dan ginjal sapi potong. Belum banyak laporan penelitian mengenai kadar Cd dan gambaran histopatologi organ jantung dan ginjal sapi bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar Cd serta gambaran histopatologi organ jantung dan ginjal sapi bali yang dipotong di tempat pemotongan hewan tradisional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah organ jantung dan ginjal dari 10 ekor sapi bali. Sampel masing-masing jaringan dibagi atas dua bagian yaitu sebagian untuk dibuat preparat histopatologi dengan teknik embedded block paraffin dan pewarnaan Hematoxylin-Eosin (HE), sebagian lagi untuk pemeriksaan kadar Cd dengan teknik atomic absorption spectrofotometric (AAS). Hasil pemeriksaan dari 10 sampel menunjukkan terdapat tiga sampel jantung dan enam sampel ginjal yang mengandung logam berat Cd dengan kadar yang bervariasi. Pada jantung ditemukan satu sampel melebihi batas SNI (0,5 ppm), dengan kadar 0,62 ppm. Pada ginjal ditemukan enam sampel melebihi batas SNI yaitu dengan kadar rata-rata 15,24 ppm. Kadar Cd rata-rata dari 10 sampel ginjal (9,14 ppm) lebih tinggi dari pada jantung (0,14 ppm). Perubahan histopatologi yang ditemukan pada jantung yaitu nekrosis dan infiltrasi sel radang yang bersifat fokal, sedangkan pada ginjal ditemukan degenerasi melemak, nekrosis, dan infiltrasi sel radang yang bersifat fokal-multifokal. Simpulannya adalah pada organ jantung dan ginjal ditemukan logam berat kadmium dengan kadar yang membahayakan, di samping organ tersebut mengalami kerusakan.

Page 2 of 2 | Total Record : 17