cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 9 (6) 2020" : 16 Documents clear
Prevalensi dan Faktor Risiko Infeksi Cacing Ascaris suum pada Babi di Dataran Rendah Provinsi Bali Wiweka, Ade Hary; Dwinata, I Made; Suratma, I Nyoman Adi
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (6) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.6.940

Abstract

Cacing Ascaris suum merupakan parasit saluran cerna pada babi yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan berupa kekurusan, diare, penurunan produktivitas ternak dan kerugian ekonomi yang besar. Cacing A. suum bersifat zoonosis. Tujuan penenelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi dan faktor risiko infeksi cacing A. suum pada babi di dataran rendah Provinsi Bali. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 200 sampel feses babi segar yang diambil dari wilayah dataran rendah basah dan rendah kering. Sampel feses diperiksa dengan metode konsentrasi pengapungan menggunakan larutan garam dapur (NaCl) jenuh sebagai larutan pengapung. Hasil penelitian menunjukan prevalensi infeksi cacing A. suum pada babi sebesar 18% yang berasal dari wilayah dataran rendah basah 30% (30/100) dan wilayah dataran rendah kering 6% (6/100). Hasil analisis statistika menunjukkan bahwa faktor risiko umur, kepadatan kandang dan wilayah berpengaruh nyata terhadap prevalensi infeksi cacing A. suum pada babi, sedangkan jenis kelamin, kebersihan kandang dan pengobatan tidak berpengaruh nyata.
Kadar Logam Berat Timbal dan Zat Besi Serta Hubungannya Dalam Darah Kambing yang Dipotong di Kota Denpasar Pangesti, Thiara A.; Berata, I Ketut; Arjana, Anak Agung Gde
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (6) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.6.879

Abstract

Daging kambing merupakan sumber protein hewani yang penting untuk diperhatikan guna menjamin keamanan konsumen. Peternakan kambing yang tercemar logam berat Pb dapat menurunkan kadar Fe dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya cemaran logam berat timbal (plumbum/Pb) dan unsur zat besi (Ferrum/Fe) dalam darah kambing yang dipotong di Kota Denpasar. Dalam penelitian ini digunakan 20 sampel darah kambing yang diambil di rumah pemotongan kambing di Kota Denpasar. Darah kambing yang diambil pada proses penyembelihan dimasukkan ke dalam vacuum tube dengan Ethylenediaminetetraacetic acid (EDTA) yang kemudian diperiksa kadar logam berat Pb dan unsur Fe di Laboratorium Analitik Universitas Udayana. Pemeriksaan kadar logam berat Pb dan unsur Fe digunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometric (AAS). Hasil uji menunjukkan bahwa 12 dari 20 sampel positif mengandung logam berat Pb dengan rerata 0,098 dan rerata kadar Fe 34,389±8,447 ppm . Kadar Fe pada sampel yang negatif Pb adalah 37.622 ± 3.697 ppm. Uji sidik ragam menunjukkan bahwa kadar Fe tidak ada perbedaan signifikan antara sampel positif dan negatif mengandung logam berat Pb. Hasil analisis korelasi juga menunjukkan tidak ada korelasi antara kadar logam berat Pb terhadap kadar Fe. Simpulannya adalah masih terdapat darah kambing yang tercemar logam berat Pb yaitu 12 dari 20 kambing yang diperiksa. Tidak terdapat perbedaan signifikan antara kadar Fe darah sampel yang negatif dan positif mengandung logam berat Pb.
Kajian Pustaka: Resistensi Escherichia coli Terhadap Berbagai Macam Antibotik pada Hewan dan Manusia Nurjanah, Gina Siti; Cahyadi, Adi Imam; Windria, Sarasati
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (6) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.6.970

Abstract

Resistensi antibiotik merupakan salah satu permasalahan yang cukup serius dalam dunia kesehatan. Terjadinya resistensi bakteri terhadap antibiotik menyebabkan pengobatan penyakit akibat infeksi tidak lagi efisien karena turun atau hilangnya efektivitas obat. Salah satu bakteri yang banyak resisten terhadap antibiotik adalah Escherichia coli. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui resistensi E. coli terhadap berbagai macam antibiotik pada hewan dan manusia serta mengetahui mekanisme resistensi E. coli terhadap antibiotik. Berdasarkan kajian ini diperoleh data bahwa E. coli banyak ditemukan telah resisten terhadap antibiotik golongan ?-lactam. Namun, beberapa antibiotik yang cukup sensitif terhadap E. coli yaitu kloramfenikol dan ciprofloksasin. Mekanisme resistensi pada E. coli terdapat empat mekanisme antara lain yaitu ?-lactamase (ESBL, Carbapenemase, dan AmpC), modifikasi target, efflux pumps, dan purin loss.
Kajian Pustaka: Faktor-Faktor Virulensi Staphylococcus aureus yang Berperan Penting dalam Kejadian Mastitis pada Sapi Perah Larasati, Savira Azhari; Windria, Sarasati; Cahyadi, Adi Imam
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (6) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.6.984

Abstract

Staphylococcus aureus memiliki kepentingan di dunia kedokteran hewan sebagai agen penyebab mastitis pada sapi perah. Bakteri S. aureus dapat menghasilkan bermacam faktor virulensi yang dapat membantu patogen ini dalam setiap tahap proses patogenesis mastitis, dimulai dari perlekatan S. aureus ke sel ambing hingga menimbulkan kerusakan yang menyebar ke jaringan ambing. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur yang dilakukan dengan mengumpulkan dan menelaah berbagai artikel ilmiah yang terkait dengan topik penelitian ini melalui mesin pencari Google Scholar (https://scholar.google.co.id). Penelitian ini bertujuan untuk mengulas karakteristik beberapa faktor virulensi S. aureus yang sering dilaporkan berperan dalam kejadian mastitis pada sapi perah. Faktor virulensi tersebut antara lain yaitu biofilm, clumping factor, fibronectin binding protein, hemolisin, koagulase, Panton-Valentine leukocidin, kapsul, dan superantigen seperti toksin toxic shock syndrome (TSST), serta enterotoksin (SE). Kombinasi produksi faktor virulensi oleh S. aureus dianggap dapat meningkatkan derajat keparahan mastitis.
Perubahan Histopatologi Ginjal Tikus Putih Setelah 21 Hari Mengkonsumsi Ragi Tape Darmayanti, Mahda Dwi; Samsuri, Samsuri; Setiasih, Ni Luh Eka; Berata, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (6) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.6.889

Abstract

Ragi tape digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai alternatif kontrasepsi alami untuk hewan kesayangannya. Data mengenai keamanan pemberian ragi tape sebagai alternatif kontrasepsi alami untuk hewan masih sangat sedikit dipublikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ragi tape terhadap gambaran perubahan histopatologi ginjal tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini menggunakan 24 ekor tikus putih dibagi secara acak menjadi empat perlakuan; P1, P2, P3 dan kontrol P0. Perlakuan 1, 2, dan 3 diberikan pakan yang dicampur ragi tape dengan dosis bertingkat 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB, dan 300 mg/kgBB, sedangkan kontrol (P0) diberikan pakan dan minum. Perlakuan diberikan dua kali sehari selama 21 hari. Tikus putih dikorbankan nyawanya dengan cara dieutanasia dan dinekropsi pada hari ke-22 untuk pengambilan sampel organ ginjal. Jaringan ginjal diproses untuk pembuatan preparat histopatologi dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE). Preparat diamati di bawah mikroskop cahaya dengan pembesaran 400 kali pada lima lapang pandang dan dilakukan skoring jika terdapat degenerasi melemak, kongesti, nekrosis, dan infiltrasi sel radang. Data perubahan histopatologi dianalisis dengan uji Kruskal Wallis dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan degenerasi melemak, kongesti, nekrosis, dan infiltrasi sel radang pada semua ginjal tikus-tikus perlakuan yang diberikan ragi tape dan dan perubahan tersebut berbeda nyata dibandingkan kontrol. Perlakuan dengan perubahan histopatologi tertinggi adalah P3 dengan nilai rerata infiltrasi sel radang, degenerasi melemak, dan kongesti yang sama yaitu 2,00 ± 0,000 dan rerata nekrosis 2,50 ± 0,548. Simpulan yang didapatkan adalah pemberian tambahan ragi tape pada pakan tikus dapat merusak ginjal dan menyebabkan perubahan gambaran histopatologi ginjal tikus putih.
Prevalensi dan Faktor Risiko Infeksi Koksidia pada Babi di Wilayah Dataran Tinggi di Provinsi Bali Pratiwi, Dede Ayu; Suratma, I Nyoman Adi; Dwinata, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (6) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.6.900

Abstract

Koksidia merupakan protozoa gastrointestinal yang umum menginfeksi babi. Infeksi dari koksidia disebut koksidiosis. Dampak yang ditimbulkan dari penyakit ini bagi ternak babi muda di antaranya diare dengan feses encer berwarna kuning, kekurusan, pertumbuhan lambat bahkan pada kasus berat dapat mengakibatkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevalensi infeksi dan faktor risiko infeksi koksidia pada babi di wilayah dataran tinggi Provinsi Bali. Sampel penelitian yang digunakan adalah 200 sampel feses babi dan diperiksa dengan metode apung menggunakan larutan NaCl jenuh. Identifikasi ookista koksidia berdasarkan morfologi. Data yang diperoleh disajikan secara deskriptif dan faktor risiko berupa jenis kelamin, umur, manajemen pemeliharaan dan wilayah dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil penelitian didapatkan bahwa prevalensi infeksi koksidia pada babi di wilayah dataran tinggi di Bali sebesar 46,5% yang terdiri dari wilayah dataran tinggi basah di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan adalah (49,0%) dan wilayah dataran tinggi kering di Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem (44,0%). Faktor risiko jenis kelamin, umur, manajemen pemeliharaan dan wilayah tidak berhubungan dengan prevalensi infeksi koksidia.

Page 2 of 2 | Total Record : 16