cover
Contact Name
Noor Miyono
Contact Email
noormiyono@upgris.ac.id
Phone
+6282137144335
Journal Mail Official
jmp@upgris.ac.id
Editorial Address
Jl. Lingga Raya, Dr. Cipto, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP)
ISSN : 22523057     EISSN : 26543508     DOI : https://doi.org/10.26877
Core Subject : Education, Social,
urnal Manajemen Pendidikan (JMP). Published 3 times a year in April, August and December contains scientific papers on research and education management theory studies Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) published by Prodi Management Education PPs University PGRI Semarang. The editor receives donations of writing that have never been published in other print media. Please read these guidelines carefully. Authors who want to submit their manuscript to the editorial office of Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) should obey the writing guidelines. If the manuscript submitted is not appropriate with the guidelines or written in a different format, it will BE REJECTED by the editors before further reviewed. The editors will only accept the manuscripts which meet the assigned format.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2012): Agustus" : 16 Documents clear
MODEL IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN KOTA SEMARANG PADA ERA OTONOMI DAERAH PPs Universitas Negeri Semarang, Muhdi
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 1, No 2 (2012): Agustus
Publisher : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Local autonomy in the education sector has been implemented for more than ten years; however, the results have not been satisfactory yet and have even created various problems, including in Semarang City. The objective of this research is to obtain the implementation model of the educational policy of Semarang City in the local autonomy era. This research uses the research and development approach. The research results show that the appropriate implementation model of the educational policy of Semarang City in the local autonomy era is the one which applies the interactive and participative principles, management functions and good governance. The decision making and the accomplishment of the educational policy should be done through the interactions among the decision makers, the decision implementers and the decision users so that all parties can give inputs and evaluation. The implementation of the policy is accomplished by applying the management functions especially organizing, actuating and controlling as well as applying the principle of good governance, i.e. transparency, accountability, fairness and responsiveness.Abstrak. Otonomi daerah bidang pendidikan telah lebih sepuluh tahun dilaksanakan; namun hasilnya belum menggembirakan, bahkan memunculkan berbagai masalah baru, termasuk di kota Semarang. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan model implementasi kebijakan pendidikan kota Semarang pada era otonomi daerah. Pendekatan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan. Hasil penelitian ini adalah:  bahwa model implementasi kebijakan pendidikan kota Semarang pada era otonomi daerah yang sesuai adalah model implementasi kebijakan pendidikan yang menerapkan prinsip interaktif, partisipatif, fungsi manajemen dan good governance. Penetapan kebijakan pelaksana dilakukan dengan  interaksi antara penentu kebijakan, pelaksana kebijakan dan pengguna kebijakan, sehingga para pihak dapat memberikan masukan dan evaluasi. Pelaksanaan kebijakan dilakukan dengan  menerapkan fungsi manajemen khususnya organizing, actuating, controlling, dan menerapkan prinsip good goverenance yaitu transparansi, akuntabilitas, fairnes dan responsivitas.Key words: Interactive, participative, management, good goverenance.
URGENSI REFORMASI MANAJEMEN GURU DI ERA OTONOMI DAERAH Program Pascasarjana MP IKIP PGRI Semarang, Nurkolis
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 1, No 2 (2012): Agustus
Publisher : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Teacher is one important factors that influent education quality in general and especially student achievement. The quality of education can be realized if the teachers are qualified. To make qualified teacher, we need effective teacher management starting from recruitment, deployment, induction, good remuneration, and career development of the teacher.The method of analysis by comparing teacher management which has been implemented so far with the ideal one. By doing that comparison, we found the differences and the recommendation of solution.In fact teacher management in Indonesia was not effective from time to time. Teacher management was influenced by local politics and frequently politiced by local government. Teacher management was not managed participatively, transparently, and accountable. Its need to make fundamental reform in teacher management which is started from constitution and government regulation reform. Abstrak: Guru adalah salah satu faktor yang sangat penting yang mempengaruhi kualitas pendidikan secara umum dan secara khusus prestasi peserta didik. Pendidikan yang berkualitas hanya akan dapat diwujudkan jika tersedia guru yang berkualitas. Untuk mewujudkan guru yang berkualitas diperlukan manajemen guru yang efektif mulai dari pengangkatan, penempatan, induksi, kesejahteraan, dan pengembangan profesi guru.Metode analisis dilakukan dengan membandingkan manajemen guru yang telah dilakukan selama ini dengan manajemen guru yang ideal. Dengan demikian dapat diketahui perbedaannya yang selanjutnya diberikan saran-saran pemecahannya.Kenyataannya manajemen guru di Indonesia dari waktu-kewaktu semakin tidak efektif. Manajemen guru banyak dipengaruhi oleh politik lokal dan sering dipolitisasi oleh penguasa. Manajemen guru belum dilaksanakan secara partisipatif, transparan, dan akuntabel. Oleh karena itu diperlukan perubahan yang mendasar dalam manajemen guru yang dimulai dari perubahan undang-undang dan peraturan pemerintah.Key words: manajemen guru, rekrutmen, induksi, kesejahteraan, dan pengembangan profesi.
PENGEMBANGAN MODEL PENYELENGGARAAN AKREDITASI SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KOTA SEMARANG PPs Universitas Negeri Semarang, Soedjono
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 1, No 2 (2012): Agustus
Publisher : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. The purpose of this study is to develop a model of accreditation implementation, by: (1) describing and analyzing the factual model of high school accreditation implementation that includes (a) schools’ preparation in carrying out the accreditation; (b) the mechanism of implementation of school accreditation, and (c) follow- up of  the results of school accreditation, (2) generating a design of hypothetical model of high school accreditation that can inherently develop school administrators’ internal commitment, describe the results of school performance as a whole, and can also be used as a reference in school development; and (3) creating the final model of high school accreditation that can inherently develop school administrators’ internal commitment, describe the results of school performance as a whole, and can also be used as a reference in school development. This research is carried out by employing the procedural model development method by modifying the design of research and development (Educational Research & Development). The result obtained is the final model of school accreditation implementation in high school, which can inherently develop school administrators’ internal commitment, describe the results of school performance as a whole, and can also be used as a reference in school development. Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model penyelenggaraan akreditasi, dengan: (1) mendeskripsikan dan menganalisis model faktual penyelenggaraan akreditasi sekolah menengah atas yang mencakup: (a) persiapan sekolah dalam menyelenggarakan akreditasi; (b) mekanisme pelaksanaan akreditasi sekolah; dan (c) tindak lanjut hasil akreditasi sekolah; (2) menghasilkan desain model hipotetik penyelenggaraan akreditasi di sekolah menengah atas yang dapat mengembangkan komitmen internal secara inheren pengelola sekolah, menggambarkan hasil kinerja sekolah secara utuh, sekaligus dapat dijadikan acuan dalam pembinaan sekolah; dan (3) menghasilkan model final penyelenggaraan akreditasi sekolah di sekolah menengah atas yang dapat mengembangkan komitmen internal secara inheren pengelola sekolah, menggambarkan hasil kinerja sekolah secara utuh, sekaligus dapat dijadikan acuan dalam pembinaan sekolah. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode pengembangan model prosedural dengan memodifikasi desain penelitian dan pengembangan (Educational Research & Development). Hasil yang diperoleh adalah model final penyelenggaraan akreditasi sekolah di sekolah menengah atas, yang dapat mengembangkan komitmen internal secara inheren pengelola sekolah, menggambarkan hasil kinerja sekolah secara utuh, sekaligus dapat dijadikan acuan dalam pembinaan sekolah. Keywords: organization of school accreditation, preparation, implementation, and accre- ditation follow-up.
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KOMPENSASI, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP DISIPLIN KERJA GURU SD DI KECAMATAN TENGARAN KABUPATEN SEMARANG Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana IKIP PGRI Semarang, Maryadi
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 1, No 2 (2012): Agustus
Publisher : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. The objective of this research are to evaluate the significant effect of organization culture, compensation, and work satisfaction togather to work disciplin of elementery teacher in Sub District Tengaran in Semarang District. This reseach use kuantitative approach. Population of this research are elemantary teachers in Sub District Tengaran in District Semarang consist of 210 teachers and sample of 30 teachers. The analysis use doble regression. The research results are: (1) there is significant possitive effect of organization culture to teachers discipline, (2) there is significant possitive effect of compensation to teacher discipline, (3) there is significant possitive effect of work satisfaction to teacher disciplin, and (4) there is possitive and significan effect togather of orgazation culture, compensation, and work satisfaction to discipline.Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh yang signifikan dari budaya organisasi, kompensasi, dan kepuasan kerja secara bersama-sama terhadap disiplin kerja guru SD di Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang. Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah guru SD di Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang yang jumlahnya 210 orang dengan sampel 30 guru. Analisis dengan teknik regresi berganda. Hasil penelitian yaitu: (1) ada pengaruh positif yang signifikan budaya organisasi terhadap kedisiplinan guru; (2) ada pengaruh positif yang signifikan kompensasi terhadap kedisiplinan guru; (3) ada pengaruh positif yang signifikan kepuasan kerja terhadap kedisiplinan guru. dan (4) ada pengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama budaya organisasi, kompensasi, dan kepuasan kerja terhadap kedisiplinan.Key words: organization culture, compensation, work satisfaction, and work discipline.
KINERJA GURU YANG TELAH LULUS SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo, Soebagyo Brotosedjati
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 1, No 2 (2012): Agustus
Publisher : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Performance of Teachers Who Have Passed the Teacher’s Certification in Functional. This study aims to obtain and examine the existence of differences in teacher performance after obtaining a certificate of educators in Central Java. The method of this study combines the quantitative and qualitative research methods with a model of naturalistic and phenomenological approach. Data obtained from 1.540 respondents from 20 different schools range from TK/RA (kindergartens) to public or private SMA/SMK (high schools or vocational high schools). Conclusion (1) Certification has been improving the welfare, dignity, discipline and pedagogical competence of the teachers, (2) Certification through PLPG have a higher capacity than through the PSPL and PSPF, and (3) there is a significant relationship between the high age and educational level with the proportion of certification completion.   Abstrak: Kinerja Guru yang Telah Lulus Sertifikasi Guru dalam Jabatan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran dan menguji ada tidaknya perbedaan kinerja guru setelah memperoleh sertifikat pendidik di Jawa Tengah. Metode Penelitian ini menggabungkan metode penelitian kuantitatif dan kwalitatif dengan model naturalistik dan pendekatan fenomenologis. Data diperoleh dari 1.540 responden berasal dari 20 jenis sekolah TK/RA sampai SMA/SMK Negeri maupun swasta. Simpulan (1) Sertifikasi telah meningkatkan kesejahteraan, martabat, kedisiplinan dan kompetensi pedagogis, (2) Sertifikasi melalui PLPG mempunyai kemampuan lebih tinggi dibanding dengan melalui PSPL dan PSPF, dan (3) ada hubungan yang signifikan antara Strata Pendidikan dan usia yang tinggi dengan proporsi kelulusan sertifikasi.   Keywords: performance, teacher, certification.
PEMBINAAN KEPALA SEKOLAH MELALUI PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH BERDAMPAK PADA PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU, MINAT DAN KREATIFITAS, SERTA PRESTASI BELAJAR SISWA Dinas Pendidikan Kota Semarang, SMA Negeri 8 Semarang, Kastri Wahyuni
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 1, No 2 (2012): Agustus
Publisher : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Academic supervision results in 2010 of the teachers shows that teachers have teaching preparation of 58.68%, and profile of teachers with good performance is 47.50%. This occurs since teachers attention only to the subject matter, and less to students. The results show that the first cycle of academic supervision for class XI a biology teachers for class XI IA 1 = 87, for class XI IA2 = 85, for class IX IA3 = 80, test results of students learning, for class XI IA1 average value class = 83, exhaustiveness learn = 95%; for class XI IA2 average value class = 73, exhaustiveness learn= 73%; for class XI IA 3 average value class = 80, exhaustiveness learn = 76%. The results in an increase in cycle 2 shows the results for the academic supervision of a biology teacher in class XI IA 1 = 100, teachers in class XI IA 2 = 95 teachers in class XI IA 3 = 90, test results of students class XI IA I average value class = 85, exhaustiveness learn = 100%, the test results of students class XI IA2 average value class = 75, exhaustiveness learn = 85, test results of students class XI IA 3 average value = 83, exhaustiveness learn = 87 . Concluded that through coaching principals to teachers lesson plans,increasing teachers ability to prepare lesson plans, able to organize a class to be consistent, with an active discussion of creative students who have an impact on teachers ability to increase the interest, creativity, and student achievement.Abstrak. Hasil Supervisi Akademik pada tahun 2010 terhadap para gurumenunjukan bahwa guru memiliki perangkat mengajar dengan 58,68%, dan pada proses pembelajaran di kelas prosentase profil kinerja guru yang baik 47,50%.Hal ini terjadi oleh perhatian guru hanya pada materi pelajaran, dan kurang memberdayakan siswa. Hasil penelitian siklus 1 menunjukkan bahwa nilai supervisi akademik untuk guru biologi kelas XI IA 1 = 87, guru biologi kelas IX IA2 = 85 dan guru biologi kelas IX IA 3 = 80, tes hasil belajar siswa, untuk kelas XI IA1 nilai rata-rata kelas = 83, ketuntasan belajar = 95%; untuk Kelas XI IA 2 nilai rata-ratakelas = 73, ketuntasan belajar = 73%; untuk kelas XI IA 3 nilai rata-rata kelas =80, ketuntasan belajar = 76%. Hasil penelitian pada siklus 2 menunjukkan terjadi kenaikan hasil supervisi akademik untuk guru biologi pada kelas XI IA 1 = 100, untuk guru pada kelas XI IA 2 = 95 guru pada kelas XI IA 3 = 90, tes hasil belajar siswa kelas XI IA I nilai rata-rata = 85, ketuntasan belajar siswa = 100%, tes hasil belajar siswa kelas XI IA 2 nilai rata-rata = 75, ketuntasan belajar = 85, tes hasil belajar siswa kelas XI IA 3 rata-rata = 83, ketuntasanbelajar siswa = 87. Disimpulkan bahwa melalui pembinaan kepala sekolah terhadap RPP, kemampuan guru menyusun RPP meningkat, mampu mengorganisasikan kelas dengan konsisten, dengan diskusi aktif kreatif siswa yang berdampak pada kemampuan guru meningkatkan minat, kreatifitas, dan prestasi belajar siswa. Key words: Teacher Lesson Plan; Teacher Upgrades; Interests, Creativity and Student Achievement
PENGARUH POLA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN SUASANA KERJA TERHADAP KINERJA GURU FIP IKIP PGRI Semarang, Sudharto
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 1, No 2 (2012): Agustus
Publisher : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. The objectives of the research are to know about the influence of the headmaster’s leadership methode and workingsituation toward teacher’s loyality. The samples are 180 teachers of SMPN in Boyolali Regency. The collecting data uses questionnaire. The data is analized using computer with SPSS programme in 11.5.version. The result shows that including to the teacher perception; (1) there is influence which has significant of the headmaster’s leadership toward teacher’s loyality; (2) there is influence which has significantof working situation toward teacher’s loyality; (3) As collective, there are influence which have significant of headmaster’s leadership methode and working situation toward teacher’s loyality. Working situation has influence bigger than headmaster’s leadership in increasing.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola kepemimpinan kepala sekolah dan suasana kerja terhadap kinerja para guru. Sampel sebanyak 180 guru SMP Negeri di Kabupaten Boyolali.Pengumpulan data menggunakan angket. Data penelitian dianalisis dengan komputer program SPSS Versi 11.5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut persepsi guru: (1) ada pengaruh yang siginifikan pola kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru, (2) ada pengaruh yang signifikan suasana kerja terhadap kinerja guru, (3) secara bersama-sama ada pengaruh yang signifikan pola kepemimpinan kepala sekolah dan suasana kerja terhadap kinerja guru. Suasana kerja mempunyai pengaruh yang lebih besar jika dibandingkan dengan pola kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru SMP Negeri Kabupaten Boyolali.Key words: headmaster’s leadership methode, working situation, and teacher’s loyality.
MANAJEMEN SEKOLAH PENYELENGGARA PENDIDIKAN INKLUSIF: KAJIAN APLIKATIF PENTINGNYA MENGHARGAI KEBERAGAMAN BAGI ANAK-ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS SD Negeri 1 Magelung Kabupaten Kendal, Trimo
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 1, No 2 (2012): Agustus
Publisher : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inclusive education is a system of education that provides opportunities to all learners who have the disorder have the potential of intelligence and special talents to keep learning in educational environments together with the students in general. Based on Permendiknas 70 of 2009 article 4 (1) stated that the district appoint at least one primary, one secondary school in each district and one unit of secondary education for inclusive education are obliged to accept students with special needs. Implementation of inclusive education is done by adapting to the eight national educationstandards, the content standards, processes, competence of graduates, teachers/staff, facilities andinfrastructure, management, financing, and assessment standards. The adaptation process includes the activities of organizing, directing, coordinating, supervising, and evaluating. In providing services for children with special needs, learning activitiesin the inclusion classes have created a cooperative learning atmosphere among students familiar with students with special needs. For children to be conditioned to havean empathy for children who need special education, so children who need special education will feel comfortable learning with other kids my age, which ultimatelydid not feel inferior.   Pendidikan inklusif pada dasarnya merupakan system penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya. Berdasarkan Permendiknas No.70 tahun 2009 pasal 4 (1) menyebutkan bahwa pemerintah kabupaten/kota menunjuk paling sedikit satu sekolah dasar, satu sekolah menengah pertama pada setiap kecamatan dan satu satuan pendidikan menengah untuk menyelenggarakan pendidikan inklusif yang wajib menerima peserta didik berkebutuhan khusus. Penyelenggaraan pendidikan inklusif dilakukan dengan melakukan adaptasi terhadap delapan standar nasional pendidikan, yakni standar isi, proses, kompetensi lulusan, pendidik/tenaga kependidikan, sarpras, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian. Proses adaptasi tersebut mencakupi kegiatan mengorganisasikan (organizing), mengarahkan (directing), mengkoordinasikan (coordinating), mengawasi (controlling), dan mengevaluasi (evaluation), hal-hal yang berkaitan dengan proses penyelenggaraan pendidikan inklusif. Dalam konteks aplikatif, dalam memberikan layanan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, kegiatan pembelajaran dalam kelas-kelas inklusi harus tercipta suasana belajar yang kooperatif antara siswa-siswa biasa dengan siswa yang berkebutuhan khusus. Anak-anak biasa harus dikondisikan untuk memiliki sikap empati terhadap anak yang membutuhkan pendidikan khusus, dengan demikian anak yang membutuhkan pendidikan khusus akan merasa nyaman belajar bersama-sama dengan anak-anak sebaya lainnya, yang akhirnya tidak merasa inferior (rendah diri). Key words: inclusion, curriculum, learners, and management
PENGARUH POLA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN SUASANA KERJA TERHADAP KINERJA GURU Sudharto FIP IKIP PGRI Semarang
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 1, No 2 (2012): Agustus
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v1i2.308

Abstract

Abstract. The objectives of the research are to know about the influence of the headmaster?óÔé¼Ôäós leadership methode and workingsituation toward teacher?óÔé¼Ôäós loyality. The samples are 180 teachers of SMPN in Boyolali Regency. The collecting data uses questionnaire. The data is analized using computer with SPSS programme in 11.5.version. The result shows that including to the teacher perception; (1) there is influence which has significant of the headmaster?óÔé¼Ôäós leadership toward teacher?óÔé¼Ôäós loyality; (2) there is influence which has significantof working situation toward teacher?óÔé¼Ôäós loyality; (3) As collective, there are influence which have significant of headmaster?óÔé¼Ôäós leadership methode and working situation toward teacher?óÔé¼Ôäós loyality. Working situation has influence bigger than headmaster?óÔé¼Ôäós leadership in increasing.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola kepemimpinan kepala sekolah dan suasana kerja terhadap kinerja para guru. Sampel sebanyak 180 guru SMP Negeri di Kabupaten Boyolali.Pengumpulan data menggunakan angket. Data penelitian dianalisis dengan komputer program SPSS Versi 11.5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut persepsi guru: (1) ada pengaruh yang siginifikan pola kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru, (2) ada pengaruh yang signifikan suasana kerja terhadap kinerja guru, (3) secara bersama-sama ada pengaruh yang signifikan pola kepemimpinan kepala sekolah dan suasana kerja terhadap kinerja guru. Suasana kerja mempunyai pengaruh yang lebih besar jika dibandingkan dengan pola kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru SMP Negeri Kabupaten Boyolali.Key words: headmaster?óÔé¼Ôäós leadership methode, working situation, and teacher?óÔé¼Ôäós loyality.
URGENSI REFORMASI MANAJEMEN GURU DI ERA OTONOMI DAERAH Nurkolis Program Pascasarjana MP IKIP PGRI Semarang
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 1, No 2 (2012): Agustus
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v1i2.266

Abstract

Abstract: Teacher is one important factors that influent education quality in general and especially student achievement. The quality of education can be realized if the teachers are qualified. To make qualified teacher, we need effective teacher management starting from recruitment, deployment, induction, good remuneration, and career development of the teacher.The method of analysis by comparing teacher management which has been implemented so far with the ideal one. By doing that comparison, we found the differences and the recommendation of solution.In fact teacher management in Indonesia was not effective from time to time. Teacher management was influenced by local politics and frequently politiced by local government. Teacher management was not managed participatively, transparently, and accountable. Its need to make fundamental reform in teacher management which is started from constitution and government regulation reform. Abstrak: Guru adalah salah satu faktor yang sangat penting yang mempengaruhi kualitas pendidikan secara umum dan secara khusus prestasi peserta didik. Pendidikan yang berkualitas hanya akan dapat diwujudkan jika tersedia guru yang berkualitas. Untuk mewujudkan guru yang berkualitas diperlukan manajemen guru yang efektif mulai dari pengangkatan, penempatan, induksi, kesejahteraan, dan pengembangan profesi guru.Metode analisis dilakukan dengan membandingkan manajemen guru yang telah dilakukan selama ini dengan manajemen guru yang ideal. Dengan demikian dapat diketahui perbedaannya yang selanjutnya diberikan saran-saran pemecahannya.Kenyataannya manajemen guru di Indonesia dari waktu-kewaktu semakin tidak efektif. Manajemen guru banyak dipengaruhi oleh politik lokal dan sering dipolitisasi oleh penguasa. Manajemen guru belum dilaksanakan secara partisipatif, transparan, dan akuntabel. Oleh karena itu diperlukan perubahan yang mendasar dalam manajemen guru yang dimulai dari perubahan undang-undang dan peraturan pemerintah.Key words: manajemen guru, rekrutmen, induksi, kesejahteraan, dan pengembangan profesi.

Page 1 of 2 | Total Record : 16