cover
Contact Name
Ibnu Fatkhu Royana
Contact Email
ibnufatkhuroyana@upgris.ac.id
Phone
+6285600886600
Journal Mail Official
majalahlontar@upgris.ac.id
Editorial Address
Universitas PGRI Semarang Jl. Sidodadi Timur No. 24 - Dr. Cipto Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Lontar
ISSN : 08530041     EISSN : 2654458X     DOI : -
Core Subject : Education,
- Penelitian Tindakan Kelas - Penelitian Desain Dikdaktis - Penelitian Kualitatif - Penelitian Kuantitatif
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 24, No 2 Juli (2010): MIL" : 6 Documents clear
MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL MELALUI LAYANAN KONSELING KELOMPOK suharno, Agus; Fitriana, Siti
MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 24, No 2 Juli (2010): MIL
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak orang yang meyakini bahwa sukses hidup seseorang sebagian besar ditentukan oleh kecerdasan akal. Padahal kesuksesan hidup seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang ada salah satunya adalah kecerdasan emosional. Layanan konseling kelompok merupakan suatu layanan yang sangat baik untuk memberi kesadaran pada diri individu tentang berbagai perilaku yang sehat dan perilaku yang bermasalah. Kecerdasan emosional dibentuk melalui empat keterampilan yaitu kesadaran emosional, penerimaan, kesadaran aktif, dan empati. Empat keterampilan inilah yang dipakai sebagai tolok ukur memahami kecerdasan emosional seseorang. Kecerdasan emosi sangat penting dalam kehidupan kita, baik yang bersifat ke dalam maupun dalam hubungannya dengan orang lain atau situasi lain karena akan berpengaruh terhadap tingkah laku kita. Dengan adanya konseling kelompok diharapkan mampu memberikan dampak yang baik terhadap emosi sehingga akan memunculkan perilaku yang positif.Kata-kata Kunci: Kecerdasan emosional, konseling kelompok
STRATEGI PERGURUAN TINGGI DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS SUMBERDAYA MANUSIA Widodo, Wahyu; Maryadi, Maryadi
MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 24, No 2 Juli (2010): MIL
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  The globalication are demans the increasing quality of the human resources so that they are able to play an active and productive role by taking the education in all fields and levels into the first priority. The hight learning institution as on institution which develops vision and mission to promote the human resource has the main role and strategie position. The logical consequence of this is that university must be able to carry out and to complete that vision and mission successfully, so that the quality of the human resources can increase significantly which is in accordance wich the demand development of the era, which can accommodate the kocal initiatives, nasional interest and global funcsion.     Kata – kata kunci : Era global, Partisipasi Pendidikan, Kebijakan, Strategi
KINERJA LEMBAGA PEMASYARAKATAN ANAK DALAM KERANGKA RESOSIALISASI NAPI ANAK Widodo, Wahyu
MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 24, No 2 Juli (2010): MIL
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dimanapun yang namanya anak, adalah sosok manusia tidak hanya merupakan harapan orangtua yang melahirkannya, tetapi juga merupakan generasi muda, yang peran sertanya sangat dharapkan dalam kelanjutan pembangunan bangsa dan Negara. Bertitik tolak dari eksistensi anak yang demikian, maka pertumbuhan dan perkembangan anak patut dijaga dan diperhatikan. Dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, tidak sedikit lubang – lubang yang potensial menjebak anak untuk ke dalam suasana kehidupan yang “suram“. Tidak sedikit contoh yang ditujukan terhadap hal ini. Meningkatnya frekuensi tindak pidana yang dilakukan oleh anak merupakan gambaran nyata tidak sedikit anak – anak yang terjerumus ke dalam kehidupan yang suram. Terhadap anak – anak yang sudah terkanjur melakukan tindak pidana ini, tidak jarang sedikitnya mengalami depresi, karena frustasi dan adanya penolakan dari masyarakat terhadap keberadaanya. Oleh karena dibutuhkan suatu upaya kompehensif untuk mengembalikan anak – anak yang sudah terlanjur melakukan tindak pidana (kejahatan) ke dalam kehidupan semula. Anak yang melakukan kejahatan bukan Karen ia memiliki sifat jahat, karena keadaan anak tersebut yang tidak stabil akibat keadaan yang datang dari anak maupun lingkungan sekitar. Bagi anak yang melewati sitem peradilan pidana, ia mendapat perlakuan khusus melalui tahap pelaksanaan pidana, perhatian terhadap ini tak pernah berhenti walaupun sampai saat ini. Pada pelaksanaan pembinaan narapidana anak belum dilakukan secara terpadu oleh system peradilan pidana, penangnan pembinaan anak masih terkesan masih merupakan tanggungjawab Lembaga Pemasyarakatan saja. Dan pelaksanaan pembinaan narapidana anak pada prakteknya masih mengabaikan hak – hak anak. Untuk masa yang akan datang perlu kerjasama pihak Lembaga Pemasyarakatan dengan pihak swasta, setelah anak keluar dari Lembaga Pemasyarakatan dengan bekal ketrampilan dan keahlian, pihak swasta telah menerima anak sebagai tenaga sesuai dengan keahlianya. Bertitik tolak uraian di atas dengan mengambilan Lembaga Pemasyarakatan Anak (LPA) sebagai obyek yang pantas dan memegang peranan penting dalam melakukan resosialisasi napi anak, tulisan ini akan menguraikan dan mendeskripsikan kinerja Lembaga Pemasyarakatan Anak (LPA) di dalam melakukan pembinaan untuk tujuan resosialisasi napi anak. Kata – kata kunci : Kinerja, LPA, Resosialisasi, Napi, Anak
MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL MELALUI LAYANAN KONSELING KELOMPOK Agus suharno; Siti Fitriana
MAJALAH LONTAR Vol 24, No 2 Juli (2010): MIL
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ltr.v24i2 Juli.447

Abstract

Banyak orang yang meyakini bahwa sukses hidup seseorang sebagian besar ditentukan oleh kecerdasan akal. Padahal kesuksesan hidup seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang ada salah satunya adalah kecerdasan emosional. Layanan konseling kelompok merupakan suatu layanan yang sangat baik untuk memberi kesadaran pada diri individu tentang berbagai perilaku yang sehat dan perilaku yang bermasalah. Kecerdasan emosional dibentuk melalui empat keterampilan yaitu kesadaran emosional, penerimaan, kesadaran aktif, dan empati. Empat keterampilan inilah yang dipakai sebagai tolok ukur memahami kecerdasan emosional seseorang. Kecerdasan emosi sangat penting dalam kehidupan kita, baik yang bersifat ke dalam maupun dalam hubungannya dengan orang lain atau situasi lain karena akan berpengaruh terhadap tingkah laku kita. Dengan adanya konseling kelompok diharapkan mampu memberikan dampak yang baik terhadap emosi sehingga akan memunculkan perilaku yang positif.Kata-kata Kunci: Kecerdasan emosional, konseling kelompok
STRATEGI PERGURUAN TINGGI DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS SUMBERDAYA MANUSIA Wahyu Widodo; Maryadi Maryadi
MAJALAH LONTAR Vol 24, No 2 Juli (2010): MIL
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ltr.v24i2 Juli.463

Abstract

?é?á The globalication are demans the increasing quality of the human resources so that they are able to play an active and productive role by taking the education in all fields and levels into the first priority. The hight learning institution as on institution which develops vision and mission to promote the human resource has the main role and strategie position. The logical consequence of this is that university must be able to carry out and to complete that vision and mission successfully, so that the quality of the human resources can increase significantly which is in accordance wich the demand development of the era, which can accommodate the kocal initiatives, nasional interest and global funcsion. ?é?á ?é?á Kata ?óÔé¼ÔÇ£ kata kunci : Era global, Partisipasi Pendidikan, Kebijakan, Strategi
KINERJA LEMBAGA PEMASYARAKATAN ANAK DALAM KERANGKA RESOSIALISASI NAPI ANAK Wahyu Widodo
MAJALAH LONTAR Vol 24, No 2 Juli (2010): MIL
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ltr.v24i2 Juli.464

Abstract

Dimanapun yang namanya anak, adalah sosok manusia tidak hanya merupakan harapan orangtua yang melahirkannya, tetapi juga merupakan generasi muda, yang peran sertanya sangat dharapkan dalam kelanjutan pembangunan bangsa dan Negara. Bertitik tolak dari eksistensi anak yang demikian, maka pertumbuhan dan perkembangan anak patut dijaga dan diperhatikan. Dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, tidak sedikit lubang ?óÔé¼ÔÇ£ lubang yang potensial menjebak anak untuk ke dalam suasana kehidupan yang ?óÔé¼?ôsuram?óÔé¼?ô. Tidak sedikit contoh yang ditujukan terhadap hal ini. Meningkatnya frekuensi tindak pidana yang dilakukan oleh anak merupakan gambaran nyata tidak sedikit anak ?óÔé¼ÔÇ£ anak yang terjerumus ke dalam kehidupan yang suram. Terhadap anak ?óÔé¼ÔÇ£ anak yang sudah terkanjur melakukan tindak pidana ini, tidak jarang sedikitnya mengalami depresi, karena frustasi dan adanya penolakan dari masyarakat terhadap keberadaanya. Oleh karena dibutuhkan suatu upaya kompehensif untuk mengembalikan anak ?óÔé¼ÔÇ£ anak yang sudah terlanjur melakukan tindak pidana (kejahatan) ke dalam kehidupan semula. Anak yang melakukan kejahatan bukan Karen ia memiliki sifat jahat, karena keadaan anak tersebut yang tidak stabil akibat keadaan yang datang dari anak maupun lingkungan sekitar. Bagi anak yang melewati sitem peradilan pidana, ia mendapat perlakuan khusus melalui tahap pelaksanaan pidana, perhatian terhadap ini tak pernah berhenti walaupun sampai saat ini. Pada pelaksanaan pembinaan narapidana anak belum dilakukan secara terpadu oleh system peradilan pidana, penangnan pembinaan anak masih terkesan masih merupakan tanggungjawab Lembaga Pemasyarakatan saja. Dan pelaksanaan pembinaan narapidana anak pada prakteknya masih mengabaikan hak ?óÔé¼ÔÇ£ hak anak. Untuk masa yang akan datang perlu kerjasama pihak Lembaga Pemasyarakatan dengan pihak swasta, setelah anak keluar dari Lembaga Pemasyarakatan dengan bekal ketrampilan dan keahlian, pihak swasta telah menerima anak sebagai tenaga sesuai dengan keahlianya. Bertitik tolak uraian di atas dengan mengambilan Lembaga Pemasyarakatan Anak (LPA) sebagai obyek yang pantas dan memegang peranan penting dalam melakukan resosialisasi napi anak, tulisan ini akan menguraikan dan mendeskripsikan kinerja Lembaga Pemasyarakatan Anak (LPA) di dalam melakukan pembinaan untuk tujuan resosialisasi napi anak. Kata ?óÔé¼ÔÇ£ kata kunci : Kinerja, LPA, Resosialisasi, Napi, Anak

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2010 2010