cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Community Health
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Community Health terbit empat kali setahun, yaitu bulan Januari, April, Juli, dan Oktober. Jurnal CH menerbitkan hasil penelitian mahasiswa yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat seperti kebijakan kesehatan, kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan, gizi kesehatan masayarakat, kesehatan kerja, promosi kesehatan, ekonomi kesehatan, manajemen kesehatan serta ilmu ilmu dasar yang berkaitan seperti bioteknologi kesehatan, biologi molekuler, bioinformatik dan genetik, tanaman, hewan, serta sel yang terkait dengan kesehatan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2" : 10 Documents clear
Studi Perencanaan Fasilitas Pengelolaan Sampah (Material Recovery Facility) Sebagai Upaya Optimalisasi Untuk Meningkatkan Efisiensi Kualitas Pengelolaan Sampah Di Kampus Sudirman Universitas Udayana Mulyanto, Adi
Community Health Vol 1 No 2
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.763 KB)

Abstract

Permasalahan sampah yang banyak melanda kota-kota di Indonesia sering disebabkan oleh sistem pengolahan secara konvensional yaitu kumpul - angkut - buang, tanpa ada proses pengurangan dan pemanfaatan kembali sampah yang dibawa ke TPA. Salah satu upaya mengurangi volume sampah yang dibawa ke TPA adalah dengan mengubah fungsi dari TPS menjadi Fasilitas Pengelolaan Sampah (FPS). Untuk membuat perencanaan FPS di Kampus Sudirman Universitas Udayana, maka perlu menganalisis volume sampah, berat sampah dan potensi nilai ekonomi sampah tersebut. Dari hasil analisis tersebut diperoleh hasil rata-rata volume sampah sebesar 4,91 m3/hari, berat sampah sebesar 270,82 kg/hari dan potensi nilai ekonomi sampah yang dapat didaur ulang sebesar Rp. 15.785.820,00/tahun. Hasil analisis tersebut merupakan acuan untuk membuat desain FPS yang nantinya dapat dikelola dengan baik sesuai prosedur yang berlaku dan memperhatikan setiap komponen yang dibutuhkan, perhitungan besar lahan sortir dan gudang serta jumlah pekerja dan peralatan yang digunakan dalam opersional FPS. Analisis keuangan FPS yang dilakukan menghasilkan nilai Net Present Value (NPV) sebesar -Rp. 110.561.453 juta rupiah dengan nilai Oppurtunity Cost of Capital (OCC) 12%, Internal Rate of Return (IRR) sebesar -366,58 %, dan Benefit/Cost Ratio sebesar 0,36. Proyek FPS ini tetap dapat dilaksanakan karena bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan lingkungan.
Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Jumlah Kunjungan Pasien Di Poliklinik Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah Sanjiwani Gianyar Priyanka, I Wayan Arie
Community Health Vol 1 No 2
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.542 KB)

Abstract

Pada tahun 2012, dari 18 Poliklinik yang ada di RSUD Sanjiwani Gianyar 4 diantaranya mengalami penurunan jumlah kunjungan yaitu pada Poliklinik Gigi, THT, Tumbuh Kembang, dan Anak. Penurunan jumlah kunjungan di 4 Poliklinik tersebut kemungkinan disebabkan oleh banyak hal, dan salah satunya kemungkinan disebabkan oleh bauran pemasaran yang diterapkan oleh RSUD Sanjiwani Gianyar. Penelitian ini bertujuan untuk mencari apakah ada pengaruh bauran pemasaran terhadap jumlah kunjungan pasien di Poliklinik Gigi, THT, Tumbuh Kembang, dan Anak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan metode pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuisioner dan studi dokumen terkait jumlah kunjungan pasien. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan komputer (Software Analisis) Hasil penelitian menunjukan bahwa dari hasil uji F, bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, promosi, tempat, orang, proses, dan layanan kosumen memiliki pengaruh secara bersama-sama terhadap jumlah kunjungan  baik di Poliklinik Gigi, Poliklinik THT, Poliklinik Tumbuh Kembang, maupun Poliklinik Anak. Sedangkan dari hasil uji t, pada Poliklinik Gigi produk, harga, tempat,orang, proses dan layanan konsumen memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap jumlah kunjungan. Pada Poliklinik THT hanya harga,orang, dan proses yang memiliki pengaruh secara signifikan terhadap jumlah kunjungan. Pada Poliklinik Tumbuh kembang, hanya harga, promosi, orang, dan proses yang memiliki pengaruh secara signifikan terhadap jumlah kunjungan. Pada Poliklinik Anak, hanya harga yang memiliki pengaruh secara signifikan terhadap jumlah kunjungan. Kesimpulan dari penelitian ini, dari hasil uji F bauran pemasaran memiliki pengaruh yang signifikan terhadap jumlah kunjungan baik di Poliklinik Gigi, THT, Tumbuh Kembang, dan Anak. Sedangkan dari hasil uji t, bauran pemasaran ada yang memiliki pengaruh signifikan, memiliki pengaruh tetapi tidak signifikan, dan ada juga yang tidak memiliki pengaruh terhadap jumlah kunjungan di Poliklinik Gigi, THT, Tumbuh Kembang, dan Anak. Bauran pemasaran perlu mendapat perhatian khusus serta perlu dilakukan upaya-upaya tertentu seperti menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan, menetapkan tarif yang terjangkau, menjaga dan meningkatkan kualitas SDM, serta memperhatikan ketepatan jadwal pemeriksaan pasien, Sehingga bauran pemasaran dapat memiliki pengaruh yang positif terhadap jumlah kunjungan yaitu meningkatkan jumlah kunjungan.
Penerimaan Vaksinasi Kanker Serviks Pada Siswi SMA Di Kabupaten Badung Tahun 2012 Christine, Ary
Community Health Vol 1 No 2
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.955 KB)

Abstract

Vaksinasi kanker serviks merupakan suatu upaya pencegahan primer dalam mencegah penyakit kanker serviks yang diperkenalkan pada tahun 2006. Kesuksesan program vaksinasi kanker serviks ini tergantung dari level penerimaan masyarakat terhadap program tersebut. Kabupaten Badung merupakan kabupaten pertama di Indonesia yang memiliki kebijakan pemberian vaksinasi kanker serviks gratis pada siswi SMA. Saat ini belum diketahui respon siswi SMA terhadap program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan vaksinasi kanker serviks pada siswi SMA di Kabupaten Badung. Penelitian ini merupakan penelitian dengan rancangan observasional deskriptif. Sampel penelitian ini adalah 96 siswi SMA pada seluruh SMA Negeri di Kabupaten Badung yang dipilih secara cluster random sampling. Sebagian besar tingkat pendidikan orang tua sampel adalah SMA dan bekerja sebagai pegawai swasta. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner kemudian dianalisis secara deskriptif dan uji chi quare dengan tingkat kemaknaan 5%. Penerimaan vaksinasi kanker serviks pada siswi SMA di Kabupaten Badung sangat baik. Sebesar 75% siswi SMA melakukan vaksinasi kanker serviks dengan sukarela. Sebesar 80,2% siswi SMA memiliki sikap positif dan 51% memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap vaksinasi kanker serviks. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan tingkat kepercayaan berdasarkan tingkat pendidikan orang tuanya ( p = 0,289). Dari seluruh siswi yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi, 93,9% memiliki sikap positif terhadap vaksinasi kanker serviks (p = 0,001 CI 95% = 2,126- 29,464). Selain itu, dari seluruh siswi SMA yang memiliki sikap postif terhadap vaksinasi,  90,9% bersedia melakukan vaksinasi secara sukarela (p = 0,000 CI 95% = 16,187- 446,335). Motivasi siswi SMA dalam vaksinasi bervariasi, antara lain: 59,4% karena biaya gratis, 92,7% terdorong informasi saat penyuluhan, 93,8% terdorong oleh orang tua, 90,6% terdorong anjuran guru, 91,7% dipengaruhi rekomendasi dokter, dan 70,8% pengaruh dari teman sebaya. 
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Keterlambatan Pengembalian Berkas Rekam Medis Dari Instalasi Rawat Inap Ke Instalasi Rekam Medis Di RSUD Wangaya Kota Denpasar Tahun 2013 Antara, A.A Gede Bagus Loji
Community Health Vol 1 No 2
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.12 KB)

Abstract

Aspek ketepatan waktu pengembalian berkas rekam medis sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) No 03/IRM/RSUDW berkas rekam medis diharuskan sudah dikembalikan ke Instalasi Rekam Medis paling lambat 2x24 jam setelah pasien pulang. Pengelolaan rekam medis di RSUD Wangaya Kota Denpasar belum berjalan optimal, terbukti dari pengembalian rekam medis yang tidak tepat waktu rata-rata persentasenya dari 70,78% hingga 95,66%. Tingginya persentase pengembalian berkas rekam medis yang tidak tepat waktu akan berdampak negatif terhadap mutu pelayanan rumah sakit. Penelitian ini termasuk penelitian observasional, dengan rancangan cross-sectional analitik kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah 86 berkas rekam medis yang terlambat dikembalikan melebihi waktu 2x24 jam. Perawat primer sebagai sumber informasi untuk mendapatkan informasi mengenai faktor penyebab tingkat keterlambatan pengembalian berkas rekam medis. Hasil analisis hubungan variabel bebas dengan variabel terikat menggunakan uji chi square menunjukan, keterlambatan pembuatan resume medis oleh DPJP (p<0.05), keterlambatan pengembalian berkas rekam medis oleh perawat ruangan (p?0.05), tidak adanya monitoring dan pengawasan pihak manajemen dan komite medik (p<0.05), tidak adanya sistem koordinasi antara pihak DPJP, perawat ruangan, instalasi rekam medis (p?0.05), tidak adanya keterkaitan antara kinerja dalam hal pengembalian berkas rekam medis dengan sistem remunerasi (p?0.05), tidak tersedianya formulir resume medis (p?0.05). Simpulan, dari beberapa variabel bebas hanya dua variabel bebas yang berhubungan dengan variabel terikat yaitu variabel keterlambatan pembuatan resume medis oleh DPJP dan tidak adanya monitoring dan pengawasan pihak manajemen dan komite medik. Saran utuk melakukan review rekam medis secara berkala atau secara rutin, seperti melakukan open review maupun secara closed review dan menjadikan isu tentang tingkat keterlambatan pengembalian berkas rekam medis sebagai indikator rumah sakit sihingga kegiatan monitoring dan pengawasan dari pihak manajemen dan komite medik dapat dilakukan secara berkesinambungan.
Tingkat Pengetahuan Dan Perilaku Pencegahan Wisatawan Terhadap Penyakit Rabies Di Ubud Sebagai Daerah Tujuan Wisata Di BALI Purnawan, I Nyoman
Community Health Vol 1 No 2
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.083 KB)

Abstract

Penyakit rabies merupakan salah satu penyebab kematian di dunia. Oleh karena itu rabies merupakan masalah kesehatan global. Di Kecamatan Ubud, kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) pada tahun 2012 meningkat dua kali dibandingkan tahun sebelumnya dengan jumlah rata-rata kasus tertinggi kedua di Kabupaten Gianyar. Kasus GHPR di Ubud tidak hanya menimpa masyarakat setempat melainkan pada sebagian wisatawan yang menginap dan berlibur di Ubud. Jika masalah ini tidak ditangani akan berpengaruh langsung kepada penurunan industri pariwisata di Ubud. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan wisatawan terhadap penyakit rabies di Ubud sebagai daerah tujuan wisata di Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan crossectional. Sampel penelitian ini adalah 96 wisatawan yang menginap dan berlibur di ubud baik wisatawan domestik maupun internasional. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner dan pengukuran kemudian dianalisis secara deskriptif dan uji bivariat (Chi-square) dengan tingkat kemaknaan 5%. Hasil penelitian ini menunjukan sebagian besar wisatawan sudah memiliki pengetahuan yang tinggi terhadap rabies yaitu sebanyak 65.6% dan yang memiliki pengetahuan rendah sebanyak 34.4%. Sama halnya dengan pengetahuan, perilaku pencegahan wisatawan sebagian besar tergolong baik yaitu sebanyak 72.9%. Penelitian ini juga menunjukan adanya hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku pencegahan penyakit rabies pada wisatawan yang menginap dan berlibur di ubud (OR = 3.132, p = 0.014, CI 95% = 1.231 – 7.967). Disarankan kepada pemerintah dan instansi terkait untuk mengadakan perbaikan kebijakan guna meningkatkan pengetahuan masyarakat kaitanya dengan perubahan perilaku kesehatan dalam hal penggunaan media informasi untuk mensosialisasikan bahaya rabies kepada masyarakat khususnya penggunaan media elektronik.
Gambaran Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Ibu Rumah Tangga Terhadap Garam Beryodium Di Desa Lodtunduh Wilayah Kerja UPT Kesehatan Masyarakat Ubud I Tahun 2013 Prawini, Gusti Ayu Made
Community Health Vol 1 No 2
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.704 KB)

Abstract

Kabupaten Gianyar  merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Bali yang tidak termasuk endemis GAKY, namun pencapaian konsumsi garam beryodium di tingkat rumah tangga di Kabupaten Gianyar sebesar 68,03% dan masih di bawah target yang ditetapkan oleh Dinkes Provinsi Bali yaitu sebesar 80%. Terjadinya GAKY sangat erat kaitannya dengan tingkat konsumsi garam beryodium seseorang. Desa Lodtunduh merupakan salah satu desa yang menjadi wilayah kerja UPT Kesehatan Masyarakat Ubud I Kabupaten Gianyar yang pencapaian konsumsi garam beryodium di tingkat rumah tangga terendah selama 3 tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan perilaku ibu rumah tangga di Desa Lodtunduh terhadap garam beryodium. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan rancangan RAP yang menggunakan metode pengumpulan data FGD yang dilaksanakan pada kelompok informan berpendidikan tinggi dan kelompok informan berpendidikan rendah serta wawancara mendalam pada 2 informan kunci. Selain itu juga dilakukan observasi terhadap beberapa informan. Total informan dalam penelitian ini berjumlah 30 informan. Analisis data dilakukan dengan metode tematik yaitu disesuaikan dengan tema dari tujuan penelitian.Validasi dilakukan dengan teknik triangulasi sumber, triangulasi metode dan peer debriefing. Berdasarkan hasil penelitian, ibu rumah tangga di Desa Lodtunduh kurang memahami pentingnya konsumsi garam beryodium dan cara penggunaan garam beryodium yang benar. Hal ini mempengaruhi sikap yang muncul dari ibu rumah tangga di Desa Lodtunduh yang secara umum menunjukkan sikap yang negatif terhadap garam beryodium akibat dari rasa yang ditimbulkan oleh garam beryodium pada masakkan. Adanya pemahaman yang kurang dan sikap negatif terhadap garam beryodium tersebut mempengaruhi sebagian besar perilaku ibu rumah tangga di Desa Lodtunduh sehingga tidak mengkonsumsi garam beryodium. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan sosialisasi yang lebih intensif tentang pentingnya garam beryodium dan cara menggunakan garam beryodium yang benar untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu rumah tangga di Desa Lodtunduh, sehingga pada akhirnya diharapkan mempunyai perilaku yang positif terhadap garam beryodium.
Faktor-Faktor Manajerial Yang Melatarbelakangi Tingginya Kejadian Jumlah Pasien Dengan Dekubitus (Indikator Patient Safety) Pada Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit Umum Puri Raharja Tahun 2012 Sanjaya, I Dewa Gede Windu
Community Health Vol 1 No 2
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.764 KB)

Abstract

Patient Safety di rumah sakit adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman. Dalam konsep Patient Safety ada beberapa Indikator dalam menentukan kondisi keselamatan pasien saat menerima perawatan di instalasi rawat inap rumah sakit, salah satunya adalah jumlah penderita dengan dekubitus. Data tahun 2010 menunjukkan kejadian dekubitus di RSU Puri Raharja mencapai 45% dari target maksimal yang ditetapkan yaitu <25%. Hal ini menunjukan kejadian dekubitus sangat tinggi. Sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor manajerial yang melatarbelakangi tingginya kejadian pasien dengan dekubitus pada penerapan konsep patient safety di instalasi rawat inap RSU Puri Raharja. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif menggunakan  pendekatan cross-sectional dengan 9 orang responden perawat dan staf manajemen yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan pedoman wawancara dengan melakukan in-depth interview dan dianalisis secara kualitatif. Kesimpulan dari penelitian adalah faktor-faktor manajerial yang melatarbelakangi tingginya kejadian pasien dengan dekubitus adalah Fungsi Controlling yaitu Supervisi dan Monitoring, Sistem Pencatatan dan Pelaporan, Evaluasi, Audit Medis, dan Alur Penyampaian Informasi kepada keluarga. Tidak semua fungsi manajemen (planning, organizing, actuating) diterapkan dalam program ini. Saran yang diberikan untuk unit pelayanan medik dan penunjang, agar lebih intensif melakukan supervisi dan monitoring. Memperbaiki metode pendokumentasian parameter didalam patient safety khususnya pasien dengan dekubitus. Dan  memperbaiki proses desiminasi hasil evaluasi, sehingga diketahui oleh seluruh perawat.
Tingkat Pengetahuan Dan Upaya Pencegahan Penularan Flu Burung Pada Peternak Unggas Di Desa Babahan, Penebel, Tabanan 2013 Cahyaningsih, Ni Made Dwijani
Community Health Vol 1 No 2
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.651 KB)

Abstract

Penyakit flu burung atau avian influenza adalah penyakit zoonosis  yang disebabkan oleh virus influenza tipe A yang menyebar antar unggas, dan dapat menyebar ke spesies lain seperti babi, kucing, anjing, harimau, hingga manusia. Kabupaten Tabanan menduduki peringkat teratas terjangkit virus flu burung. Sebanyak 34 banjar di 29 desa telah terjangkit virus flu burung. Peternak unggas merupakan salah satu  kelompok pekerja yang berisiko terhadap penularan virus flu burung dan diharapkan memiliki pengetahuan yang cukup tentang penularan dan pencegahan penyakit flu burung. Tingkat pengetahuan peternak yang tinggi berhubungan dengan apa yang mereka ketahui tentang penyakit flu burung yang merupakan langkah pertama yang perlu diketahui setiap individu terutama orang-orang dengan risiko tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan upaya pencegahan penularan flu burung pada pekerja peternak unggas di Desa Babahan, Penebel, Tabanan. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan pendekatan crossectional, dimana jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 84 orang pekerja peternakan unggas di Desa Babahan, Penebel, Tabanan, pemilihan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik systematic random sampling. Hasil penelitian ini menunjukan pekerja peternak unggas dengan tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 64,3% dan tingkat pengetahuan rendah sebanyak 35,7%. Pada upaya pencegahan 48,8% memiliki upaya pencegahan yang baik dan 51,2% memiliki upaya pencegahan yang buruk. Ada perbedaan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dan upaya pencegahan yang dilakukan (p<0.05). Perlu dilakukan peningkatan pengetahuan pekerja mengenai gejala flu burung pada manusia, pembinaan fungsi penggunaan APD serta penatalaksanaan kotoran unggas. Pemilik peternakan unggas sebaiknya membangun tempat penampungan sementara untuk limbah/kotoran unggas agar tidak ada limbah yang dibuang ke sungai dan di lingkungan sekitar peternakan selain itu pemilik peternakan disarankan juga menyediakan APD untuk pekerja. Pihak desa dapat bekerjasama dengan instansi terkait seperti: Dinas Kesehatan agar secara rutin melakukan pemeriksaan status kesehatan pada pekerja, Dinas Peternakan agar melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan unggas serta Badan Lingkungan Hidup untuk melakukan pemeriksaan lingkungan peternakan.
Keluhan Muskuloskeletal Pada Sales Promotion Girl (SPG) Mall Pemakai Sepatu Tumit Tinggi Di Kota Denpasar Tahun 2012 Dewi, Ni Kadek Novita
Community Health Vol 1 No 2
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.106 KB)

Abstract

Sales promotion girl (SPG) have to work wearing high heels for up to 5 hours daily. The used of high heels increased tension in the muscle and most common created musculoskeletal disorders in the foot, knee and spine. This research aims to determine musculoskeletal disorders of SPG who use high heels in Denpasar at 2012. The research was held in four malls in Denpasar. This research is a descriptive quantitative study with cross sectional approach. Sampel taken by proportioned stratified sampling and then selected purposively. Data were collected by interviews using a nordic body map questionnaire and observation by measuring the weight, height, hight of heel, and calculate the body mass index (BMI). Data was carried out through description analysis. The results showed that 96.74% of respondents have musculoskeletal disorders that consist of 88.76% low and 11.24% high musculoskeletal disorder. Most of musculoskeletal disorder occur at foot, calf, waist and back. There was a tendency that musculoskeletal disorder has the same equal with the age, duration of wearing high heels, and heigh of heels increasing. Based on BMI, SPG with normal BMI has lower musculoskeletal disorder than thin and excessive BMI. Thereby SPG should not wear high heels more than 5 cm height and considering the age, BMI and duration of wearing high heel before decided to wear high heel.
Analisis Kepuasan Masyarakat Terhadap Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Di Dusun Muntigunung, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem Tahun 2012 Satyani, Happy Ari
Community Health Vol 1 No 2
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.933 KB)

Abstract

Community-based Total Sanitation (STBM) program in Muntigunung carried out the pilot project in three group, Cangkeng, Kul-kul 1, and Kul-kul 2. The program goal is changing behavior of open defecation to collectively. The research purpose is measuring predispose factors for the community satisfaction and sustainability of STBM. The research design was cross sectional research with structured interview method. Samples were households of Cangkeng and Kul-kul 2. Data was analyzed using linear regretion method. The test was determines the correlation between variables such as facilitation, participation, and attitude toward the indicator of community satisfaction and program sustainability. The community satisfaction was measured by actual usage facility and the value of the STBM benefits among community. The facility actual usage of Cangkeng community was greater than Kul-kul 2 (82,6% and 52,9% respectively).There was high rate for the value of benefit variable in Cangkeng 65,2% and only 35,3% in Kul-kul. Linear regression analysis indicated that there was a significant relationship between facilitating and participation toward community satisfaction the program. The relationship facilitating and participation is Strong (R =0.741and R= 0.760). However relationships between benefit of value with program sustainability is weak (R =0.490). Results of linear equations showed that facilitating and participation coefficients (B) towards facility actual usage are0.318 and 0.291. The facilitating and participation coefficient (B) to the value of benefits are 0.535 and 0.462. Satisfaction and sustainability also showed significant correlation with the coefficient (B) was 0,135. The study can be concluded that community participation and facilitating should be increased in order improved the acceptance of STBM program in the community.

Page 1 of 1 | Total Record : 10