cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Community Health
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Community Health terbit empat kali setahun, yaitu bulan Januari, April, Juli, dan Oktober. Jurnal CH menerbitkan hasil penelitian mahasiswa yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat seperti kebijakan kesehatan, kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan, gizi kesehatan masayarakat, kesehatan kerja, promosi kesehatan, ekonomi kesehatan, manajemen kesehatan serta ilmu ilmu dasar yang berkaitan seperti bioteknologi kesehatan, biologi molekuler, bioinformatik dan genetik, tanaman, hewan, serta sel yang terkait dengan kesehatan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1" : 15 Documents clear
Keluhan Kesehatan Dan Gangguan Muskuloskeletal Pada Pekerja Tukang Suun Di Pasar Badung Tahun 2013 Yanti, Ni Ketut Dewi
Community Health Vol 2 No 1
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.188 KB)

Abstract

Peranan sektor informal saat ini menjadi sangat penting dalam penyerapan tenaga kerja, mengingat sektor informal mampu menyerap banyak tenaga kerja tanpa menuntut adanya tingkat keterampilan yang tinggi. Khususnya di Kota Denpasar, penyerapan tenaga kerja di sektor informal dapat ditemukan di Pasar Badung, terlihat dengan banyaknya keberadaan penyedia jasa buruh angkut barang atau sering disebut sebagai tukang suun. Pekerjaan di sektor informal khususnya sebagai buruh angkut biasanya kurang memberikan jaminan perlindungan secara hukum dan jaminan kesejahteraan yang memadai di samping kondisi kerja yang memprihatinkan serta pendapatan yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran status sosial ekonomi dan kesehatan pekerja tukang suun di Pasar Badung. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan pendekatan crossectional, dimana jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 52 orang tukang suun di Pasar Badung. Pemilihan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik sampling stratified proporsional random sampling. Status sosial ekonomi pekerja tukang suun dilihat dari kategori pendidikan dan penghasilan, masih tergolong rendah. Alasan sebagian besar responden bekerja sebagai tukang suun adalah untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan berusaha ingin mencari uang sendiri. Dilihat dari beban kerja responden, sebanyak 45 (86,5%) responden baik pada anak-anak maupun dewasa mengangkut beban >25 Kg. Keluhan kesehatan yang banyak dirasakan responden adalah pusing (62,3%) yang selanjutnya diikuti dengan keluhan sakit pada bagian leher dan pinggang (88,5%). Pihak PD. Pasar Kota Denpasar Unit Pasar Badung diharapkan untuk melarang atau mengurangi keberadaan pekerja anak di Pasar Badung. Selain itu ke depannya dapat membantu menyediakan sarana dan prasarana guna memberikan kesempatan kepada tukang suun khususnya anak-anak dalam hal bermain dan belajar melalui kerjasama dengan Yayasan Lentera Anak Bali (LAB). Untuk menjamin kesehatan pekerja secara umum, pihak PD. Pasar Kota Denpasar Unit Pasar Badung dapat melakukan pengaturan serta pengawasan terhadap ukuran keranjang dan berat beban angkut pekerja tukang suun agar tidak melampui batas pengangkutan serta dapat bekerjasama dengan Puskesmas beserta Yayasan Rama Sesana (YRS) dalam hal pemberian program edukasi serta pelayanan kesehatan.
Kinerja Pengawas Menelan Obat (PMO) Penderita TB Paru BTA+ Di Puskesmas I Denpasar Selatan Tahun 2012 Lupitayanti, Luh Endang
Community Health Vol 2 No 1
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.359 KB)

Abstract

Penyakit TB Paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Puskesmas I Denpasar Selatan merupakan Puskesmas dengan kejadian TB Paru BTA+ paling tinggi. Hampir semua pasien tuberkulosis mempunyai pengawas menelan obat (PMO). Seharusnya yang menjadi pengawas menelan obat (PMO) adalah tenaga kesehatan, tetapi karena kekurangan tenaga kesehatan, maka sebagian besar dari PMO tersebut adalah keluarga pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kinerja Pengawas Menelan Obat (PMO). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 26 PMO penderita TB Paru BTA+ dan penderita TB Paru BTA+ di Puskesmas I Denpasar Selatan tahun 2012, yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner kemudian dianalisis secara deskriptif. PMO masing-masing 50% perempuan dan laki-laki. Sebagian besar PMO berpendidikan menengah (76,9%) dan sebagian besar PMO adalah anggota keluarga dari penderita TB Paru BTA+ (88,5%). PMO sebagian besar bekerja sebagai wiraswasta (80,8%) dan rata-rata umur PMO adalah 39 tahun. Tingkat pengetahuan PMO baik. 100% PMO mempunyai pengetahuan yang baik tentang TB Paru. Sebesar 100% PMO mempunyai sikap setuju terhadap perannya dalam keberhasilan pengobatan TB Paru BTA+. Sebesar 19,2% PMO mempunyai kinerja yang baik dan 80,8% mempunyai kinerja yang kurang. PMO yang mengetahui lamanya pengobatan TB Paru 19,00% mempunyai kinerja baik dan PMO yang tidak mengetahui lamanya pengobatan TB Paru 20,00% mempunyai kinerja baik, jadi tidak bermakna karena tidak ada perbedaan proporsi dan secara statistik tidak bermakna ( p =0,937 CI =0,891-0,000 ). Sedangkan PMO yang mengetahui tentang bahaya TB Paru 25,00% mempunyai kinerja baik dan PMO yang tidak mengetahui tentang bahaya TB Paru 10,00% yang mempunyai kinerja baik, jadi bermakna karena ada perbedaan proporsi yaitu 15,00%. Tetapi secara statistik tidak bermakna ( p=0,345 CI =0,347-0,730 ).
Hubungan Antara Faktor-Faktor Keinginan Berpindah Karyawan Di Rumah Sakit Baliméd Tahun 2013 Satrigraha, Ni Nyoman Tarita Wijayanti
Community Health Vol 2 No 1
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.911 KB)

Abstract

Peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit sangat ditentukan oleh SDM (Sumber Daya Manusia) di dalamnya. Untuk itulah rumah sakit harus mempertahankan SDM agar tidak berdampak pada keluarnya karyawan. Keluarnya karyawan dapat menyebabkan kerugian biaya, waktu dan tenaga bagi pihak rumah sakit. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah  proportionate stratified random sampling dan simple random sampling. Jumlah populasi dalam penelitian ini yaitu 425 karyawan. Dari teknik sampling yang digunakan didapatkan sampel sebanyak 81 karyawan yang terdiri dari karyawan medis dan nonmedis. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat. Analisis univariat berguna untuk melihat gambaran kepuasan kerja, kepuasan gaji, komitmen organisasional dan keinginan berpindah. Sedangkan analisis bivariat berguna untuk melihat ada tidaknya hubungan antara variabel bebas dengan variabel tergantung. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar karyawan di Rumah Sakit BaliMéd memiliki kepuasan kerja yang rendah yaitu sebesar 51,9%, kepuasan kerja tinggi yaitu sebesar 48,1%, kepuasan gaji rendah yaitu sebesar 60,5%, kepuasan gaji tinggi yaitu sebesar 39,5%, komitmen organisasional rendah yaitu sebesar 75,3%, komitmen organisasional tinggi yaitu sebesar 24,7%, memiliki keinginan berpindah yaitu sebesar 53,1% dan tidak memiliki keinginan berpindah yaitu 46,9%. Penelitian ini juga menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara kepuasan kerja dengan keinginan berpindah (nilai p = 0,020 dan nilai OR = 3,200 (95% CI: 1,288-7,948)). Dan untuk variabel kepuasan gaji didapat bahwa ada hubungan yang signifikan antara kepuasan gaji dengan turnover intention karyawan di Rumah Sakit Baliméd (nilai p = 0,041 dan nilai OR = 2,870 (95% CI: 1,142-7,215)). Serta untuk variabel komitmen organisasional didapatkan hasil bahwa ada hubungan yang signifikan antara komitmen organisasional dengan turnover intention karyawan di Rumah Sakit Baliméd (nilai p = 0,005 dan nilai OR = 2,674 (95% CI: 0,935-7,650)). Simpulan dari penelitian ini yaitu variabel komitmen organisasional mempunyai hubungan yang paling kuat dengan variabel keinginan berpindah jika dibandingkan dengan variabel kepuasan kerja dan kepuasan gaji. Dan saran bagi Rumah Sakit BaliMéd yaitu lebih menjaga agar suasana dalam lingkungan kerja tetap nyaman dan tentram serta memperhatikan hak karyawan yaitu gaji dan tunjangan.
Penerapan Analisis Jalur Dalam Analisis Faktor Determinan Eksklusivitas Pemberian ASI Di Wilayah Kerja Puskesmas Payangan, Gianyar Cahyani, Ni Wayan Wiwin
Community Health Vol 2 No 1
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.902 KB)

Abstract

ASI eksklusif direkomendasikan oleh WHO diberikan kepada bayi selama enam bulan pertama. Walaupun ASI memiliki banyak manfaat, tetapi cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih rendah. Banyak penelitian tentang faktor determinan ASI eksklusif telah dilakukan tetapi kebanyakan menggunakan regresi logistik padahal lebih tepat menggunakan analisis jalur. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti faktor determinan eksklusivitas pemberian ASI di wilayah kerja Puskesmas Payangan, Gianyar. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional. Sampel berjumlah 113 ibu yang memiliki bayi umur 0-6 bulan. Sampel dipilih dengan teknik cluster sampling. Untuk menganalisis faktor determinan eksklusivitas pemberian ASI digunakan metode analisis jalur. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner penelitian. Praktik pemberian ASI reponden penelitian ini terdiri dari ASI tidak eksklusif 54,9%, ASI eksklusif 24 jam 13,3%, dan ASI eksklusif sejak lahir 31,9%. Eksklusivitas pemberian ASI tidak dipengaruhi oleh pengetahuan ibu, sikap ibu, peran keluarga dan peran tenaga kesehatan. Tetapi terdapat hubungan antara variabel lain seperti pengetahuan ibu yang berpengaruh terhadap sikap ibu dengan efek 0,362 dan p = 0,00. Peran keluarga berpengaruh terhadap pengetahuan ibu (efek = 0,271 dengan p = 0,005) dan sikap ibu ( efek langsung = 0,280, efek tidak langsung = 0,098 dan total efek = 0,378 dengan p = 0,002). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa eksklusivitas pemberian ASI tidak dipengaruhi oleh pengetahuan ibu, sikap ibu, peran keluarga dan peran tenaga kesehatan, namun terdapat hubungan antara variabel lain yaitu pengaruh pengetahuan ibu terhadap sikap ibu serta pengaruh peran keluarga terhadap pengetahuan dan sikap ibu. Sehingga pemerintah perlu meningkatkan kegiatan edukasi dan membuat program sejenis program suami siaga namun ditargetkan kepada anggota keluarga untuk meningkatkan peran keluarga dalam praktik pemberian ASI eksklusif.
Hubungan Faktor Motivasi Dan Disiplin Dengan Kinerja Tenaga Kesehatan Di Badan Rumah Sakit Umum Tabanan Listyadewi, I Gusti Ayu Putu Eka
Community Health Vol 2 No 1
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.462 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil indeks jajak pendapat terhadap pasien rawat inap yang menunjukkan bahwa masih terdapat adanya ketidakpuasan pasien akan layanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di BRSU Tabanan. Dari fenomena tersebut nampak bahwa BRSU Tabanan mempunyai masalah yang kompleks dalam hal sumber daya manusianya, khususnya dalam kedisiplinan karyawan. Hal ini dapat mengakibatkan kinerja karyawan menjadi tidak optimal dan pada akhirnya dapat berdampak pada motivasi karyawan dalam bekerja. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 85 orang yang terdiri dari tenaga keperawatan, tenaga kefarmasian, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga gizi, tenaga keterapian fisik dan tenaga keteknisian medis. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat untuk memperoleh gambaran mengenai karakteristik responden, variabel bebas (motivasi dan disiplin) dan variabel terikat (kinerja tenaga kesehatan di BRSU Tabanan) serta analisis bivariat untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar tenaga kesehatan di BRSU Tabanan sudah memiliki motivasi tinggi yaitu sebanyak 60.0% (51 orang) dan motivasi rendah sebanyak 40,0% (34 orang), mempunyai disiplin tinggi yaitu sebanyak 72,9% (62 orang) dan disiplin rendah sebanyak 27,1% (23 orang) serta mempunyai kinerja tinggi sebanyak 75,3% (64 orang) dan kinerja rendah sebanyak 24,7% (21 orang). Penelitian ini juga menunjukan adanya hubungan bermakna antara motivasi dengan kinerja tenaga kesehatan di BRSU Tabanan (OR = 3.327, p = 0.018, CI 95% = 1.195 – 9.262), sedangkan untuk variabel disiplin, diperoleh hasil bahwa ada hubungan yang bermakna antara disiplin dengan kinerja tenaga kesehatan di BRSU Tabanan (OR = 4.767, p = 0.003, CI 95% = 1.649 – 13.783). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu variabel disiplin mempunyai hubungan yang lebih kuat dengan kinerja dibandingkan dengan variabel motivasi. Saran pada penelitian ini adalah sebaiknya pihak BRSU Tabanan dapat memberikan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi atau mempunyai kinerja yang baik dalam melaksanakan pekerjaannya sehari-hari sehingga motivasi karyawan dalam bekerja dapat meningkat.
Gambaran Keinginan Berpindah Kerja Karyawan Berdasarkan Komitmen Organisasional Dan Ketidakamanan Kerja Di Rumah Sakit Umum Parama Sidhi Kabupaten Buleleng Pravitasari, Putu Ratih
Community Health Vol 2 No 1
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.25 KB)

Abstract

Pertumbuhan rumah sakit dalam 20 tahun belakangan ini meningkat pesat. Hal ini menimbulkan persaingan yang semakin ketat antar rumah sakit. SDM merupakan satu-satunya aset penting organisasi yang dapat menggerakkan sumber daya lainnya. Fenomena yang seringkali terjadi adalah kinerja suatu perusahaan yang telah demikian bagus dapat terganggu, oleh berbagai perilaku karyawan yang sulit dicegah terjadinya. Salah satu bentuk perilaku karyawan tersebut adalah keinginan berpindah kerja karyawan yang berujung pada pengunduran diri karyawan. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif menggunakan rancangan cross sectional serta menggunakan metode analisa data secara kuantitatif.Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan RSU Parama Sidhi sebanyak 56 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan perilaku keluarnya karyawan selalu didahului oleh niat seseorang untuk keluar dari organisasi. Responden yang memiliki keinginan berpindah kerja berjumlah 23 orang (41,1%) sedangkan responden yang tidak memiliki keinginan berpindah berjumlah 33 orang (58,9%) kemudian responden yang memiliki komitmen organisasi berjumlah 34 orang (60,7%) sedangkan responden yang tidak memiliki komitmen organisasi berjumlah 22 orang (39,3%) dan responden yang mengalami ketidakamanan kerja berjumlah 40 orang (71,4%) dan yang mengalami rasa aman dalam bekerja berjumlah 16 orang (28,6%). Dari hasil menggunakan uji chi square pada komitmen organisasi diperoleh nilai p 0.275 (p>?) hal ini berarti komitmen organisasi tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan keinginan berpindah kerja karyawan RSU Parama Sidhi dan untuk ketidak amanan kerja diperoleh nilai p 0.001 (p<?) hal ini berarti ketidakamanan kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan keinginan berpindah kerja karyawan RSU Parama Sidhi Kabupaten Buleleng. Kesimpulan penelitian menunjukkan komitmen organisasi tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan keinginan berpindah kerja karyawan RSU Parama Sidhi dan ketidakamanan kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan keinginan berpindah kerja karyawan. Disarankan bagi pihak RSU Parama Sidhi memberikan informasi terutama terkait status kepegawaian secara teratur dengan karyawan serta meningkatkan komitmen organisasi.
Analisis Harapan Dan Persepsi Pasien Kerjasama (PKS) Terhadap Mutu Pelayanan Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Puri Raharja Tahun 2013 Dewi, Putu Ratna Suprima
Community Health Vol 2 No 1
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.438 KB)

Abstract

Kunjungan pasien kerjasama pada pelayanan rawat jalan cukup berpengaruh, untuk itu dibutuhkan perhatian lebih terhadap mutu pelayanan yang diberikan terhadap pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai harapan dan persepsi pasien kerjasama terhadap mutu pelayanan rawat inap persalinan yang dilihat lima dimensi mutu pelayanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif crossectional dengan metode kuantitatif. Sampel penelitian adalah 92 orang pasien kerjasama yang memanfaatkan pelayanan rawat jalan di Rumah Sakit Umum Puri Raharja, yang diambil dengan teknik quota sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan kemudian dianalisis secara deskriptif. Secara keseluruhan pasien kerjasama menaruh harapan tinggi terhadap mutu pelayanan rawat jalan Rumah Sakit Umum Puri Raharja dengan besar nilai grand mean total harapan sebesar 4,77 dan berpersepsi baik dengan nilai grand mean total dari persepsi sebesar 3,87. Nilai kesenjangan diperoleh nilai dari pengurangan nilai grand mean total persepsi dengan nilai grand mean total harapan, maka dari itu diperoleh nilai kesenjangan total -0,9. Nilai kesenjangan yang diperoleh bersifat negatif dan nilai kesenjangan ini tergolong dalam kesenjangan sedang. Dengan analisis diagram kartesius dapat diketahui aspek manakah yang diprioritaskan dengan melihat aspek yang terletak pada kuadran A, dimana terdapat 4 aspek yang meliputi kebersihan area rumah sakit, luas parkir yang disediakan, keterampilan, kecekatan dan ketepatan diagnosa dokter serta kecekatan petugas apotek. Rumah Sakit Umum Puri Raharja sebaiknya megupayakan kebersihan area rumah sakit untuk tetap terjaga baik dengan pembersihan secara berkala dan penyediaan tempat sampah secukupnya. Selain itu juga diharapkan mampu untuk menyediakan parkir lebih luas untuk pasien dengan pengaturan parkir yang lebih baik. Keterampilan, kecekatan dan ketepatan dokter dalam memberi diagnosa perlu ditingkatkan, dengan meningkatkan kompetensi dokter. Kecekatan pelayanan apotek perlu ditingkatkan, dengan meningkatkan kecekatan petugas apotek.
Persepsi Staf Mengenai Proses Pertanggungjawaban Klaim Jamkesmas Pada Pelayanan Rawat Inap Tingkat Lanjutan Di BRSU Tabanan Tahun 2012 Sukmawan, Komang Wendy
Community Health Vol 2 No 1
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.583 KB)

Abstract

BRSU Tabanan merupakan salah satu pelaksana penyelenggaraan program Jamkesmas pelayanan kesehatan lanjutan yang memiliki kewajiban untuk mengirimkan pertanggungjawaban klaim Jamkesmas kepada tim pengelola Jamkesmas pusat setiap bulannya. Dari hasil wawancara, observasi dan penelusuran data pendahuluan diperoleh bahwa BRSU Tabanan mengalami keterlambatan pengiriman pertanggungjawaban klaim Jamkesmas setiap bulannya yang mengakibatkan terganggunya arus kas pembiayaan pelayanan kesehatan rumah sakit. Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat pandangan staf BRSU Tabanan terhadap proses pertanggungjawaban klaim Jamkesmas pelayanan rawat inap tingkat lanjutan. Penelitian ini termasuk penelitian cross-sectional deskriptif kualitatif dengan sembilan informan yang dipilih menggunakan purposive sampling. Terdiri dari dua dokter spesialis, dua petugas pendaftaran dan kasir rawat inap Jamkesmas, dua petugas administrasi ruangan, satu petugas rekam medis, dan dua petugas entry data dan klaim Jamkesmas. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada informan dan data dianalisis secara kualitatif. Staf BRSU Tabanan sudah memiliki pengetahuan dan sikap yang cukup baik mengenai proses pertanggungjawaban klaim Jamkesmas, termasuk pelaksanaannya yang sudah mengacu pada Manlak Jamkesmas 2012. Hambatan proses memenuhi pertanggungjawaban klaim Jamkesmas adalah peserta tidak lengkap membawa persyaratan Jamkesmas, dokter terlambat mengisi resume medis, terlambat menyetor resume medis ke unit entry data klaim Jamkesmas, kekeliruan memasukan kode diagnose dan tindakan, adanya software entry data dan klaim Jamkesmas yang baru dan kurangnya dukungan dari unit-unit kerja terkait. Tujuan proses tersebut adalah untuk mendapatkan dana rumah sakit yang telah dikeluarkan dan bermanfaat untuk pengeluaran biaya operasional rumah sakit. Adapun kerugian yang dialami bila terlambat mengirimkan pertanggungjawaban klaim Jamkesmas adalah terhambatnya dana turun yang akan menyebabkan terganggunya arus kas rumah sakit. Sebagian besar staf BRSU Tabanan sudah mengetahui dan memiliki sikap yang cukup baik, termasuk tujuan dan manfaat, serta kerugian yang dialami bila terlambat mengirimkan pertanggungjawaban klaim Jamkesmas sesuai dengan arahan yang terdapat dalam Manlak Jamkesmas 2012. Hal ini perlu dibarengi dengan mengadakan sosialisasi yang baik oleh pihak manajerial rumah sakit dan rapat yang dihadiri setiap unit kerja yang terlibat untuk membahas permasalahan yang dialami.
Kajian Pengelolaan Limbah Di Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Astuti, Agustina
Community Health Vol 2 No 1
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.936 KB)

Abstract

Indonesia  diperkirakan  memproduksi  limbah  padat  rumah  sakit  sebesar 376.089  ton/hari  dan  produksi  limbah  cair  48.985,70  ton/hari.  Pengelolaan  limbah medis  dan  non  medis  rumah  sakit  sangat  dibutuhkan  bagi  kenyamanan  dan kebersihan  rumah  sakit  karena  dapat  memutuskan  mata  rantai   penyebaran  penyakit menular,  terutama  infeksi  nosokomial.  Pengelolaan  limbah  cair  juga  perlu diperhatikan,  pembuangan  air  limbah  ke  sungai  ini dapat  membuat  sungai  menjadi dangkal  dan  alirannya  mampat.  Untuk  mencegah  dampak  dari  pencemaran lingkungan perlu adanya kajian terhadap sistem pengelolaan  limbah di rumah sakit. Penelitian  ini  merupakan  penelitian  crossectional  deskriptif  yang  bertujuan untuk mengkaji sistem pengelolaan limbah yang ada di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB. Objek penelitian adalah unit pengelolaan limbah padat dan cair. Data diperoleh dengan  cara  wawancara  dan  observasi  yang  berpedoman  pada  Kepmenkes  RI  No. 1204 tahun 2004 dan di analisa secara deskriptif. Hasil  penelitian  menunjukkan  jumlah  limbah  medis  padat  yang  dihasilkan rumah  sakit  sebanyak  56,77  kg/hari  dan  limbah  non  medis  padat  sebanyak  597,15 kg/hari. Proses pengelolaan limbah medis dan non medis dimulai dengan pewadahan, pengangkutan,  transportasi,  TPS  dan  TPA/pemusnahan.  Pengelolaan  limbah  padat dan  cair  masih  belum  sesuai  dengan  Kepmenkes  RI  No.1204  tahun  2004.  Tahap pewadahan  limbah  masih  banyak  tercampur  antara  limbah  medis  dan  non  medis. Incinerator  yang  digunakan  untuk  membakar  limbah  medis  menghasilkan pembakaran  yang  kurang  sempurna.  Hasil  pemeriksaan  pada  outlet  IPAL menunjukkan  kandungan  residu  tersuspensi,  amonia  dan  fosfat  masih  belum memenuhi  baku  mutu  sesuai  keputusan  Menteri  Lingkungan  Hidup  Nomor  Kep-58/MENLH/12/1995 tentang baku mutu limbah cair bagi kegiatan rumah sakit. Kesimpulan  penelitian  ini  adalah  pengelolaan  limbah  padat  dan  cair  di Rumah  Sakit  Umum  Provinsi  NTB  masih  belum  memenuhi  syarat  kesehatan lingkungan sesuai dengan Kep menkes RI No. 1204 tahun 2004.
Pengaruh Pemicuan Masalah Demam Berdarah Berbasis Masyarakat Terhadap Pengetahuan, Sikap, Dan Perilaku Pencegahan DBD Pada Kader PKK Di Kelurahan Sesetan Tahun 2013 Prasetya, Wahyu Adhy
Community Health Vol 2 No 1
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.259 KB)

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit infeksi yang kejadiannya masih tetap tinggi. Pencegahan yang tepat harus lebih ditingkatkan untuk menurunkan angka kejadian DBD. Kelurahan Sesetan merupakan daerah yang memiliki kasus DBD tertinggi pada tahun 2011 di wilayah kerja Puskesmas I Denpasar Selatan. Metode partisipasif sangat diperlukan untuk mengajak masyarakat berperan serta dalam upaya preventif promotif, salah satunya melalui metode pemicuan masalah demam berdarah berbasis masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemicuan masalah demam berdarah berbasis masyarakat terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan DBD pada kader PKK di Kelurahan Sesetan tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan rancangan Quasi Eksperimen dengan Non equivalent control group design yang menggunakan pengukuran berulang. Tujuh belas wanita mendapat intervensi. Kelompok perlakuan diberikan intervensi dengan pelatihan pemicuan DBD, sedangkan kelompok kontrol hanya diberikan leaflet. Hasil pre dan 2 kali post test dianalisis secara deskriptif dengan uji General Linear Model (GLM) Repeated Measure. Hasil penelitian ini menunjukan ada peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku kader PKK di Kelurahan Sesetan yang mendapatkan intervensi mengenai pencegahan DBD sebelum dan setelah diberikan pemicuan. Namun, pemicuan ini belum dapat dikatakan meningkatkan pengetahuan pada kelompok intervensi jika dibandingkan kelompok kontrol karena terjadi bias histori dan bias instrumen. Sedikit berbeda dengan hasil pengukuran sikap dan perilaku yang menunjukkan adanya peningkatan efek pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol Disarankan kepada instansi terkait untuk mengupayakan pemicuan DBD sebagai salah satu alternatif promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam pencegahan demam berdarah di masyarakat.

Page 1 of 2 | Total Record : 15