cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
SOCIUS : Jurnal Sosiologi
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 44 Documents
POWERFUL EFFORT OF THE COAST COMMUNITY THROUGH GENDER APPROACH E. Pandu, Maria
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Volume 14, Desember 2013
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The fishermen families are a part of society. Unfortunately, they live in a minimum income. Therefore, sometimes some of them do subsidiary work to fulfill their needs. This study done at Dusun Kampala Desa Bonto Mate’ne as a part of coastal community where the fishermen family are working. The method used is the mixed; the quantitative and qualitative approach. This study aims to know more about social economy of Dusun Kampalas people as a coast village, to know more about the relationship and role of household members base on the gender perspective domestic or public and to know more about the function of local institutions, informal and formal in Dusun Kampalas social activities. The research determine that base on its natural resources condition, then the main livelihood of Dusun Kampalas people is fishery which are consist of 4 kinds of work grouping: as ponggawa, sawi, padallekang, and fishponder, the level of knowledge and low technology application and also of natural factors likeflood in every rainy season affect to the live of fishermen, and the women usually have expanded skill, but less opportunity to actualize themselves and need consultation, training and enlightening.Key word : social welfare, house hold, fishermen, local institution, social net, gender relation, local value
Penaggulangan Kemiskinan yang Berkelanjutan Djibe, Sultan Djibe
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Volume 12 Number 1, January 2013
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan merupakan masalah yang terjadi dari waktu ke waktu, permasalahan kemiskinan hari inimerupakan rentetan permasalahan yang telah terjadi pada masa yang lalu dan tetap saja akan terjadi pada masamasayang akan datang meskipun dengan tingkat permasalahan yang berbeda. Diharapkan masalah kemiskinanyang terjadi pada generasi saat ini tidak akan terjadi dan menjadi beban pada generasi yang akan datang.Harapannya bahwa semakin ke depan kemiskinan akan terus dapat berkurang baik dari jumlahnya maupunaspek permasalahannya, dan hal ini akan sangat tergantung pada strategi intervensi yang dilakukan. Upayapraktis yang perlu dilakukan adalah menumbuhkan kesadaran kritis dan prilaku prososial, penanggulangankemiskinan berbasis pemetaan dan penguatan kelembagaanKata Kunci: Kemiskinan, keberlanjutan
PEMBANGUNAN GENDER DAN BENTURAN TRADISI Suparman Abdullah
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Vol. 13 No. 1 (2013)
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membangun kesataran gender menghadapi tantangan terhadap nilai budaya lokal, khususnya masyarakat yang memiliki tingkat kemajemukan yang tinggi seperti Indonesia. Konsep gender adalah sifat yang melekat pada kaum laki-laki dan perempuan yang dibentuk oleh factor-faktor sosial maupun budaya. Kesetaraan gender merupakan isu kontemporer yang mengglobal yang dikembangkan oleh negara-negara maju, seiring dengan issu demokratisasi, lingkungan hidup, pemanasan global dan hak azasi manusia (HAM). Untuk membangun kesataraan gender tetap harus mempertimbangkan nilai dan budaya local masyarakat.Kata Kunci: Gender, kesetaraan dan nilai budaya lokal
KAJIAN KOMUNITAS PETANI RUMPUT LAUT SEBAGAI ALTERNATIF KELANGSUNGAN HIDUP MASYARAKAT PESISIR KABUPATEN JENEPONTO Mansyur Radjab Radjab; Sultan Djibe Djibe; Ria Renita Renita
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Volume 12 Number 1, January 2013
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat pesisir Kabupaten Jeneponto khususnya komunitas nelayan Desa Arungkeke merepresentasikan diri sebagai sebuah komunitas yang sedang bertransisi dari kehidupan nelayan yang memiliki sistem sosial budaya berbasis tradisional menjadi kultur petani atau budidaya rumput laut dengan sistem sosial budaya modern. Hal tersebut semakin nyata ketika proses produksi dalam usaha budidaya rumput laut lebih bercirikan kegiatan usaha rumah tangga berhadapan dengan proses pemasaran yang cenderung bernilai kapitalistik. Proses transformasi melalui pembentukan modal sangat lamban dengan tersumbatnya akses permodalan baik terhadap lembaga keuangan pemerintah dan lembaga keuangan swasta. Dari aspek penerapan teknologi pada usaha budidaya rumput laut ternyata belum mampu menciptakan mekanisme produksi maksimal karena dilain pihak bersentuhan dengan optimalisasi produksi melalui pemanfaatan anggota keluarga. Sehingga pembentukan modal yang lamban serta penerapatn tenologi yang tidak optimal menghambat terciptanya bentuk-bentuk spesialisasi dalam usaha budidaya rumput laut.Kata Kunci : Komunitas Petani, Usaha Budidaya Rumput Laut, Kelangsungan Hidup
PERUBAHAN SOSIAL PADA KOMUNITAS PEMULUNG DI TPAS ANTANG TAMANGAPA KOTA MAKASSAR Syamsuddin Simmau
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Volume 14, Desember 2013
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada awalnya, kehidupan masyarakat di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Tamangapa Kota Makassar hidup apa adanya tanpa fasilitas. Namun, saat ini kehidupan masyarakat di TPAS Tamangapa telah berubah. Sudah ada fasilitas air bersih, kesehatan, sarana ibadah dan tempat belajar. Karena itu, dipandang penting dilakukan studi bentuk perubahan sosial yang terjadi di daerah ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sementara, instrumen pengumpulan data adalah wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehidupan keluarga komunitas pemulung di TPAS telah mengalami perubahan dalam bidang pendidikan, kehidupan sosial, lembaga sosial dan ekonomi.Kata Kunci: Pemulung, TPAS, lembaga sosial, Yapta-U
Menjajaki Kode Etik Penelitian Sosiologi Maria E. Pandu E. Pandu
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Volume 12 Number 1, January 2013
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketika ilmu–ilmu sosial yang objek/subjeknya adalah masyarakat, dimana masyarakat terdiri atas individumanusia (human being) maka perlu ada suatu kode etik penelitian. Kode etik ini seyogyanya diperhatikan secarasungguh–sungguh oleh peneliti agar tidak mengorbankan dan merugikan pihak objek/subjek penelitian. Banyakpeneliti ataupun masyarakat memberikan kesaksian bahwa tidak semua kegiatan penelitian yang dilakukan olehsiapa saja menjaga “kemitraan” antara peneliti dengan objek/subjek penelitian. Sebenarnya hal ini dapatdilakukan dengan adanya kode etik penelitian, di mana isu–isu etika sangat penting untuk pengembanganhubungan sehat antara peneliti dengan yang diteliti.Kata Kunci: Kode etik, penelitian dan kemitraan
BUDAYA TIONGHOA DI MAKASSAR, CROSS CULTURE YANG BELUM TUNTAS H.M Darwis Darwis
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Vol. 13 No. 1 (2013)
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulian ini merupakan kajian empirik konflik etnik yang melibatkan etnik Tionghoa di Kota Makassar. Menurut data, telah terjadi empat kali konflik yang melibatkan etnik Tionghoa di Kota ini. Konflik etnik tersebut mengakibatkan kerusakan properti milik etnik Tionghoa. Tulisan ini mengetengahkan padangan tentang perilaku sosial budaya etnik Tionghoa yang rentan memicu konflik. Dengan demikian, beberapa perilaku tersebutpatut dicermati untuk mendorong terciptanya integrasi budaya etnik Tionghoa dengan etnik pribumi di Kota Makassar.Key words: Eksklusifme budaya, komunikasi, harmoni semu, interaksi sosial
Penaggulangan Kemiskinan yang Berkelanjutan Sultan Djibe Djibe
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Volume 12 Number 1, January 2013
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan merupakan masalah yang terjadi dari waktu ke waktu, permasalahan kemiskinan hari inimerupakan rentetan permasalahan yang telah terjadi pada masa yang lalu dan tetap saja akan terjadi pada masamasayang akan datang meskipun dengan tingkat permasalahan yang berbeda. Diharapkan masalah kemiskinanyang terjadi pada generasi saat ini tidak akan terjadi dan menjadi beban pada generasi yang akan datang.Harapannya bahwa semakin ke depan kemiskinan akan terus dapat berkurang baik dari jumlahnya maupunaspek permasalahannya, dan hal ini akan sangat tergantung pada strategi intervensi yang dilakukan. Upayapraktis yang perlu dilakukan adalah menumbuhkan kesadaran kritis dan prilaku prososial, penanggulangankemiskinan berbasis pemetaan dan penguatan kelembagaanKata Kunci: Kemiskinan, keberlanjutan
REKONSILIASI MASYARAKAT PASCA KONFLIK Syaifullah Cangara
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Volume 14, Desember 2013
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paper ini merupakan intisari dari penelitian yang telah dilakukan di wilayah Kabupaten Poso Sulawesi Tengah dan Kabupaten Hamahera Utara Provinsi Maluku Utara. Di kedua wilayah itu terjadi ”tragedi kemanusiaan” yang membawa korban jiwa baik dari mereka yang beragama Islam maupun mereka yang beragama Nasrani. Penelitian bertujuan untuk : (1) mengetahui penyebab konflik; (2) menganalisis dampak konflik, dan (3) menjelaskan rekonsialisasi dan komitmen masyarakat pasca konflik. Data diperoleh dari tokoh masyarakat dari kedua kelompok yang bertikai, bahkan juga diperoleh dari mereka yang terlibat secara langsung dalam proses konflik tersebut. Penemuan informan dilakukan dengan teknik ”snowball” secara serial dengan menggunakan prinsip ”triangulasi”. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data secara kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik dan tindak kekerasan awalnya berakar pada pertarungan kepentingan di antara elit politik lokal yang memakai dan memanipulasi simbol-simbol agama, batas wilayahadministratif antar etnik dengan basis agama yang berbeda, dan kecemberuan sosial baik antara pendatang dan penduduk asli maupun antar penduduk asli yang berbeda agama.Revitalisasi nilai-nilai kearifan lokal sintuwu maroso di Poso dan hibua lamo di Halmahera Utara ternyata mampu meng-akomodasi potensi konflik menuju integrasi masyarakat di kedua wilayah konflik tersebut.Kata Kunci: rekonsiliasi, konflik, elit politik, sintuwu maroso, hibua lamo
Modal Sosial Sebagai Strategi Pengentasan Kemiskinan secara Mandiri pada Desa Nelayan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Hamka Naping Naping
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Volume 12 Number 1, January 2013
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi pengentasan kemiskinan yang dilaksanakan selama ini cenderung mereduksi masalah kemiskinan hanyasebagai persoalan ekonomi semata. Akibatnya solusi yang ditawarkan lebih berfokus pada penanganan masalahekonomi seperti modal, investasi, teknologi dan berbagai aspek finansial lainnya saja. Sementara pada sisi lainkenyataan aktual menunjukkan bahwa persoalan kemiskinan adalah problem yang multikompleks melibatkansemua aspek dalam kehidupan manusia termasuk masalah kelembagaan dan modal sosial. Tidak dapatdipungkiri bahwa upaya pengentasan kemiskinan membutuhkan penanganan aspek ekonomi, namun harusdisadari oleh penentu kebijakan baik di level kabupaten kota maupun pada level propinsi, bahwa pendekatanmulti sektor dengan berbasis pada kebutuhan dan potensi masyarakat lokal merupakan alternatif yang memilikisignifikansi tertentu. Artikel ini akan potensi modal sosial yang dimiliki oleh masyarakat untuk dimanfaatkan bagiupaya pengentasan kemiskinan oleh warga masyarakat lokal itu sendiri.Kata kunci: modal sosial, pengentasan, kemiskinan.