cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
SOCIUS : Jurnal Sosiologi
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 44 Documents
POTENSI DAN KEKUATAN MODAL SOSIAL DALAM SUATU KOMUNITAS Suparman Abdullah
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Volume 12 Number 1, January 2013
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modal sosial memiliki beberapa elemen yang merupakan sumber dan energy bagi warga dalam suatu komunitas. Kekuatan modal sosial dapat diketahui melalui elemen-elemen yang terlekat dalam struktur sosial komunitas. Beberapa elemen modal sosial antara lain kepercayaan (trust), nilai dan norma timbale balik, institusi dan assosiasi, hubungan timbale balik serta jaringan. Implementasi kekuatan modal sosial dipahami dalam tiga tipologinya yaitu modal sosial sebagai perekat warga komunitas, sebagai penyambung/menjembatani dan sebagai koneksi atau akses. Modal sosial sebagai modal dasar bagi komunitas dapat mengefektifkan modal dan potensi lainnya, namun elemen yang melekat tersebut memberi manfaat dan dapat diakes oleh semua warga komunitas serta tidak bertentangan dengan standar nilai yang berlaku secara universal.Kata Kunci: Modal Sosial, Kekuatan dan Komunitas
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA PENGENTASAN KEMISKINAN Atma Atma Ras
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Volume 14, Desember 2013
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara umum kemiskinan merupakan masalah yang sangat kompleks, karena tidak hanya berkaitan dengan masalah rendahnya pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari, rendahnya pendapatan masyarakat tetapi juga ketidakberdayaan dari aspek ekonomi, social, budaya dan politik.Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah, baik pemerintahan rezim Orde Baru maupun pemerintahan Era Reformasi untuk menanggulangi kemiskinan, dengan berbagai pendekatan, seperti pendekatan top down maupun pendekatan bottom up, serta merumuskanberbagai kebijakan program, baik program bantuan sosial maupun program berbasis pemberdayaan. Program pemberdayaan dilakukan untuk melibatkan masyarakat secara penuh, mulai dari identifikasi masalah, merumuskan, merencanakan sampai kepada tahap pelaksanaan dan evaluasi program.yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Kata Kunci : Kemiskinan, Ketidakberdayaan, Program dan Strategi
PERAN KELEMBAGAAN LOKAL DALAM MENINGKATKAN KEBERDAYAAN MASYARAKAT Studi Kasus Peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) di Kota Makassar Anwar Sulili Sulili; Buchari Mengge Mengge
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Volume 12 Number 1, January 2013
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan paradigma pemerintahan dari government ke governance memerlukan redefinisi peran negara danmasyarakat dalam pembangunan terutama dalam memberikan kesempatan kepada masyarakat untukberpartisipasi dalam proses pembangunan melalui pendekatan partisipatoris yang mempertemukan gagasanmikro yang kontekstual dan bersifat bottom up dengan gagasan makro yang bersifat top down. PosisiKelembagaan Lokal seperti LPM sangat strategis dalam membangun pendekatan itu yang mempertemukangagasan yag bersifat button up dan top down. Hanya disadari bahwa peran LPM yang strategis dalammenumbuhkan partsisipasi masyarakat masih terbatas jangkauannya, dan hanya menyangkut fasilitasi aspekperbaikan fisik lingkungan. Dengan peran seperti itu, menjadikan institusi LPM kurang berkembang dan tidakmendapatkan respon yang posistif dari pihak masyarakat. Hambatan institusional, dimana LPM bukan lembagayang diprakarsai pembentukannya oleh masyarakat seringkali menjadi hambatan internal, sehinggaeksistensinya lebih pada perpanjangan tangan pemerintah, dan bukan untuk menyelesaikan persoalanpersoalanmasyarakat, sebagaimana lembaga masyarakat lainnya (civil society) yang mengedepankanparticipatory.Kata kunci: Pemberdayaan masyarakat, pendekatan partcipatory, keberdayaan.
INSTITUSI KELUARGA DAN POLIGAMI Ria Renita
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Volume 15 Number 1, Apr 2015
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RIA RENITA ABBAS.Institusi Keluarga dan Poligami, Strudi Kasus Keluarga Poligami Yang Berpoligini Di Kota Makassar. Penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perkawinanpoligami yang berpoligini di kota Makassar dan sekaligus menjelaskan makna perkawinan yang poligini oleh seluruh anggota keluarga baik dari suami, istri dan anak serta untuk menjelaskan realitas fungsi institusi keluarga poligami yang berpoligini. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, jenis penelitian berupa studi kasus desktiptif, berparadigma fakta sosial dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi, pengambilan informan menggunakan teknik snow ball, teknik analisis data melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi.Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi poligami adalah faktor eksternal dan faktor internal, sedangkan makna poligami oleh masing-masing keluarga sangat beragam baik dari suami, istri maupun anak. Realitas fungsi yang masih berjalan dalam keluarga yang berpoligini adalah fungsi seksual dan ekonomi sedangkan fungsi keluarga yang terganggu adalah fungsi afeksi,perlindungan, sosialisasi dan pemeliharaan.Fungsi keluarga yang tidak seluruhnya berjalan dengan baik lebih bersifat disfungsional.Kata Kunci: poligini, poligami, keluarga