cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 2088411     EISSN : 25282891     DOI : https://doi.org/10.31947
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 Juli - Desember 2019" : 7 Documents clear
DISTRIBUSI FILM DALAM DISKURSUS MEDIA DI INDONESIA Irwanto Irwanto
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. 2 Juli - Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v8i2.6349

Abstract

  ABSTRACTThe research aimed to comprehend and describe: the discourse construction process concerning the film distribution, the film position in the state position, and what strength and interest affecting the discourse concerning the film distribution in Indonesia. The researched the Fairclough’s Critical Discourse Analysis method to disclose the main problem in discursive practice. The media have facilitated the debate forum among the government, regulators, and film-makers about these issues. In the discourse production of the film distribution, the media continuously criticize the film monopoly distribution. Although filmmakers have the same opinion to encourage the issuance of the film regulation, the media take the exhibitor’s side to facilitate more locations for the other investors to develop more cinemas. Based on the analysis, Gramedia group, in this case, KOMPAS, actually spreads the discourse as their strategy to obtain more opportunities in the frame of developing their new business in the film distribution. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk, memahami dan mendeskripsikan proses konstruksi diskursus mengenai distribusi film di Indonesia, posisi perfilman dalam sistem kenegaraan di Indonesia, dan kepentingan apa yang berpengaruh Penelitian ini menggunakan metode Critical Discourse Analysis Fairclough untuk membongkar masalah utama dalam praktik diskursif. Media telah memfasilitasi forum debat antara pemerintah, regulator, dan film-makers mengenai isu-isu tersebut. Dalam produksi diskursus distribusi film, media terus-menerus mengkritik monopoli distribusi film di Indonesia. Meski pembuat film memiliki pendapat yang sama untuk mendorong penerbitan peraturan film tersebut, media tersebut mengambil sisi eksibitor untuk memfasilitasi lebih banyak tempat bagi investor lain untuk membangun lebih banyak bioskop di Indonesia. Berdasarkan analisisnya, Gramedia Group, dalam hal ini KOMPAS, sebenarnya menyebarkan diskursus mengenai perfilman sebagai strategi mereka untuk mendapatkan lebih banyak kesempatan dalam rangka membangun bisnis baru mereka dalam distribusi film.
KONSEP AKULTURASI BUDAYA MASYARAKAT TIONGHOA DITINJAU DARI KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA (STUDI KASUS ETNIS TIONGHOA DI WILAYAH BARAT SELATAN ACEH) Muzakkir Muzakkir
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. 2 Juli - Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v8i2.8872

Abstract

Abstrak Kajian dalam penelitian ini fokus pada konsep akulturasi budaya etnis Tionghoa yang ada di Wilayah Barat Selatan Aceh melalui proses komunikasi antar budaya. Perbedaan budaya tentunya membawa banyak manfaat, sehingga proses interaksi tidak akan mengalami hambatan, dengan begitu diperlukan banyak penyesuaian untuk memehami interaksi tersebut. Faktor ke Bhinnekaan memberikan implementasi untuk menghormati satu sama lain yang berbeda. Metode yang peneliti gunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengambilan sampel melalui snowball sampling. Dengan metode tersebut peneliti berharap dapat terus mengumpulkan informasi yang dibutuhkan sebagai bahan untuk membahas tentang proses akulturasi ini. Penelitian ini dilakukan secara sistematis dan terstruktur dengan jadwal yang telah ditetapkan sehingga akan dilakukan secara bertahap. Tujuan akhir dari kajian ini nantinya untuk memperoleh gambaran tentang konsep akulturasi yang digunakan oleh etnis Tionghoa dalam bermasyarakat di Wilayah Barat Selatan Aceh. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh budaya Tionghoa yang nyata dalam kehidupan bermasyarakat terdapat kesamaan budaya yang dipraktikkan etnis Tionghoa dengan masyarakat Aceh di Wilayah Barat Selatan, seperti budaya perkawinan, perayaan hari raya, budaya peusijueuk (menepung tawar). Kedua etnis tersebut dapat menyerap nilai-nilai baru antara kebudayaan melalui proses akulturasi.
POLA KOMUNIKASI KAUM TULI DALAM MEDIA BARU Annisa Rahmawati; Hanny Hafiar; Siti Karlinah
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. 2 Juli - Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v8i2.1052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peristiwa komunikasi, komunikasi simbolik, dan kekhasan dari komunikasi simbolik yang terjadi dalam peristiwa komunikasi antara “teman-teman Tuli” dalam grup WhatsApp “Sunyi” dengan menggunakan metode etnografi virtual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peristiwa komunikasi yang terjadi dapat dikategorikan sebagai peristiwa komunikasi formal dan peristiwa komunikasi informal. Komunikasi simbolik yang terjadi meliputi : penggunaan teks yang merupakan transfer Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO), penggunaan foto dan video untuk berbagai tujuan, dan penggunaan emoji smiley, emoji gestur tangan, dan emoji hati yang dominan. Komunikasi simbolik yang khas dalam peristiwa komunikasi adalah emoji untuk lambai tangan dan emoji “jangan” sebagai topik humor.
EFEK POST TRUTH PADA PARTISIPASI PEMILIH PEMILU 2019 (Kajian Sosiologi Komunikasi) Muhammad Iqbal Latief
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. 2 Juli - Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v8i2.9856

Abstract

Proses dan hasil Pemilihan Umum tahun 2019, telah selesai. Semua anggota legislatif (DPR, DPD, dan DPRD), telah dilantik, termasuk Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Namun permasalahan mengenai Pemilu serentak 2019, masih menjadi keprihatinan publik. Salah satunya adalah maraknya Hoax dan Hate Speech pada pemilihan presiden dan wakil presiden Pemilu 2019. Tulisan ini, mencoba mengkaji efek Post Truth yaitu Hoax dan Hate Speech, terhadap partisipasi pemilih pada Pemilu 2019. Metode yang digunakan adalah kualitatif desktiptif, dan data yang diolah yaitu data sekunder dan data primer. Penelitian ini berawal identifikasi dan perumusan masalah, pengumpulan data, pengolahan dan analisis data meliputi klasifikasi dan reduksi data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil studi menggambarkan, efek post truth pada Pemilu serentak 2019 tidak hanya menimbulkan permasalahan negatif seperti; (1) telah terjadi sekat-sekat sosial dalam masyarakat akibat perbedaan dukungan; (2) dihalalkannya semua cara-cara propaganda dalam kampanye, sehingga kelompok-kelompok pendukung kehilangan kesadaran dan moralitasnya; (3) meningkatnya Issu Politik Identitas, SARA, dan lain-lain, dan; (4) Daya kritis masyarakat melemah dan masyarakat makin permissif dengan sesuatu yang belum tentu benar bahkan cenderung tidak benar. Sehingga antara kebenaran dan kebohongan, semakin sulit dibedakan oleh masyarakat. Tetapi Post Truth juga berkontribusi pada hal-hal yang positif, antara lain; (1) Post truth telah menciptakan sikap pemilih yang fanatik, sehingga mereka takut dan kecewa jika calonnya kalah; (2) Fanatisme ini kemudian diwujudkan dengan berbondong-bondong mendaftaran diri memilih dan datang ke TPS untuk mencoblos, dan; (3) Post Truth telah mendorong tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 meningkat melebihi Pemilu tahun 2014 dan melebihi dari target yang ditetapkan KPU. Walaupun demikian, disarankan perlu direvisi Undang-Undang tentang Pemilu,agar efek negatif post truth dapat diminimalisir agar tidak sampai mengganggu keharmonisan sosial, persatuan dan kesatuan bangsa. Kata Kunci; Post Truth, Partisipasi, Pemilih, Pemilu 2019
PENGARUH MOBILE GAMING PADA TINGKAT KEPUASAN HUBUNGAN KELUARGA Janisa Lande; Arianto Arianto; Tuti Bahfiarti
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. 2 Juli - Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v8i2.8871

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh bermain game mobile Mobile Legends: Bang Bang pada kepuasan hubungan keluarga. Kepuasan Hubungan keluarga diukur menggunakan versi skala kepuasan hubungan keluarga Olson yang diterjemahkan dan sedikit dimodifikasi. Pemain Mobile Legends: Bang Bang mengisi kuesioner survei online sebagai prasyarat untuk pendaftaran kompetisi Mobile Legends: Bang Bang. Secara total, 204 tanggapan yang valid dikumpulkan. Analisis korelasional mengungkapkan bahwa tidak ada korelasi antara rentang waktu pemain telah bermain Mobile Legend: Bang Bang dengan kepuasan hubungan keluarga. Tidak ditemukan pula korelasi antara lama pemain bermain Mobile Legend: Bang Bang dalam satu sesi dengan kepuasan hubungan keluarga. Tetapi ditemukan korelasi positif yang signifikan antara tingkat keseringan bermain Mobile Legend: Bang Bang dengan kepuasan komunikasi keluarga gamer. Kata Kunci: mobile gaming, kepuasan hubunngan keluarga, video game, Mobile Legends
PENGGUNAAN CYBER MEDIA (ONLINE) PELAYANAN PENGADAAN BARANG DAN JASA DALAM MEWUJUDKAN TRANSPARANSI PEMERINTAH DI KABUPATEN MAROS yualifah yualifah
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. 2 Juli - Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v8i2.7232

Abstract

Pemerintah Kabupaten Maros telah menggunakan Cyber Media (online) dalam proses tender atau pengadaan barang dan jasa pemerintah. Proses Pengadaan barang dan jasa yang dilakukan dengan menggunakan e-procurement secara signifikan akan meningkatkan kinerja, efektifitas, efisiensi, transparansi, akuntabilitas transaksi yang dilakukan, selain itu biaya operasional dapat dikurangi secara signifikan karena tidak diperlukan lagi penyerahan dokumen fisik dan proses administrasi yang memakan waktu dan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan cyber media (online) pelayanan pengadaan barang dan jasa dalam mewujudkan transparansi Pemerintah di Kabupaten Maros. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jumlah informas sebanyak 12 orang. Implementasi tender di Kabupaten Maros dengan menggunakan aplikasi pengadaan barang dan jasa secara online (LPSE) pada dasarnya sudah sesuai dengan prinsip dan perolehan manfaat yang dirasakan dalam pelaksaan pembangunan di kabupaten maros, serta mewujudkan tata kelola pemerintah yang baik atau clean and good governance. Hal ini bisa dilihat dari beberapa aspek antara lain, efektif dalam hal pemberantasan praktik KKN, yang mana hal ini yang selalu menjadi masalah dalam setiap tender pemerintahan
PENGGUNAAN CYBER MEDIA (ONLINE) PELAYANAN PENGADAAN BARANG DAN JASA DALAM MEWUJUDKAN TRANSPARANSI PEMERINTAH DI KABUPATEN MAROS yualifah, yualifah
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. 2 Juli - Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v8i2.7232

Abstract

Pemerintah Kabupaten Maros telah menggunakan Cyber Media (online) dalam proses tender atau pengadaan barang dan jasa pemerintah. Proses Pengadaan barang dan jasa yang dilakukan dengan menggunakan e-procurement secara signifikan akan meningkatkan kinerja, efektifitas, efisiensi, transparansi, akuntabilitas transaksi yang dilakukan, selain itu biaya operasional dapat dikurangi secara signifikan karena tidak diperlukan lagi penyerahan dokumen fisik dan proses administrasi yang memakan waktu dan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan cyber media (online) pelayanan pengadaan barang dan jasa dalam mewujudkan transparansi Pemerintah di Kabupaten Maros. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jumlah informas sebanyak 12 orang. Implementasi tender di Kabupaten Maros dengan menggunakan aplikasi pengadaan barang dan jasa secara online (LPSE) pada dasarnya sudah sesuai dengan prinsip dan perolehan manfaat yang dirasakan dalam pelaksaan pembangunan di kabupaten maros, serta mewujudkan tata kelola pemerintah yang baik atau clean and good governance. Hal ini bisa dilihat dari beberapa aspek antara lain, efektif dalam hal pemberantasan praktik KKN, yang mana hal ini yang selalu menjadi masalah dalam setiap tender pemerintahan

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Volume 12 No. 2 Juli-Desember 2023 Volume 12 No. 1 Januari-Juni 2023 Volume 11 No. 2 Juli-Desember 2022 Volume 11 No. 1 Januari-Juni 2022 Volume 10 No. 2 Juli-Desember 2021 Volume 10 No. 1 Januari-Juni 2021 Vol. 9 No. 2 Juli - Desember 2020 Vol. 9 No. 1 Januari – Juni 2020 Vol. 9 No. 1 Januari – Juni 2020 Vol. 8 No. 2 Juli - Desember 2019 Vol. 8 No. 1 Januari – Juni 2019 Vol.7 No.2 Juli - Desember 2018 Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018 Vol.6 No.2 Juli - Desember 2017 Vol.6 No.1 Januari - Juni 2017 Vol.5 No.2 Juli - Desember 2016 Vol.5 No.1 Januari - Juni 2016 Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015 Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015 Vol.4 No.3 Juli - September 2015 Vol.4 No.3 Juli - September 2015 Vol.4 No.2 April - Juni 2015 Vol.4 No.2 April - Juni 2015 Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015 Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015 Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014 Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014 Vol.3 No.3 Juli - September 2014 Vol.3 No.3 Juli - September 2014 Vol.3 No.2 April - Juni 2014 Vol.3 No.2 April - Juni 2014 Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014 Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014 Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013 Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013 Vol.2 No.3 Juli - September 2013 Vol.2 No.3 Juli - September 2013 Vol.2 No.2 April - Juni 2013 Vol.2 No.2 April - Juni 2013 Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013 Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013 Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011 Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011 Vol.1 No.3 Juli - September 2011 Vol.1 No.3 Juli - September 2011 Vol.1 No.2 April - Juni 2011 Vol.1 No.2 April - Juni 2011 Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011 Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011 More Issue