cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA" : 30 Documents clear
Kejadian Obesitas Sentral pada Usia Dewasa Puspitasari, Nimas
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i2.21112

Abstract

Abstrak Kota Semarang memiliki prevalensi obesitas sentral sebesar 36,3% pada tahun 2013. Proporsi kejadian obesitas sentral di Kelurahan Plalangan pada tahun 2013 sebanyak 61,7% (pada wanita dewasa). Usia dewasa merupakan faktor risiko dari obesitas sentral, prevalensi obesitas sentral tahun 2013 pada kelompok usia 25-34 tahun (22,9%) dan 35-44 tahun (33,5%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas sentral pada usia dewasa. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional yang melibatkan 102 sampel. Instrument penelitian yang digunakan adalah lembar kuesioner dan alat ukur. Analisis data mengunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai p value jenis kelamin (p=0,001), tingkat pengetahuan (p=0,159), tingkat pendidikan (p=0,024), jenis pekerjaan (p=0,658), status kawin (p=0,144), riwayat keturunan (p=0,003), aktivitas fisik (p=0,000), status merokok (p=0,409), dan intake kalori (p=0,001). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara jenis kelamin, tingkat pendidikan, riwayat keturunan, aktivitas fisik, dan intake kalori dengan kejadian obesitas sentral pada usia dewasa.  Abstract Semarang City has a prevalence of central obesity of 36.3% in 2013. The proportion of central obesity in Kelurahan Plalangan in 2013 is 61.7% (in adult women). Adult age is a risk factor for central obesity, the prevalence of central obesity in 2013 in the 25-34 year age group (22.9%) and 35-44 years (33.5%). The purpose of this study to determine the factors associated with the incidence of central obesity at adult age. The type of this study was observational analytic with cross sectional design involving 102 samples. The research instrument used is questionnaire and measuring instrument. Data analysis using Chi-square test. The results showed that p value of sex (p = 0,001), knowledge level (p = 0,159), education level (p = 0,024), job type (p = 0,658), marital status (p = 0,144) p = 0,003), physical activity (p = 0,000), smoking status (p = 0,409), and caloric intake (p = 0,001). The conclusions of this study are the relationship between sex, education level, hereditary history, physical activity, and caloric intake with central obesity occurrence in adulthood. Keywords : risk factors, central obesity, adult age
Dokumen Manual K3 pada Penanganan Prasarana dan Sarana Umum DKI Jakarta Kasyfan, Muhamad; Koesyanto, Herry
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i2.21259

Abstract

Abstrak Kecelakaan kerja di Penanganan Prasarana dan Sarana Umum seringkali terjadi hingga menyebabkan kematian. Belum adanya kelengkapan dokumen yang mendukung keselamatan dan kesehatan kerja menjadi sebab kecelakaan kerja terus terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyusun rancangan dokumen manual keselamatan dan kesehatan kerja di PPSU DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Informan berjumlah 5 orang, yaitu Lurah, Sekretaris Kelurahan, Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan dan Lingkungan Hidup, Koordinator Pekerja PPSU dan Pekerja PPSU. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara semi terstruktur dan observasi lapangan. Penelitian dilakukan tahun 2017. Hasil penelitian ini adalah rancangan dokumen manual keselamatan dan kesehatan kerja di PPSU DKI Jakarta. Saran yang peneliti rekomendasikan kepada Kelurahan khususnya satuan kerja PPSU Kelurahan meliputi: melakukan review terhadap aspek K3 PPSU, melakukan jajak pendapat dengan pekerja PPSU, melakukan pengecekan kelayakan APD, dan melakukan peningkatan kinerja K3 dalam bentuk membuat SOP Abstract Work accident is an event that is obviously undesirable and causes losses such as time, property and loss of life. In conditions of work accidents required the process of controlling the potential hazards as a cause of accidents. The purpose of this research is to arrange draft of manual document of safety and health in PPSU DKI Jakarta. This research uses research and development method. Informant determination was done by purposive sampling technique. Informants amounted to 5 people, namely Lurah, Sekretaris Kelurahan, Section Head Economic Development and Environment, Workers Coordinator PPSU and PPSU Workers. The data were collected using semi structured interview technique and field observation. The result of this research is the design of work safety and health manual document at PPSU DKI Jakarta. Suggestions that researchers recommend to the Kelurahan in particular the work units of Penanganan Prasarana dan Sarana Umum of Kelurahan include: reviewing aspects of OHS in SOPs, conducting polls with PPSU workers, making strategic control measures involving workers directly, implementing OSH culture every work implementation, always checks the feasibility of PPE, and improves the performance of K3 in the form of making new SOP according to the needs of K3 PPSU. Keyword : Occupational Safety and Health Management Systems, Work Accident, PPSU, Manual
Implementasi Kebijakan Permenkes Nomor 67 Tahun 2016 tentang Penanggulangan Tuberkulosis Faradis, Naili Akrima; Indarjo, Sofwan
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i2.21291

Abstract

ABSTRAK TB merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan salah satu penyebab kematian, sehingga perlu dilaksanakan program penanggulangan TB secara berkesinambungan. Tujuan penelitian adalah menganalisis implementasi kebijakan tentang penanggulangan TB di Kota Tegal. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan informan secara purposive sampling. Informan utama yaitu pengelola program TB di fasyankes dan petugas analis di fasyankes. Uji validitas dengan triangulasi sumber kepada pengelola program TB Dinkes Kota Tegal, kepala fasyankes dan paseien tuberkulosis.Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan implementasi kebijakan ini belum berjalan secara maksimal. Dari empat variabel yang berpengaruh dalam pelaksanaan implementasi kebijakan yaitu kemampuan implementor kebijakan; sumber daya; hubungan organisai; dan kondisi lingkungan, masih terdapat dua variabel yang belum berjalan secara maksimal sehingga menghambat pelaksanaan implementasi ini. Dua hal tersebut adalah sumber daya kebijkan yang belum sepenuhnya terpenuhi, dan kurangnya dukungan masyarakat dalam penanggulangan TB. Saran yang diberikan yaitu melanjutkan pelaksanaan program penanggulangan tuberkulosis di puskesmas Kota Tegal yang telah terlaksana agar program tersebut dapat terus berjalan secara maksimal.   ABSTRACT TB is a contagious disease that is still a public health problem and one of the causes of death, so that the need for continuous TB prevention program. The purpose of this research is to analyze the implementation of policy on TB prevention in Tegal City. This research type is qualitative research with technique of taking informant by purposive sampling. The main informants are TB program managers in fasyankes and analyst officers in fasyankes. Validity test with triangulation of source to TB program manager of Tegal City Health Office, head of fasyankes and paseien tuberculosis. The result of the research shows that the implementation of this policy implementation has not run maximally yet. Of the four influential variables in the implementation of policy implementation: the ability of policy implementers; resource; organizational relationships; and environmental conditions, there are still two variables that have not run optimally thereby hampering implementation of this implementation. Two of these are unfulfilled policy resources, and lack of community support for TB control. Suggestion given is continuing the implementation of tuberculosis prevention program at puskesmas of Tegal City which has been done so that the program can keep running maximally.  Keyword: Implementation, Policy, Countermeasures, Tuberculosis
Pembentukan Kader Jumantik sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Siswa di Sekolah Dasar Rubandiyah, Hidayatul Issri; Nugroho, Efa
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) merupakan program dari Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sebagai upaya pencegahan penularan Demam Berdarah Dengue (DBD) di lingkungan Sekolah. Program tersebut belum bisa berjalan di semua sekolah dasar. Penelitian ini dilaksanakan November 2017. Tujuan intervensi ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembentukan juru pemantau jentik (jumantik) terhadap tingkat pengetahuan siswa di SDN 1 Mluweh. Penelitian menggunakan desain One Group Pre test-Post test. Sampel sebanyak 52 siswa/siswi kelas 4 dan 5 SDN 1 Mluweh. Media yang digunakan dalam intervensi adalah flipchart dan lembar pantau jentik nyamuk. Hasil penelitian diketahui bahwa sebelum intervensi sebanyak 50,76% siswa memiliki pengetahuan tentang DBD. Selanjutnya terpilih sebanyak 4 siswa untuk dilatih menjadi kader jumantik sekolah. Setelah dilakukan intervensi, tingkat pengetahuan siswa meningkat sebesar 78,33%. Terjadi peningkatan pengetahuan pada siswa yang ditunjukkan dengan meningkatnya persentase pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan intervensi dilakukan. Abstract Eradication of Mosquito Breeding (PSN) was one of the School Health Unit (UKS) programs in preventing Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in School. But it had not been implemented in all elementary school. The purpose of this intervention was to determine the effect of Jumantik on the level of knowledge and attitude of students in SDN 1 Mluweh. This research was conducted in November 2017. Research used One Group Pre test-Post test design. Sample of 52 students of grade 4 and 5 SDN 1 Mluweh. The media used in the intervention were flipcharts and mosquito larvae observation sheets. From the result of the research, it was known that before intervention 50,76% students have knowledge about DHF. Subsequently selected as many as 4 students to be trained as Jumantik cadre in school. After intervention, the students' knowledge level was increase to 78.33%. There was an increase of knowledge toward the students shown by the increase of knowledge percentage before and after the extension activity is done. Keyword : Dengue Hemorrhagic Fever, Jumantik, Cadre, Public Health
Pengetahuan Risiko Pernikahan Dini pada Remaja Umur 13-19 Tahun Oktavia, Eka Radiyani; Agustin, Fatehah Rahma; Magai, Nandito Mapian; Widyawati, Sigit Ambar; Cahyati, Widya Hary
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i2.23031

Abstract

ABSTRAK Pernikahan dini adalah menikah pada usia kurang dari 20 tahun. Banyaknya kejadian pernikahan pada usia muda yaitu usia dibawah 20 tahun yang merupakan salah satu permasalahan yang berkaitan dengan sistem reproduksi pada remaja yang sangat memerlukan perhatian dan resiko pernikahan dini. Untuk itu perlu diteliti tingkat pengetahuan remaja di Desa Pudak Payung tentang resiko pernikahan dini terhadap remaja usia 13 – 20 tahun. Penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian deskriptif  kuantitatif. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 22 November 2017 yang dilakukan di Lingkungan RW 06 kelurahan Pudak Payung Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan teknik sampel dengan jumlah sebanyak 30 responden. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan kuosioner. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa pengetahuan responden ada tiga golongan yaitu golongan baik, cukup, dan kurang. Berdasarkan data yang telah di dapat melalui kuesioner yaitu Pengetahuan responden dari 30 responden yang berpengetahuan baik sebanyak 2 responden ( 8%), responden dengan pengetahuan cukup sebanyak 23 responden (78%), dan yang berpengetahuan kurang sebanyak 5 responden (14%). Hal ini peneliti dapat simpulkan bahwa dari hasil perhitungan melalui tabel frekuensi tingkat pengetahuan responden di Desa Pudak Payung mayoritas tergolong berpengetahuan cukup dengan presentase 78%, dipengaruhi oleh rendahnya pendidikan remaja dan pemahaman dari remaja yang minim. Oleh karena itu diharapkan remaja untuk memahami dan mendapatkan informasi tentang pengetahuan resiko pernikahan dini supaya dapat menekan terjadinya pernikahan dini pada remaja di Desa Pudak Payung. Abstract Survey results in September 2017 conducted on 30 young women in Pudak Umbrella Village, found 4 young women (13.3%) who did not understand about the risk of early marriage. This had implications for the high incidence of early marriage age under 20 years, whereas in Semarang City there was already a policy on Child Friendly City. This study aimed to determine the image of early marriage risk knowledge in adolescents aged 13-19 years in Pudak Payung Urban Village. This research used descriptive quantitative research method with cross sectional study. This research activity was conducted on November 22nd, 2017 which was done in Neighborhood RW 06 Pudak Payung Urban Village Semarang. The sample of this study amounted to 30 respondents. The research instrument used questionnaires, documentation and observation. The results showed that respondents who were well knowledge as much as 2 respondents (8%), quite as much as 23 respondents (78%), and less as many as 5 respondents (14%). The conclusion of this research was the level of knowledge of adolescents aged 13-19 years in Pudak Payung Village majority classified as knowledgeable enough with percentage 78%, influenced by low education of adolescents and understanding of teenagers minimal. Keyword : Knowledge, Early Marriage, Youth
Distribusi Spasial Vektor Potensial Filariasis dan Habitatnya di Daerah Endemis Fitriyana, Fitriyana; Sukendra, Dyah Mahendrasari; Windraswara, Rudatin
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i2.17851

Abstract

Abstrak Desa Bedono merupakan wilayah desa endemis filariasis di Kabupaten Demak sejak tahun 2016 dengan mf rate sebesar >1%. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2017 dan bertujuan menggambarkan vektor potensial filariasis dan habitatnya yang dilihat secara spasial. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan survei entomologi, pengambilan titik subjek, dan objek penelitian menggunakan GPS. Data dianalisis dengan analisis univariat dan secara spasial/pemetaan dengan perangkat Sistem Informasi Geografis (GIS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa vektor potensial filariasis yaitu Culex vishnui dengan distribusi tertinggi pada area pemukiman. Habitat vektor potensial filariasis berupa drum air, selokan, kolam ikan, ban bekas, tambak, dan tempat minum ternak. Distribusi keberadaan habitat perkembangbiakan nyamuk paling banyak ditemukan di Dusun Morosari yang menyebar di jarak 100 meter dari kasus filariasis. Simpulan penelitian ini yaitu nyamuk yang berpotensi sebagai vektor filariasis di Desa Bedono adalah Culex vishnui dengan habitat terbanyak di area pemukiman (terutama Dusun Morosari). Abstract Bedono village was categorized as a fialriasis endemic region in Demak regency since 2016 with mf rate of > 1%. The study was conducted in 2017 and it was purposed to plot the spread of disease vector and its habitat through mapping. This research was an observational research with descriptive method as its research design. Data collection was conducted by entomological survey and GPS marking. Data were analyzed using univariate analysis and spatial analysis with GIS. The result shown that the potential vector of filariasis was Culex vishnui. The breeding places of the potential vector was a water drum, an open sewerage, a fish pond, used tires, ponds, and livestock. The distribution of mosquito breeding habitat was mainly found in Morosari which is spread in a distance of 100 metres from filariasis cases. The conclusion of the research that the potential vector of filariasis was Culex vishnui with the most habitat of Culex vishnui in settlement area (especially in Morosari Village). Keyword : Vector, Habitat, Bedono, Filariasis, spatial
Kejadian Demam Tifoid di Wilayah Kerja Puskesmas Pagiyanten Ulfa, Farissa; Handayani, Oktia Woro Kasmini
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i2.17900

Abstract

ABSTRAK Kasus demam tifoid di Kabupaten Tegal pada tahun 2016 yaitu sebanyak 11.387 kasus dan Puskesmas Pagiyanten merupakan puskesmas dengan jumlah kasus demam tifoid tertinggi yaitu sebanyak 377 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian demam tifoid di Puskesmas Pagiyanten Kabupaten Tegal. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi case control dengan sampel sebesar 43 kasus dan 43 kontrol. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil yang didapatkan faktor yang berhubungan dengan kejadian demam tifoid meliputi kebiasaan makan di luar rumah (p-value=0,001), kebiasaan mencuci tangan sebelum makan (p-value=0,02), kebiasaan mencuci tangan setelah BAB (p-value=0,04), kebiasaan mencuci bahan makanan mentah (p-value=0,007), dan jamban sehat (p-value=0,04). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara kebiasaan makan di luar rumah, kebiasaan mencuci tangan sebelum makan, kebiasaan mencuci tangan setelah BAB. kebiasaan mencuci bahan makanan mentah, dan jamban sehat dengan kejadian demam tifoid di Puskesmas Pagiyanten Kabupaten Tegal. ABSTRACT Typhoid fever in Tegal regency in 2016 were 11,387 cases, and Puskesmas Pagiyanten with the highest number of cases of typhoid fever of 377 cases. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of typhoid fever in Puskesmas Pagiyanten Tegal regency. The research used case control study with 43 cases and 43 controls. The instrument used is a questionnaire. The data were analyzed by univariate and bivariate using chi-square test. The results of factors related to the occurrence of typhoid fever include eating habits outside the home (p-value=0.001), hand washing before eating habits (p-value=0.02), hand washing habit after defecate (p-value=0.04), the habit of washing raw food (p-value=0,007), and healthy latrines (p-value=0,04). The conclusion of this research is there is a relationship between eating habits outside the home, the habit of washing hands before eating, habit of washing hands after defecate, the habit of washing raw food, and healthy latrines with the incidence of typhoid fever in Puskesmas Pagiyanten Kabupaten Tegal. Keywords: Risk Factors, Typhoid Fever, Habit
Dasa Wisma Bebas Penyakit Berbasis Lingkungan Melalui Home Environmental Health and Safety Wijayanti, Yuni; Widyastari, Hasty
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i2.18321

Abstract

Abstrak Dukuh Persen pada tahun 2016 mendapat sertifikat “Daerah Kumuh” di Kota Semarang. Kondisi lingkungan sekitar rumah warga sebagian besar terlihat masih kotor tidak sehat, kejadian penyakit berbasis lingkungan masih ada, pengetahuan dan sikap tentang Home Environmental Health and Safety (HEHS) juga masih kurang. Tujuan dari intervensi ini adalah untuk mengetahui pengaruh peningkatan pengetahuan penjamah makanan melalui implementasi Home Environmental Health and Safety (HEHS). Penelitian eksperimen ini menggunakan desain One Group Pre test-Post test. Metode pelaksaan intervensi terdiri dari diskusi dengan tokoh masyarakat, pembentukan kader, pelatihan, praktik, dan metode pemecahan masalah. Evaluasi terhadap keberhasilan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan instrumen-instrumen yang berupa tes, kuesioner, dan observasi langsung. Dari hasil penelitian diketahui bahwa sebelum intervensi nilai rata-rata pretes dari peserta kegiatan sebesar 6,57 memiliki pengetahuan tentang penerapan HEHS. Setelah dilakukan intervensi, tingkat pengetahuan peserta meningkat menjadi 7,80. Terjadi peningkatan pengetahuan pada peserta yang ditunjukkan dengan meningkatnya persentase pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan intervensi dilakukan. Abstract Dukuh Percent in 2016 was certified "Slum Area" in Semarang City. The environmental conditions surrounding the residents' homes were largely seen to be unhealthy, the incidence of environment-based diseases still existed, knowledge and attitudes about the Home Environmental Health and Safety (HEHS) were also lacking. The purpose of this intervention was to examine the effect of increased knowledge of food handlers through the implementation of the Home Environmental Health and Safety (HEHS). This experimental study used the design of One Group Pre test-Post test. Intervention method consisted of discussions with community leaders, cadre formation, training, practice, and problem-solving methods. Evaluation of the success of community service activities was done with the instruments in the form of tests, questionnaires, and direct observation. From the research results it was known that before the intervention the average value of pretest from the participants of activity of 6.57 have knowledge about the application of HEHS. After intervention, the participant's knowledge level increased to 7.80. There was an increase in knowledge to the participants as indicated by the increased percentage of knowledge before and after the intervention activity was carried out. Keyword : environment-based disease, homeless mother, HEHS
Keterlambatan Berobat Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Pringapus Andriani, Eva; Prameswari, Galuh Nita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i2.18346

Abstract

Abstrak Puskesmas Pringapus mengalami peningkatan kasus Tuberkulosis (TB) Paru dari 34 kasus menjadi 41 kasus pada tahun 2016. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2017 dan bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi keterlambatan berobat pasien TB Paru. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah total populasi didapatkan 35 responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan fisher. Hasil menunjukkan bahwa pada variabel tingkat pendidikan (p = 0,012), status pekerjaan (p = 1,000), tingkat pendapatan (p = 0,002), tingkat pengetahuan (p = 0,018), jarak ke pelayanan kesehatan (p = 0,001), presepsi penderita (p = 0,005), riwayat tempat pengobatan (p = 0,279) dan gejala awal (p = 0,002). Simpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara variabel tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, tingkat pengetahuan, jarak ke pelayanan kesehatan, presepsi penderita dan gejala awal dengan keterlambatan berobat pasien TB Paru dan tidak terdapat hubungan antara variabel status pekerjaan dan riwayat tempat pengobatan dengan keterlambatan berobat pasien TB Paru. Abstract Primary health care of pringapus had increased the case of Pulmonary TB from 34 cases to 41 cases in 2016. The study was conducted in 2017 and it was purposed to determine factors associated with treatment delay among pulmonary tuberculosis patients. The type of this research was analytic observational with cross sectional design. The sample of this study was total population of 35 respondents. The instrument used a questionnaire. Data were analyzed with chi-square and fisher test. The results were variable of education (p = 0,012), job status (p = 1,000), income (p = 0,002), knowledge (p = 0,018), distance to health service (p = 0,001), patient perception p = 0,005), history of treatment site (p = 0,279) and initial symptoms (p = 0,002). The concluded of this study was a correlation between the variables of education, income, knowledge, distance to health service, patient perception and early symptoms with treatment delay among TB patients and no relationship between job status and history of treatment sites with with treatment delay among TB patients. Keyword : Delay Treatment, Patients, Pulmonary Tuberculosis
Manajemen Program Pelayanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) Santoso, M. Husni Ari; Wahyono, Bambang
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i2.18459

Abstract

Abstrak Kasus HIV di Kota Semarang tahun 2015 mengalami kenaikan sebesar 0,66% dibandingkan tahun 2014. Jumlah kunjungan pasien VCT Puskesmas Lebdosari Kota Semarang selama tahun 2016 mengalami fluktuasi dengan jumlah kunjungan sebanyak 200 pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran manajemen program pelayanan VCT di Puskesmas Lebdosari Kota Semarang. Metode penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya manusia dan sarana cukup, tidak ada dana alokasi khusus untuk pelaksanaan program pelayanan VCT, metode pelaksanaan cenderung menggunakan VCT statis, pemasaran VCT dengan melakukan penyuluhan, perencanaan VCT dilakukan oleh bagian UKM dan UKP, pembagian tugas dan wewenang dalam pengorganisasian VCT dilakukan berdasarkan petugas yang mengikuti pelatihan, tahapan pelayanan VCT sudah sesuai dengan pedoman, evaluasi VCT hanya sebatas laporan, dan jumlah kunjungan pasien dalam beberapa bulan terakhir cenderung menurun. Simpulan penelitian ini adalah gambaran manajemen program pelayanan VCT dapat dikatakan cukup. Abstract Cases of HIV in Semarang City in 2015 increased by 0.66% compared to 2014. The number of VCT patient visits to Lebdosari Public Helath Center Semarang City during 2016 fluctuated with the number of visits 200 patients. The research purposed to know the description of VCT service program management at Lebdosari Public Health Center Semarang City. This research method was qualitative research method with research type using qualitative descriptive research. The results showed that human resources and facilities were adequate, no special allocation fund for VCT implementation, implementation method tends to use static VCT, VCT marketing by doing counseling, VCT planning done by SME and UKP division, division of task and authority in organizing VCT was performed on the basis of the training officers, the VCT service stage was in accordance with the guidelines, VCT evaluation was only limited to the report, and the number of patient visits in recent months tends to decrease. The conclusion was the description of VCT service program management was sufficient. Keyword : Management, Program, VCT

Page 2 of 3 | Total Record : 30


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue