Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Kejadian Obesitas Sentral pada Usia Dewasa Puspitasari, Nimas
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i2.21112

Abstract

Abstrak Kota Semarang memiliki prevalensi obesitas sentral sebesar 36,3% pada tahun 2013. Proporsi kejadian obesitas sentral di Kelurahan Plalangan pada tahun 2013 sebanyak 61,7% (pada wanita dewasa). Usia dewasa merupakan faktor risiko dari obesitas sentral, prevalensi obesitas sentral tahun 2013 pada kelompok usia 25-34 tahun (22,9%) dan 35-44 tahun (33,5%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas sentral pada usia dewasa. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional yang melibatkan 102 sampel. Instrument penelitian yang digunakan adalah lembar kuesioner dan alat ukur. Analisis data mengunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai p value jenis kelamin (p=0,001), tingkat pengetahuan (p=0,159), tingkat pendidikan (p=0,024), jenis pekerjaan (p=0,658), status kawin (p=0,144), riwayat keturunan (p=0,003), aktivitas fisik (p=0,000), status merokok (p=0,409), dan intake kalori (p=0,001). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara jenis kelamin, tingkat pendidikan, riwayat keturunan, aktivitas fisik, dan intake kalori dengan kejadian obesitas sentral pada usia dewasa.  Abstract Semarang City has a prevalence of central obesity of 36.3% in 2013. The proportion of central obesity in Kelurahan Plalangan in 2013 is 61.7% (in adult women). Adult age is a risk factor for central obesity, the prevalence of central obesity in 2013 in the 25-34 year age group (22.9%) and 35-44 years (33.5%). The purpose of this study to determine the factors associated with the incidence of central obesity at adult age. The type of this study was observational analytic with cross sectional design involving 102 samples. The research instrument used is questionnaire and measuring instrument. Data analysis using Chi-square test. The results showed that p value of sex (p = 0,001), knowledge level (p = 0,159), education level (p = 0,024), job type (p = 0,658), marital status (p = 0,144) p = 0,003), physical activity (p = 0,000), smoking status (p = 0,409), and caloric intake (p = 0,001). The conclusions of this study are the relationship between sex, education level, hereditary history, physical activity, and caloric intake with central obesity occurrence in adulthood. Keywords : risk factors, central obesity, adult age
ANALISIS POLA KOMUNIKASI ANTARBUDAYA PARA SANTRI DI PONDOK PESANTREN TAHFIDZ DAARUL QURAN JAWA TENGAH Wijayanti, Atrianing Yessi; Puspitasari, Nimas
Paramasastra Vol 5, No 2 (2018): VOL 5 No. 2 Bulan September 2018
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v5n2.p%p

Abstract

Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Qur?an Jawa Tengah merupakan salah satu lembaga tahfidz qur?an terbaik se-Indonesia. Pondok pesantren ini memiliki santri yang datang dari berbagai daerah antara lain pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Maluku, Sulawesi, dan Madura. Kesulitan dalam berkomunikasi karena latar belakang kebudayaan, suku dan bahasa yang berbeda menjadikan pondok pesantren tersebut sebagai daerah multietnis di dalamnya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis pola komunikasi dan mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat pola komunikasi antarbudaya Para Santri di Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Quran Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Qur?an Jawa Tengah beralamat di Dusun Suruhan, Desa Keji, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2018. Tahap-tahap dalam penelitian ini antara lain: (1) mengidentifikasi dan merumuskan masalah, (2) pengumpulan data, dan (3) analisis dan penyajian data. Sumber data penelitian diambil dari sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data penelitian ini dengan metode observasi, metode wawancara dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan informan pola komunikasi antarbudaya para santri di Pondok Pesantren Tahfidz Darul Quran Jawa Tengah meliputi pola komunikasi simbolik dan langsung. Pola komunikasi simbolik terdiri atas pola komunikasi verbal berupa bahasa yang digunakan para santri di lingkungan pondok pesantren serta pola komunikasi nonverbal berupa perilaku maupun ekspresi saat berinteraksi dengan teman santri, hal itu terjadi secara langsung sehingga akan menimbulkan umpan balik (feedback) dari komunikator kepada komunikan. Faktor pendukung yang terdapat pada proses komunikasi antarbudaya yang dilakukan oleh para santri adanya ketertarikan saat berkomunikasi, kemampuan berkomunikasi, sikap saling percaya, sikap ramah dan sopan santun, kemampuan beradaptasi, kejelasan informasi, bahasa dan lambang. Sedangkan faktor penghambat komunikasi anntarbudaya ini adalah watak individu, persepsi pelaku komunikasi, pengaruh budaya lain, dan perbedaan bahasa.
ANALISIS POLA KOMUNIKASI ANTARBUDAYA PARA SANTRI DI PONDOK PESANTREN TAHFIDZ DAARUL QURAN JAWA TENGAH Wijayanti, Atrianing Yessi; Puspitasari, Nimas
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 5, No 2 (2018): VOL 5 No. 2 Bulan September 2018
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v5n2.p%p

Abstract

Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an Jawa Tengah merupakan salah satu lembaga tahfidz qur’an terbaik se-Indonesia. Pondok pesantren ini memiliki santri yang datang dari berbagai daerah antara lain pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Maluku, Sulawesi, dan Madura. Kesulitan dalam berkomunikasi karena latar belakang kebudayaan, suku dan bahasa yang berbeda menjadikan pondok pesantren tersebut sebagai daerah multietnis di dalamnya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis pola komunikasi dan mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat pola komunikasi antarbudaya Para Santri di Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Quran Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an Jawa Tengah beralamat di Dusun Suruhan, Desa Keji, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2018. Tahap-tahap dalam penelitian ini antara lain: (1) mengidentifikasi dan merumuskan masalah, (2) pengumpulan data, dan (3) analisis dan penyajian data. Sumber data penelitian diambil dari sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data penelitian ini dengan metode observasi, metode wawancara dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan informan pola komunikasi antarbudaya para santri di Pondok Pesantren Tahfidz Darul Quran Jawa Tengah meliputi pola komunikasi simbolik dan langsung. Pola komunikasi simbolik terdiri atas pola komunikasi verbal berupa bahasa yang digunakan para santri di lingkungan pondok pesantren serta pola komunikasi nonverbal berupa perilaku maupun ekspresi saat berinteraksi dengan teman santri, hal itu terjadi secara langsung sehingga akan menimbulkan umpan balik (feedback) dari komunikator kepada komunikan. Faktor pendukung yang terdapat pada proses komunikasi antarbudaya yang dilakukan oleh para santri adanya ketertarikan saat berkomunikasi, kemampuan berkomunikasi, sikap saling percaya, sikap ramah dan sopan santun, kemampuan beradaptasi, kejelasan informasi, bahasa dan lambang. Sedangkan faktor penghambat komunikasi anntarbudaya ini adalah watak individu, persepsi pelaku komunikasi, pengaruh budaya lain, dan perbedaan bahasa.
Kejadian Obesitas Sentral pada Usia Dewasa Puspitasari, Nimas
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i2.21112

Abstract

Abstrak Kota Semarang memiliki prevalensi obesitas sentral sebesar 36,3% pada tahun 2013. Proporsi kejadian obesitas sentral di Kelurahan Plalangan pada tahun 2013 sebanyak 61,7% (pada wanita dewasa). Usia dewasa merupakan faktor risiko dari obesitas sentral, prevalensi obesitas sentral tahun 2013 pada kelompok usia 25-34 tahun (22,9%) dan 35-44 tahun (33,5%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas sentral pada usia dewasa. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional yang melibatkan 102 sampel. Instrument penelitian yang digunakan adalah lembar kuesioner dan alat ukur. Analisis data mengunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai p value jenis kelamin (p=0,001), tingkat pengetahuan (p=0,159), tingkat pendidikan (p=0,024), jenis pekerjaan (p=0,658), status kawin (p=0,144), riwayat keturunan (p=0,003), aktivitas fisik (p=0,000), status merokok (p=0,409), dan intake kalori (p=0,001). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara jenis kelamin, tingkat pendidikan, riwayat keturunan, aktivitas fisik, dan intake kalori dengan kejadian obesitas sentral pada usia dewasa. Abstract Semarang City has a prevalence of central obesity of 36.3% in 2013. The proportion of central obesity in Kelurahan Plalangan in 2013 is 61.7% (in adult women). Adult age is a risk factor for central obesity, the prevalence of central obesity in 2013 in the 25-34 year age group (22.9%) and 35-44 years (33.5%). The purpose of this study to determine the factors associated with the incidence of central obesity at adult age. The type of this study was observational analytic with cross sectional design involving 102 samples. The research instrument used is questionnaire and measuring instrument. Data analysis using Chi-square test. The results showed that p value of sex (p = 0,001), knowledge level (p = 0,159), education level (p = 0,024), job type (p = 0,658), marital status (p = 0,144) p = 0,003), physical activity (p = 0,000), smoking status (p = 0,409), and caloric intake (p = 0,001). The conclusions of this study are the relationship between sex, education level, hereditary history, physical activity, and caloric intake with central obesity occurrence in adulthood. Keywords : risk factors, central obesity, adult age
ANALISIS POLA KOMUNIKASI ANTARBUDAYA PARA SANTRI DI PONDOK PESANTREN TAHFIDZ DAARUL QURAN JAWA TENGAH Wijayanti, Atrianing Yessi; Puspitasari, Nimas
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 2 (2018): VOL 5 No. 2 Bulan September 2018
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v5n2.p%p

Abstract

Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Quran Jawa Tengah merupakan salah satu lembaga tahfidz quran terbaik se-Indonesia. Pondok pesantren ini memiliki santri yang datang dari berbagai daerah antara lain pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Maluku, Sulawesi, dan Madura. Kesulitan dalam berkomunikasi karena latar belakang kebudayaan, suku dan bahasa yang berbeda menjadikan pondok pesantren tersebut sebagai daerah multietnis di dalamnya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis pola komunikasi dan mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat pola komunikasi antarbudaya Para Santri di Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Quran Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Quran Jawa Tengah beralamat di Dusun Suruhan, Desa Keji, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2018. Tahap-tahap dalam penelitian ini antara lain: (1) mengidentifikasi dan merumuskan masalah, (2) pengumpulan data, dan (3) analisis dan penyajian data. Sumber data penelitian diambil dari sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data penelitian ini dengan metode observasi, metode wawancara dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan informan pola komunikasi antarbudaya para santri di Pondok Pesantren Tahfidz Darul Quran Jawa Tengah meliputi pola komunikasi simbolik dan langsung. Pola komunikasi simbolik terdiri atas pola komunikasi verbal berupa bahasa yang digunakan para santri di lingkungan pondok pesantren serta pola komunikasi nonverbal berupa perilaku maupun ekspresi saat berinteraksi dengan teman santri, hal itu terjadi secara langsung sehingga akan menimbulkan umpan balik (feedback) dari komunikator kepada komunikan. Faktor pendukung yang terdapat pada proses komunikasi antarbudaya yang dilakukan oleh para santri adanya ketertarikan saat berkomunikasi, kemampuan berkomunikasi, sikap saling percaya, sikap ramah dan sopan santun, kemampuan beradaptasi, kejelasan informasi, bahasa dan lambang. Sedangkan faktor penghambat komunikasi anntarbudaya ini adalah watak individu, persepsi pelaku komunikasi, pengaruh budaya lain, dan perbedaan bahasa.
Gambaran Kejadian Kematian Ibu di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah Tahun 2016-2018 Nimas Puspitasari; Mateus Sakundarno Adi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12nk138

Abstract

Grobogan District is the biggest contributor to maternal mortality cases in Central Java. Maternal Mortality Rate in Grobogan District increased again in 2018 by 152.5 per 100,000 live births. The purpose of this research is to analyze the description of the incidence of maternal mortality in Grobogan District in 2016-2018. This research was a descriptive study using secondary data of Maternal Verbal Autopsy (OVM) on maternal mortality at the Grobogan District Health Office from 2016-2018. The results of this study indicated that the majority of maternal mortality occurred at the age of 20-35 years (77.9%), mothers with primary education (42.9%), during childbirth (66.2%), hypertension (39.0%), death unknown (40.3%), hospital (85.7%). The results of this study are expected to be used as material in determining the direction of maternal health program policies in Grobogan District. Suggestions in this study are the need for early recognition of the pregnancy period, and the puerperium and increase alertness to pregnancy complications. Keywords: maternal mortality; Grobogan District ABSTRAK Kabupaten Grobogan merupakan penyumbang terbesar kasus kematian ibu di Jawa Tengah. Angka Kematian Ibu di Kabupaten Grobogan kembali meningkat di tahun 2018 sebesar 152,5 per 100.000 kelahiran hidup. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis gambaran kejadian kematian ibu di Kabupaten Grobogan tahun 2016-2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan data sekunder Otopsi Verbal Maternal (OVM) kematian ibu yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan dari tahun 2016-2018. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas kematian ibu terjadi pada usia 20-35 tahun (77,9%), ibu berpendidikan SD (42,9%), saat nifas (66,2%), hipertensi (39,0%), waktu kematian tidak diketahui (40,3%), Rumah Sakit (85,7%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan dalam penentuan arah kebijakan program kesehatan maternal di kabupaten Grobogan. Saran dalam penelitian ini adalah perlunya pengenalan secara dini mengenai masa kehamilan, dan masa nifas serta meningkatkan kewaspadaan terhadap komplikasi kehamilan. Kata kunci: kematian ibu; Kabupaten Grobogan
ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN DALAM JARINGAN MASA PANDEMI COVID 19 PADA GURU SD NEGERI DUKUHWARU 01 Nimas Puspitasari
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mgs.v11i2.3943

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembelajaran dalam jaringan (daring) dengan melihat faktor-faktor pendukung serta faktor-faktor penghambat dalam melaksanakan pembelajaran daring di masa pandemi COVID-19 pada guru Sekolah Dasar Negeri Dukuhwaru 01. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah proses pembelajaran dalam jaringan (daring) dapat dilaksanakan oleh semua guru di Sekolah Dasar Negeri Dukuhwaru 01. Adanya factor pendukung yang menunjang proses pembelajaran yaitu tersedianya fasilitas HP/ Laptop bagi siswa serta mendapatkan bantuan internet dari pemerintah, namun pembelajaran daring pada masa pandemic COVID-19 belum dapat dikatakan efektif karena pembelajaran daring yang dilakukan dalam jangka waktu panjang menimbulkan dampak pada siswa menjadi jenuh karena tidak ada interaksi dengan teman, mereka bosan dengan pemberian tugas setiap harinya. Siswa juga menjadi malas dalam mengerjakan tugas, tidak semua materi dapat dipahami dengan baik. Hal tersebut menjadikan pengumpulan tugas menjadi sangat terlambat sehingga menjadikan guru sulit melakukan penilaian. Faktor hambatan yang dialami guru dalam pelaksanaan pembelajaran daring adalah tidak semua siswa meiliki HP pribadi, kuota internet yang belum mencukupi untuk kebutuhan pembelajaran daring serta kurangnya pendampingan orangtua dalam proses belajar dirumah, Orang tua menjadi seseorang yang sangat penting dalam pelaksanaan pembelajaran daring, karena orangtua secara yang secara langsung terlibat dalam membimbing dan mengawasi siswa dalam pembelajaran. Pemberian motivasi menjadi sangat berarti bagi siswa, hal tersebut dilakukan agar siswa kembali semangat meskipun belajar dari rumah. Kata kunci: faktor pendukung, faktor penghambat, pembelajaran dalam jaringan Abstract This study aims to analyze the online learning process by looking at supporting factors as well as inhibiting factors in implementing online learning during pandemic COVID-19 for teachers at SD Negeri Dukuhwaru 01. This research uses descriptive qualitative research. The data collection techniques used in this research were observation, interview and documentation. The result of this research is online learning process can be carried out by all teachers at SD Negeri Dukuhwaru 01. There are supporting factors that support online learning process, such as the availability of cellphones/laptops for students and getting internet assistance from the government, but online learning at pandemic COVID-19 cannot be said effective because online learning that is carried out in long term has an impact for students who become bored because there is no interaction with their friends, they are bored with given assignments everyday. Students also become lazy in doing their assignments, not all material can be understood properly. This makes the assignment submission too late, making difficult the teachers to make assessments. The obstacle factor experienced by the teacher in implementing online learning is that not all students have personal cellphones, internet quota that is not sufficient for online learning needs and the lack of parental assistance in learning process at home, parents become someone who is very important in implementing online learning, because parents are who are directly involved in guiding and supervising students in learning. Giving motivation is meaningful for students, this is done so students enthusiasm even though learning from home. Keywords: supporting factors, inhibiting factors, online learning
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MEDIA CD INTERAKTIF PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 01 BERGAS LOR Nimas Puspitasari
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 6, No 2 (2016): Volume 6 Nomor 2 Des 2016
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/malihpeddas.v6i2.1351

Abstract

Berdasarkan observasi awal di kelas V SD N 01 Bergas Lor menunjukkan bahwa kesulitan yang dihadapi oleh siswa  terutama pada materi pembelajaran IPS disajikan dengan mono media, mono metode, mono evaluasi, dan teacher centered. sehingga menyebabkan kejenuhan, kebosanan pada diri siswa Hal ini dibuktikan dengan jumlah 26 siswa hanya 10 siswa yang dikatakan tuntas,  sedangkan  16  siswa  tidak tuntas. Nilai Rata-rata Kelas 60. Dengan ketuntasan klasikal 38,46%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPS dengan menerapkan media CD Interaktif.  Penggunaan media pembelajaran yang tepat adalah salah satu upaya agar siswa memperoleh gambaran kongkret tentang konsep yang harus dipahami. Salah satu aplikasi  teknologi  mode multimedia yang efektif menggunakan instruksi pembantu adalah CD pembelajaran interaktif. CD pembelajaran interaktif menggunakan desain  yang efektif meliputi  teks,  suara,  gambar, foto,  ilustrasi,  animasi,  video  dan  lainnya.  CD Interaktif  desain dibangun  pada prinsip  pengguna  berpusat pada instruksi. Langkah-langkah  penggunaan  CD  interaktif  menurut  Anitah  (2008:94)  yaitu  (1)  persiapan,  (2) pelaksanaan,  (3)  evaluasi, dan (4) tindak lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan media CD Interaktif pada pelajaran IPS, dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada masing-masing siklus yaitu untuk nilai rata-rata kelas pra siklus 60, siklus I 72.8, prosentase kenaikannya adalah 17,5 %. Sedangkan pada siklus II 80 sehingga posentase kenaikannya sebesar 9 %. Nilai ketuntasan belajar klasikal pra siklus sebesar 38,46 %, siklus I 53,84 %, prosentase kenaikannya adalah 28,56 %. Sedangkan pada siklus II 84,61 %, prosentase kenaikannya sebesar 36,36 %. Tingkat kemampuan siswa siklus I sebesar 74 % dan siklus II sebesar 84 % sehingga mengalami kenaikan sebesar 13.5 %. Untuk tingkat kinerja guru pada siklus I sebesar 78 %, pada siklus II sebesar 86 % mengalami peningkatan sebesar 10.3 %.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media CD Interaktif dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS siswa kelas V SD N 01 Bergas Lor. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan hendaknya media ini dapat dijadikan alternatif pembelajaran bagi guru sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa.           Kata Kunci: Hasil Belajar, CD Interaktif, IPS
PKM PENDAMPINGAN P3BM (PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASISIS MULTIKULTURAL) BAGI GURU PONDOK PESANTREN MTS AL ASROR DAN SMP AL USWAH SEMARANG Nimas Puspitasari; Atrianing Yessi Wijayanti
ABDIMAS UNWAHAS Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v3i2.2503

Abstract

MTs Al Asror dan SMP Al Uswah  Semarang merupakan lembaga pendidikan yang berlatar belakang dari pondok pesantren. Secara umum pondok pesantren  merupakan lembaga pendidikan yang bersifat prular/ multikultur  Siswa dihadapkan dengan situasi perbedaan karakter, pola pemikiran, bahasa dan budaya, dengan demikian perlu adanya penanaman wawasan multikultural agar keadaan tersebut tidak menimbulkan permasalahan sosial. Tujuan dalam kegiatan ini adalah meningkatkan penerapan iptek di masyarakat yaitu pada guru mitra di MTs Al Aror dan SMP Al Uswah berupa pengembangan perangkat pembelajaran berbasis multikultural.Metode yang akan dilaksanakan adalah melakukan  (1) Analisa awal/ analisa kebutuhan, mitra, (2) Proses persiapan (3) Proses pelaksanaan yaitu pelatihan dan pendampingan. Pelatihan diadakan dengan pemberian materi mengenai pembelajaran berbasis multikultural, pengidentifikasian materi pembelajaran dan model pembelajaran multikultural. Sedangkan pendampingan dilakukan dalam mengembangkan Perangkat pembelajaran Berbasis multikultural serta Penerapan  Perangkat pembelajaran Berbasis multikultural di kelas. Hasil kegiatan yang dicapai antaralain ketercapaian target materi yang diberikan kepada peserta pendampingan, meningkatnya keterampilan guru MTs Al Asror dan SMP AL Uswah dalam mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis multikultural dan terlatihnya kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis multikultural dalam proses pembelajaran di kelas.   Kata kunci: Pembelajaran Berbasis Multikultural, Pengembangan Perangkat Pembelajaran
ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN DALAM JARINGAN MASA PANDEMI COVID 19 PADA GURU SD NEGERI DUKUHWARU 01 Nimas Puspitasari
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.766 KB) | DOI: 10.31942/mgs.v11i2.3943

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembelajaran dalam jaringan (daring) dengan melihat faktor-faktor pendukung serta faktor-faktor penghambat dalam melaksanakan pembelajaran daring di masa pandemi COVID-19 pada guru Sekolah Dasar Negeri Dukuhwaru 01. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah proses pembelajaran dalam jaringan (daring) dapat dilaksanakan oleh semua guru di Sekolah Dasar Negeri Dukuhwaru 01. Adanya factor pendukung yang menunjang proses pembelajaran yaitu tersedianya fasilitas HP/ Laptop bagi siswa serta mendapatkan bantuan internet dari pemerintah, namun pembelajaran daring pada masa pandemic COVID-19 belum dapat dikatakan efektif karena pembelajaran daring yang dilakukan dalam jangka waktu panjang menimbulkan dampak pada siswa menjadi jenuh karena tidak ada interaksi dengan teman, mereka bosan dengan pemberian tugas setiap harinya. Siswa juga menjadi malas dalam mengerjakan tugas, tidak semua materi dapat dipahami dengan baik. Hal tersebut menjadikan pengumpulan tugas menjadi sangat terlambat sehingga menjadikan guru sulit melakukan penilaian. Faktor hambatan yang dialami guru dalam pelaksanaan pembelajaran daring adalah tidak semua siswa meiliki HP pribadi, kuota internet yang belum mencukupi untuk kebutuhan pembelajaran daring serta kurangnya pendampingan orangtua dalam proses belajar dirumah, Orang tua menjadi seseorang yang sangat penting dalam pelaksanaan pembelajaran daring, karena orangtua secara yang secara langsung terlibat dalam membimbing dan mengawasi siswa dalam pembelajaran. Pemberian motivasi menjadi sangat berarti bagi siswa, hal tersebut dilakukan agar siswa kembali semangat meskipun belajar dari rumah. Kata kunci: faktor pendukung, faktor penghambat, pembelajaran dalam jaringan Abstract This study aims to analyze the online learning process by looking at supporting factors as well as inhibiting factors in implementing online learning during pandemic COVID-19 for teachers at SD Negeri Dukuhwaru 01. This research uses descriptive qualitative research. The data collection techniques used in this research were observation, interview and documentation. The result of this research is online learning process can be carried out by all teachers at SD Negeri Dukuhwaru 01. There are supporting factors that support online learning process, such as the availability of cellphones/laptops for students and getting internet assistance from the government, but online learning at pandemic COVID-19 cannot be said effective because online learning that is carried out in long term has an impact for students who become bored because there is no interaction with their friends, they are bored with given assignments everyday. Students also become lazy in doing their assignments, not all material can be understood properly. This makes the assignment submission too late, making difficult the teachers to make assessments. The obstacle factor experienced by the teacher in implementing online learning is that not all students have personal cellphones, internet quota that is not sufficient for online learning needs and the lack of parental assistance in learning process at home, parents become someone who is very important in implementing online learning, because parents are who are directly involved in guiding and supervising students in learning. Giving motivation is meaningful for students, this is done so students enthusiasm even though learning from home. Keywords: supporting factors, inhibiting factors, online learning