Articles
30 Documents
Search results for
, issue
"Vol 10 No 1 (2021): SOLIDARITY"
:
30 Documents
clear
Fungsi Perkumpulan Haji Bagi Masyarakat di Kecamatan Cepu Kabupaten Blora
Rinja, Achmad Zahrul;
Alimi, Moh. Yasir
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 10 No 1 (2021): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan fungsi perkumpulan haji bagi masyarakat di kecamatan Cepu Kabupaten Blora. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua makna ibadah haji bagi anggota perkumpulan haji Kecamatan Cepu yaitu wajib dan wajib bagi mereka yang mampu, sedangkan dalam hal predikat haji mereka memaknai predikat haji dengan simbol-simbol tertentu yaitu dengan pakaian dan perilaku. Bentuk kegiatan yang dilakukan oleh IPHI Cepu digolongkan menjadi dua jenis, yaitu kegiatan untuk internal dan eksternal. Fungsi kegiatan yang dilakukan oleh IPHI Cepu yaitu agar para jamaah haji dapat mengupayakan pelestarian haji mabrur, terpenuhinya kebutuhan spiritual masyarakat, terciptanya persatuan antar ormas Islam, dan terpenuhinya kebutuhan sebagian masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Pengetahuan Lokal dalam Praktek Pertanian di Dusun Pamulian Kecamatan Warungpring Kabupaten Pemalang
Rustiana, Dewi;
Gunawan, Gunawan
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 10 No 1 (2021): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengetahuan lokal petani juga baik dalam menyikapi adanya inovasi dalam pertanian, hal ini dimaksudkan untuk tetap menjaga kesuburan dan kesimbangan ekosistem tanah itu sendiri. Pengetahuan lokal juga dijadikan pedoman oleh petani untuk menentukan beberapa hal dalam melakukan aktivitas pertanian di petani Dusun Pamulian Kecamatan Warungpring Kabupaten Pemalang. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengetahuai sistem pertanian masyarakat Dusun Pamulian dalam pertanian, 2) Mengetahui pengetahuan lokal dalam praktek pertanian di masyarakat Dusun Pamulian. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Lokasi penelitian di Dusun Pamulian, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang. Subjek dalam penelitian ini adalah petani Dusun Pamulian. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan ethnoscience. Hasil penelitian ini adalah menunjukan bahwa sistem pertanian petani Dusun Pamulian menggunakan tahapan sesuai dengan pengetahuan lokal yang petani miliki dan menggunakan inovasi dalam pertanian seperti pupuk dan traktor. Praktik pertanian dengan pengetahuan lokal yang masih diterapkan, yaitu kepercayaan supranatural menghitung hari baik untuk mengelolan lahan sampai menanam padi, representasi diterapkan hal tersebut supaya pertanian mereka mendapat keselamatan serta berhati-hati dalam melakukan pekerjaan. Pengetahuan lokal lain yang masih diterapkan penggunaan bahan alami untuk menanggulai hama, hal ini juga representasi dari petani dapat mengontrol penggunaan bahan kimia agar tidak berlebihan. Saran yang dapat diberikan untuk penelitian ini adalah Penelitian mengenai Pengetahuan lokal dalam praktek pertanian di masyarakat Dusun Pamulian, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang dalam proses pewarisan pengetahuan lokal pertanian pada generasi selanjutanya bisa dilakukan dalam keluarga agar pengetahuan yang sudah ada tidak hanya sekedar dipraktekan mengikuti kebiasaan yang sudah sebelumnya namun bisa dipahami sepenuhnya.
Model Pendidikan Inklusi dan Respon Orang Tua dalam Implementasi Sekolah Inklusif di MI Keji Ungaran Barat, Semarang
Ramadanti, Fahriza Ragil;
Wicaksono, Harto
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 10 No 1 (2021): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini membahas mengenai model pendidikan inklusi dan respon orang tua dalam implementasi sekolah inklusif. Sekolah inklusif merupakan sekolah yang hadir sebagai wujud dari pogram education for all yang memberikan kesempatan bagi para anak-anak berkebutuhan khusus untuk dapat bersekolah bersama dengan anak-anak normal lainnya dalam satu sekolah reguler yang sama. Tujuan penelitian ini adalah untuk : 1) Mengetahui implementasi model pendidikan inklusi di MI Keji, 2) Mengetahui strategi pelaksanaan pendidikan inklusi di MI Keji, 3) Mengetahui respon orang tua dalam implementasi sekolah inklusi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Teori Humanistik dari Abraham Maslow dengan konsep pendidikan antidiskriminasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) implementasi model pendidikan inklusi berupa model pendidikan inklusi pada kelas reguler dengan pullout dan disandingkan dengan berbagai program inklusi yang mendukung pelaksanaan pendidikan inklusi di MI Keji, 2) Strategi pelaksanaan pendidikan berupa upaya dalam menuntaskan permasalahan dalam pelaksanaan pendidikan inklusi di MI Keji berupa kesiapan madrasah yang mencakup tersedianya GPK, sarana prasana aksesibilitas, penerapan kurikulum, dan adanya peserta didik ABK, 3) Respon orang tua terhadap implementasi sekolah inklusif di MI Keji berupa respon positif dengan menerima keberadaan ABK bersanding dengan non-ABK di MI Keji, meskipun sempat berhadapan dengan respon negatif pada awal mula didirikannya MI Keji sebagai sekolah inklusif.
Perubahan Minat Pemuda Dalam Usaha Ukiran Di Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara
Zulfa, Ichda Zakiyatuz;
Wijaya, Atika
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 10 No 1 (2021): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini membahas mengenai perubahan minat pemuda dalam usaha ukiran, baik dalam belajar maupun bekerja sebagai pengukir. Pemuda kurang berperan dalam mengembangkan usaha ukiran karena minatnya berubah. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk: 1) Mengetahui perubahan minat pemuda dalam usaha ukiran, 2) Mengetahui penyebab terjadinya perubahan minat pemuda dalam usaha ukiran, dan 3) Mengetahui dampak dari perubahan minat terhadap kelangsungan usaha ukiran. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adala teori pilihan rasional James S Coleman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa: 1) Bentuk perubahan minat pemuda ialah belajar keterampilan lain, menjalankan usaha sendiri, dan bekerja di luar usaha ukiran. Bentuk perubahan minat ini dilihat dari pekerjaan yang dipilih oleh pemuda. 2) Penyebab terjadinya perubahan minat pemuda disebabkan oleh tiga hal yaitu rendahnya pendapatan pengukir, image pengukir sebagai pekerjaan rendahan, dan tingkat pendidikan pemuda saat ini. 3) Dampak yang diakibatkan dari perubahan minat pemuda terhadap kelangsungan usaha ukiran adalah berkurangnya generasi penerus terhadap usaha ukiran dan usaha ukiran menjadi sepi pesanan. Kurangnya peran pemuda dalam usaha ini juga mengakibatkan usaha ukiran tidak berkembang.
Sekolah Ramah Anak: Kerja Sama Sekolah dan Orang Tua Siswa di SMP Negeri 26 Semarang
Ramadanti Putri, Indah Mentari;
Iswari, Rini
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 10 No 1 (2021): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
SMP Negeri 26 Semarang merupakan sekolah di Semarang yang pertama kali mendeklarasikan sekolah ramah anak, serta mengajak orang tua siswa melakukan kerja sama dalam pelaksanaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengetahui kerja sama yang dilakukan sekolah dengan orang tua siswa dalam pelaksanaan sekolah ramah anak di SMP Negeri 26 Semarang, (2) Mengetahui pelaksanaan sekolah ramah anak di SMP Negeri 26 Semarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualititatif non partisipatif, dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumen. Lokasi penelitian berada di SMP Negeri 26 Semarang, jalan Mpu Sendok II, Kecamatan Banyumanik, Semarang. Penelitian ini menggunakan konsep kerja sama dari Hendropuspito dan kerja sama dalam pendidikan dari Zuhdi, serta pedoman sekolah ramah anak dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 8 Tahun 2015. Hasil penelitian ini adalah: (1) kerja sama antara pihak SMP Negeri 26 Semarang dengan orang tua dilakukan melalui pertemuan tatap muka, pembentukan paguyuban orang tua siswa, dan membuat grup whatsapp sebagai media komunikasi sekolah dengan orang tua siswa. (2) pelaksanaan sekolah ramah anak di SMP Negeri 26 Semarang dilakukan dengan memperhatikan komponen-komponen sekolah ramah anak yang diberlakukan oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tahun 2015, akan tetapi terdapat beberapa komponen yang belum terpenuhi.
Pelaksanaan Penilaian Autentik Pada Masa Pandemi Covid-19 Mata Pelajaran Sosiologi Materi Permasalahan Sosial Dalam Masyarakat Di SMA Negeri 1 Godong
Astuti, Indria;
Kismini, Elly
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 10 No 1 (2021): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan penilaian autentik pada masa pandemi Covid-19 mata pelajaran Sosiologi materi permasalahan sosial dalam masyarakat di SMA Negeri 1 Godong, kendala pelaksanaan penilaian autentik pada masa pandemi Covid-19 mata pelajaran Sosiologi materi permasalahan sosial dalam masyarakat di SMA Negeri 1 Godong, dan upaya guru mengatasi kendala pelaksanaan penilaian autentik pada masa pandemi Covid-19 mata pelajaran Sosiologi materi permasalahan sosial dalam masyarakat di SMA Negeri 1 Godong. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan penilaian autentik pada masa pandemi Covid-19 mata pelajaran Sosiologi di SMA Negeri 1 Godong belum berjalan sesuai dengan standar penilaian autentik. Kendala penilaian autentik adalah guru kesulitan dalam pengambilan penilaian dari Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berbasis online dan siswa kesulitan mengakses aplikasi belajar online. Upaya guru mengatasi kendala penilaian autentik dengan memberi motivasi belajar, berdiskusi dengan guru lain mengenai penilaian online yang efektif, dan mengikuti pelatihan untuk mengembangkan kompetensi guru.
Budaya Belajar dalam Dinamika Relasi Siswa Santri dan Non Santri di Madrasah Aliyah Al Asror Kota Semarang
Amalia, Lolita Noor;
Prasetyo, Kuncoro Bayu
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 10 No 1 (2021): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini membahas mengenai budaya belajar yang dimiliki oleh siswa santri dan non santri di Madrasah Aliyah Al Asror. MA Al Asror menjadi sekolah yang menarik untuk diteliti karena memiliki dua kategori siswa yang berbeda yaitu siswa santri dan non santri. Masing-masing kategori mengembangkan karakter perilaku dan budaya belajar yang berbeda dalam satu institusi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan mendeskripsikan budaya belajar yang terbentuk di kalangan siswa santri dan siswa non santri MA Al Asror serta menjelaskan dinamika relasi yang terjadi diantara kedua budaya belajar tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Terbentuknya budaya belajar siswa santri dan non santri didasarkan pada habitus yang mereka miliki. Siswa santri memiliki habitus yang terbentuk dari lingkungan pondok pesantren sedangkan siswa non santri memiliki habitus dari lingkungan masyarakat serta keluarga. Perbedaan habitus ini lah yang menyebabkan praktik budaya belajar yang mereka bawa di sekolah pun menjadi berbeda dan membentuk ciri khas. Ciri khas tersebut terutama terlihat pada aspek karakter moral dan karakter akademik, dimana siswa santri memiliki karakter yang lebih kuat pada aspek moral sementara siswa non santri menonjol dalam aspek karakter akademik. Ciri khas budaya akademik tersebut terbentuk dalam alam pengetahuan kognitif siswa dan menjadi pedoman dalam praktik budaya belajar yang mereka lakukan.
Peran Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) dalam Memberdayakan Mantan Buruh Migran di Kampung Buruh Migran Desa Tracap Kecamatan Kaliwiro Kabupaten Wonosobo
Mentari, Mentari;
Fatimah, Nurul
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 10 No 1 (2021): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan peran suatu organisasi dalam memperdayakan mantan buruh migran di Kampung Buruh Migran. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang dilakukan di Kampung Buruh Migran Desa Tracap Kecamatan Kaliwiro Kabupaten Wonosobo. Data dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Peran yang dilakukan SBMI wonosobo sebagai motivasi untuk mantan buruh migran agar dapat mengikuti setiap kegiatan yang ada. Beberapa upaya yang dilakukan SSBMI untuk memberdayakan mantan buruh yaitu dengan pendidikan berupa pelatihan-pelatihan, serta pemberdayaan ekonomi dengan membentuk kelompok simpan pinjam dan koperasi buruh migran. (2) Beberapa kendala dihadapi oleh SBMI Wonosobo dalam memberdayakan mantan buruh migran, yakni anggota kurang memiliki kesadaran untuk mengembangkan hasil yang didapat dari pelatihan dan kurangnya anggaran untuk pelatihan sehingga kurang maksimal dalam memberikan pelatihan. (3) Manfaat yang dirasakan yakni mantan buruh migran lebih percaya diri, lebih mandiri atau tidak tergantung pada suami/istri, dan keterampilan terasah.
Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Pasar Wisata Papringan di Dusun Ngadiprono Desa Ngadimulyo Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung
Dewanti, Rima Ayu;
Gustaman, Fulia Aji
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 10 No 1 (2021): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pasar Wisata Papringan merupakan sebuah destinasi wisata baru di Kabupaten Temanggung, berlokasi di perkebunan bambu dusun Ngadiprono. Pada tanggal 14 Mei 2017 Pasar Wisata Papringan mulai dikembangkan, pengembangan Pasar Wisata Papringan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Berangkat dari realitas tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui bentuk partisipasi masyarakat dalam pengembangan Pasar Wisata Papringan. (2) Mengetahui faktor yang mendorong partisipasi masyarakat dalam pengembangan Pasar Wisata Papringan. (3) Mengetahui hambatan partisipasi dalam pengembangan Pasar Wisata Papringan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bentuk partisipasi masyarakat yang dilakukan dalam pengembangan Pasar Wisata Papringan mencakup empat tahap yaitu partisipasi dalam perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan evaluasi. (2) Faktor yang mendorong partisipasi masyarakat dalam pengembangan Pasar Wisata Papringan adalah adanya kepedulian masyarakat untuk membangun desa dan motivasi ekonomi masyarakat. (3) Hambatan dalam partisipasi pengembangan Pasar Wisata Papringan adalah kualitas sumber daya manusia, konflik kepentingan, dan kurangnya dukungan pemerintah.
Modal Sosial untuk Bekerja sebagai Bakul Pari dan Keuntungan Ekonomi dari Jual Beli Pari
Huwaida, Shania Nur;
Brata, Nugroho Trisnu
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 10 No 1 (2021): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Transaksi jual beli pari antara petani dengan bakul pari terdapat unsur modal sosial yang dimiliki oleh masing-masing pihak. Jika modal sosial yang dimiliki bakul pari tinggi, maka keuntungan dan manfaat sosial yang diperoleh bakul pari tentunya juga tinggi. Namun modal sosial yang tinggi tidak menjamin bakul pari memperoleh keuntungan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Memahami modal sosial yang dimiliki bakul pari dalam proses jual beli pari, (2) Memahami proses terjadinya jual beli pari dengan melibatkan kepemilikan modal sosial, (3)Mengetahui faktor apa saja yang menjadi kendala bakul pari memperoleh keuntungan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan teori modal sosial Robert Putnam sebagai alat untuk menganalisis data yang diperoleh. Lokasi penelitian yaitu di Desa Tanggul Kecamatan Mijen Kabupaten Demak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Modal sosial yang dimiliki bakul pari dalam aktivitas jual beli pari mencakup beberapa aspek yaitu: kepercayaan (trust), jaringan sosial (social networks) yang meliputi jaringan sosial dengan petani pari, jaringan sosial dengan tempat penyewaan mesin pemanen pari, jaringan sosial dengan tukang ojek dan tenaga manol sawah dan jaringan sosial dengan bakul beras atau selep.Norma yang berlaku jika ada yang melanggar aturan pada aktivitas jual beli pari yaitu mengenai pemberian sanksi sosial berupa pelabelan. (2) Proses jual beli pari antara petani dengan bakul pari dilakukan secara tebasan. Pada transaksi tersebut tidak menggunakan nota atau kwitansi sebagai tanda bukti adanya transaksi jual beli. (3) Faktor yang menjadi kendala bagi bakul pari memperoleh keuntungan dalam jual beli pari meliputi: faktor cuaca, hama penyakit penyakit pada tanaman padi, biaya kerja di lapangan, kebijakan harga pemerintah, dan modal kepandaian berbicara bakul pari.