cover
Contact Name
Wandah Wibawanto
Contact Email
wandah@mail.unnes.ac.id
Phone
+6281805156852
Journal Mail Official
dkv@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
B9 lt 2 ruang dosen SR Kampus Unnes
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Arty: Jurnal Seni Rupa
ISSN : 22527516     EISSN : 27218961     DOI : https://doi.org/10.15294/arty.v9i2
Arty: Jurnal Seni Rupa focuses on the research of visual art studies through the experiences exchange among educators, artists, and researchers. Its primary goals is to promote quality research on conceptual ideas, studies, application of theories, and visual art reviews. Contributions may encourages the following types of articles which are completed research papers, student papers (research done by students), and case studies. Topics of special interest to Arty include scholarly reports that enhance knowledge regarding art in general, Fine Art, Art History, Visual Culture, Design Methodology, Design Process, Design Discourse, Design and Culture, Art Critism, Anthropology of Art, Artifact Design, Visual Communication Design, Creative Industry, and other historical, critical, cultural, psychological, educational and conceptual research in visual art and design
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1" : 10 Documents clear
KAJIAN ASPEK TEKNIS, ESTETIS, DAN SIMBOLIS WARNA WAYANG KULIT KARYA PERAJIN WAYANG DESA TUNAHAN KABUPATEN JEPARA Purbasari, Tyas
Arty: Jurnal Seni Rupa Vol 1 No 1
Publisher : Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.999 KB) | DOI: 10.15294/arty.v1i1.312

Abstract

BARANG BEKAS SEBAGAI BAHAN BERKARYA SENI KRIYA DI KOMUNITAS TUK SALATIGA: PROSES DAN NILAI ESTETIS Setyoko, Adnan
Arty: Jurnal Seni Rupa Vol 1 No 1
Publisher : Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.365 KB) | DOI: 10.15294/arty.v1i1.878

Abstract

BADUT SEBAGAI SIMBOL PERILAKU MENYIMPANG PADA KEHIDUPAN SOSIAL DALAM SENI LUKIS Ertana, Anon
Arty: Jurnal Seni Rupa Vol 1 No 1
Publisher : Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.861 KB)

Abstract

Tujuan dalam pembuatan proyek studi ini yaitu 1) Mengekspresikan ide, gagasan mengenai kehidupan sosial khususnya budaya perilaku menyimpang di Indonesia melalui simbolisasi badut. 2) Menghasilkan karya seni lukis yang bersubjek badut dalam gaya surrealistik. Bahan dalam pembuatan karya lukis ini yaitu kanvas, spanram, plamir, cat kayu, cat minyak, bensin dan oil painting. Alat yang digunakan dalam berkarya seni lukis ini yaitu kuas, palet, pensil, karet penghapus, kain lap atau tisu dan pisau pallet. Teknik berkarya seni lukis yang digunakan yaitu sapuan kuas yang pewarnaannya dilakukan secara langsung pada bidang kanvas. Proses penciptaan karya lukis dalam proyek studi ini melalui tahapan-tahapan di antaranya pencarian ide, persiapan, dan visualisasi. Gaya lukisan yang dihasilkan adalah surrealistik dengan simbolisasi badut sebagai ikon utama dalam bentuk dan karakteristik sebagai pengungkapan perilaku menyimpang seperti orang yang suka berhutang, hidup yang egois, politik yang rakus, kejahatan terhadap anak-anak, masa lalu yang buruk, lupa akan kewajiban, janji yang tak terealisasikan, membuli orang lain, dan mafia suap. Gaya surrealistik diungkapkan dalam wujud-wujud yang tidak proporsional antara berbagai subjek dan penggunaan subjek-subjek pendukung yang tidak ditemukan dalam kehidupan nyata.
KREASI KOMIK DIGITAL BAWANG MERAH DAN BAWANG PUTIH SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR Ikhtiaroh, Nur
Arty: Jurnal Seni Rupa Vol 1 No 1
Publisher : Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.619 KB)

Abstract

Pendidikan karakter merupakan salah satu pendidikan yang dianggap penting bagi anak. Keberhasilan pendidikan karakter akan menentukan bagaimana karakter anak akan terbentuk pada usia dewasa. Untuk menunjang pendidikan karakter yang baik perlu adanya media untuk pendidikan karakter. Kreasi komik digital Bawang Merah dan Bawang Putih berfungsi sebagai salah satu media Pendidikan karakter. Cerita rakyat Bawang Merah dan Bawang putih merupakan salah satu cerita rakyat yang memiliki pesan moral tentang karakter anak yaitu Bawang Merah yang memiliki karakter buruk dan Bawang Putih yang memiliki karakter yang baik akan mendapatkan balasan yang sesuai. Komik “Bawang Merah dan Bawang Putih” dibuat melalui tahapan pembuatan storyboard, sketsa, lineart, pewarnaan, dan pemberian teks. Gaya gambar pada komik ini adalah kartun sesuai dengan selera anak-anak. Untuk menambah daya tarik untuk anak-anak komik ini juga dibuat menggunakan warna-warna cerah. Kreasi Komik “Bawang Merah dan Bawang Putih” diharapkan dapat menjadi salah satu media pendidikan karakter yang disukai anak-anak
KREASI GAMBAR ILUSTRASI TEKNIK DIGITAL PADA BUKU DOA SEHARI – HARI UNTUK ANAK USIA DINI Wardani, Muhammad Ramdhan
Arty: Jurnal Seni Rupa Vol 1 No 1
Publisher : Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.923 KB)

Abstract

Doa sehari – hari adalah doa-doa pendek yang digunakan dalam berkegiatan sehari-hari yang merupakan doa-doa yang diperintahkan oleh Allah dan Nabi kita Muhammad SAW. Untuk itu sangat penting ditanamkan kepada anak-anak usia dini agar terbiasa selalu berdoa dalam setiap memulai sesuatu dalam kehidupan sehari-hari. Buku do’a bergambar merupakan media yang bersifat sederhana, mudah, jelas, dan memiliki daya tarik bagi anak-anak untuk membacanya. Buku do’a bergambar dapat menjadi media belajar dan menghapal yang menarik karena disertai ilustrasi gambar yang menarik dan disertai teks. Perancangan menggunakan teknik digital dimana teks dan ilustrasi yang dipadupadankan secara baik dengan memper-timbangkan prinsip-prinsip desain. Karya proyek studi ini sudah menghasilkan sebuah karya ilustrasi dalam bentuk (dummy) buku doa bergambar yang berjudul “ Kreasi Gambar Ilustrasi Teknik Digital Pada Buku Doa Sehari – hari Untuk Aanak Usia Dini “. Bertujuan menarik minat anak-anak usia dini untuk membaca dan menghapal doa- doa sehari-hari. Buku ini juga diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada ilustrator lain untuk menciptakan karya dalam bentuk buku cerita dengan pemilihan tema yang berbeda dan lebih kreatif serta bervariasi lagi.
KAJIAN ASPEK TEKNIS, ESTETIS, DAN SIMBOLIS WARNA WAYANG KULIT KARYA PERAJIN WAYANG DESA TUNAHAN KABUPATEN JEPARA Purbasari, Tyas
Arty: Jurnal Seni Rupa Vol 1 No 1
Publisher : Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/arty.v1i1.312

Abstract

Wayang merupakan identitas diri orang Jawa serta merupakan ciri khas bangsa In-donesia karena termasuk sebagai salah satu seni tradisi Indonesia. Hal utama yang menarik untuk diketahui tentang bentuk wayang kulit adalah tentang pewarnaan-nya. Dalam warna wayang, terdapat jiwa dari tokoh wayang tersebut, seperti yang dikerjakan oleh perajin wayang desa Tunahan kabupaten Jepara. Tujuan peneli-tian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan teknik, nilai estetis dan simbolis yang terdapat pada warna wayang kulit perajin wayang desa Tunahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sasaran penelitian adalah way-ang kulit yang dikerjakan oleh perajin wayang desa Tunahan kabupaten Jepara. Teknik pewarnaan di desa Tunahan menggunakan alat dan bahan yang sederhana dan mudah didapatkan, yakni menggunakan cat tembok merek paragon yang da-pat dicampurkan untuk menghasilkan warna-warna yang diinginkan. Nilai estetis warna terdapat pada penggunaan keseluruhan warna yang dipadukan. Terkadang ada beberapa tokoh yang menggunakan warna bertumbukan. Perajin desa Tuna-han sepertinya lebih menekankan pewarnaan pada selera perajin ketika proses me-warna, daripada mengikuti pedoman pewarnaan yang sudah ada. Makna simbolis yang ada pada pewarnaan wayang kulit purwa terdapat pada pewarnaan muka dan badan.Terkadang pewarnaan yang sama pada muka wayang karya perajin desa Tu-nahan memiliki arti simbolis yang berbeda, karena dalam hal ini lebih disesuaikan pada karakter yang ingin digambarkan pada tiap tokoh wayangnya. Wayang is a Javanese identity and Indonesia are the hallmark of the nation because it inclu-des as one of the artistic traditions of Indonesia. The main interesting thing to note about the form of shadow play is about coloring. Puppets in color, there is the soul of the puppet charac-ters, such as those done by the artisans village puppet Tunahan Jepara regency. The purpose of this study was to describe and explain the technical, aesthetic and symbolic value contained in the color of shadow play puppet craftsmen Tunahan village. This study used a qualitative approach. Target of the study was done by the shadow puppet puppet artisan village Tunahan Jepara regency. Staining techniques in the village Tunahan using tools and materials that are simple and easy to get, which is using wall paint brands paragon that can be blended to produce the desired colors. Aesthetic value of colors found in the overall use of color combined. Sometimes there are some people who use color collide. Tunahan village artisans seem to place more emphasis on taste artisan coloring when coloring process, rather than follow existing guidelines staining. Symbolic meanings that exist in prototype puppet coloring coloring found on the face and badan.Terkadang the same coloring on the face of the puppet work of rural artisans Tunahan has a different symbolic meaning, because in this case is more adapted to the character you want drawn on each figure child.
BARANG BEKAS SEBAGAI BAHAN BERKARYA SENI KRIYA DI KOMUNITAS TUK SALATIGA: PROSES DAN NILAI ESTETIS Setyoko, Adnan
Arty: Jurnal Seni Rupa Vol 1 No 1
Publisher : Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/arty.v1i1.878

Abstract

Barang bekas merupakan media nonkonvensional dalam berkarya seni rupa, sehingga menarik untuk dikaji lebih dalam. Masalah yang diungkap adalah: (1) Bagaimana proses berkarya dalam memanfaatkan barang bekas sebagai media berkarya seni kriya di Komunitas TUK Salatiga ? (2) Bagaimana  nilai estetis yang terdapat dalam karya seni kriya yang dihasilkan dari pemanfaatan barang bekas di Komunitas TUK Salatiga ? Pendekatan penelitian yang dipilih adalah deskriptif kualitatif. Latar penelitian ini adalah di Komunitas TUK Salatiga. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data  pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan  (1) Komunitas TUK Salatiga memproduksi karya seni kriya dari barang bekas. Barang bekas yang digunakan adalah barang bekas berupa plastik, kertas, dan karet ban bekas. (2) Proses produksinya menggunakan alat-alat seperti gunting, cuter, steples, pukul besi, mesin bur,mesin jahit,dll. Proses produksi seni kriya dari barang bekas di Komunitas TUK Salatiga terdiri dari dua jenis berdasarkan bahan yang dipakai, yaitu proses produksi karya dari bahan plastik dan karet ban, serta proses produksi karya dari bahan kertas. (3) Karya Kriya Komunitas TUK Salatiga selain memiliki nilai ekonomis juga memiliki nilai estetis. Thrift is a nonconventional media in the work of art, so interesting to study further. The problems revealed are: (1) How does the process work in utilizing scrap craft art as a medium working in Community TUK Salatiga? (2) How is the aesthetic value contained in the works of craft art resulting from the utilization of used goods in the Community TUK Salatiga? The selected research approach is qualitative descriptive. Background research is in the Community TUK Salatiga. Data obtained through observation, documentation and interviews. Data analysis techniques of data collection, data reduction, data presentation, drawing conclusions. The results showed (1) Community TUK Salatiga produce works of craft art of thrift. Used goods are used are used goods such as plastics, paper, and rubber tires. (2) The production process using tools such as scissors, cuter, staples, hammer, bur machines, sewing machines, etc.. The production process of craft art scrap in Salatiga TUK Community consists of two types based on the materials used, the production process of the work of plastic and rubber tires, as well as the production process of paper work. (3) Work Community Kriya TUK Salatiga besides having economic value also has aesthetic value.
BADUT SEBAGAI SIMBOL PERILAKU MENYIMPANG PADA KEHIDUPAN SOSIAL DALAM SENI LUKIS Ertana, Anon
Arty: Jurnal Seni Rupa Vol 1 No 1
Publisher : Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam pembuatan proyek studi ini yaitu 1) Mengekspresikan ide, gagasan mengenai kehidupan sosial khususnya budaya perilaku menyimpang di Indonesia melalui simbolisasi badut. 2) Menghasilkan karya seni lukis yang bersubjek badut dalam gaya surrealistik. Bahan dalam pembuatan karya lukis ini yaitu kanvas, spanram, plamir, cat kayu, cat minyak, bensin dan oil painting. Alat yang digunakan dalam berkarya seni lukis ini yaitu kuas, palet, pensil, karet penghapus, kain lap atau tisu dan pisau pallet. Teknik berkarya seni lukis yang digunakan yaitu sapuan kuas yang pewarnaannya dilakukan secara langsung pada bidang kanvas. Proses penciptaan karya lukis dalam proyek studi ini melalui tahapan-tahapan di antaranya pencarian ide, persiapan, dan visualisasi. Gaya lukisan yang dihasilkan adalah surrealistik dengan simbolisasi badut sebagai ikon utama dalam bentuk dan karakteristik sebagai pengungkapan perilaku menyimpang seperti orang yang suka berhutang, hidup yang egois, politik yang rakus, kejahatan terhadap anak-anak, masa lalu yang buruk, lupa akan kewajiban, janji yang tak terealisasikan, membuli orang lain, dan mafia suap. Gaya surrealistik diungkapkan dalam wujud-wujud yang tidak proporsional antara berbagai subjek dan penggunaan subjek-subjek pendukung yang tidak ditemukan dalam kehidupan nyata.
KREASI KOMIK DIGITAL BAWANG MERAH DAN BAWANG PUTIH SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR Ikhtiaroh, Nur
Arty: Jurnal Seni Rupa Vol 1 No 1
Publisher : Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter merupakan salah satu pendidikan yang dianggap penting bagi anak. Keberhasilan pendidikan karakter akan menentukan bagaimana karakter anak akan terbentuk pada usia dewasa. Untuk menunjang pendidikan karakter yang baik perlu adanya media untuk pendidikan karakter. Kreasi komik digital Bawang Merah dan Bawang Putih berfungsi sebagai salah satu media Pendidikan karakter. Cerita rakyat Bawang Merah dan Bawang putih merupakan salah satu cerita rakyat yang memiliki pesan moral tentang karakter anak yaitu Bawang Merah yang memiliki karakter buruk dan Bawang Putih yang memiliki karakter yang baik akan mendapatkan balasan yang sesuai. Komik “Bawang Merah dan Bawang Putih” dibuat melalui tahapan pembuatan storyboard, sketsa, lineart, pewarnaan, dan pemberian teks. Gaya gambar pada komik ini adalah kartun sesuai dengan selera anak-anak. Untuk menambah daya tarik untuk anak-anak komik ini juga dibuat menggunakan warna-warna cerah. Kreasi Komik “Bawang Merah dan Bawang Putih” diharapkan dapat menjadi salah satu media pendidikan karakter yang disukai anak-anak
KREASI GAMBAR ILUSTRASI TEKNIK DIGITAL PADA BUKU DOA SEHARI – HARI UNTUK ANAK USIA DINI Wardani, Muhammad Ramdhan
Arty: Jurnal Seni Rupa Vol 1 No 1
Publisher : Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Doa sehari – hari adalah doa-doa pendek yang digunakan dalam berkegiatan sehari-hari yang merupakan doa-doa yang diperintahkan oleh Allah dan Nabi kita Muhammad SAW. Untuk itu sangat penting ditanamkan kepada anak-anak usia dini agar terbiasa selalu berdoa dalam setiap memulai sesuatu dalam kehidupan sehari-hari. Buku do’a bergambar merupakan media yang bersifat sederhana, mudah, jelas, dan memiliki daya tarik bagi anak-anak untuk membacanya. Buku do’a bergambar dapat menjadi media belajar dan menghapal yang menarik karena disertai ilustrasi gambar yang menarik dan disertai teks. Perancangan menggunakan teknik digital dimana teks dan ilustrasi yang dipadupadankan secara baik dengan memper-timbangkan prinsip-prinsip desain. Karya proyek studi ini sudah menghasilkan sebuah karya ilustrasi dalam bentuk (dummy) buku doa bergambar yang berjudul “ Kreasi Gambar Ilustrasi Teknik Digital Pada Buku Doa Sehari – hari Untuk Aanak Usia Dini “. Bertujuan menarik minat anak-anak usia dini untuk membaca dan menghapal doa- doa sehari-hari. Buku ini juga diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada ilustrator lain untuk menciptakan karya dalam bentuk buku cerita dengan pemilihan tema yang berbeda dan lebih kreatif serta bervariasi lagi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10