cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Canopy: Journal of Architecture
ISSN : 2252679X     EISSN : 25030655     DOI : https://doi.org/10.15294/canopy
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2015): Canopy" : 10 Documents clear
SEKOLAH DASAR LUAR BIASA (SDLB) DI KOTA SEMARANG DENGAN PENEKANAN DESAIN UNIVERSAL Damayanti, Partina Ayu
Canopy: Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2015): Canopy
Publisher : Canopy: Journal of Architecture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan kebutuhan dasar bagi setiap manusia tidak terkecuali anak berkebutuhan khusus (ABK) yang memiliki keterbatasan dalam menjalani aktivitasnya. Menurut data statistik di Kota Semarang dari total jumlah 3557 ABK baru sekitar 20% anak yang menempuh pendidikan dikarenakan belum terpenuhinya fasilitas pendidikan yang dapat mewadahi kegiatan belajar mereka. Ditinjau dari aspek strata atau jenjang pendidikan jumlah siswa SDLB lebih banyak dibandingkan dengan jenjang lainnya, oleh karena itu dibutuhkan fasilitas sekolah dasar luar biasa yang mewadahi dari aspek fungsi dan arsitekturalnya.Kajian diawali dengan mempelajari tentang pengertian sekolah dasar luar biasa, pengertian serta karakter tunanetra, tunarungu dan tunadaksa, kajian tentang penerapan desain universal untuk bangunan sekolah luar biasa, serta studi preseden pada beberapa sekolah luar biasa yang ada, tinjauan mengenai Kota Semarang dan tinjauan sekolah luar biasa di Kota Semarang. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan pemahaman karakteristik tunanetra, tunarungu dan tunadaksa, yang diimplementasikan dengan penerapan elemen-elemen arstektural yang diperlukan sesuai dengan karakteristik masing-masing sehingga dapat membantu aksesibilitas mereka, selain itu dilakukan pendekatan kelompok kegiatan, pendekatan kapasitas besaran ruang. Sebagai kesimpulan, luasan program ruang yang diperlukan serta konsep desain sebagai panduan tahap desain selanjutnya.
KAMPUNG WISATA NELAYAN DI TAMBAK LOROK SEMARANG DENGAN PENDEKATAN ECO FRIENDLY ridwan, mohammad
Canopy: Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2015): Canopy
Publisher : Canopy: Journal of Architecture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu Negara kepulauan terbesar di dunia, dengan jumlah pulau mencapai kurang lebih 17.504 pulau dan di kenal sebagai salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati terbesar, dengan kekayaan ragam flora dan faunanya, termasuk didalamnya endemik. Sebagai negara kepulauan, tidaklah mengherankan jika lebih kurang dua pertiga dari luas keseluruhan territorial negara kesatuan yang berbentuk republik ini merupakan perairan. Sudah barang tentu dengan luas perairan, panjang garis pantai dan jumlah pulau yang demikian besar, secara alami Indonesia mewarisi kekayaan sumberdaya alam yang melimpah. Sehingga banyak masyarakatnya yang memanfaatkan wilayah pesisir sebagai mata pencaharian utama. Namun, dengan kondisi sumber daya laut yang melimpah di kawasan pesisir nyatanya belum mampu mensejahterakan masyarakatnya. Kawasan Tambak Lorok merupakan salah satu kawasan pesisir yang terletak di Kelurahan Tanjungmas Semarang yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan. Dan adanya kesempatan bagi suatu daerah untuk menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki pada tiap-tiap daerah dalam hal sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang ada pada daerah tersebut. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan atau taraf hidup masyarakat yang mendiami daerah tersebut demi kelangsungan perkembangan pembangunan pada daerah itu sendiri. Dengan adanya gagasan konsep Kampung Wisata Nelayan maka di perlukannya pendekatan desain yang selaras dengan alam. Salah satu upaya pendekatan rancangan Arsitektur yang selaras dan ramah terhadap alam yaitu melalui Eco Friendly Architecture.  
PERENCANAAN MANGROVE PARK DI KAWASAN PANTAI MOROSARI DEMAK SEBAGAI SARANA EDUKASI DAN REKREASI (PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR EKOLOGIS) Muchhibi, Idham Kholid
Canopy: Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2015): Canopy
Publisher : Canopy: Journal of Architecture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Demak memiliki berbagai obyek wisata, baik wisata religi, budaya maupun pesisir. Semua objek wisata tersebut memiliki potensi masing-masing untuk dikembangkan buat komoditas di Kabupaten Demak. Salah satu objek wisata yang cukup potensial untuk dikembangkan dan sudah dimiliki oleh Kabupaten Demak adalah Wisata Alam Pantai Morosari.Seiring berkembangnya waktu Wisata Alam Pantai Morosari, kurang mendapatkan sorotan yang lebih dari pihak Pemerintah. Hal ini dapat kita lihat dengan kurangnya ketersediaan fasilitas-fasilitas di Pantai Morosari, akses menuju lokasi yang masih buruk, manajemen pariwisatanya kurang maksimal, pantainya kotor, signase dari pusat kota masih minim dan sering terjadi bahaya abrasi, rob serta penurunan tanah. Hal-hal tersebut menyebabkan pantai ini selalu sepi pengunjung. Akan tetapi di area kawasan Pantai Morosari terdapat hamparan hutan Mangrove yang indah, yang sampai saat ini di gunakan sebagai kawasan konservasi. Melihat akan hal itu, saya mempunyai ide untuk membuat sebuah kawasan wisata edukasi dan rekreasi di kawasan Mangrove. Selain untuk meningkatkan kawasan wisata bahari di Kabupaten Demak, juga untuk melestarikan alam sekitar.Pemilihan lokasi tapak perencanaan diperlukan sebuah lokasi yang tepat dari segi peruntukan lahan, lahan yang tepat adalah lahan yang memiliki area Mangrove yang masih rimbun, alami (belum diolah) dan diperuntukkan sebagai kawasan wisata, aksebilitas yang mudah dijangkau, jaringan infrastruktur juga sangat diperlukan dalam pemilihan lokasi guna untuk mendukung sarana yang ada dalam bangunan. Selain itu juga view kedalam maupun keluar tapak yang akan menjadi ketertarikan suatu tempat wisata. Dari beberapa kriteria di atas dipilihlah satu site rencana yang berada di Desa Bedono, Kec. Sayung Kab. Demak dengan luas 4,41 Ha. Pendekatan perencanaan Mangrove Park ini meliputi pendekatan site, pendekatan pelaku dan aktivitas, pendekatan studi besaran ruang, pendekatan arsitektural (klimatologi, aksesbiitas, view, topografi, kebisingan), pendekatan struktur, pendekatan utilitas, serta pendekatan penekanan desain Arsitektur Ekologis.Dari beberapa pendekatan perencanaan dan perancangan di dapatkan Konsep Perencanaan dan Perancangan yang nantinya akan mendasari desain Mangrove Park di Kawasan Pantai Morosari Demak ini. Konsep Perencanaan dan Perancangan Mangrove Park di dasarkan pada kearifan budaya masyarakat sekitar site, keadaan alam sekitar serta destinasi dari fungsi bangunan itu sendiri. Harapannya Mangrove Park ini dapat menjadi sebuah wadah edukasi wisata untuk semua kalangan, agar lebih mengetahui tentang alam sekitar kita dan berbagai manfaat yang terkandung dalam Mangrove. Selain itu juga dapat menjadi area rekreatif untuk keluarga dan juga peningkatan kawasan wisata bahari di Kabupaten Demak.
SEKOLAH RENANG DI KOTA SEMARANG DENGAN PENEKANAN DESIGN SUSTAINABLE ARCHITECTURE Pratiwi, Isna
Canopy: Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2015): Canopy
Publisher : Canopy: Journal of Architecture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Olahraga renang menurut (Kasiyo Dwijowinoto,1979: 1) merupakan olahraga yang sangat menyenangkan dan cocok untuk siapa saja tanpa memandang umur. Renang adalah salah satu jenis olahraga yang populer di masyarakat. Renang merupakan salah satu cabang olahraga yang dapat diajarkan pada anak-anak dan dewasa, bahkan bayi umur beberapa bulan sudah dapat mulai diajarkan renang. (Renang, Metoda, pola dan teknik, 1979, hal 1). Renang memiliki manfaat yang sangat besar, terutama apabila dilakukan dengan arahan dari pelatih. Renang jika dilakukan dengan suatu pelatihan tertentu dapat menyembuhkan penyakit. Oleh karena itu, membutuhkan sebuah sekolah renang yang dapat mengajarkan praktek dasar renang dengan cara yang benar untuk memperoleh manfaat tersebut. Dari latar belakang diatas, maka diperlukan suatu perencanaan sekolah renang di kota Semarang dengan penekanan desain sustainable architecture. Defenisi pembangunan berkelanjutan atau sustainable building bersumber dari pemikiran-pemikiran dalam upaya merangkul ide ekologi global agar dapat direalisasikan dengan penuh tanggung jawab secara ekologi, ekonomi dan etika, sebagai bagian dari ukuran alam yang berevolusi. Sustainable Architecture adalah sebuah pendekatan dalam perancangan arsitektur yang bersifat filosofis yang bertujuan untuk menghasilkan rancangan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan dan manusia penggunanya, bukanlah sebuah estetika ataupun sebuah style dalam arsitektur. (Seminar Nasional: Structure & Architecture for Green Building Aula Teknik, Universitas Sumatera Utara, Kamis 21 Maret 2013)
KIDS ART STUDIO DI KOTA SEMARANG PENEKANAN DESAIN FUNGSI RUANG DAN SIRKULASI DENGAN PENDEKATAN TRANSFORMASI BENTUK GEOMETRIS Arifah, Siti Nur
Canopy: Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2015): Canopy
Publisher : Canopy: Journal of Architecture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kids Art Studio adalah suatu sekolah seni nonformal untuk anak-anak. Dengan mengajarkan seni rupa, musik, dan tari dengan sasaran untuk anak-anak dari kalangan menengah keatas. Pada saat ini anak banyak bermain gadget dari pada main bersama temannya dan membuat perkembangan otak dan kemampuan sensor dan motorik tidak terlatih dengan sempurna. Maka perlunya adanya pendidikan untuk dapat membantu perkembangan anak salah satunya dengan belajar seni sambil bermain.Semarang adalah salah satu kota terbesar di Indonesia yang memiliki pendududuk yang cukup banyak dengan jumlah penduduk 1,762,939 jiwa. Dengan adanya sebuah wadah pembelajari seni yang efektif diharapkan dapat mengapresiasi seni masyarakat, yang nantinya potensi-potensi dari generasi muda di bidang seni ini mampu memunculkan sifat-sifat khas dan kharateristik yang bermutu. Maka perlu adanya sekolah seni untuk anak untuk dapat mengasah kemampuan dalam bidang seni sesuai dengan kemampuan anak sesuai dengan usia salah satunya dengan Kids Art Studio. Tujuan adanya Kids Art Studio adalah sebagai sarana edukasi dan memfasilitasi media pembelajaran pendidikan seni untuk anak-anak dari keluarga menengah keatas, serta meningkatkan daya tarik anak-anak dari keluarga menengah keatas terhadap pendidikan seni.Konsep yang diangkat dalam perancangan dan perencanaan Kids Art Studio di Kota Semarang dapat menampung kegiatan pendidikan seni seperti seni lukis, musik dan tari dalam 1 bangunan dengan penekanan desain fungsi ruang dan sirkulasi dengan pendekatan transformasi bentuk geometris.
SEKOLAH RENANG DI KOTA SEMARANG DENGAN PENEKANAN DESIGN SUSTAINABLE ARCHITECTURE
Canopy: Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2015): Canopy
Publisher : Canopy: Journal of Architecture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Olahraga renang menurut (Kasiyo Dwijowinoto,1979: 1) merupakan olahraga yang sangat menyenangkan dan cocok untuk siapa saja tanpa memandang umur. Renang adalah salah satu jenis olahraga yang populer di masyarakat. Renang merupakan salah satu cabang olahraga yang dapat diajarkan pada anak-anak dan dewasa, bahkan bayi umur beberapa bulan sudah dapat mulai diajarkan renang. (Renang, Metoda, pola dan teknik, 1979, hal 1). Renang memiliki manfaat yang sangat besar, terutama apabila dilakukan dengan arahan dari pelatih. Renang jika dilakukan dengan suatu pelatihan tertentu dapat menyembuhkan penyakit. Oleh karena itu, membutuhkan sebuah sekolah renang yang dapat mengajarkan praktek dasar renang dengan cara yang benar untuk memperoleh manfaat tersebut. Dari latar belakang diatas, maka diperlukan suatu perencanaan sekolah renang di kota Semarang dengan penekanan desain sustainable architecture. Defenisi pembangunan berkelanjutan atau sustainable building bersumber dari pemikiran-pemikiran dalam upaya merangkul ide ekologi global agar dapat direalisasikan dengan penuh tanggung jawab secara ekologi, ekonomi dan etika, sebagai bagian dari ukuran alam yang berevolusi. Sustainable Architecture adalah sebuah pendekatan dalam perancangan arsitektur yang bersifat filosofis yang bertujuan untuk menghasilkan rancangan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan dan manusia penggunanya, bukanlah sebuah estetika ataupun sebuah style dalam arsitektur. (Seminar Nasional: Structure & Architecture for Green Building Aula Teknik, Universitas Sumatera Utara, Kamis 21 Maret 2013)
SEKOLAH DASAR LUAR BIASA (SDLB) DI KOTA SEMARANG DENGAN PENEKANAN DESAIN UNIVERSAL
Canopy: Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2015): Canopy
Publisher : Canopy: Journal of Architecture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan kebutuhan dasar bagi setiap manusia tidak terkecuali anak berkebutuhan khusus (ABK) yang memiliki keterbatasan dalam menjalani aktivitasnya. Menurut data statistik di Kota Semarang dari total jumlah 3557 ABK baru sekitar 20% anak yang menempuh pendidikan dikarenakan belum terpenuhinya fasilitas pendidikan yang dapat mewadahi kegiatan belajar mereka. Ditinjau dari aspek strata atau jenjang pendidikan jumlah siswa SDLB lebih banyak dibandingkan dengan jenjang lainnya, oleh karena itu dibutuhkan fasilitas sekolah dasar luar biasa yang mewadahi dari aspek fungsi dan arsitekturalnya.Kajian diawali dengan mempelajari tentang pengertian sekolah dasar luar biasa, pengertian serta karakter tunanetra, tunarungu dan tunadaksa, kajian tentang penerapan desain universal untuk bangunan sekolah luar biasa, serta studi preseden pada beberapa sekolah luar biasa yang ada, tinjauan mengenai Kota Semarang dan tinjauan sekolah luar biasa di Kota Semarang. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan pemahaman karakteristik tunanetra, tunarungu dan tunadaksa, yang diimplementasikan dengan penerapan elemen-elemen arstektural yang diperlukan sesuai dengan karakteristik masing-masing sehingga dapat membantu aksesibilitas mereka, selain itu dilakukan pendekatan kelompok kegiatan, pendekatan kapasitas besaran ruang. Sebagai kesimpulan, luasan program ruang yang diperlukan serta konsep desain sebagai panduan tahap desain selanjutnya.
KIDS ART STUDIO DI KOTA SEMARANG PENEKANAN DESAIN FUNGSI RUANG DAN SIRKULASI DENGAN PENDEKATAN TRANSFORMASI BENTUK GEOMETRIS
Canopy: Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2015): Canopy
Publisher : Canopy: Journal of Architecture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kids Art Studio adalah suatu sekolah seni nonformal untuk anak-anak. Dengan mengajarkan seni rupa, musik, dan tari dengan sasaran untuk anak-anak dari kalangan menengah keatas. Pada saat ini anak banyak bermain gadget dari pada main bersama temannya dan membuat perkembangan otak dan kemampuan sensor dan motorik tidak terlatih dengan sempurna. Maka perlunya adanya pendidikan untuk dapat membantu perkembangan anak salah satunya dengan belajar seni sambil bermain.Semarang adalah salah satu kota terbesar di Indonesia yang memiliki pendududuk yang cukup banyak dengan jumlah penduduk 1,762,939 jiwa. Dengan adanya sebuah wadah pembelajari seni yang efektif diharapkan dapat mengapresiasi seni masyarakat, yang nantinya potensi-potensi dari generasi muda di bidang seni ini mampu memunculkan sifat-sifat khas dan kharateristik yang bermutu. Maka perlu adanya sekolah seni untuk anak untuk dapat mengasah kemampuan dalam bidang seni sesuai dengan kemampuan anak sesuai dengan usia salah satunya dengan Kids Art Studio. Tujuan adanya Kids Art Studio adalah sebagai sarana edukasi dan memfasilitasi media pembelajaran pendidikan seni untuk anak-anak dari keluarga menengah keatas, serta meningkatkan daya tarik anak-anak dari keluarga menengah keatas terhadap pendidikan seni.Konsep yang diangkat dalam perancangan dan perencanaan Kids Art Studio di Kota Semarang dapat menampung kegiatan pendidikan seni seperti seni lukis, musik dan tari dalam 1 bangunan dengan penekanan desain fungsi ruang dan sirkulasi dengan pendekatan transformasi bentuk geometris.
PERENCANAAN MANGROVE PARK DI KAWASAN PANTAI MOROSARI DEMAK SEBAGAI SARANA EDUKASI DAN REKREASI (PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR EKOLOGIS)
Canopy: Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2015): Canopy
Publisher : Canopy: Journal of Architecture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Demak memiliki berbagai obyek wisata, baik wisata religi, budaya maupun pesisir. Semua objek wisata tersebut memiliki potensi masing-masing untuk dikembangkan buat komoditas di Kabupaten Demak. Salah satu objek wisata yang cukup potensial untuk dikembangkan dan sudah dimiliki oleh Kabupaten Demak adalah Wisata Alam Pantai Morosari.Seiring berkembangnya waktu Wisata Alam Pantai Morosari, kurang mendapatkan sorotan yang lebih dari pihak Pemerintah. Hal ini dapat kita lihat dengan kurangnya ketersediaan fasilitas-fasilitas di Pantai Morosari, akses menuju lokasi yang masih buruk, manajemen pariwisatanya kurang maksimal, pantainya kotor, signase dari pusat kota masih minim dan sering terjadi bahaya abrasi, rob serta penurunan tanah. Hal-hal tersebut menyebabkan pantai ini selalu sepi pengunjung. Akan tetapi di area kawasan Pantai Morosari terdapat hamparan hutan Mangrove yang indah, yang sampai saat ini di gunakan sebagai kawasan konservasi. Melihat akan hal itu, saya mempunyai ide untuk membuat sebuah kawasan wisata edukasi dan rekreasi di kawasan Mangrove. Selain untuk meningkatkan kawasan wisata bahari di Kabupaten Demak, juga untuk melestarikan alam sekitar.Pemilihan lokasi tapak perencanaan diperlukan sebuah lokasi yang tepat dari segi peruntukan lahan, lahan yang tepat adalah lahan yang memiliki area Mangrove yang masih rimbun, alami (belum diolah) dan diperuntukkan sebagai kawasan wisata, aksebilitas yang mudah dijangkau, jaringan infrastruktur juga sangat diperlukan dalam pemilihan lokasi guna untuk mendukung sarana yang ada dalam bangunan. Selain itu juga view kedalam maupun keluar tapak yang akan menjadi ketertarikan suatu tempat wisata. Dari beberapa kriteria di atas dipilihlah satu site rencana yang berada di Desa Bedono, Kec. Sayung Kab. Demak dengan luas 4,41 Ha. Pendekatan perencanaan Mangrove Park ini meliputi pendekatan site, pendekatan pelaku dan aktivitas, pendekatan studi besaran ruang, pendekatan arsitektural (klimatologi, aksesbiitas, view, topografi, kebisingan), pendekatan struktur, pendekatan utilitas, serta pendekatan penekanan desain Arsitektur Ekologis.Dari beberapa pendekatan perencanaan dan perancangan di dapatkan Konsep Perencanaan dan Perancangan yang nantinya akan mendasari desain Mangrove Park di Kawasan Pantai Morosari Demak ini. Konsep Perencanaan dan Perancangan Mangrove Park di dasarkan pada kearifan budaya masyarakat sekitar site, keadaan alam sekitar serta destinasi dari fungsi bangunan itu sendiri. Harapannya Mangrove Park ini dapat menjadi sebuah wadah edukasi wisata untuk semua kalangan, agar lebih mengetahui tentang alam sekitar kita dan berbagai manfaat yang terkandung dalam Mangrove. Selain itu juga dapat menjadi area rekreatif untuk keluarga dan juga peningkatan kawasan wisata bahari di Kabupaten Demak.
KAMPUNG WISATA NELAYAN DI TAMBAK LOROK SEMARANG DENGAN PENDEKATAN ECO FRIENDLY
Canopy: Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2015): Canopy
Publisher : Canopy: Journal of Architecture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu Negara kepulauan terbesar di dunia, dengan jumlah pulau mencapai kurang lebih 17.504 pulau dan di kenal sebagai salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati terbesar, dengan kekayaan ragam flora dan faunanya, termasuk didalamnya endemik. Sebagai negara kepulauan, tidaklah mengherankan jika lebih kurang dua pertiga dari luas keseluruhan territorial negara kesatuan yang berbentuk republik ini merupakan perairan. Sudah barang tentu dengan luas perairan, panjang garis pantai dan jumlah pulau yang demikian besar, secara alami Indonesia mewarisi kekayaan sumberdaya alam yang melimpah. Sehingga banyak masyarakatnya yang memanfaatkan wilayah pesisir sebagai mata pencaharian utama. Namun, dengan kondisi sumber daya laut yang melimpah di kawasan pesisir nyatanya belum mampu mensejahterakan masyarakatnya. Kawasan Tambak Lorok merupakan salah satu kawasan pesisir yang terletak di Kelurahan Tanjungmas Semarang yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan. Dan adanya kesempatan bagi suatu daerah untuk menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki pada tiap-tiap daerah dalam hal sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang ada pada daerah tersebut. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan atau taraf hidup masyarakat yang mendiami daerah tersebut demi kelangsungan perkembangan pembangunan pada daerah itu sendiri. Dengan adanya gagasan konsep Kampung Wisata Nelayan maka di perlukannya pendekatan desain yang selaras dengan alam. Salah satu upaya pendekatan rancangan Arsitektur yang selaras dan ramah terhadap alam yaitu melalui Eco Friendly Architecture.  

Page 1 of 1 | Total Record : 10