cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Canopy: Journal of Architecture
ISSN : 2252679X     EISSN : 25030655     DOI : https://doi.org/10.15294/canopy
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 34 Documents
BATIK CENTER DI KOTA SOLO Dengan Penakanan Desain Arsitektur Vernakular
Canopy: Journal of Architecture Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Canopy: Journal of Architecture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perkembangan zaman yang begitu pesat menuju ke era modernisasi, banyak kalangan masyarakat Indonesia khususnya kaum muda bahkan desainer-desainer seni beralih gaya hingga kebudayaan sehari-hari. Muncul fakta bahwa beberapa desainer luar negeri mengagumi hasil asli budaya Indonesia, yaitu tentang “batik”. Oleh sebab itu lambat laun khalayak lokal ingin membangun dan melestarikan budaya aslinya sendiri yaitu batik. Didukung apresiasi dari pihak mancanegara berarti kesempatan bagi Negara Indonesia untuk tampil didunia. Oleh karena itu batik harus dilestarikan dengan cara edukasi, memamerkan, dan penjualan eksklusif dengan membangun Batik Center. Membuat batik tidak begitu sulit bagi orang yang memiliki jiwa seni/desainer. Membatik merupakan kegiatan yang memerlukan ketelitian dan imajinasi. Banyak ahli pembatik bersedia memberikan ilmunya bagi mereka yang ingin belajar batik. Oleh karena itu dibutuhkan tempat yang representatif untuk kegiatan belajar membatik. Setelah belajar kemudian hasil akan dipamerkan dan terakhir kegiatan penjualan. Dengan langkah tersebut akan mengangkat derajat bangsa dan negara serta memberikan sisi positif bagi kebudayaan asli bangsa Indonesia. Solo merupakan tempat awal sejarah perkembangan batik yang hingga kini masih terlihat eksistensinya. As the times are so rapidly headed into an era of modernization, many Indonesian society, especially young designers even art style switch to everyday culture. Appears fact that some foreign designers admire native Indonesian culture, which is about "batik". Therefore the local audience wants to slowly build and preserve their indigenous culture itself is batik. Powered appreciation of the foreign country means an opportunity for Indonesia to perform in the world. Therefore batik should be preserved by means of education, exhibit, and exclusive sales by building Batik Center. Making batik is not so difficult for people who have a sense of art / designer. Batik is an activity that requires precision and imagination. Many experts batik willing to give his knowledge to those who want to learn batik. Therefore, it needs a representative to learn batik activities. After learning then the results will be exhibited and last sales activities. With the move would raise the degree of the state and nation as well as providing a positive side to the original culture of Indonesia. Solo is the beginning of the historical development of batik which is still visible existence. 
MUSEUM SENI KONTEMPORER DI KAWASAN KOTA LAMA SEMARANG
Canopy: Journal of Architecture Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Canopy: Journal of Architecture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan kota lama Semarang adalah salah satu kawasan bersejarah yang mempunyai ruh bangunan bangsa Eropa di kota Semarang. Seni mengalami perubahan pola yang secara kontekstual cenderung bebas dalam berekspresi. Sehingga dinamika tersebut terbentuk dalam format karya seni kontemporer atau kekinian yang senada dengan derap kehidupan aktual masyarakat Indonesia. Semangat pembaharuan sejalan dengan semangat seniman – seniman muda Semarang untuk berkembang di tengah ketiadaan area berekspresi yang dapat dipublikasikan secara luas ke masyarakat awam untuk mendukung perkembangan kawasan kota lama Semarang. Dalam hal ini, museum sebagai generator dan fasilitator dalam usaha-usaha pelestarian kesenian dan sejarah kota lama Semarang dapat menjadi salah satu alternatif bagi usaha peningkatan citra kota Semarang khususnya pada kawasan kota lama Semarang. Meskipun museum lazimnya hanya dikenal sebagai tempat penyimpanan artefak-artefak yang bersifat konkrit dan tangible, bukan tidak mungkin museum juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana penyimpanan sebuah karya atau ekspresi manusia dan warisan-warisan sejarah yang bersifat intangible. Dengan keunikan sifat ini, museum seni kontemporer dapat menjadi sarana untuk mengenalkan seni yang kekinian (update). Dengan demikian, diharapkan kegiatan seni masyarakat dapat diwadahi lebih dari sekedar sarana komunikasi semata. The old city area of Semarang is one of the historical district that has the spirit of building the European nations in Semarang. Art changes contextually patterns tend to freedom of expression. So that the dynamics of the form in the format of contemporary art or contemporary matching the pace of the actual life of the people of Indonesia. The spirit of renewal in line with the spirit of artists - young artists Semarang to evolve in the absence of an area of expression that can be widely publicized to the general public to support the development of the area of ​​the old city of Semarang. In this case, the museum as a generator and facilitator in the preservation efforts of art and history of the old city of Semarang can be an alternative to efforts to improve the image of the city of Semarang, especially in the old city area of Semarang. Although the museum is usually just known as a storage artifacts that are concrete and tangible, it is not possible museum can also be used as a storage facility or a work of human expression and historical legacies that is intangible. With the uniqueness of this nature, contemporary art museum can be a means to introduce contemporary art (updated). Thus, the expected activities of public art can be contained more than just a mere communication tool. 
YOUTH CENTER DI KOTA YOGYAKARTA SEBAGAI PUSAT KEGIATAN PENGEMBANGAN BAKAT DAN MINAT KOMUNITAS DI YOGYAKARTA DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR MODERN
Canopy: Journal of Architecture Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Canopy: Journal of Architecture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan provinsi yang terkenal dengan pariwisata, dan seni budayanya. Di dukung dengan adanya sebutan kota pelajar menjadikan provinsi DIY semakin banyak para pendatang yang bertujuan untuk belajar di Kota Yogyakarta dan sekitarnya. Selain bermanfaat untuk pengembangan diri remaja, kegiatan mengisi waktu luang merupakan salah satu cara untuk menghindarkan remaja dari pengaruh buruk yang menjadi sumber masalah kenakalan remaja seperti tawuran, penggunaan obat-obatan terlarang dan pergaulan bebas. Belum ada tempat khusus bagi para remaja untuk bisa berkreasi dan menggali potensi dalam diri mereka, ada beberapa fasilitas di kota Jogja yang sekarang terbuka untuk umum dan fasilitas yang ada sekarang ini masih terpisah-pisah dan keberadaanya masih kurang memadai dalam menyediakan sarana prasarana untuk menampung kegiatan remaja sesuai bakat dan minat, serta sarana untuk komunitas yang diminati. Perlu adanya sebuah fasilitas bangunan Youth Center dengan berbagai macam fungsi di dalamnya sebagai sarana pembinaan dan pengembangan diri remaja yang beragam sesuai dengan bakat dan minat yang tumbuh dan berkembang di kalangan remaja kota Yogyakarta. Yogyakarta Province is a province famous for its tourism, culture and arts. Boosted by the student city designation makes more DIY provincial migrants aiming to study in the city of Yogyakarta and surrounding areas. Helpful addition to the development of adolescents, spare time activities is one way to prevent teens from bad influences that lead to problems such as fights juvenile delinquency, drug use and promiscuity. There is no special place for the youth to be creative and explore the potential within them, there are few facilities in the city of Yogyakarta is now open to the public and the existing facility is still fragmentary and its existence is still inadequate in providing infrastructure to accommodate activities adolescents according talents and interests, as well as a means for communities of interest. There needs to be a Youth Center building facility with a variety of functions in it as a means of fostering and development of adolescent self that vary according to their talents and interests that grow and develop in teenagers Yogyakarta. 
SEKOLAH RENANG DI KOTA SEMARANG DENGAN PENEKANAN DESIGN SUSTAINABLE ARCHITECTURE
Canopy: Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2015): Canopy
Publisher : Canopy: Journal of Architecture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Olahraga renang menurut (Kasiyo Dwijowinoto,1979: 1) merupakan olahraga yang sangat menyenangkan dan cocok untuk siapa saja tanpa memandang umur. Renang adalah salah satu jenis olahraga yang populer di masyarakat. Renang merupakan salah satu cabang olahraga yang dapat diajarkan pada anak-anak dan dewasa, bahkan bayi umur beberapa bulan sudah dapat mulai diajarkan renang. (Renang, Metoda, pola dan teknik, 1979, hal 1). Renang memiliki manfaat yang sangat besar, terutama apabila dilakukan dengan arahan dari pelatih. Renang jika dilakukan dengan suatu pelatihan tertentu dapat menyembuhkan penyakit. Oleh karena itu, membutuhkan sebuah sekolah renang yang dapat mengajarkan praktek dasar renang dengan cara yang benar untuk memperoleh manfaat tersebut. Dari latar belakang diatas, maka diperlukan suatu perencanaan sekolah renang di kota Semarang dengan penekanan desain sustainable architecture. Defenisi pembangunan berkelanjutan atau sustainable building bersumber dari pemikiran-pemikiran dalam upaya merangkul ide ekologi global agar dapat direalisasikan dengan penuh tanggung jawab secara ekologi, ekonomi dan etika, sebagai bagian dari ukuran alam yang berevolusi. Sustainable Architecture adalah sebuah pendekatan dalam perancangan arsitektur yang bersifat filosofis yang bertujuan untuk menghasilkan rancangan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan dan manusia penggunanya, bukanlah sebuah estetika ataupun sebuah style dalam arsitektur. (Seminar Nasional: Structure & Architecture for Green Building Aula Teknik, Universitas Sumatera Utara, Kamis 21 Maret 2013)
SEKOLAH DASAR LUAR BIASA (SDLB) DI KOTA SEMARANG DENGAN PENEKANAN DESAIN UNIVERSAL
Canopy: Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2015): Canopy
Publisher : Canopy: Journal of Architecture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan kebutuhan dasar bagi setiap manusia tidak terkecuali anak berkebutuhan khusus (ABK) yang memiliki keterbatasan dalam menjalani aktivitasnya. Menurut data statistik di Kota Semarang dari total jumlah 3557 ABK baru sekitar 20% anak yang menempuh pendidikan dikarenakan belum terpenuhinya fasilitas pendidikan yang dapat mewadahi kegiatan belajar mereka. Ditinjau dari aspek strata atau jenjang pendidikan jumlah siswa SDLB lebih banyak dibandingkan dengan jenjang lainnya, oleh karena itu dibutuhkan fasilitas sekolah dasar luar biasa yang mewadahi dari aspek fungsi dan arsitekturalnya.Kajian diawali dengan mempelajari tentang pengertian sekolah dasar luar biasa, pengertian serta karakter tunanetra, tunarungu dan tunadaksa, kajian tentang penerapan desain universal untuk bangunan sekolah luar biasa, serta studi preseden pada beberapa sekolah luar biasa yang ada, tinjauan mengenai Kota Semarang dan tinjauan sekolah luar biasa di Kota Semarang. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan pemahaman karakteristik tunanetra, tunarungu dan tunadaksa, yang diimplementasikan dengan penerapan elemen-elemen arstektural yang diperlukan sesuai dengan karakteristik masing-masing sehingga dapat membantu aksesibilitas mereka, selain itu dilakukan pendekatan kelompok kegiatan, pendekatan kapasitas besaran ruang. Sebagai kesimpulan, luasan program ruang yang diperlukan serta konsep desain sebagai panduan tahap desain selanjutnya.
KIDS ART STUDIO DI KOTA SEMARANG PENEKANAN DESAIN FUNGSI RUANG DAN SIRKULASI DENGAN PENDEKATAN TRANSFORMASI BENTUK GEOMETRIS
Canopy: Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2015): Canopy
Publisher : Canopy: Journal of Architecture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kids Art Studio adalah suatu sekolah seni nonformal untuk anak-anak. Dengan mengajarkan seni rupa, musik, dan tari dengan sasaran untuk anak-anak dari kalangan menengah keatas. Pada saat ini anak banyak bermain gadget dari pada main bersama temannya dan membuat perkembangan otak dan kemampuan sensor dan motorik tidak terlatih dengan sempurna. Maka perlunya adanya pendidikan untuk dapat membantu perkembangan anak salah satunya dengan belajar seni sambil bermain.Semarang adalah salah satu kota terbesar di Indonesia yang memiliki pendududuk yang cukup banyak dengan jumlah penduduk 1,762,939 jiwa. Dengan adanya sebuah wadah pembelajari seni yang efektif diharapkan dapat mengapresiasi seni masyarakat, yang nantinya potensi-potensi dari generasi muda di bidang seni ini mampu memunculkan sifat-sifat khas dan kharateristik yang bermutu. Maka perlu adanya sekolah seni untuk anak untuk dapat mengasah kemampuan dalam bidang seni sesuai dengan kemampuan anak sesuai dengan usia salah satunya dengan Kids Art Studio. Tujuan adanya Kids Art Studio adalah sebagai sarana edukasi dan memfasilitasi media pembelajaran pendidikan seni untuk anak-anak dari keluarga menengah keatas, serta meningkatkan daya tarik anak-anak dari keluarga menengah keatas terhadap pendidikan seni.Konsep yang diangkat dalam perancangan dan perencanaan Kids Art Studio di Kota Semarang dapat menampung kegiatan pendidikan seni seperti seni lukis, musik dan tari dalam 1 bangunan dengan penekanan desain fungsi ruang dan sirkulasi dengan pendekatan transformasi bentuk geometris.
PERENCANAAN MANGROVE PARK DI KAWASAN PANTAI MOROSARI DEMAK SEBAGAI SARANA EDUKASI DAN REKREASI (PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR EKOLOGIS)
Canopy: Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2015): Canopy
Publisher : Canopy: Journal of Architecture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Demak memiliki berbagai obyek wisata, baik wisata religi, budaya maupun pesisir. Semua objek wisata tersebut memiliki potensi masing-masing untuk dikembangkan buat komoditas di Kabupaten Demak. Salah satu objek wisata yang cukup potensial untuk dikembangkan dan sudah dimiliki oleh Kabupaten Demak adalah Wisata Alam Pantai Morosari.Seiring berkembangnya waktu Wisata Alam Pantai Morosari, kurang mendapatkan sorotan yang lebih dari pihak Pemerintah. Hal ini dapat kita lihat dengan kurangnya ketersediaan fasilitas-fasilitas di Pantai Morosari, akses menuju lokasi yang masih buruk, manajemen pariwisatanya kurang maksimal, pantainya kotor, signase dari pusat kota masih minim dan sering terjadi bahaya abrasi, rob serta penurunan tanah. Hal-hal tersebut menyebabkan pantai ini selalu sepi pengunjung. Akan tetapi di area kawasan Pantai Morosari terdapat hamparan hutan Mangrove yang indah, yang sampai saat ini di gunakan sebagai kawasan konservasi. Melihat akan hal itu, saya mempunyai ide untuk membuat sebuah kawasan wisata edukasi dan rekreasi di kawasan Mangrove. Selain untuk meningkatkan kawasan wisata bahari di Kabupaten Demak, juga untuk melestarikan alam sekitar.Pemilihan lokasi tapak perencanaan diperlukan sebuah lokasi yang tepat dari segi peruntukan lahan, lahan yang tepat adalah lahan yang memiliki area Mangrove yang masih rimbun, alami (belum diolah) dan diperuntukkan sebagai kawasan wisata, aksebilitas yang mudah dijangkau, jaringan infrastruktur juga sangat diperlukan dalam pemilihan lokasi guna untuk mendukung sarana yang ada dalam bangunan. Selain itu juga view kedalam maupun keluar tapak yang akan menjadi ketertarikan suatu tempat wisata. Dari beberapa kriteria di atas dipilihlah satu site rencana yang berada di Desa Bedono, Kec. Sayung Kab. Demak dengan luas 4,41 Ha. Pendekatan perencanaan Mangrove Park ini meliputi pendekatan site, pendekatan pelaku dan aktivitas, pendekatan studi besaran ruang, pendekatan arsitektural (klimatologi, aksesbiitas, view, topografi, kebisingan), pendekatan struktur, pendekatan utilitas, serta pendekatan penekanan desain Arsitektur Ekologis.Dari beberapa pendekatan perencanaan dan perancangan di dapatkan Konsep Perencanaan dan Perancangan yang nantinya akan mendasari desain Mangrove Park di Kawasan Pantai Morosari Demak ini. Konsep Perencanaan dan Perancangan Mangrove Park di dasarkan pada kearifan budaya masyarakat sekitar site, keadaan alam sekitar serta destinasi dari fungsi bangunan itu sendiri. Harapannya Mangrove Park ini dapat menjadi sebuah wadah edukasi wisata untuk semua kalangan, agar lebih mengetahui tentang alam sekitar kita dan berbagai manfaat yang terkandung dalam Mangrove. Selain itu juga dapat menjadi area rekreatif untuk keluarga dan juga peningkatan kawasan wisata bahari di Kabupaten Demak.
KAMPUNG WISATA NELAYAN DI TAMBAK LOROK SEMARANG DENGAN PENDEKATAN ECO FRIENDLY
Canopy: Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2015): Canopy
Publisher : Canopy: Journal of Architecture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu Negara kepulauan terbesar di dunia, dengan jumlah pulau mencapai kurang lebih 17.504 pulau dan di kenal sebagai salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati terbesar, dengan kekayaan ragam flora dan faunanya, termasuk didalamnya endemik. Sebagai negara kepulauan, tidaklah mengherankan jika lebih kurang dua pertiga dari luas keseluruhan territorial negara kesatuan yang berbentuk republik ini merupakan perairan. Sudah barang tentu dengan luas perairan, panjang garis pantai dan jumlah pulau yang demikian besar, secara alami Indonesia mewarisi kekayaan sumberdaya alam yang melimpah. Sehingga banyak masyarakatnya yang memanfaatkan wilayah pesisir sebagai mata pencaharian utama. Namun, dengan kondisi sumber daya laut yang melimpah di kawasan pesisir nyatanya belum mampu mensejahterakan masyarakatnya. Kawasan Tambak Lorok merupakan salah satu kawasan pesisir yang terletak di Kelurahan Tanjungmas Semarang yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan. Dan adanya kesempatan bagi suatu daerah untuk menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki pada tiap-tiap daerah dalam hal sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang ada pada daerah tersebut. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan atau taraf hidup masyarakat yang mendiami daerah tersebut demi kelangsungan perkembangan pembangunan pada daerah itu sendiri. Dengan adanya gagasan konsep Kampung Wisata Nelayan maka di perlukannya pendekatan desain yang selaras dengan alam. Salah satu upaya pendekatan rancangan Arsitektur yang selaras dan ramah terhadap alam yaitu melalui Eco Friendly Architecture.  
THERAPEUTIC DWELLING: MENTAL REHABILITATION AND HEALING CENTER WITH BIOPHILIC DESIGN CONCEPT IN WEST JAKARTA Cyntha Dinisara
Canopy: Journal of Architecture Vol 12 No 1 (2023): Canopy Journal
Publisher : Architecture Study Program, Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/canopy.v12i1.70947

Abstract

Mental health is one of the most important issues in the world, including Indonesia. Indonesia is the second-ranked country with the highest total cases of mental disorders in Southeast Asia, which reached 9,162,886 (Estimates Global Health, 2017). According to Asia's Least and Most Stressful Cities (2017), the city of Jakarta is ranked 6th as the most stressful city in Indonesia. This mental health problem is triggered by a fast-paced lifestyle which makes it difficult for the people of Jakarta to adapt to one another so that people feel stressed or depressed. Unfortunately, society's paradigm of mental health disorders creates a stigma that can hinder the healing and recovery of sufferers. From a psychological point of view, environmental factors play an important role in the healing process for people with mental disorders. This is commonly referred to as a healing environment which is carried out by managing the relationship between nature, humans, and buildings that can support healing. The purpose of writing this design report is to plan a Mental Rehabilitation and Healing Center with a Biophilic Architecture approach in the City of Jakarta which is capable of providing therapy for sufferers of mental disorders with details including (1) planning and designing a Mental Rehabilitation and Healing Center that can accommodate therapy activities and healing with the Healing Environment method; (2) planning and designing a Mental Rehabilitation and Healing Center with a Biophilic Architecture Approach in the City of Jakarta. The method of discussion in this report uses descriptive methods, with factual data collection through literature studies, observational studies, analysis, and conclusions. Key Word: Mental Rehabilitation Center in West Jakarta City, Biophilic Architecture.
EDUCATION AND TRAINING CENTER OF BASKETBALL IN SALATIGA WITH A SUSTAINABLE ARCHITECTURE DESIGN Syamsul Karim
Canopy: Journal of Architecture Vol 12 No 1 (2023): Canopy Journal
Publisher : Architecture Study Program, Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/canopy.v12i1.70949

Abstract

Basketball has become one of the sports that is highly favored by people worldwide, including in Indonesia. In Indonesia itself, there is a premier national competition known as the Indonesian Basketball League (IBL), which is participated in by numerous major cities, including Salatiga. Salatiga possesses great potential for the development of basketball in Indonesia. The city's numerous championship victories and individual accolades bestowed upon Salatiga basketball athletes highlight its significant contribution to the advancement of basketball in the country. However, in order to further support and nurture these achievements and potentials, it is essential to provide adequate facilities capable of accommodating the needs of athletes, aspiring athletes, and basketball enthusiasts throughout Indonesia, particularly in Salatiga. Establishing an internationally standardized facility with a focus on education and training would serve as a medium to prepare future athletes. The primary objective of this design report is to outline the plans for the Salatiga Basketball Education and Development Center, utilizing a Sustainable Architecture approach, which would effectively cater to the requirements of athletes and aspiring athletes in enhancing their knowledge and basketball skills. Additionally, this planning aims to fulfill the building's function as a competitive venue for national athletes participating in events held in Salatiga. The design of the basketball education and development center entails various processes, including problem identification, data collection, site identification, site selection, site analysis, and the implementation of the sustainable architecture approach.

Page 3 of 4 | Total Record : 34