cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Eduarts: Journal of Arts Education
ISSN : 22526625     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1" : 20 Documents clear
PEMBELAJARAN MELUKIS DI KELAS X SMA NEGERI 1 PATI TAHUN AJARAN 2010/2011 Purwoningsih, Nutik
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 2 No 1
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v2i1.2460

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Menjelaskan proses pembelajaran melukis Kelas X di SMA Negeri 1 Pati, 2) Menguraikan hasil pembelajaran melukis di Kelas X SMA Negeri 1 Pati, serta 3) Menjelaskan determinan-determinan yang ada dalam pembelajaran melukis kelas X di SMA Negeri 1 Pati.  Pendekatan penelitian yang dipilih adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah proses pembelajaran melukis di kelas X SMA Negeri 1 Pati Hasil penelitian menunjukkan hasil sebagai berikut: Proses pembelajaran melukis Kelas X SMA Negeri 1 Pati dilaksanakan secara moving class, diikuti oleh para siswa dari tiga kelas sekaligus, sehingga ada tiga rombongan belajar setiap kegiatan pembelajaran. Guru memberikan kebebasan memilih tema dalam membuat lukisan. Hasil yang diperoleh dari pembelajaran melukis adalah sebagian besar siswa menggunakan media kertas dan cat air dengan teknik plakat. Determinan yang ada dalam pembelajaran melukis adalah siswa dapat memilih pembelajaran seni yang diinginkannya di antara tiga pilihan, yaitu seni drama, seni musik, dan seni rupa, sehingga siswa dapat mengembangkan bakat dan minatnya masing-masing.   The purpose of this study is: 1) Explain the process of learning to paint in class X SMA Negeri 1 Pati, 2) Describe the results of learning to paint in class X SMA Negeri 1 Pati, and 3) Describe the determinants that exist in teaching painting classes at high school X Negeri 1 Pati. The selected research approach is qualitative descriptive. Subjects were learning to paint in class X SMA Negeri 1 Pati results showed the following results: The process of learning to paint class X SMA Negeri 1 Pati implemented moving class, followed by students from three classes at once, so there are three study groups each activity learning. The teacher gives the freedom to choose the theme in painting. The results of the study paint is most students use media and watercolor paper with a plaque technique. Determinant is in learning to paint is learning the art students can choose the desired among three options, namely art, drama, music, and visual arts, so that students can develop their talents and interests of each.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN GAMBAR BENTUK INDOOR DAN OUTDOOR DI KELAS VII SMP NEGERI 1 REMBANG PURBALINGGA Arqinila, Tias Ellsa
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 2 No 1
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v2i1.2456

Abstract

Untuk mencapai tujuan belajar gambar bentuk, aspek perencanaan dan pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran harus dilakukan ke tingkat maksimal sehingga hasil belajar dapat dicapai secara efektif . Guru dapat menggunakan gambar bentuk sebagai bahan ajar di indoor dan outdoor untuk mencapai tujuan pembelajaran . Kasus penelitian ini adalah: ( 1 ) proses pembelajaran indoor dan outdoor di kelas VII SMP Negeri 1 Rembang Purbalingga , ( 2 ) hasil indoor dan outdoor bentuk gambar , ( 3 ) perbedaan efektivitas indoor dan outdoor pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Rembang Purbalingga , sampel dari penelitian ini adalah 2 kelas yang kelas VII C untuk belajar dalam ruangan sementara kelas VII G untuk belajar di luar ruangan . tekhnik pengumpulan data adalah observasi yang didukung oleh wawancara , kuesioner dan dokumentasi . Kalimat berikut adalah hasil dari penelitian ini . Pertama , penerapan bentuk gambar pembelajaran di dalam dan luar ruangan dibagi menjadi tiga tingkat aktivitas , perencanaan kegiatan , pelaksanaan kegiatan dan aktivitas evaluasi.  In order to achieve the learning objectives form images , aspects of planning and implementation and evaluation of learning should be done to the fullest so that learning outcomes can be achieved effectively . Teachers can use the images as a form of teaching materials in the indoor and outdoor learning to achieve the goal . Case study are : ( 1 ) indoor and outdoor learning in class VII SMP Negeri 1 Apex Purbalingga , ( 2 ) the results of indoor and outdoor form of images, ( 3) the effectiveness of indoor and outdoor learning . This research uses descriptive quantitative and qualitative methods . The population in this study were all students of class VII SMP Negeri 1 Apex Purbalingga , the sample of this study was 2 class C to class VII in the room while studying in class VII G for outdoor learning . techniques of data collection is supported by the observation that interviews , questionnaires and documentation . The following sentence is the result of this study . First , the application of learning in the form of images of indoor and outdoor activities are divided into three levels , activity planning , implementation and evaluation activities
PEMANFAATAN KAIN PERCA SEBAGAI MEDIA BERKARYA SENI LUKIS DENGAN TEKNIK KOLASE BAGI SISWA KELAS VIII D SMP NEGERI 5 BLORA Swariga, Zita Kiky
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 2 No 1
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v2i1.2461

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan mendeskripsikan permasalahan tersebut. Manfaat penelitian ini: dapat dijadikan acuan dalam pembelajaran berkarya kolase dengan memanfaatkan barang limbah kain perca dan dapat digunakan sebagai bahan informasi mengenai pemanfaatan barang limbah.  Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sasaran penelitian hasil karya lukis siswa dengan pemanfaatan kain perca dengan teknik kolase, subjek penelitian adalah siswa kelas VIII D sebanyak 33 orang. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.  Hasil penelitian pemanfaatan kain perca sebagai media berkarya seni lukis dengan teknik kolase pada kelas VIII D di SMP Negeri 5 Blora pada pelaksanaan  pembelajaran berjalan sesuai dengan rancangan yang telah dibuat oleh guru. Pelaksanaan pembelajaran menghasilkan berbagai karya lukis dengan teknik kolase yang menarik dan menunjukkan hasil yang cukup. Hasil evaluasi pembelajaran pada pelaksanaan pembelajaran diperoleh nilai rata-rata dari dari 33 siswa mencapai 75,15 tergolong dalam kategori cukup. Hasil karya siswa dapat dikategorikan baik, cukup baik, dan kurang. Hal tersebut dapat dilihat dari 8 siswa memperoleh nilai baik, 21 siswa memperoleh nilai cukup, dan 4 siswa memperoleh nilai kurang.   The purpose of this study was to determine the problem and decrypt. Benefits of this study: learning can be used as a reference in the collage work by utilizing waste patchwork items and can be used as material information regarding the utilization of waste. Method in this research is descriptive qualitative. Target research results with the use of student paintings patchwork with collage techniques, research subjects were students of class VIII D as many as 33 people. Data collection techniques by using observation, interviews, and documentation. Analysis of the data by means of data reduction, data display, and conclusion. Utilization of research results patchwork as working media painting with collage techniques in class VIII D in SMP Negeri 5 Blora on the implementation goes according to plan lessons that have been created by teachers. Implementation of learning produces a variety of painting with an interesting collage techniques and shows sufficient results. Evaluation of learning outcomes in the implementation of learning derived from the average value of the 33 students reached 75.15 classified in category pretty. Students' work can be categorized as good, quite good, and less. This can be seen from 8 students get good grades, 21 students received grades fairly, and 4 students get less.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENGGAMBAR BENTUK DENGAN MENGGUNAKAN METODE BERBALIK (RECIPROCAL TEACHING) PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 7 PATI Kurniawan, Frengky
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 2 No 1
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v2i1.2457

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk  mengetahui dan menjelaskan pembelajaran menggambar bentuk dengan menggunakan metode pembelajaran berbalik (reciprocal teaching) di SMP Negeri 7 Pati dan untuk menganalisis hasil karya siswa SMP Negeri 7 Pati dalam pembelajaran menggambar bentuk. Penelitian ini termasuk dalam penelitian tindakan (action research), sebab itu pendekatan yang dilakukan adalah melalui pendekatan kualitatif deskriptif.. Lokasi penelitian di SMP Negeri 7 Pati. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 7 Pati. Sasaran penelitian ini tentang pembelajaran menggambar bentuk pada siswa kelas VII SMP Negeri 7 Pati.Teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggambar bentuk di SMP N 7 Pati dilakukan melalui tiga tahapan yang meliputi kegiatan pre test,siklus I, siklus II, dan post test. Pembelajaran menggambar bentuk berlangsung sangat baik untuk siswa mengikuti pembelajaran dengan aktif dan guru sebagai fasilitator selalu memberikan arahan kepada setiap siswa yang mengalami kesulitan dalam menggambar bentuk. Guru menerapkan metode pembelajaran berbalik (reciprocal teaching). Simpulan yang dapat dikemukakan adalah dalam pembelajaran menggambar bentuk yang berlangsung di SMP N 7 Pati belum sesuai dengan rancangan yang dibuat oleh guru. The purpose of this study was to determine and explain learning to draw shapes using learning methods turned ( reciprocal teaching ) in SMP Negeri 7 Pati and to analyze the results of the work of students of SMP Negeri 7 Starch in learning to draw shapes . This research includes the study of action (action research ) , because it is the approach taken by qualitative descriptive approach .. Research sites in SMP Negeri 7 Starch . The subjects were students of class VII SMP Negeri 7 Starch . The research goals of learning to draw shapes on a class VII student of SMP Negeri 7 Pati.Teknik collection of data through observation , documentation , and interviews . Data analysis techniques by means of data reduction , data presentation , and drawing conclusions . The results showed that learning to draw shapes in SMP N 7 Starch done in three phases which includes pre test , first cycle , second cycle , and post test . Learning to draw takes place very good shape for the students to follow the active learning with the teacher as facilitator and always give advice to any students who have difficulty in drawing form . Teachers implement instructional methods turned ( reciprocal teaching ) . Conclusions that can be expressed is in the form of learning that takes place in the drawing SMP N 7 Pati not in accordance with the design created by the teacher .
KOMPONEN CANDI BOROBUDUR SEBAGAI SUBJEK DALAM KARYA SENI GAMBAR Triawan, Bagus
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 2 No 1
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v2i1.2462

Abstract

Tujuan pembuatan karya seni gambar sebagai proyek studi dengan tema Candi Borobudur  ini adalah berkarya seni gambar sebanyak sembilan buah dengan mengambil subjek komponen Candi Borobudur menggunakan mediaballpoint, gelpen, dan cat akrilik pada bidang kanvas. Teknik berkarya yang digunakan penulis adalah teknik arsir silang dan acak. Teknik sapuan kuas digunakan untuk memberikan warna pada sebuah bidang gambar. Proses berkarya yang dilakukan penulis dengan tahapan (1) pencarian gambar; melakukan pencarian foto candi Borobudur di beberapa situs internet dan melakukan langsung di lokasi candi Borobudur, (2) pengolahan ide, (3) pengolahan teknis, (4) pengolahan akhir (finishingmenggunakan stain water basic Mowilex, dan (5) penyajian karya. Penulis membuat sembilan karya dari komponen Candi Borobudur. Kesembilan karya tersebut berupa arca singa, dua arca Budha, kala, makara, relief Kinara-Kinari dan perahu bercadik, stupa, dan yang terakhir adalah jaladwara. Simpulan akhir dari penulis adalah proses pengolahan ide dari kecintaan penulis terhadap karya arsitektur nusantara berupa candi sehingga penulis mengangkat komponen candi ke dalam karya proyek studi yang dibuat dengan menggunakan teknik arsir dari penggunaan ballpoint dan gelpen serta pengolahan warna dengan menggunakan teknik sapuan kuas. Komponen candi yang diangkat pada karya penulis menegaskan bahwa masing-masing komponen merupakan intepretasi dari karakteristik kebudayaan nusantara pada waktu itu. Purpose of making artwork as the image studies project with the theme of the Borobudur Temple is the art of drawing as much work to take nine subjects Borobudur components using ballpoint media , gelpen , and acrylic paint on canvas . Work techniques used are cross shading techniques and random . Brushwork techniques are used to give color to an image plane . Process of work conducted by the author with the stage ( 1 ) image search ; perform Borobudur temple photo search on several internet sites and conduct on-site, Borobudur temple , ( 2 ) processing of ideas , ( 3 ) technical processing , ( 4 ) final processing ( finishing using Mowilex basic water stain , and ( 5 ) the presentation of the work . authors make the work of the nine components of the Borobudur Temple . ninth work is a statue of a lion , two statues of Buddha , kala , makara , relief Kinara - Kinari and boat bercadik , stupas , and the latter is jaladwara . Conclusions end the processing of the writer is the author of the idea of love archipelago forms of temple architecture so author temple lifting components into the work study project created using the techniques of shading and gelpen ballpoint use and processing of color by using brush strokes . components temple raised on the work of the author asserts that the individual components of an interpretation of the cultural characteristics of the archipelago at that time .
SENI KRIYA MINIATUR KENDARAAN TRADISIONAL UD. PERMADI DESA POHLANDAK REMBANG : KAJIAN PROSES PEMBUATAN DAN BENTUK ESTETIS Dwijonarko, Arif Bayu
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 2 No 1
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v2i1.2361

Abstract

Permasalahan yang dikaji, (1) bagaimana proses pembuatan seni kriya miniatur kendaraan tradisonal dengan memanfaatkan limbah logam?, dan (2) bagaimana bentuk estetis karya seni kriya miniatur kendaraan tradisional di UD Permadi Desa Pohlandak Rembang?. Pendekatan penelitian, deskriptif yang bersifat kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Serta data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa, UD Permadi adalah industri rumah tangga yang membuat miniatur kendaraan tradisional dengan bahan baku berasal dari limbah logam dan bahan non logam sebagai bahan pelengkapnya. Pembuatan karya dilatar belakangi motif ekonomi, tradisi, dan sosial / kemanusiaan. Proses pembuatan karya melalui, konsep pembuatan karya, desain (perancangan), dan proses penciptaan, dilakukan melalui (1) tahap awal: menyeleksi bahan, membersihkan logam, dan pemotongan logam, (2) tahap penciptaan: pembentukan komponen, penyambungan, penghalusan, pemolesan, pengeringan, perakitan/ finishing, serta tahap pengemasan. Karya yang dihasilkan di antaranya, sepasang miniatur sepeda kuno, sepeda Mandarin, sepeda balap, dokar atau delman, becak dan pedati. Secara keseluruhan karya UD Permadi sudah memenuhi aspek-aspek estetis, namun secara visual masih terdapat beberapa kekurangan, baik desain maupun komponen yang mendukung sehingga terlihat kurang sesuai dengan bentuk kendaraan yang ditiru.Kata Kunci : Limbah logam, seni kriya, proses pembuatan, dan bentuk estetisIssues that were examined , ( 1 ) how the process of making traditional crafts miniature vehicles by utilizing metal waste ? , And ( 2 ) how to form an aesthetic work of art in the traditional craft of miniature vehicles UD Permadi Pohlandak Village Apex ? . Approach to research , qualitative descriptive . Techniques of collecting data through observation , interviews , and documentation . As well as the data were analyzed through the stages of data reduction , data display and drawing conclusions . Results of this study explain that , UD Permadi are home industry that makes traditional miniature vehicles with raw materials derived from waste metal and non-metallic materials as supplementary material . Creating the works against the background of economic motives , traditions , and social / humanitarian . Through the process of making the work , making the concept work , design ( design ) , and the process of creation , through ( 1 ) the early stages : selecting materials , metal cleaning , and cutting metal , ( 2 ) the creation stages : forming components , tacking , grinding , polishing , drying , assembly / finishing , and packaging stages . Work produced in them , a pair of miniature ancient bicycle , Mandarin bikes , racing bikes , buggy or wagon , tricycles and wagons . UD Permadi overall work meets aesthetic aspects , but visually there are still some shortcomings , good design and components that support so it looks less conform to the shape of the vehicle being imitated .Keywords : Waste metal , art craft , process , and forms of aesthetic
MODEL PEMBELAJARAN BERKARYA DAN PRESENTASI KARYA ILUSTRASI MELALUI PAMERAN KELAS SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN APRESIASI SENI RUPA PADA SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 JEKULO KUDUS Aryani, Sagita Bunga
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 2 No 1
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v2i1.2458

Abstract

Pengembangan model pembelajaran akan membantu guru untuk mengemas sebuah pembelajaran yang dapat menarik minat siswa dalam mengapresiasi karya seni rupa. Model pembelajaran yang didahului dengan kegiatan berkarya dilanjutkan dengan kegiatan apresiasi dalam pameran akan melibatkan siswa secara langsung dalam setiap kegiatan pembelajaran dan dapat menggugah minat siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi model pembelajaran berkarya dan presentasi karya ilustrasi melalui pameran kelas.  Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan analisis diskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Jekulo Kudus. Hasil penelitian terdiri dari hasil validasi pakar model, hasil uji coba terbatas, hasil uji skala besar, dan hasil tanggapan guru. Hasil validasi pakar model pembelajaran mendapatkan nilai yang sangat tinggi sehingga model pembelajaran yang dikembangkan dapat diaplikasikan di sekolah. Hasil uji coba terbatas mendapatkan nilai yang tinggi, tetapi perlu dilakukan revisi pada aspek berkarya ilustrasi dan lembar apresiasi. Hasil pada uji skala besar memperoleh penilaian yang sangat tinggi. Model pembelajaran berkarya dan presentasi karya ilustrasi melalui pameran kelas dapat diimplikasikan di SMA Negeri 1 Jekulo Kudus dan terbukti dapat meningkatkan apresiasi seni rupa, karena berdasarkan hasil penelitian siswa lebih berminat mengikuti pembelajaran setelah model pembelajaran diimplementasikan.   Learning model development will help teachers to pack a lesson that can attract students in appreciating art. Learning model that preceded the work activity followed by an appreciation in the fair activities will involve students directly in each learning activity and can arouse the interest of students . The purpose of this study is to investigate the implementation of learning models work and presentation of works of illustration through the exhibition class . This research is the development of a qualitative descriptive analysis . The subjects were Class XI students of SMA Negeri 1 IPS Holy Jekulo . The results consist of the results of the model validation experts , the results of limited testing , the results of a large -scale test , and the results of teachers' responses . Results of expert validation study model scores very high so that the learning model developed can be applied in schools . Limited test results to get a high score , but it needs to be revised in the work aspect illustrations and sheet appreciation . Test results on a large scale to obtain a very high valuation . Learning model illustration work and presentation of the work can be implied through the exhibition class at SMAN 1 Holy Jekulo and proven to increase the appreciation of fine art , because based on the results of research students are more interested in taking lessons after learning model is implemented .
PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER MEMBATIK DI SMP TERBUKA 1 TARUB KABUPATEN TEGAL Arindawati, Nur Alfi
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 2 No 1
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v2i1.2454

Abstract

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah pembelajaran ekstrakurikuler membatik di SMP Terbuka 1 Tarub Kabupaten Tegal, (2) Bagaimana hasil karya siswa SMP Terbuka 1 Tarub Kabupaten Tegal dalam pembelajaran ekstrakurikuler membatik, (3) Apa faktor yang mempengaruhi dalam pembelajaran ekstrakurikuler membatik di SMP Terbuka 1 Tarub Kabupaten Tegal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran ekstrakurikuler membatik yang berlangsung di SMP Terbuka 1 Tarub bertujuan untuk menumbuhkembangkan potensi dan bakat siswa, dengan materi berupa batik cap, tulis dan colet melalui praktik dan teori. Metode yang digunakan meliputi metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi, dan penugasan. Media yang dipakai menggunakan papan tulis dan contoh karya batik, sumber belajar mengambil dari buku dan internet, serta hasil observasi tempat-tempat pengrajin batik terdekat di kota Tegal. Kegiatan evaluasi dilakukan dengan dua model evaluasi, yakni uji lisan, dan  uji praktek. Hasil karya batik ditunjukkan berupa hasil batik dengan teknik cap. Faktor pendukung pembelajaran ekstrakurikuler membatik di SMP Terbuka 1 Tarub meliputi minat dan bakat siswa, dukungan dan motivasi keluarga, skill guru bina, sarana berupa alat membatik. Adapun faktor penghambatnya antara lain tidak tersedianya ruang praktek untuk praktik membatik, kurangnya kecakapan bahasa siswa yang baik   Issues that were examined in this study were : ( 1 ) How do extracurricular learning batik in Open Junior 1 Tarub Tegal regency , ( 2 ) How does the work of students of SMP 1 Tarub Open Tegal batik in extracurricular learning , ( 3 ) What are the factors that affect the learning extracurricular batik in Open Junior 1 Tarub Tegal regency . The results showed that the batik extracurricular learning that took place in Open Junior 1 Tarub aims to develop students' potential and talent , with materials such as batik , write and dab through practice and theory . The methods used include lectures, question and answer , demonstrations , and assignments . Media used to use the board and batik work samples , learning resources taking from books and the internet , as well as the observation of the places nearest batik craftsmen in the town of Tegal . Evaluation of activities carried out by two evaluation models , namely the oral test , and test practice . The work of batik in the form results demonstrated the technique of batik cap . Factors supporting extracurricular learning batik in Open Junior 1 Tarub includes interests and talents of students , family support and motivation , teacher skill building , means the form of batik tools . The inhibiting factors such as the unavailability of the practice room to practice batik , the lack of a good student language proficiency
KARIKATUR TOKOH PENEMU DI BIDANG TEKNOLOGI Setyadi, Fikri Jufri
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 2 No 1
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v2i1.2459

Abstract

Tujuan pembuatan proyek studi ini adalah (1) Mengekspresikan pengalaman visual penulis melalui karya gambar karikatur, khususnya  mengenai para penemu benda-benda penting di dunia dengan media pensil warna. (2) Menghasilkan karya-karya gambar karikatur tentang para penemu benda-benda penting di dunia. (3) Menyajikan karya gambar karikatur dalam bentuk display karya untuk mengkomunikasikan dengan pengamat. Pembuatan gambar karikatur “Tokoh Penemu di Bidang Teknologi” ini, menggunakan pendekatan realistik. Pendekatan realistik membutuhkan tingkat kerumitan yang tinggi, karena dibuat semirip mungkin. Sedangkan teknik yang digunakan adalah perpaduan teknik linear, teknik arsir dan teknik blending. Bahan dan alat yang dipergunakan dalam karya ini adalah kertas linen ukuran 39x54 cm, pensil warna classic, penghapus dan tortillon atau alat dusel. Tema dalam pembuatan karikatur itu bebas, selama tidak menampilkan sesuatu yang melanggar etika. Pembuatan gambar karikatur tidak bisa dibuat dengan asal-asalan, ada prinsip yang harus difahami. Prinsip  pembuatan gambar karikatur tersebut harus ada satire dan unsur distorsi. Gambar karikatur merupakan salah satu cabang seni rupa, jadi dalam pembuatannya harus memperhatikan unsur-unsur rupa, agar karya yang dihasilkan tampak menarik. The objectives of this study are to express the writer’s visual experiences through caricatures, especially the caricatures of the great invertors in the world with coloured pencils as the media; to draw or produce caricatures of those people; and to displaythe caricatures in an exhibitionin purpose of communicating to the observers.The writer decided to study and show the caricatures I this project because they are illustration which show the characters of certain people. By showing their characters, other people could finally recognize them and also their inventions.In producing these caricatures, the writer employed realistic approach. They were made thoroughly and accurately because they were supposed to be as similar as the real models. While for the techniques used in this project, the writer combined linear, shading, and blending techniques. The materials used in this project were linen paper with size of 39 x 54 cm, classic coloured pencils, erasers, and tortillon. The writer did not limit the theme of this project as long as it did not broke or violate the rules of the society and humiliate or insult anyone by showing disability. It also does not show the nastiness. The  caricatures  also  must be considered as the human creations which have value and must be principally made with satire and distortion.
KOLAGRAF LIMBAH ALAM : KREATIVITAS ANAK DALAM PEMBELAJARAN SENI GRAFIS PADA SISWA KELAS VIII B DI SMP N 3 PUNGGELAN BANJARNEGARA Erikawati, Eti
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 2 No 1
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v2i1.2455

Abstract

Kolagraf merupakan bagian dari seni grafis cetak tinggi, yaitu pembuatan klise dengan cara menempelkan berbagai macam bahan pada bidang papan atau bidang datar. Kolagraf merupakan salah satu teknik pembelajaran grafis yang dapat meningkatkan kreativitas anak. (1) mengetahui dan menjelaskan pembelajaran kolagraf dalam pembelajaran seni grafis pada siswa kelas VIII B SMP N 3 Punggelan, (2) mengetahui dan menjelaskan hasil kreativitas siswa dalam berkarya seni grafis dengan teknik kolagraf limbah alam pada siswa kelas VIII B  SMP N 3 Punggelan. Permasalahan yang dibahas adalah (1) bagaimana pembelajaran seni grafis dengan teknik kolagraf limbah alam pada Siswa Kelas VIII B di SMP N 3 Punggelan, (2) Bagaimana hasil kreativitas siswa dalam berkarya seni grafis dengan teknik kolagraf limbah alam pada Siswa Kelas VIII B di SMP N 3 Punggelan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan pembuatan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan hal-hal sebagai berikut: (1) pembelajaran seni grafis cetak tinggi menggunakan teknik kolagraf limbah alam termasuk dalam kategori cukup, (2)  hasil kreativitas siswa dalam berkarya seni grafis dengan teknik kolagraf limbah alam cukup beragam.   Kolagraf is part of a high graphic arts printing , ie making clichés by placing various materials in the field of the board or flat surface . Kolagraf is one graphic learning techniques that can improve the creativity of children . ( 1 ) identify and explain kolagraf learning in teaching printmaking at the eighth grade students of SMP N 3 Punggelan B , ( 2 ) identify and explain the results of students' creativity in graphic art work with natural waste kolagraf techniques in class VIII B SMP N 3 Punggelan . The problems discussed are ( 1 ) how learning printmaking techniques kolagraf with natural waste in Class VIII B in SMP N 3 Punggelan , ( 2 ) How does the creativity of students in the printmaking work with natural waste kolagraf technique in Class VIII B in SMP N 3 Punggelan . This study used a qualitative approach that is descriptive . Data collected through observation , interviews , and documentation . Data analysis was performed through data reduction , data presentation , and making conclusions . The results showed the following: ( 1 ) learning high print printmaking techniques using natural waste kolagraf included in the fair category , ( 2 ) the creativity of students in the printmaking work with natural waste kolagraf techniques are quite varied .

Page 1 of 2 | Total Record : 20