cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2016)" : 30 Documents clear
EFEKTIVITAS BENTONIT TERAKTIVASI SEBAGAI PENURUN KADAR ION FOSFAT DALAM PERAIRAN Lestari, Indah Puji; Mahatmanti, Framsiska Widhi; Haryani, Sri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas bentonit teraktivasi dalam menurunkan kadar ion fosfat dalam perairan menggunakan metode adsorpsi. Bentonit yang digunakan pada penelitian ini diaktivasi menggunakan asam sulfat 2 M, dan bentonit alam sebagai pembanding. Kondisi optimum adsoprsi dicari dengan menentukan waktu kontak optimum serta konsentrasi awal optimum. Kondisi optimum proses adsorpsi bentonit aktif yaitu pada waktu kontak 180 menit pada konsentrasi 110 ppm, sedangkan bentonit alam pada waktu kontak 120 menit pada konsentrasi 100 ppm. Pada kondisi optimum bentonit aktif memiliki kapasitas adsorpsi sebesar 7,0323 mg/g sedangkan kapasitas adsoprsi bentonit alam sebesar 0,6566 mg/g. Proses adsorpsi pada bentonit ini termasuk adsorpsi kimia dan mengikuti pola isoterm adsorpsi Langmuir. Hasil aplikasi bentonit aktif secara langsung pada perairan (sawah) yaitu bentonit aktif mampu menurunkan kadar ion fosfat dalam perairan sebesar 3,2043 ppm atau sebesar 9,057%.
KESTABILAN LAPISAN PASIF PERMUKAAN BAJA LUNAK DALAM MEDIA NaCl, NaOH, HCl dan H2SO4 MENGGUNAKAN INHIBITOR KOROSI KARBOKSIMETIL KITOSAN Erna, Maria
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dipelajari kestabilan lapisan pasif yang terbentuk pada permukaan baja lunak menggunakan inhibitor Karboksimetil kitosan (KMK) dengan menggunakan metode polarisasi potensiodinamik dan berat hilang serta dikarakterisasi morfologi permukaan baja menggunakan peralatan SEM-EDS. Hasil penelitian didapatkan bahwa kestabilan lapisan pada permukaan baja dipengaruhi oleh lingkungannya. Untuk lingkungan aquades, NaCl dan NaOH kestabilan lapisan lebih stabil dibandingkan dengan lingkungan HCl dan H2SO4. Hasil foto morfologi dan spektrum dari peralatan Scanning Electron Microscope- Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (SEM-EDS), memperlihatkan lapisan permukaan baja lunak dalam H2SO4 mengalami kerusakan lebih dibandingkan dalam HCl yaitu ditandai terbentuknya lubang-lubang pada permukaan baja lebih banyak terjadi.  
Penurunan Nilai COD Air Limbah Pabrik Tahu Menggunakan Reagen Fenton Secara Batch Aji, Prasetyo Bayu; Sunarto, Wisnu; Susatyo, Eko Budi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair yang dihasilkan dari industri tahu masih mengandung padatan tersuspensi dan terlarut yang dapat mencemari perairan dengan kadar awal limbah sebesar 7482,30 mg/L, Sehingga harus diturunkan kadarnya sebelum dibuang ke perairan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara sistem AOP (Advanced Oxidation Processes). sistem AOP (Advanced Oxidation Processes) menggunakan Reagen Fenton yang bertujuan untuk mengetahui penurunan optimum kadar COD pada limbah cair tahu. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar COD pada industri tahu dengan variasi waktu didapatkan waktu optimum selama 240 menit dengan nilai COD sebesar 530,93 mg/L dan dengan presentase penurunan COD sebesar 92,90 %. variasi konsentrasi FeSO4:H2O2 didapatkan konsentrasi optimum sebesar 0,8M : 0,3M dalam menurunkan nilai COD sebesar 666,41 dan 412,88 mg/L dan presentase penurunan COD sebesar 91,09 % dan 94,48 % . setelah didapatkan waktu optimum dan konsentrasi optimum variasi pH pada limbah dan mendapatkan hasil pH optimum sebesar 6 dengan penurunan konsentrasi COD sebesar 339,43 mg/L dan presentase penurunan COD sebesar 95,46 %
PENGEMBANGAN KATALIS CaO.SrO UNTUK SINTESIS BIODISEL DARI MINYAK KELAPA SAWIT Yuniarti, Rizki; Widiarti, Nuni; Mahatmanti, Fransiska Widhi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian modifikasi katalis CaO.SrO untuk sintesis biodiesel dari minyak kelapa sawit. Katalis CaO.SrO disintesis dengan metode kopresipitasi, sedangkan sintesisi biodiesel dilakukan dengan menggunakan microwave. Karakter katalis CaO.SrO dianalisis dengan XRD dan SAA, untuk memperoleh karakter kristalinitas dan luas permukaan, sedangkan biodiesel hasil reaksi transesterifikasi menggunakan metode microwave. Hasil reaksi transesterifikasi dianalisis menggunkan GC-MS. Analisis dengan XRD menunjukan karakter gabungan CaO dan SrO yang ditunjukkan 2θ = 25,1 , 34,06 dan 54,3.  Hasil Analisis luas permukaan diperoleh luas area 4,512 m²/g. Hasil reaksi sintesis biodiesel yang optimal diketahui dengan analis GC-MS dilakukan dengan variasi waktu reaksi dan perbandingan katalis untuk sintesis biodiesel, waktu optimal 420 detik , perbandingan molar katalis 4:1 dengan rasio volume 1:6 (metanol : minyak) katalis yang digunakan 1% dari B/V menghasilkan metil ester sebesar 98%. Komposisi senyaewa biodiesel ditentukan dengan GC-MS dan karakterisasi fisik dilakukan menurut SNI. Biodisel dari hasil sintesis memiliki densitas sebesar 0,8678 g/mL dan viskositas sebesar 7,0313 cSt yang terdiri dari metil palmitat 6,67%, metil dan linoleat 14,68.
PENENTUAN RESIDU PESTISIDA DELTAMETRIN DAN λ-SIHALOTRIN PADA LADA (Piper nigrum L.) MENGGUNAKAN METODE QuEChERS Fitriadi, Bayu Refindra; Putri, Ayutia Ciptaningtyas
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of pesticides in agriculture especially pepper concern of residue accumulation, which may remain in the food and agricultural environment causing human health and damaging ecological balance. Beside that, pepper with high residue pesticide will be rejected by export destination countries. This study reported is based on the determination of deltamethrin and λ-cyhalothrin residue in pepper. Pepper was taken from supermarkets and pepper exporters in East Java. The pesticide residues were extracted and cleaned-up with optimalized QuEChERS method and determination was carried out on GC-ECD. Deltamethrin and λ-cyhalothrin respons have linear correlation with the concentrations at the range of 0.01 to 1.00 µg/mL (determination coefficient, r2, was 0.9993 and 0.9950). Detection and quantitation limits for deltamethrin were 0.020 µg/mL and 0.067 µg/mL, respectively, while detection and quantitation limits for λ-cyhalothrin  were 0.090 µg/mL and 0.301 µg/mL, respectively. Recoveries of these residues are between 99-143%. All pepper samples were tested, was undetected contain residues of λ-cyhalothrin and deltamethrin.
KESTABILAN LAPISAN PASIF PERMUKAAN BAJA LUNAK DALAM MEDIA NaCl, NaOH, HCl dan H2SO4 MENGGUNAKAN INHIBITOR KOROSI KARBOKSIMETIL KITOSAN Erna, Maria
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i2.8354

Abstract

Telah dipelajari kestabilan lapisan pasif yang terbentuk pada permukaan baja lunak menggunakan inhibitor Karboksimetil kitosan (KMK) dengan menggunakan metode polarisasi potensiodinamik dan berat hilang serta dikarakterisasi morfologi permukaan baja menggunakan peralatan SEM-EDS. Hasil penelitian didapatkan bahwa kestabilan lapisan pada permukaan baja dipengaruhi oleh lingkungannya. Untuk lingkungan aquades, NaCl dan NaOH kestabilan lapisan lebih stabil dibandingkan dengan lingkungan HCl dan H2SO4. Hasil foto morfologi dan spektrum dari peralatan Scanning Electron Microscope- Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (SEM-EDS), memperlihatkan lapisan permukaan baja lunak dalam H2SO4 mengalami kerusakan lebih dibandingkan dalam HCl yaitu ditandai terbentuknya lubang-lubang pada permukaan baja lebih banyak terjadi.  
PENENTUAN RESIDU PESTISIDA DELTAMETRIN DAN λ-SIHALOTRIN PADA LADA (Piper nigrum L.) MENGGUNAKAN METODE QuEChERS Fitriadi, Bayu Refindra; Putri, Ayutia Ciptaningtyas
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i2.8908

Abstract

The use of pesticides in agriculture especially pepper concern of residue accumulation, which may remain in the food and agricultural environment causing human health and damaging ecological balance. Beside that, pepper with high residue pesticide will be rejected by export destination countries. This study reported is based on the determination of deltamethrin and λ-cyhalothrin residue in pepper. Pepper was taken from supermarkets and pepper exporters in East Java. The pesticide residues were extracted and cleaned-up with optimalized QuEChERS method and determination was carried out on GC-ECD. Deltamethrin and λ-cyhalothrin respons have linear correlation with the concentrations at the range of 0.01 to 1.00 µg/mL (determination coefficient, r2, was 0.9993 and 0.9950). Detection and quantitation limits for deltamethrin were 0.020 µg/mL and 0.067 µg/mL, respectively, while detection and quantitation limits for λ-cyhalothrin  were 0.090 µg/mL and 0.301 µg/mL, respectively. Recoveries of these residues are between 99-143%. All pepper samples were tested, was undetected contain residues of λ-cyhalothrin and deltamethrin.
PEMISAHAN SITRONELAL MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI KOLOM DENGAN FASA DIAM SIKLODEKSTRIN TERASETILASI Setyaningrum, Murtiyanti; Cahyono, Edy
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i2.9187

Abstract

Pemisahan senyawa kiral telah menjadi perbincangan besar didunia penelitian. Senyawa kiral memiliki pasangan enantiomer dengan efek samping yang berbeda. Melihat kondisi tersebut, maka dilakukan penelitian tentang pemisahan senyawa kiral (sitronelal) dengan menggunakan kromatografi kolom dengan fasa diam siklodekstrin terasetilasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemisahan senyawa kiral menggunakan kromatografi kolom dengan fasa diam siklodekstrin terasetilasi. Reaksi asetilasi siklodekstrin dengan anhidrida asam asetat selama 36 jam. Hasil reaksi asetilasi dianalisis dengan FTIR untuk mengetahui gugus fungsi. Siklodekstrin terasetilasi digunakan sebagai fasa diam. Pemisahan sitronelal dilakukan dengan eluen yang telah ditentukan dengan KLT yaitu toluen : etil asetat (12:0,1) sehingga diperoleh isolat F1 dari hasil penggabungan beberapa fraksi. Analisis terhadap isolat F1 dilakukan menggunakan GC. Kromatogram GC isolat F1 menunjukkan presentase sitronelal 86,77 %. Dilakukan perbandingan dengan silica gel sebagai fasa diam untuk kromatografi kolom. Kromatogram GC menunjukkan presentase sitronelal sebanyak 80,91 %. Hasil Analisis perlu dilanjutkan dengan GC-kolom kiral untuk mengetahui terpisahnya senyawa kiral.
UJI EFEKTIVITAS KRIM EKSTRAK TEMU GIRING (Curcuma heyneana Val) SEBAGAI TABIR SURYA Maulida, Aftria Nur; Supartono, Supartono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i2.11426

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara tropis, di mana pengaruh sinar matahari sangat besar terhadap kehidupan makhluk hidup. Paparan sinar matahari yang berlebihan dapat menimbulkan efek yang merugikan terutama terhadap kulit dikarenakan sinar ultraviolet yang terkandung di dalamnya dapat menyebabkan eritema dan pigmentasi kulit. Salah satu bahan alam yang dapat digunakan sebagai bahan tabir surya adalah rimpang temu giring (Curcuma heyneana Val.). Pada penelitian ini, ekstrak temu giring diformulasikan ke dalam sediaan krim. Sediaan krim ekstrak temu giring memiliki efektivitas sebagai tabir surya yang menunjukkan kategori sebagai proteksi ultra pada daerah eritema, menunjukkan kategori sebagai sunblock pada daerah pigmentasi. Berdasarkan nilai SPF yang dihasilkan kurang  efektif digunakan sebagai tabir surya karena menunjukkan kategori sebagai proteksi minimal dengan nilai SPF < 15. Berdasarkan hasil GC-MS senyawa yang diduga berperan aktif sebagai tabir surya adalah senyawa puncak 27 dengan konsentrasi 1,79 % yang memiliki indeks kemiripan dengan senyawa 1,4-Naphthalenedione, 2-hydroxy-3-2(2 methyl-1-propenyl).
UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL BATANG DAN DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) Solikhah, Solikhah; Kusuma, Samuel Budi Wardana; Wijayati, Nanik
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i2.11427

Abstract

Kemangi (Ocimum basilicum L) merupakan salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba ekstrak etanol pada batang dan daun kemangi serta mengetahui komponen senyawa aktif yang memiliki aktivitas antimikroba terhadap bakteri S.aureus dan E.coli. Ekstraksi dilakukan dengan metode refluk dengan pelarut etanol dan pengujian aktivitas antimikroba menggunakan metode difusi agar teknik sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antimikroba ekstrak etanol batang tidak menunjukkan aktivitas penghambatan sama sekali dan pada daun dengan konsentrasi 100% memberikan zona bening terbesar terhadap bakteri S.aureus dan E.coli dengan nilai Diameter Daerah Hambat (DDH) berturut-turut 16,75 mm dan 14,94 mm. Analisis senyawa pada ekstrak etanol batang dan daun kemangi dengan FT-IR dan GC-MS. Senyawa ekstrak etanol daun yang diduga berperan sebagai antimikroba adalah 2,6-oktadiena-1,8-diol, ekso metil kamfenilol, kamfor, fitol, linalool oksida, cis geraniol dan cis karveol.

Page 2 of 3 | Total Record : 30