cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 830 Documents
PENENTUAN KADAR KROMIUM DALAM LIMBAH INDUSTRIDENGAN METODE KOPRESIPITASI MENGGUNAKAN Cu-PIROLIDIN DITIOKARBAMAT Pratiwi, Devi Tataning; Prasetya, Agung Tri; Sumarni, Woro
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu jenis industri yang menggunakan bahan berbahaya dan beracun (B3) pada proses produksi adalah industri penyamakan kulit yang menggunakan senyawa kromium (Cr). Peneliti mencoba analisis krom di dalam limbah industri dengan metode kopresipitasi menggunakan Cu(PDC)2. Variasi yang dilakukan meliputi varisi pH dari 3-8, volume APDC dari 1-6 mL, waktu pengadukan dari 10-25 menit dan dipelajari pengaruh adanya ion logam Cd(II) sebagai interferensi terhadap hasil analisis Cr(VI). Hasil optimasi yang diperoleh yaitu pH larutan optimum dicapai pada pH 4, volume APDC optimal 6 mL, waktu pengadukan optimal 20 menit dan besar % recovery variasi konsentrasi Cr(VI) pada kondisi optimum sebesar 94,2%. Sebagai interferensi, Cd(II) dapat menggangu Cr dengan perbandingan 1:1. Kondisi optimum diaplikasikan dalam limbah industri dan diperoleh kadar krom sebesar 1,5454 ppm.Metode analisis Cr(VI) menggunakan metode kopresipitasi hanya cocok untuk kadar Cd(II) yang lebih rendah dari pada kadar Cr(VI) atau harus dilakukan pemisahan terlebih dahulu.
PEMANFAATAN ARANG AKTIF KULIT PISANG RAJA UNTUK MENURUNKAN KADAR ION Pb(II) Dewi, Metta Sylviana; Susatyo, Eko Budi; Susilaningsih, Endang
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengenai adsorpsi ion logam Pb(II) menggunakan arang kulit pisang raja teraktivasi H2SO4. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik arang aktif kulit pisang raja yang baik, menentukan pH, waktu kontak, konsentrasi optimum, dan menentukan kapasitas serta energi adsorpsinya. Hasil karakteristik arang aktif kulit pisang raja yang baik adalah arang kulit pisang raja teraktivasi H2SO4 2,5 M dengan daya serap iodin sebesar 425,4424 mg/g, kadar air sebesar 0,6399 %, kadar abu sebesar 2,4135 %, luas permukaan sebesar 3,431 m2/g dan rata-rata jari-jari pori sebesar 32,3493 Å. Optimasi pH proses adsorpsi terjadi pada pH 4, waktu kontak adsorpsi yang dibutuhkan adalah 20 menit, dan konsentrasi optimum pada adsorpsi Pb(II) dalam larutan oleh arang aktif terjadi pada 100 ppm. Kapasitas adsorpsi Pb(II) oleh arang kulit pisang raja teraktivasi H2SO4 diperoleh dari isoterm adsorpsi Langmuir sebesar 16,3666 mg/g dan energi adsorpsi ion Pb(II) oleh arang kulit pisang raja teraktivasi H2SO4 sebesar 16,0103 kJ/mol. Kata kunci : Arang aktif, kulit pisang raja, H2SO4, ion Pb(II), adsorpsi
PERBANDINGAN METODE DESTRUKSI PADA ANALISIS Pb DALAM RAMBUT DENGAN AAS Hidayati, Ervina Nur; Alauhdin, Mohammad; Prasetya, Agung Tri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan uji banding terhadap dua metode destruksi basah untuk penentuan kadar timbal dalam rambut. Destruksi basah yang pertama menggunakan campuran HNO3,HClO4, H2SO4 dan yang kedua menggunakan campuran HNO3 dan HClO4. Analisis kandungan timbal hasil destruksi dilakukan dengan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Untuk menentukan metode destruksi yang lebih valid dilakukan validasi metode yang meliputi uji akurasi, presisi, dan linearitas serta penentuan LoD dan LoQ. Uji presisi dilakukan dengan menghitung persen recovery, yaitu 115% untuk metode destruksi pertama dan 101% untuk metode yang kedua. Hasil uji presisi untuk metode pertama dan kedua berturut-turut 15% dan 11%. Sementara itu, linearitas kurva standar diperoleh sebesar 0,9983 dengan LoD dan LoQ berturut-turut 0,463 ppm dan 1,546 ppm. Perhitungan konsentrasi Pb dalam sampel rambut hasil dari kedua metode destruksi pertama dan kedua berturut-turut 0,915 ppm dan 2,44 ppm. Hasil ini lebih tinggi dari LoD namun lebih rendah dari LoQ untuk hasil destruksi metode pertama. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa metode destruksi kedua lebih baik daripada metode kedua.
EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI SENYAWA BIOAKTIF DALAM DAUN KENIKIR (Cosmos sulphureus kuning) SEBAGAI BAHAN BIOINSEKTISIDA ALAMI Imaniar, Rizki; Latifah, Latifah; Sugiyo, Warlan
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PREPARASI HIDROTALSIT-MAGNETIT DENGAN METODE KOPRESIPITASI DAN APLIKASINYA UNTUK ADSORBEN ZAT WARNA Imaniah, Nur; Sulistyaningsih, Triastuti; Hadisaputro, Subiyanto
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan preparasi Hidrotalsit-Magnetit (HT-M) dan Hidrotalsit-Magnetit Kalsinasi (HT-M kal) dengan metode kopresipitasi pada pH 12 dengan temperatur 70°C. Karakteristik  diketahui dengan FTIR, XRD, dan SEM. Penelitian ini mempelajari kinetika adsorpsi dan isoterm adsorpsi terhadap zat warna Remazol yellow FG. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik HT-M dan HT-M kal tidak jauh berbeda. HT-M optimum di pH 4, waktu kontak 90 menit, konsentrasi 50 ppm, dan mengadsorpsi 7,67 x 10-5 mol/g. HT-M kal optimum di pH 3, waktu kontak 90 menit, konsentrasi 50 ppm, dan mengadsorpsi 7,74 x 10-5 mol/g.
TRANSESTERIFIKASI ETIL P-METOKSISINAMAT HASIL ISOLASI RIMPANG KENCUR DENGAN VITAMIN C TERKATALIS LIPASE Alchaddad, Muhammadad; Siadi, Kusoro; Supartono, Supartono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reaksi transesterifikasi etil p-metoksisinamat dengan asam askorbat dilakukan dengan biokatalis enzim lipase yang diekstrak dari jamur tiram. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh ester-C dari turunan etil p-metoksisinamat dengan vitamin C sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar kosmetik dan juga untuk mengetahui aktivitas dari enzim lipase sebagai biokatalis. Etil p-metoksisinamat dapat diisolasi dari rimpang kencur secara maserasi dengan pelarut n-heksana. Selanjutnya etil p-metoksisinamat yang memiliki gugus fungsi ester dapat ditransformasi gugus fungsi melalui reaksi transesterifikasi. Beberapa variasi yang diselidiki antara lain adalah variasi waktu dari 18, 36, 54, dan 72 jam, dan pengaruh jumlah penambahan enzim lipase terhadap hasil sintesis ester-C. Identifikasi produk menggunakan spektrofotometer FTIR, kromatografi GC-MS dan HPLC. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh total rendemen dari isolasi etil p-metoksisinamat sebesar 7,78% dengan aktivitas enzim lipase dari ekstrak jamur tiram adalah sebesar 1,784 u/mL. Dari analisis HPLC waktu terbaik dalam penelitian ini adalah 72 jam dengan jumlah penambahan enzim lipase 2 mL diperoleh persen area dari ester-C  sebesar 4,75%
Penurunan Nilai COD Air Limbah Pabrik Tahu Menggunakan Reagen Fenton Secara Batch Aji, Prasetyo Bayu; Sunarto, Wisnu; Susatyo, Eko Budi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair yang dihasilkan dari industri tahu masih mengandung padatan tersuspensi dan terlarut yang dapat mencemari perairan dengan kadar awal limbah sebesar 7482,30 mg/L, Sehingga harus diturunkan kadarnya sebelum dibuang ke perairan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara sistem AOP (Advanced Oxidation Processes). sistem AOP (Advanced Oxidation Processes) menggunakan Reagen Fenton yang bertujuan untuk mengetahui penurunan optimum kadar COD pada limbah cair tahu. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar COD pada industri tahu dengan variasi waktu didapatkan waktu optimum selama 240 menit dengan nilai COD sebesar 530,93 mg/L dan dengan presentase penurunan COD sebesar 92,90 %. variasi konsentrasi FeSO4:H2O2 didapatkan konsentrasi optimum sebesar 0,8M : 0,3M dalam menurunkan nilai COD sebesar 666,41 dan 412,88 mg/L dan presentase penurunan COD sebesar 91,09 % dan 94,48 % . setelah didapatkan waktu optimum dan konsentrasi optimum variasi pH pada limbah dan mendapatkan hasil pH optimum sebesar 6 dengan penurunan konsentrasi COD sebesar 339,43 mg/L dan presentase penurunan COD sebesar 95,46 %
PENGARUH PENAMBAHAN KITOSAN TERHADAP KARAKTERISTIK PLASTIK BIODEGRADABLE PEKTIN LIDAH BUAYA Indriyanto, Irfan; Wahyuni, Sri; Pratjojo, Winarni
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan plastik biodegradable dari pektin lidah buaya dan gliserol sebagai plasticizer dengan bahan tambahan kitosan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kuat tarik plastik biodegradable dengan gliserol sebagai plasticizer dan mengetahui karakteristik plastik biodegradable dari pektin lidah buaya dengan penambahan kitosan. Gliserol yang ditambahkan divariasi 20, 25, 30  dan 35% dari massa pektin yang digunakan. Hasil kuat tarik terbaik pada penambahan gliserol 20% sebesar 5,88 Mpa. Hasil tersebut kemudian digunakan untuk formulasi plastik dengan penambahan kitosan. Pada formulasi selanjutnya ditambahkan kitosan 2%  dengan variasi tanpa penambahan kitosan, 5, 10,15 dan 20 mL. Penambahan kitosan 20 mL  yang memiliki kuat tarik terbaik sebesar 12,06 Mpa, uji ketahanan air sebesar 11,05% , elongasi terbaik pada plastik yang tidak ditambahkan kitosan sebesar 11,43%, uji biodegrability terbaik pada plastik yang tidak ditambahkan kitosan sebesar 77,28%. Plastik biodegradable yang dihasilkan selanjutnya dikarakterisasi gugus fungsi menggunakan FT-IR terdapat O-H karboksil, gugus N-H amina sekunder, C-H alkana, C=O karbonil dan C-O ester sehingga bahan bioplastik merupakan bahan yang mudah terdegradasi karena bahan penyusunnya merupakan senyawa organik.
PENGARUH METODE PENGEMBANAN TERHADAP AKTIVITAS KATALITIK Mo-Ni/ZAA PADA HIDRODESULFURISASI TIOFEN Irmawati, Sovi Nurul; Harjito, Harjito; Hadisaputro, Subiyanto
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sintesis dan Karakterisasi eidible film kitosan termodifikasi PVA dan Sorbitol Maghfiroh, Maghfiroh; Sumarni, Woro; Susatyo, Eko Budi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk menentukan komposisi optimum sintesis produk kemasan makanan yang bersifat biodegradable dan dapat dimakan (edible film) serta karakterisasinya, sehingga mampu menggantikan material sintetis polipropilen. Edible film dapat disintesis dari bahan baku biopolimer kitosan. Penambahan plasticizer PVA dan sorbitol dilakukan untuk memperbaiki karakter mekanik edible film kitosan, sehingga memenuhi karakter mekanik polipropilen. Pengukuran karakter mekanik edible film kitosan digunakan standar ASTM D 638-03. Hasil karakterisasi sifat mekanik edible film kitosan termodifikasi PVA dan sorbitol menunjukkan bahwa sorbitol lebih berpengaruh terhadap penambahan nilai persen elongasi sedangkan PVA lebih berpengaruh terhadap nilai kuat tarik edible film kitosan. Edible film kitosan yang memiliki nilai kuat tarik tertinggi, yaitu 54,79 MPa ditunjukkan oleh edible film kitosan dengan penambahan 0,75 gram PVA dalam 50 ml larutan kitosan 3%. Sedangkan nilai persen elongasi tertinggi yaitu 115,71% dimiliki oleh edible film kitosan dengan penambahan 0,75 gram sorbitol. Karakter mekanik edible film kitosan tersebut relatif stabil pada masa penyimpanan maksimum, yaitu 14 hari. Hasil FT-IR menunjukkan bahwa plasticizer PVA dan sorbitol tidak banyak mengubah gugus fungsi dari edible film kitosan.