cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 830 Documents
SINTESIS BIODIESEL DARI MINYAK BIJI KAPUK DENGAN KATALIS ZEOLIT SEKAM PADI Santoso, Muhammad Prio Bagus; Susatyo, Eko Budi; Prasetya, Agung Tri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan menipisnya persediaan minyak bumi dan kian meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM), masyarakat mencari sumber bahan bakar alternatif. Salah satu cara menyediakan bahan bakar alternatif (biodiesel) pengganti bahan bakar minyak adalah dengan memanfaatkan hasil transesterifikasi minyak biji kapuk dengan katalis zeolit sekam padi. Reaksi transesterifikasi atau proses transesterifikasi pada dasarnya adalah pertukaran gugus ester. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui massa katalis zeolit sekam padi agar diperoleh biodiesel yang maksimal serta karakterisasi biodiesel yang dihasilkan. Proses transesterifikasi dilakukan dengan mereaksikan minyak biji kapuk dengan metanol serta katalis zeolit sekam padi pada suhu 600C. Dari hasil penelitian diperoleh metil ester (biodiesel) yang dihasilkan dari 50 ml minyak biji kapuk dan 300 ml metanol menggunakan katalis zeolit sekam padi sebanyak 2 gram dan hasil GC-MS adalah metil ester palmitat 8,07%; metil ester linoleat 8,60% dan metil ester oleat 5,27%.
PEMANFAATAN LIMBAH TANDAN KELAPA UNTUK PEMBUATAN BIOETANOL MELALUI PROSES HIDROLISIS DAN FERMENTASI Putri, Eleny Sania; Supartono, Supartono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tandan kelapa merupakan limbah utama berlignoselulosa yang belum termanfaatkan secara optimal dari industri pengolahan kelapa. Limbah tandan kelapa selama ini hanya dibakar, ditimbun dan dijadikan kompos. Limbah tandan kelapa mengandung 45% selulosa yang mana dapat berpotensi dijadikan bioetanol. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui waktu paling baik yang menghasilkan kadar glukosa paling tinggi dan presentase etanol yang dihasilkan dari proses pembuatan bioetanol. Proses delignifikasi dengan menggunakan larutan NaOH 0,01M. Selanjutnya dilakukan proses hidrolisis dan fermentasi. Dengan variabel terkendali untuk hidrolisis yaitu 80°C-90°C, konsentrasi HCl 12% dan fermentasi pH=5 dengan mikroba Saccharomyces cerevisiae. Sedangkan untuk variabel bebas yaitu lama hidrolisis (30, 60, 90, 120 menit) dan lama fermentasi (7, 9, 12, 14 hari). Pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa pada variabel lama waktu hidrolisis yang paling baik adalah selama 30 menit dengan glukosa yang dihasilkan 12,7954 ppm. Kadar bioetanol tertinggi dicapai pada waktu fermentasi 7 hari sebesar 6,66%.
PENURUNAN KADAR ION Pb2+ DAN Cd2+ PADA KERANG DENGAN MENGGUNAKAN FILTRAT KULIT NANAS Ilyasa, Anugrah Tri; Susatyo, Eko Budi; Prasetya, Agung Tri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya kandungan asam sitrat dalam kulit nanas digunakan untuk pelepasan ion Pb2+ dan Cd2+. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh konsentrasi filtrat kulit nanas dan waktu perendaman terhadap penurunan Pb2+ dan Cd2+ dan mengetahui penurunan kadar Pb2+ dan Cd2+ dalam kerang. Kerang didestruksi menggunakan HNO3 dan diberi perlakuan dengan konsentrasi filtrat kulit nanas (1x, 2.5x, 5x, 7.5x, dan 10x pengenceran) dan lama perendaman (15, 30, 45, 60, dan 90 menit). Kadar Pb2+ dan Cd2+ diukur menggunakan SSA. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi optimum kadar Pb2+ dan Cd2+ pada pengenceran 7,5x dan 5x sebesar 13,020 mg/kg/mL dan 5,915 mg/kg/mL. Hasil yang diperoleh untuk perendaman optimum untuk menurunkan kadar Pb2+ dan Cd2+ adalah 60 menit. Perlakuan pada kondisi optimum menunjukkan rata-rata penurunan kandungan Pb2+ dan Cd2+ sebesar 2,9960 ± 0,3111 mg/kg dan 2,008 ± 0,5706 mg/kg. Perbedaan konsentrasi dan lamanya perendaman dengan filtrat kulit nanas berpengaruh terhadap kadar Pb2+ dan Cd2+.
PENGGUNAAN ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPA DALAM PENGAWETAN IKAN BANDENG Rasydta, Hani Prima; Sunarto, Wisnu; Haryani, Sri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi asap cair tempurung kelapa dan lama waktu perendaman ikan bandeng terhadap daya awet ikan bandeng.Konsentrasi asap cair tempurung kelapa di variasi dengan konsentrasi 1; 1,5; 2, dan 2,5% volume/volume. Konsentrasi asap cair tempurung kelapa optimal untuk mengawetkan bandeng adalah 2%, dengan hasil análisis kadar air, lemak dan protein sebesar 70,02; 3,73, dan 20,40%. Pengawetan ikan bandeng dengan asap cair tempurung kelapa konsentrasi 2% kemudian divariasi dengan lama waktu perendaman selama 10, 20, 30 dan 40 menit. Análisis kadar air menunjukkan lama waktu perendaman optimal adalah selama 20 menit dengan kadar air sebesar 60,01%, sedangkan untuk kadar lemak dan protein sebesar 4,41% dan 20,75%. Análisis TPC (total plate count) pada ikan bandeng yang direndam dalam asap cair tempurung kelapa dengan konsentrasi 2% selama 20 menit menunjukkan bahwa ikan bandeng tersebut masih layak dikonsumsi hingga hari ketiga penyimpanan pada suhu kamar.
PEMANFAATAN SERBUK BIJI ASAM JAWA (Tamarindus indica L) UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TEMPE Hayati, Etik Isman; Susatyo, Eko Budi; Sunarto, Wisnu
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair industri tempe mengandung bahan-bahan organik yang tinggi dan dibuang langsung di lingkungan sekitarnya.Salah satu prosesuntuk pengolahan limbah cair adalah koagulasi. Tanaman di Indonesia yang dapat digunakan sebagai koagulan alternatif adalah biji asam jawa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu pengadukan optimum, pH optimum limbah dan dosis optimum koagulandengan parameter turbiditas (kekeruhan) dan COD (Kebutuhan Oksigen Kimiawi). Variabel dalam penelitian meliputi waktu pengadukan (10,15,20 dan 25 menit), pH limbah (3;3,5;4;4 dan 5) dan dosis koagulan (100, 300, 500, 700 dan 900 mg). Metode pengujian COD adalah metode refluks tertutup secara spektrofotometri dan pengujian kekeruhan menggunakan Turbidimeter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pengadukan optimum, pH optimum limbah dan dosis optimum koagulan dalam pengolahan limbah cair tempe dengan koagulan serbuk biji asam jawa adalah 20 menit dengan pH limbah 4 dan penambahan dosis koagulan sebesar 300 mg dalam 200 mL limbah cair tempe.
STUDI KINETIKA REAKSI HIDROGEN PEROKSIDA DENGAN IODIDA PADA SUASANA ASAM R. Hakim, Arif; Patiha, Patiha; Hidayat, Yuniawan
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi kinetika reaksi hidrogen peroksida dengan iodida pada suasana asam telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan apakah hukum laju reaksi merupakan penjumlahan, pecahan ataugabungan keduanya. Desain percobaan yang digunakanadalah metode isolasi dengan H+ dan I- dibuat berlebih terhadap H2O2.Hasil percobaan variasi konsentrasi H+menunjukan reaksi dapat memenuhi hukum laju dalam bentuk penjumlahan. Pada percobaan variasi konsentrasi H2O2, H2O2 teramati dapat berorder 0 atau 1 bergantung pada konsentrasinya sesuai dengan yang diperkirakan dari hukum laju pecahannya. Berdasarkan hasil percobaan, reaksi disimpulkan memiliki hukum laju gabungan keduanya yang lebih lanjut terbukti berdasarkan nilai konstanta laju perhitungan.
PREPARASI, KARAKTERISASI, DAN UJI AKTIVITAS KATALIS NI-MO/ZEOLIT ALAM DALAM PROSES CATALYTIC CRACKING JELANTAH MENJADI BIOGASOLINE Rifqi, Khaerur; Kadarwati, Sri; Wahyuni, Sri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEMBUATAN BIOETANOL DARI JERAMI PADI DENGAN BANTUAN ENZIM SELULASE DARI JAMUR TIRAM Setiawan, Hery; Kusumo, Ersanghono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi fosil di Indonesia seperti bensin kian meningkat, sementara itu ketersediaan energi fosil berbanding terbalik dengan kebutuhannya, sehingga dibutuhkan sumber energi alternatif terbarukan seperti bioetanol. Indonesia merupakan penghasil beras besar di dunia yang memberikan limbah padat jerami padi yang sangat besar yaitu 180 juta ton bahan kering per tahun. Jerami padi ini mengandung sekitar 40% selulosa, 30% hemiselulosa dan 15% lignin. Kadar selulosa yang cukup tinggi ini dapat dikonversi menjadi bioetanol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas rasio enzim selulase dari jamur tiram dengan jerami padi dalam proses hidrolisis untuk menghasilkan glukosa yang dapat dikonversi menjadi bioetanol. Jerami padi dijadikan serbuk kemudian dilakukan delignifikasi dengan larutan NaOH 0,01 M. Selanjutnya hidrolisis selulosa menjadi glukosa dengan variasi rasio substrat (gram) dengan enzim (mL) sebesar 0,06 g/mL, 0,08 g/mL, 0,10 g/mL, dan 0,20 g/mL diinkubasi 2 jam pada suhu 50 ºC. Hidrolisat paling baik pada rasio sebesar 0,10 g/mL menghasilkan kadar 0,2738 mg/20g substrat dianalisis glukosa dengan spektrofotometer UV-Vis serta dilanjutkan proses fermentasi dengan variasi waktu 3, 6, 9, dan 12 hari kemudian didestilasi. Hasil destilat hari ke-6 menghasilkan kadar etanol yang paling tinggi yaitu sebesar 1,7793%.
SINTESIS ZEOLIT DENGAN KANDUNGAN Si/Al RENDAH DARI KAOLIN MENGGUNAKAN METODE PELEBURAN DAN HIDROTERMAL Setiadi, Amir
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaolin contains silicon 42,3% and aluminium 24% therefore it is potential as basic material for zeolite synthesis process. Zeolite can be synthesized from material which contains Si and Al. In this study it synthesized zeolite from kaolin using fusion and hidrotermal method. Kaolin was mixed with NaOH powder as mineralizer. Fusion method was carried out on temperature of 450°C for 2 hours then followed by hidrothermal method which was carried out on 175°C for 6 hours. Pro analyst NaOH and technical NaOH were used in this research. This aimed to distinguish the synthesized zeolites from two types of NaOH. The mixing of NaOH powder/kaolin (w/w) is variated respectively 0,5; 1; 1,25; and 1,5. Characterizations of synthesized zeolite were performed by using XRD, FTIR, and SEM. Characterization result showed that zeolite with technical NaOH/kaolin ratio=1,25 producing percentage of zeolite A (LTA) relative intensity 37,54% and percentage of crystallinity 91,42%. Zeolite with pro analyst NaOH/kaolin ratio=1 producing percentage of zeolite A (LTA) relative intensity 22,72% and percentage of crystallinity 85,37%. This research showed that based on qualitative aspect, pro analyst NaOH is better as mineralizer in synthesize of zeolite A signed by more peaks, while based on quantitative aspect, technical NaOH is better as mineralizer signed by high crystallinity and pecentage relative intensity value.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI PLASTIK EDIBLE FILM DAN PEKTIN BELIMBING WULUH SEBAGAI PEMBUNGKUS WINGKO Sulistriyono, Anjar; Pratjojo, Winarni; Widiarti, Nuni
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 3 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembungkusan bahan makanan pada umumnya menggunakan plastik sintetis berbahan dasar polimer sintetik polipropilen (PP) yang menimbulkan persoalan lingkungan, sehingga perlu dilakukan upaya pengemasan yang ramah lingkungan tanpa mengurangi kwalitas bahan pangan. Upaya menurunkan tingkat kemasan plastik sintetis adalah menggunakan bahan yang ramah lingkungan, salah satunya edible film pati biji durian dan pektin belimbing wuluh. Pembuatan edible film pati biji durian dan pektin belimbing wuluh komposisi terbaik yaitu dengan 1 g pati biji durian, 1,5 g gliserol 20% dan 1 g pektin belimbing wuluh, yang memiliki nilai  kuat tarik sebesar 6,94MPa dengan elongasi sebesar 2,46%.