cover
Contact Name
Resmi Bestari Muin
Contact Email
resmi.bestari@mercubuana.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
resmi.bestari@mercubuana.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil
ISSN : 22527699     EISSN : 25985051     DOI : -
Program Studi Teknik Sipil Universitas Mercu Buana. Jurnal ini terbit pertama kali pada bulan Februari 2012. Naskah dalam jurnal ini berupa hasil penelitian, inovasi – inovasi baru, makalah teknik (makalah lengkap), diskusi (berdasarkan makalah yang terbit sebelumnya) dalam bidang Teknik Sipil. Untuk mengirimkan atau mengupload naskah dapat menghubungi email: rekayasa.sipilumb@mercubuana.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016)" : 6 Documents clear
Analisa Produktifitas Dinding Bata Ringan Dan Dinding Precast Pada Bangunan Gedung Tinggi Hunian Retna Kristiana; Aan pujiandi
Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinding merupakan salah satu struktur bangunan yang berfungsi untuk melindungi penghuni dari serangan hewan buas, angin, panas matahari maupun hujan. Dinding pada umumnya disusun dengan menggunakan bata merah. Akan tetapi, pada beberapa dekade ini terjadi perkembangan pada material dinding, munculnya bata ringan yangmerupakan material baru sebagai alternatif pengganti bata merah pada konstruksi dinding. Perkembangan teknologi di bidang konstruksi yang semakin pesat, sehingga terciptanya dinding precast.Penelitian ini menganalisa mana yang lebih efisien dari sisi waktu dan biaya. Apakah dinding bata ringan atau dinding precast. Hasil dari analisa produktivitas menunjukan bahwa nilai produktivitas pekerjaan bataringan adalah : harag material bataringan Rp. 115.000,- / m2, harga pemasangan bataringan bervariasi tiap lantainya, semakin tinggi lantainya semakin mahal harganya, harga total pemasangan bataringan Rp. 3.977.204.382,- sedangkan luas dinding yang terpasang 8.214,4 m2, sehingga harga bata ringan terpasang Rp. 484.175,- / m2, waktu pemasangan bata ringan ± 12 bulan. Sedangkan produktifitas dinding precast adalah: Harga material dinding precast Rp. 279.000,- / m2, harga pemasangan dinding precast Rp. 277.000,- /m2, total harga pemasangan dinding precast Rp. 4.567.206.000,- sehingga harga terpasang dinding precast Rp. 556.000,- / m2, waktu pemasangan dindingprecast ± 7 bulan.
Upaya Meningkatkan Stabilisasi Pada Tanah Bekas Timbunan Sampah Dengan Penambahan Bahan Kapur Abdul Rokhman; Gita Puspa Artiani
Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah yang dihasilkan oleh aktifitas manusia baik yang berasal dari limbah industri maupun limbah rumah tangga dibuang dan terkumpul di satu wilayah tertentu yang biasa disebut tempat pembuangan sampah. Adanya sampah yang tertumpuk di Tempat Pembuangan sampah selama bertahun-tahun dengan volume yang cukup besar akan menghasilkan air rembesan sampah (leachate) yang mengandung unsur kimiawi serta bahan organik yang merupakan hasil dekomposisi sampah organik akan mempengaruhi kualitas tanah yang ada dibawahnya. Untuk meningkatkan stabilisasi tanah perlu dilakukan perbaikan dengan metode pencampuran bahan lain sebagai langkah perbaikan sifat-sifat fisik tanah. Pada penelitian ini dilakukan perbaikan tanah dengan menambahkanbahan kapur dengan variasi 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%. Pada masing-masing variasi dilakukan pemeraman antara 0 hari, 7 hari, 10 hari dan 14 hari. Pengujian sifat fisik antar lain kadar air, batas cair (LL), batas plastis (PL), batas susut (SL), dan specific gravity, direct shear. Semakin tinggi kadar kapur akan menurunkan prosentase kadar air, nilai batas cair, nilai batas plastis, indek plastisitas namun akan menaikkan nilai spesific gravity. Dari pengujian direct shear nilai optimum didapatkan terjadi pada kadar kapur 15% yang terjadi pada semua kondisi pemeraman.
Analisis Produktivitas Pekerjaan Instalasi Façade Curtain Wall Unitized System Pada Proyek High-Rise Building Dengan Metode Simulasi Operasi Konstruksi Berulang (Cyclone) Mawardi Amin; Tatang Korniawan
Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2015 Indonesia telah berhasil menempati posisi kedua di dunia dalam hal pembangunan gedung bertingkat tinggi. Yaitu dengan merampungkan pembangunan 9 gedung dengan total tinggi mencapai 1.908 meter. Oleh karena itu perkembangan inovasi teknologi konstruksi gedung tinggi menjadi salah satu tantangan bagi para insinyur teknik sipil untuk meningkatkan kualitas kinerja dalam menghadapi persaingan global. Dari beberapa komponen pekerjaan konstruksi gedung. Façade merupakan salah satu komponen penting penentu kelayakan proyek gedung bertingkat tinggi. Aluminium-Glazing Curtain Wall Unitized System merupakan jenis pekerjaan façade yang paling populer. Sehingga pada penelitian ini penulis mencoba untuk menganalisa produktivitas pekerjaan instalasi Curtain Wall Unitized System dengan metode CYCLONE kemudian diaplikasikan pada 2 Alternatif metode instalasi untuk dibandingkan hasil kebutuhan biaya dan waktu penyelesaian pekerjaan.Berdasarkan hasil analisa produktifitas dengan program operasi WebCYCLONE diperoleh nilai produktivitas instalasi untuk typical frame adalah 0,027823 frame/minute, instalasi corner frame 0,011232 frame/minute, dan end corner frame 0.009212 frame/minute. Setelah diaplikasikan ke dalam 2 metode alternatif yang diujikan maka diperoleh sebagai berikut: Alternatif-1 total waktu penyelesaian selama 293 hari dan biaya yang dibutuhkan sebear Rp. 4.216.809.120,- sedangkan Alternatif-2 total waktu penyelesaian 304 hari dan biaya yang dibutuhkan adalah Rp. 4.375.119.360,-Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode Alternatif - mempunyai efisiensi lebih baik dengan selisih waktu 11 hari kerja dan biaya sebesar Rp. 158.310.240,-
Critical Review Untuk Membandingkan Faktor-Faktor Penyebab Keterlambatan Kontruksi Di Negara Maju Dan Berkembang Safrilah Safrilah; Jouvan Chandra Pratama Putra
Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlambatan proses konstruksi menjadi permasalahan umum yang menyebabkan utamanya kerugian dalamwaktu dan biaya yang membengkak. Penyebab keterlambatan memiliki variasi yang sangat tinggi, dan umumya dikelompokkan dalam kelompok-kelompok besar. Penelitian ini kemudian mencermati masing-masing penyebab pada beberapa negara sebagai studi kasus dan kemudian melihat perbandingannya dalam tabel-tabel yang dikonsolidasi sedemikian rupa sehingga memuat informasi kelompok penyebab dan peringkat signifikansinya. Hasil penelitian kemudian meyimpulkan apabila faktor terkait kontraktor menjadi penyebab utama keterlambatan konstruksi, baik di negara maju maupun negara berkembang.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Maturitas Enterprise Risk Management (Erm) Kontraktor Besar Di Indonesia Andreas Kurniawan; Andreas Wibowo
Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebesar 85 persen nilai pasar konstruksi dikuasai oleh kontraktor besar yang hanya 5 persen dari total 160.000 badan usaha. Tingginya nilai pasar konstruksi yang dikuasai oleh kontraktor besar tersebut identik dengan banyaknya kegiatan, tingginya tingkat kesulitan, dan berbagai ketidakpastian. Enterprise Risk Management (ERM) adalah salah satu pendekatan holistik dalam mengidentifikasi risiko perusahaan yang mungkin dihadapi dan menentukan respon yang tepat sesuai dengan risk appetite perusahaan. Standar NasionalIndonesia (SNI) ISO 31000:2011 tentang manajemen risiko, merupakan panduan yang resmi dalam proses pelaksanaan manajemen risiko. Selain itu, beberapa perusahaan kontraktor juga menerapkan sistem manajemen mutu dengan baik yang ditandai dengan sertifikasi ISO 9001. Penelitian ini bertujuan mencari faktor-fakor yang mempengaruhi maturitas ERM kontraktor besar di Indonesia berdasarkan implementasi ISO 31000:2011, sertifikasi ISO 9001, klasifikasi perusahaan, dan pengalaman perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara perusahaan yang mengadopsi kerangka manajemen risiko ISO 31000:2011 dengan perusahaan yang tidak mengadopsi kerangka manajemen risiko ISO 31000:2011. Perusahaan yang mengadopsi kerangka manajemen risiko ISO 31000:2011 memiliki tingkat kematangan manajemen risiko yang lebih baik daripada perusahaan yang tidak mengadopsi kerangka manajemen risiko ISO31000:2011. Faktor pengalaman perusahaan juga menentukan tingkat maturitas ERM perusahaan. Perusahaan dengan pengalaman lebih banyak terbukti memiliki tingkat maturitas ERM yang lebih matang.
Kuat Geser Dan Daktilitas Pada Balok Castellated Modifikasi Komposit Mortar Akibat Beban Siklik Martyana Dwi Cahyati; Iman Satyarno
Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur baja castellated merupakan struktur yang terbuat dari balok IWF yang memiliki bukaan lubang berupa heksagonal, lingkaran, maupun persegi. Dengan adanya bukaan lubang maka akan menambah ketnggian penampang yang mampu meningkatkan momen inersia yang terjadi pada balok, sehingga beban maksimum yang dapat dipikul balok juga akan meningkat, namun balok tersebut juga memiliki kelemahan yaitu terjadinya mekanime vierendeel. Oleh karena itu, Pada penelitian ini dikaji perilaku balok castellated komposit mortar akibat beban siklik yang memodelkan beban gempa di lapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kekuatan ultimte, daktilitas, dan pola keruntuhan pada balok castellated komposit mortar. Benda uji terbuat dari profil 2L.30.3.3, tulangan ø 13 mm, dan mortar yang memiliki nilai fas 0,4 dengan perbandingan1:1,5. Beban siklik yang diaplikasikan mengacu pada ACI T1.1-01. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai kapasitas beban ultimate pada balok sebesar 203,5 kN untuk siklus positif dan 201,5 untuk siklus negatif. Lendutan yang terjadi sebesar 3,46 mm untuk siklus positif dan 3,36 untuk siklus negatif. Nilai daktilitas rata-rata yang didapat sebesar 3,45. Dari hasil tersebut dapat diklasifikasikan bahwa struktur memiliki tingkat daktilitas sedang.

Page 1 of 1 | Total Record : 6