cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Geoscience Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan Mineral, Sedimentologi dan Geologi Kuarter, Stratigrafi, Geologi Teknik dan Geologi Lingkungan serta Hidrogeologi
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience" : 10 Documents clear
POTENSI LIKUIFAKSI PADA JEMBATAN HOLTEKAMP, JAYAPURA, PAPUA Irvan Sophian, David Simangunsong, Zufialdi Zakaria,
Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.176 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v2i5.19481

Abstract

Salah satu masalah dalam pembangunan infrastruktur adalah likuifaksi. Likuifaksi dapat menyebabkankerusakan pada bangunan dan infrastruktur yang ada disekitarnya sehingga menimbulkan kerugianekonomi yang sangat besar dan juga dapat mengancam keselamatan manusia. Secara geografis, daerahpenelitian terletak pada 1400 42’ 38,0124” – 1400 43’ 2,6256” BT dan 20 35’ 28,2984” – 20 35’57,5844” LS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi likuifaksi pada daerahjembatan Holtekamp. Metode yang digunakan adalah mengumpulkan data primer yaitu pemetaangeologi dan geologi teknik dan data sekunder yaitu log bor, nilai SPT dan hasil uji laboratorium. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa likuifaksi terjadi pada kedalaman 2 meter dan 10-12 meter pada titik borBH-05 P4 dan 2-10 meter pada titik bor BH-06 P5.Kata kunci: Likuifaksi; Rasio Tekanan Siklik; Rasio Hambatan Siklik; Uji Penetrasi Standar
KAJIAN KESTABILAN LERENG BATUAN MENGGUNAKAN KLASIFIKASI MASSA BATUAN, METODE ELEMEN HINGGA, DAN ANALISIS BATUAN JATUH Zufialdi Zakaria, Irvan Sophian, Satrio Wibowo, M. Rinaldi, M. Ammar A,
Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.508 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v2i5.19477

Abstract

Upaya pengembangan infrastruktur di sekitar lokasi tambang, seringkali melibatkan kegiatanpemotongan tubuh batuan yang dapat mengakibatkan kondisi massa batuan menjadi tidak stabil. Maka,diperlukan analisis kestabilan massa batuan pada lokasi yang mengalami pemotongan tubuh batuan.Penelitian ini dilakukan pada lereng hasil pemotongan batuan di area kuari andesit, PT. WidakaIndonesia, Kecamatan Jelekong, Jawa Barat. Pada kaki lereng direncanakan sebagai lokasi penempatanmesin crushing plant andesit yang telah ditambang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuikarakteristik massa batuan penyusun lereng, kondisi kestabilan lereng, serta potensi bahaya batuan jatuhpada muka lereng. Karakterisasi massa batuan menggunakan klasifikasi Rock Mass Rating dan SlopeMass Rating. Analisis kestabilan lereng menggunakan analisis kinematika dan metode elemen hingga.Hasil identifikasi massa batuan membagi lereng penelitian menjadi tiga lereng segmen, yaitu SC-1, SC-2, dan SC-3. Lereng segmen SC-1 memiliki kualitas massa batuan very good rock, lereng segmen SC-2fair rock, dan lereng segmen SC-3 good rock. Hasil analisis kinematika menunjukkan lereng segmenSC-1 dan SC-3 berpotensi longsoran membaji. Simulasi kestabilan lereng metode elemen hinggamenunjukkan seluruh lereng segmen berada pada kondisi stabil dengan displacement maksimumterbesar pada lereng segmen SC-2 sebesar 34 mm. Simulasi batuan jatuh menunjukkan jangkauanmaksimum batuan sebesar 3,1 m dari muka lereng, dengan tinggi maksimum 2,57 m dari permukaantanah. Rekomendasi perkuatan dilakukan dengan pembuatan ditch dan pembuatan pagar kawat ataudinding penahan sejauh 6,2 m dari muka lereng.Kata Kunci: Kestabilan Lereng Batuan, RMR, SMR, Metode Elemen Hingga, Bahaya Batuan Jatuh
LAND SURFACE TEMPERATURE PADA MANIFESTASI PERMUKAAN PANASBUMI: STUDI KASUS GUNUNG TANGKUBAN PARAHU, JAWA BARAT Agus Didit Haryanto, Dewi Gentana, Rifqi Alfadhillah Sentosa,Nana Sulaksana
Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.102 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v2i5.19478

Abstract

Penelitian berlokasi di Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Subang, dan daerah sekitarnya di sisiselatan dan timur dari gunung yaitu Kabupaten Bandung Barat di bagian selatan. Penelitian berupamemprediksi hubungan antara keberadaa manifestasi panasbumi berupa mata air panas di sekitarGunung Tangkuban Parahu dengan hasil pengolahan citra Landsat-8 berupa sebaran suhu permukaantanah atau Land Surface Temperature. Metode yang digunakan berdasar kepada algoritma Split-Windowyang menghasilkan nilai suhu permukaan di daerah penelitian beserta sebarannya yang dijadikanmenjadi peta sebaran suhu permukaan. Hasil penelitian ini menunjukkan empat mata air panas jatuh kedalam zona dengan suhu permukaan tinggi dan satu mata air panas jatuh ke dalam zona dengan suhupermukaan sangat rendah. Selain itu, peta persebaran suhu permukaan memperlihatkan nilai suhupermukaan yang tinggi memiliki kecenderungan sebaran di daerah pemukiman. Hasil dari penelitian inimengindikasikan bahwa daerah pemukiman dapat menghasilkan deviasi pada analisis suhu permukaandalam memprediksi lokasi manifestasi panasbumi di Gunung Tangkuban Parahu dan sekitarnya.Ketidakakuratan ini diperkirakan disebabkan oleh nilai suhu permukaan di daerah pemukiman yangtinggi, skala dari manifestasi yang tidak cukup besar untuk mempengaruhi suhu permukaan tanah disekitarnya, dan vegetasi yang rindang menghalangi pengambilan citra. Studi mengenai tata guna lahandirekomendasikan dalam melakukan penelitian selanjutnya di daerah penelitian atau yang memilikikondisi yang serupa.
FASIES PENGENDAPAN BATUAN KARBONAT FORMASI BATURAJA DI LAPANGAN GS, SUB CEKUNGAN JAMBI, SUMATRA SELATAN Febriwan Mohamad , Yan Indriyanto, Grace Ester Parsaulian, Undang Mardiana
Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2884.985 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v2i5.19483

Abstract

Lapangan ‘GS’ adalah salah satu lapangan penghasil hidrokarbon. Objek penelitian berada pada FormasiBaturaja,di Lapangan ‘GS’, Sub Cekungan Jambi, Sumatra Selatan. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui fasies batuan karbonat dan fasies pengendapan interval karbonat build-up Formasi Baturaja.Data yang digunakan berasal dari empat sumur berupa data serbuk bor (cutting), batuan inti (core),sayatan tipis petrografi dari dua sumur (petrography thin section), mudlog, wireline logging empat sumurdan data seismik 3D. Penelitian ini diawali dengan analisis litofasies beserta asoisasi fasiespengendapan.dari batuan inti,dan analisis serbuk bor untuk interval yang tidak memiliki batuan inti dansayatan tipis. Litofasies dan fasies pengendapan yang telah ditentukan divalidasi terhadap respon LogGamma Ray dengan mempertimbangkan log lainnya (Log LLD, Log RHOB, Log NPHI, dan Log DT).Fasies batuan karbonat dan fasies pengendapan yang terdapat yaitu Fasies 1 Mudstone – Wackestonediendapkan pada Fasies Back-Reef Inner Lagoon, Fasies 2 Packstone – Boundstone diendapkan pada ReefCore, Fasies 3 Grainstone – Wackestone diendapkan pada Back-Reef Outer Lagoon, Fasies 4 Packstone –Boundstone diendapkan pada Reef Core, Fasies 5 Grainstone – Wackestone diendapkan pada Back-ReefOuter Lagoon, dan Fasies 6 Wackestone – Mudstone diendapkan pada Back-Reef Inner Lagoon. Polaelektrofasies yang terbentuk yaitu, Bentuk Funnel Cylindrical, dan Bell. Kemudian seluruh fasies disetiap sumur dikorelasikan berdasarkan marker fasies dan fasies pengendapan yang sudah ditentukan,ditunjang dengan data seismik untuk mengetahui batas, geometri dan sebarannya.Kata Kunci: Fasies Batuan Karbonat, Lingkungan Pengendapan, Karbonat Build-up, FormasiBaturaja, Cekungan Sumatra Selatan
KARAKTERISTIK RESERVOIR FORMASI ALANG AKAR, SUMUR AS-1, CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA, SUB-CEKUNGAN ARDJUNA Rahmat Budiana, Akbar Sujatmoko,Ildrem Syafri,
Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.158 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v2i5.19474

Abstract

Evaluasi formasi sangat berperan penting dalam studi reservoir untuk menentukan properti reservoir yangdapat digunakan dalam menentukan zona prospek. Penelitian ini difokuskan pada formasi Talang Akar didaerah lepas pantai utara Jawa Barat merupakan lapangan minyak tua dan telah diproduksi sejak tahun1970an. Cekungan Jawa Barat Utara memiliki beberapa sub-ceklungan, salah satunya Sub-CekunganArdjuna yang berada di tengah dari Cekungan Jawa Barat Utara ini (Late Paleocene-Early Oligocene).Pada awal 1992, evaluasi Formasi Talang Akar bahwa Sub-Cekungan Ardjuna Selatan yang belum dieksplorasi secara relatif adalah source kitchen untuk sebagian besar milyaran barel minyak pada SubCekungan Ardjuna. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik reservoirberdasarkan pendekatan Fasies dan sebaran nilai petrofisika. Metode yang dilakukan dalam penelitian inidilakukan dengan cara analisa kualitatif dan kuantitatif menggunakan data log sumur, Mudlog/Cutting,dan sidewall core/SWC pada lokasi penelitian. Fasies pada daerah penelitian terdiri dua fasies yangmenunjukan lingkungan pengendapan laut, dengan reservoir yang memiliki Vsh 0.45, porositas 0.15(baik) dan SW 0.87. Pada akhirnya, hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk kegiatanpengembangan lapangan minyak dan gas bumi selanjutnya.Kata kunci : Talang Akar, Sub-Cekungan Ardjuna, Fasies, Reservoir, Petrofisika
KARAKTERISTIK STRUKTUR AKTIF PADA AREA TAMBANG BATUHIJAU PT. AMMAN MINERAL NUSA TENGGARA Zufialdi Zakaria, Yan Adriansyah, Rian Iskandar, Raden Irvan Sophian,
Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.28 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v2i5.19479

Abstract

Batu Hijau merupakan salah satu tambang emas dan tembaga di indonesia yang saat ini dikelola olehPT Amman Mineral Nusa Tenggara dengan metode penambangan terbuka. Area tambang ini terletak dikecamatan Maluk dan kecamatan Sekongkang, kabupaten Sumbawa Barat, provinsi Nusa TenggaraBarat. daerah ini terletak pada zona subduksi aktif Indo-Australia yang berarah barat-timur, sehinggaBatu Hijau memiliki tingkat komplekisitas struktur yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui pola tegasan yang bekerja, tingkat kerapatan kekar dan sejauh mana peran struktur termudaterhadap batuan penyusun tambang. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah identifikasilapangan dan analisis studio. Analisis studio meliputi analisis kinematik dan analisis statistik.Berdasarkan hasil penelitian, pola tegasan yang bekerja pada batuan Tonalit berupa tegasan oblik lateralyang berarah NE-SW, pada batuan diorit berupa tegasan oblik lateral yang berarah NE-SW dan tegasanoblik lateral NE-SW (intrusi) dan pada batuan Vulkanik berupa tegasan oblik lateral yang berarah NESW dan oblik vertikal NE-SW (intrusi). Kerapatan kekar pada batuan Tonalit sekitar 2,69 m/m2, padabatuan Diorit sekitar 3,99 m/m2 dan pada batuan Vulkanik sekitar 5,51 m/m2. Berdasarkan uji statistikAnova, orientasi kekar pada masing-masing batuan memiliki kesamaan, yang berarti struktur yang adadibatuan termuda menerus sampai batuan tertua, dimana struktur pada batuan termuda diinterpretasikanaktif.Kata Kunci: Batu Hijau, Struktur, kerapatan, orientasi
DISTRIBUSI FASIES PENGENDAPAN BATUAN KARBONAT FORMASI GUMAI DI LAPANGAN ‘NA’, CEKUNGAN SUNDA Reza Mohammad Ganjar Gani,Yusi Firmansyah, Nadya Widya Putri, Undang Mardiana
Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (979.495 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v2i5.20778

Abstract

Lokasi penelitian terletak di daerah Sukaratu dan sekitarnya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur,Provinsi Jawa Barat. Daerah penelitian termasuk ke dalam kawasan gunungapi, tepatnya berada padalereng potensi sumber daya airtanah yang baik. Namun daerah penelitian juga merupakan daerah padatindustri. Sehingga kebutuhan airtanah semakin lama akan semakin meningkat. Dalam rangkapengelolaan sumberdaya Lapangan ‘NA’ merupakan lapangan yang terletak pada Formasi Gumai dibagian barat Cekungan Sunda. Formasi Gumai yang menjadi daerah penelitian didominasi oleh batuankarbonat yang terbentuk setelah terjadinya rifting dan pada saat terjadinya kenaikan muka air laut,walaupun beberapa penurunan muka air laut juga terjadi. Batuan karbonat sangat menarik sebagaireservoar karena memiliki potensi porositas dan permeabilitas yang sangat besar. Keberagamanporositas dan permeabilitas pada batuan karbonat disebabkan oleh kompleksnya fasies. Penelitian inidilakukan untuk mengetahui distribusi fasies pengendapan batuan karbonat. Metode yang digunakandalam penelitian ini diantaranya adalah analisis litofasies, elektrofasies, dan korelasi antar sumur.Litofasies meliputi 25 litofasies yang diendapkan pada 6 fasies pengendapan. Distribusi fasiespengendapan pada lapangan ‘NA’ terbagi menjadi 5 waktu pengendapan dari t5 hingga t1 yang dibagiberdasarkan penarikan garis flooding surface.Kata kunci: batuan karbonat, litofasies, distribusi fasies pengendapan, formasi gumai
MODEL PERTUMBUHAN BATUAN KARBONAT LAPANGAN “SF” FORMASI BATURAJA, CEKUNGAN SUMATERA SELATAN, SUB CEKUNGAN JAMBI Faisal Helmi, Ferry Fandrian, Ildrem Syafri,
Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.377 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v2i5.19475

Abstract

Lapangan SF merupakan lapangan yang terletak pada Formasi Baturaja Cekungan Sumatera Selatan.Formasi Baturaja yang menjadi daerah penelitian seluruhnya batuan karbonat. Penelitian ini dilakukanuntuk mengetahui Pola pertumbuhan batuan karbonat pada Lapangan SF serta distribusi fasies baiksecara vertikal maupun lateral berdasarkan analisis fasies dan lingkungan pengendapan. Hasil daripenelitian ini dapat menjadi acuan sebagai pengembangan lapangan dalam mencari sumur prospek.Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data batuan inti (Core), log sumur, sayatan tipispetrografi, dan data seismik. Berdasarkan hasil analisis fasies dan lingkungan pengendapanteridentifikasi bahwa Formasi Baturaja pada Lapangan SF memiliki pola yang mendalam denganlingkungan Shallow Marine secara keseluruhan. Fase transgresi yang terjadi secara berkala membuatpertumbuhan batuan karbonat cukup baik. Pertumbuhan batuan karbonat diawali dengan Platform dandilanjutkan dengan pertumbuhan Reef dengan masing-masing fasies tersebut. Sedangkan berdasarkanhasil analisis elektrofasies dan kronostratigrafi, Formasi Baturaja tumbuh pada sistem pengendapanTST (Transgressive System Tract) dengan 3 Flooding Surface. Kemudian dari Penggabungan analisisfasies, kronostratigrafi dan analisis data seismik diperoleh model pengendapan dan pertumbuhan batuankarbonat pada Formasi Baturaja pada setiap fasiesnya sebagai tujuan akhir dilakukannya penelitian ini.
ZONA RESAPAN AIR DI DAERAH SUKARATU DAN SEKITARNYA, KECAMATAN CUGENANG, KABUPATEN CIANJUR, PROVINSI JAWA BARAT Teuku Yan Waliana Muda Iskandarsyah, Abdul Wahid A, Muhammad Razzaaq Al Ghiffari,Hendarmawan
Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1600.438 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v2i5.19480

Abstract

Lokasi penelitian terletak di daerah Sukaratu dan sekitarnya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur,Provinsi Jawa Barat. Daerah penelitian termasuk ke dalam kawasan gunungapi, tepatnya berada padalereng tenggara Gunung Gede. Bentuk bentang alam daerah vulkanik yang terdiri dari lembah danperbukitan merupakan suatu wilayah yang cukup baik bagi keterdapatan zona resapan (recharge zones)dan zona luahan (discharge zones) airtanah. Lokasi penelitian termasuk ke dalam daerah vulkanik danmemiliki potensi sumber daya airtanah yang baik. Namun daerah penelitian juga merupakan daerahpadat industri. Sehingga kebutuhan airtanah semakin lama akan semakin meningkat. Dalam rangkapengelolaan sumberdaya airtanah maka perlu diketahui zona resapan air. Penentuan zona resapan air didaerah penelitian menggunakan metode scoring. Penilaian dilakukan terhadap parameter kelurusanmorfologi dan permeabilitas. Kelurusan morfologi di daerah penelitian dipisahkan terlebih dahuluberdasarkan arah orientasi nya. Setiap arah kelurusan tersebut masing – masing dibuat peta densitaskelurusan morfologi. Sementara itu, uji permeabilitas dilakukan menggunakan alat permeameter denganmetode falling head. Nilai permeabilitas tersebut diinterpolasi guna menghasilkan peta isopermeabilitasdaerah penelitian. Hasil verifikasi antara peta densitas kelurusan morfologi dan peta isopermeabiltiasmenghasilkan persentase terbesar pada arah kelurusan barat daya – timur laut. Selanjutnya overlayantara peta densitas kelurusan morfologi orientasi barat daya – timur laut dan peta isopermeabilitasmememberikan gambaran zona resapan air optimal berada pada bagian tenggara daerah penelitian. Zonaini tersusun atas litologi tuf, breksi vulkanik, dan porfiri andesit.Kata kunci: airtanah, kelurusan morfologi, permeabilitas, zona resapan air
KESESUAIAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN PERKOTAAN BERDASARKAN ASPEK GEOLOGI LINGKUNGAN PADA DAERAH PANGANDARAN, PROVINSI JAWA BARAT Bombom R. Suganda, M. Nursiyam Barkah, Tantan Hidayat, Rustam, M. Sapari D. Hadian, Gatra P. Setyadi
Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.458 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v2i5.19476

Abstract

Lapangan SF merupakan lapangan yang terletak pada Formasi Baturaja Cekungan Sumatera Selatan.Formasi Baturaja yang menjadi daerah penelitian seluruhnya batuan karbonat. Penelitian ini dilakukanuntuk mengetahui Pola pertumbuhan batuan karbonat pada Lapangan SF serta distribusi fasies baiksecara vertikal maupun lateral berdasarkan analisis fasies dan lingkungan pengendapan. Hasil daripenelitian ini dapat menjadi acuan sebagai pengembangan lapangan dalam mencari sumur prospek.Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data batuan inti (Core), log sumur, sayatan tipispetrografi, dan data seismik. Berdasarkan hasil analisis fasies dan lingkungan pengendapanteridentifikasi bahwa Formasi Baturaja pada Lapangan SF memiliki pola yang mendalam denganlingkungan Shallow Marine secara keseluruhan. Fase transgresi yang terjadi secara berkala membuatpertumbuhan batuan karbonat cukup baik. Pertumbuhan batuan karbonat diawali dengan Platform dandilanjutkan dengan pertumbuhan Reef dengan masing-masing fasies tersebut. Sedangkan berdasarkanhasil analisis elektrofasies dan kronostratigrafi, Formasi Baturaja tumbuh pada sistem pengendapanTST (Transgressive System Tract) dengan 3 Flooding Surface. Kemudian dari Penggabungan analisisfasies, kronostratigrafi dan analisis data seismik diperoleh model pengendapan dan pertumbuhan batuankarbonat pada Formasi Baturaja pada setiap fasiesnya sebagai tujuan akhir dilakukannya penelitian ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 5 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 1 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 6 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal More Issue