cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Geoscience Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan Mineral, Sedimentologi dan Geologi Kuarter, Stratigrafi, Geologi Teknik dan Geologi Lingkungan serta Hidrogeologi
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal" : 10 Documents clear
ANALISIS DIAGENESIS POROSITAS SEKUNDER PADA FORMASI RANCAK, CEKUNGAN JAWA TIMUR UTARA Reza Mohammad Ganjar Gani, Yusi Firmansyah, Riszky Baisal Risyad, Achhmad Yusqi Maulana, Ildrem Syaf
Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i1.35214

Abstract

Proses diagenesis sangat umum terjadi pada batuan karbonat. Salah satu faktor yang dipengaruhi olehproses diagenesis merupakan keterbentukan porositas sekunder pada batuan karbonat. Faktorpengontrol daripada proses diagenesis sangat berkaitan erat dengan lingkungannya. Tujuan daripadapenelitian ini untuk mengetahui hubungan nilai porositas sekunder batuan karbonat pada FormasiRancak dengan lingkungan pembentuknya. Metode yang digunakan meruakan identifikasi secaradeskriptif produk diagenesis secara mikroskopis dan dilanjutkan dengan analisis secara interpretatifdengan hubungannya pada lingkungan pengendapannya. Berdasarkan hasil penelitian, tipe porositasyang ditemukan pada Formasi Rancak merupakan tipe pori vug. Pori vug yang dijumpai berhubunganerat dengan proses keterbentukan porositas sekunder pada zona freatik endapan High Stand SystemsTract (HST) saat tersingkap pada fase Low Stand Systems Tract (LST).Kata Kunci: Diagenesis, Porositas Sekunder, Formasi Rancak, Cekungan Jawa Timur Utara
Rasio Perubahan Nilai Faktor Keamanan Terhadap Perolehan Stripping ratio Pada Tambang Batubara Raden Irvan Sophian, Muhamad Raihan Albar,Zufialdi Zakaria,
Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i1.35205

Abstract

Kegiatan Pertambangan secara open pit seringkali dijumpai adanya permasalahan, berupa stabilitaslereng dan jumlah cadangan batubara yang dapat dieksploitasi dari suatu lereng maka dibutuhkannyasuatu upaya agar lereng tetap stabil. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menerapkan sistemrekayasa geoteknik berupa mengubah geometri dari lereng. Perubahan geometri pada lereng akanmengakibatkan adanya perubahan volume pada penyusun lereng yang mana akan mengubah nilaifaktor keamanan dan stripping ratio maka perlu dipahami bagaimanakah hubungan dari nilai faktorkeamanan dan stripping ratio. Penelitian ini dilakukan dengan metode kesetimbangan batas danmetode Bishop dan kriteria Mohr-Coloumb. Dari simulasi yang telah dilakukan dapat diketahui rasiodari faktor keamanan terhadap stripping ratio.Kata Kunci : Kestabilan Lereng, Optimasi, Kesetimbangan batas, Stripping ratio
KARAKTERISTIK ALTERASI HIDROTERMAL DI DAERAH PANASBUMI SORIK MARAPI, KABUPATEN MANDAILING NATAL, SUMATERA UTARA Agus Didit Haryanto, Iwan Setiawan, Ryan Hidayat, Khairul Fajri, Mega Fatimah Rosana,
Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i1.35210

Abstract

Daerah penelitian berada di daerah panasbumi Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal,Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi bagaimana keadaan litologi,karakteristik alterasi hydrothermal yang berkembang di daerah penelitian. Metode penelitianyang digunakan adalah analisis petrografi dengan objek berupa serbuk bor (cutting) dari tigasumur. Hasil penelitian dapat membedakan litologi daerah penelitian terdiri atas tuf litik danandesit yang telah terubahkan. Tuf litik terubahkan merupakan litologi yang mendominasi padadaerah penelitian yang di temukan pada setiap sumur. Tipe alterasi yang berkembang terdiriatas empat zona, yaitu (1) zona Clay, (2) zona Serisit – Klorit, (3) zona Klorit – Epidot, dan (4)zona Epidot – Klorit. Pada sumur KH-2 litologi yang ditemukan pada setiap kedalaman adalahtuf yang telah terubahakan dengan warna batuan bewarna lebih gelap (hitam keabu-abuan) darisumur yang lain. Kehadiran biotit sekunder pada sumur KH-3 kedalaman 2244 mKUmencirikan daerah ini memiliki suhu pembentukan yang tinggi.Kata kunci: Alterasi hidrotermal, andesit, panasbumi, serbuk bor, tuf litik
ANALISIS FASIES DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUGAMPING FORMASI BATURAJA BAGIAN ATAS DI LAPANGAN ‘R’, CEKUNGAN SUNDA Abdurrokhim, Euginia Felicia Tamba, Undang Mardiana,
Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i1.35206

Abstract

Tulisan ini membahas lithofasies Batugamping Formasi Baturaja Bagian Atas yangmerupakan salah satu reservoir produktif di Cekungan Sunda. Kajian fasies dan lingkunganpengendapan formasi ini dimaksudkan untuk acuan awal dalam melakukan peniliain kualitasreservoir batugamping formasi ini, yang mana sekaligus dapat digunakan untuk padanan dalamekplorasi lanjutan di cekungan ini untuk Formasi Baturaja.Data yang digunakan dalam penafsiran lingkungan pengendapan Formasi Baturaja ini adalahwireline log (19 sumur penelitian), batuan inti pada 9 sumur pelitian, data biostratigrafi pada 9sumur penelitian dan well final report (13 sumur penelitian). Formasi Baturaja Bagian Atas dapatdikelompokkan menjadi 4 fasies yang terendapkan pada 4 lingkungan pengendapan yang berbedayaitu fasies skeletal-foraminifera wackestone to mudstone yang terendapkan di lingkunganlagoon1, skeletal-foraminifera packstone to grainstone yang terendapkan di lingkungan back reef,coralline-red algae packstone to grainstone yang terendapkan di lingkungan reef flat dan skeletalwackestone yang terendapkan di lingkungan lagoon2. Keempat fasies dan juga lingkunganpengendapan ini pun memiliki persebaran yang berbeda pada lapangan penelitian yangdigambarkan pada penampang fasies lapangan penelitian dan peta lingkungan pengendapan yangmerupakan hasil akhir dari penelitian ini.Kata kunci: Fasies dan Lingkungan Pengendapan, Distribusi Fasies, Formasi Baturaja Bagian Atas,Cekungan Sunda.
GEOLOGI DAERAH LANGKAPLANCAR DAN SEKITARNYA, KECAMATAN LANGKAPLANCAR, KABUPATEN PANGANDARAN, PROVINSI JAWA BARAT Agus Didit Haryanto, Aghnia Fadhilah, Mega Fatimah Rosana,
Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i1.35211

Abstract

Secara administratif daerah Langkaplancar dan sekitarnya termasuk kedalam wilayah KecamatanLangkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Secara geografis terletak diantara garis bujur108° 22’ 41,8116” BT sampai 108° 26’ 30,444” BT dan garis lintang -7° 30’ 2,6784” LS sampai -7° 30’493092” LS. Satuan geomorfologi di daerah penelitian dibagi menjadi 3, yaitu satuan perbukitan agakcuram vulkanik, satuan perbukitan landai vulkanik, satuan perbukitan tinggi agak curam denudasional.Satuan batuan pada daerah penelitian dibagi menjadi 3 berdasarkan penamaan litostratigrafi tak resmi, yaituSatuan Breksi, Satuan Tuf dan Satuan Batugamping. Struktur geologi yang berkembang diindikasikan sesarnaik dekstral. Sejarah Geologi di daerah penelitian. Sejarah geologi pada daerah penelitian ini awalnyaterjadi dimulai dari kala Oligosen-Miosen Awal merupakan fase vulkanisme yang ditandai dengan adanyaproduk-produk gunung api. Pada periode ini terjadi pengendapan satuan breksi serta satuan tuf di lautdalam terbuka. Pada kala Oligosen – Miosen Awal terbentuk juga satuan batugamping dengan bentukendapan menjari terhadap satuan breksi dan satuan tuf. Lingkunga pengedapan satuan batugamping beradapada neretik tengah hingga luar. Potensi sumberdaya geologi di daerah penelitian yaitu adanyapenambangan batugamping dan geowisata berupa curug. Potensi kebencanaan geologi pada daerahpenelitian ini yaitu tanah longsor dan jatuhan.Kata Kunci : Geologi, Langkaplancar, Oligosen, Miosen, Jampang
PETROFISIKA RESERVOIR SAND A FORMASI TALANG AKAR BERDASARKAN DATA WELL LOG DI LAPANGAN “FR”, CEKUNGAN ASRI Febriwan Mohamad, Ghifara Herninda, Abdurrokhim,
Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i1.35207

Abstract

Lapangan “FR” adalah salah satu lapangan penghasil hidrokarbon di Cekungan Asri yangdikelola oleh PT. Pertamina Hulu Energi OSES, dimana Formasi Talang Akar adalah salah satureservoir utamanya, yang terdiri dari beberapa interval batupasir. Analisis petrofisika padareservoir batupasir Sand A, Formasi Talang Akar dilakukan untuk mengetahui sifat-sifat fisikbatuan dan kotak fluidanya. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 44 data well logserta data core pada Sumur FR 2 dan FR A-6.Batupasir Sand A terdiri dari dua fasies yaitu fasies Tidal Sand Bar dan Tidal Sand Flatyang diendapkan dalam Tide-Dominated Estuarine. Hasil dari perhitungan petrofisika adalahsebagai berikut: volume shale sebesar 27,13%, porositas efektif 36%, saturasi air 36%, danpermeabilitas 1166.4 mD. Nilai cut off untuk Lapangan FR adalah cut off Vshale sebesar 35%, cutoff porositas 13%, dan cut off saturasi air 70%. Ketebalan zona net pay yang dihasilkan yaitusetebal 12.77 ft. Identifikasi kontak fluida pada Lapangan FR meliputi OWC pada kedalaman3550.6 ftSS, LKO pada kedalaman 3527.6 ftSS, HKW pada kedalaman 3597.2 ftsSS, dan GOCpada kedalaman 3523.5 ftSS. Perbedaan kedalaman kontak fluida pada Lapangan FR dapatdisebabkan karena adanya perubahan tekanan selama proses produksi.Kata Kunci: Formasi Talang Akar, fasies, properti petrofisika, cut off, kontak fluida.
KARAKTERISTIK GEOMORFOLOGI DAN HUBUNGANNYA DENGAN SEBARAN LITOLOGI DAERAH CIRAWAMEKAR DAN SEKITARNYA, KECAMATAN CIPATAT, KABUPATEN BANDUNG BARAT Aton Fatonah, Mochamad Nursiyam Barkah, Vijaya Isnaniawardhani, Mirai Suchayla A, Euis Tintin Yuning
Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i1.35212

Abstract

Studi bentuk kenampakan muka bumi sebagai bukti dari adanya proses - proses geologi yangterjadi di suatu daerah, atau geomorfologi, sering mengekspresikan karakteristik dan sebaranjenis litologi batuan penyusunnya. Maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui karakteristik geomorfologi dan hubungannya dengan distribusi litologi penyusundi daerah Cirawamekar, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Penelitian dilakukandengan menggunakan data DEM SRTM dan kompilasi dengan peta geologi dari penelitiansebelumnya yang kemudian diolah dalam software Global Mapper dan ArcGis. Skala petayang digunakan adalah 1:12.500. Karakteristik geomorfologi dianalisis dengan melakukanpendekatan aspek-aspek geomorfologi antara lain morfografi (bentuk lahan dan polapengaliran), morfometri (kemiringan lereng), dan morfogenetik (endogen dan eksogen).Bentang alam/geomorfologi yang terbentuk di daerah penelitian dipengaruhi olehkarakteristik litologi penyusunnya. Daerah penelitian memiliki karakteristik geomorfologiyang dapat dikelompokkan dalam 5 satuan, yaitu Satuan Geomorfologi Perbukitan RendahAgak Curam Vulkanik dengan litologi breksi vulkanik dan tuf, Satuan GeomorfologiPerbukitan Agak Curam Vulkanik dengan litologi tuf dan breksi vulkanik, SatuanGeomorfologi Perbukitan Rendah Landai Denudasional dengan litologi batulempung, SatuanGeomorfologi Perbukitan Agak Curam Struktural dengan litologi batupasir, SatuanGeomorfologi Perbukitan Curam Karst dengan litologi batugamping.Kata kunci : geomorfologi, litologi, morfogenetik, morfografi, morfometri.
KORELASI DAN ARAH JALUR MIGRASI ANTARA BATUAN INDUK DAN RESERVOIR BLOK X SUB CEKUNGAN CINTAMANI BERDASARKAN DATA BIOMARKER Yusi Firmansyah , Reza Moh. Ganjar Gani , Bayu Sapta, Natalie Lucky Rainy, Ildrem Syafri,
Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i1.35208

Abstract

Secara administratif daerah penelitian termasuk ke dalam area X. Penelitian ini difokuskanpada sub-basin Cintamani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengelompokkan sampel-sampeldari batuan induk dan minyak mentah berdasarkan data biomarker, mengetahui Formasi yangefektif menjadi batuan induk dan mengkorelasikan antara batuan sumber dan minyak mentahuntuk menentukan asal hidrokarbon dan mengetahui arah jalur migrasi. Metode penelitian dimulaidari tahap persiapan, penelitian, analisis biomarker batuan induk, analisis biomarker minyakmentah, korelasi batuan induk dan minyak mentah hingga arah migrasi. Kemudian sampai padakesimpulan bahwa sampel minyak mentah dibagi menjadi tiga grup dan sampel batuan indukdibagi menjadi satu grup, Formasi yang efektif menghasilkan hidrokarbon adalah Lahat danTalang Akar diinterpretasikan bahwa sampel minyak mentah grup III berasal dari batuan induksub-basin Cintamani dan arah migrasinya Tenggara-Baratlaut.Kata Kunci : geokimia, batuan induk, migrasi, reservoir, minyak mentah, lingkunganpengendapan dan biomarker.
IDENTIFIKASI ZONA PROSPEK PANAS BUMI MENGGUNAKAN DIGITAL ELEVATION MODEL DENGAN METODE DENSITAS KELURUSAN DAN TEMPERATUR SUHU PERMUKAAN DI DAERAH SEULAWAH, PROVINSI ACEH Johanes Hutabarat, Muhammad Ronggour Pardamean Siahaan, Audi Farhan, Agus Didit Haryanto,
Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i1.35213

Abstract

Pada penelitian ini, daerah yang diteliti adalah potensi panas bumi di daerah Seulawah,Provinsi Aceh. Penelitian ini dilakukan menggunakan teknik penginderaan jauh dalammengetahui zona prospek panas bumi tahap awal. Dengan menggunakan data citra DEMNASuntuk mengetahui denistas kelurusan daerah penelitian yang diasumsikan nilai densitas tinggimerupakan zona permeabel yang memungkinkan munculnya manifestasi ke permukaan.Serta data citra Landsat 8 untuk mengetahui kerapatan vegetasi dan suhu permukaan tanahpada daerah penelitian yang nantinya digunakan untuk mendapatkan anomali temperaturpermukaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa zona prospek pada daerah penelitian beradapada daerah Timur dari manifestasi Ie Suum dengan memiliki densitas kelurusan yang tinggi,suhu permukaan sedang sampai tinggi pada kerapatan vegetasi rapat sampai sedang denganestimasi luas reservoir 1.55 km2.Kata kunci: Panas bumi, Penginderaan Jauh, Gunung Seulawah Agam, Suhupermukaan, Densitas Kelurusan
KARAKTERISTIK AIR PANAS DAN ESTIMASI TEMPERATUR RESERVOAR DAERAH CISOLOK - CISUKARAME, KABUPATEN SUKABUMI, PROVINSI JAWA BARAT Johanes Hutabarat, Dewi Gentana, Rofina Masriat, Agus Didit Haryanto,
Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i1.35209

Abstract

Daerah Cisolok dan Cisukarame, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat dipilihsebagai daerah penelitian dikarenakan terdapatnya manifestasi panas bumi, diperkirakan dari suatusistim panas bumi. Sifat fisik dan data kimia panas bumi merupakan informasi penting mengenaikondisi reservoir. Sifat fisik mata air panas Cisolok –Cisukarame memiliki pH; 8 (basa), temperatur:90o-98oC. Berdasarkan hasil ploting diagram segitiga Cl –SO4 – HCO3 memiliki tipe air: Klorida-SulfatBikarbonat, kemunculan mata air panas daerah Cisolok di permukaan dipengaruhi oleh kondensasiaktifitas magmatik, sedangkan daerah Cisukarame berasal dari air reservoir yang bergerak jauh lateralmenjauhi sumber panas. Mata air panas Cisolok merupakan immature waters, Cisukarame merupakanpartially equilibrated or mixed waters. Terdapatnya kandungan Mg yang tinggi pada daerah Cisolok –Cisukarame menunjukkan saat fluida dari reservoir bergerak ke permukaan mengalami percampurandengan air permukaan yang kaya Mg (Nicholson, 1993). Mata air panas Cisolok pada posisi “Low B/Clsteam and low Li/B, sedangkan CSK-1, CSK-2 “high B/Cl steam” and high B/Li, diinterpretasikanCisolok dan Cisukarame memiliki sistem reservoir yang berbeda, rasio Cl/B yang lebih rendahmerupakan sistem yang lebih tua (Giggenbach, 1991). Berdasarkan tipe fluida, hadirnya endapan sintersilika dan geyser mata air panas memiliki sistim dominasi air. Hasil perhitungan geotermometer air,estimasi temperatur reservoir berkisa dari 139o-167oC (Cisolok) dan 178o-196oC(Cisukarame). Kedua daerah tersebut termasuk sistim reservoar bersuhu sedang (Hocstein, 1990).Kata kunci : Fluida panas bumi, geotermometer, Cisolok – Cisukarame

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 5 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 1 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 6 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal More Issue