cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Geoscience Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan Mineral, Sedimentologi dan Geologi Kuarter, Stratigrafi, Geologi Teknik dan Geologi Lingkungan serta Hidrogeologi
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal" : 10 Documents clear
MODEL SPASIAL KERENTANAN LAHAN TERHADAP POTENSI TSUNAMI DI KECAMATAN MALINGPING, CIHARA, DAN PANGGARANGAN, KABUPATEN LEBAK, BANTEN Aton Patonah, Cecep Yandri Sunarie, Rizky Firmansyah,
Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i3.61611

Abstract

Ancaman tsunami dari serangkaian gempa yang berpusat di dasar Samudra Hindia kian mengintai daerah pesisir selatan Pulau Jawa, tak terkecuali Kecamatan Malingping, Kecamatan Cihara, dan Kecamatan Panggarangan di Kabupaten Lebak, Banten. Salah satu instrumen untuk mengurangi dampak dari potensi risiko tersebut adalah model spasial kerentanan lahan yang diwujudkan melalui sebuah peta. Parameter yang digunakan untuk menganalisis tingkat kerentanan tsunami adalah jarak dari garis pantai, ketinggian lahan, kemiringan lereng, dan jarak dari alur sungai. Kerentanan dihitung dengan metode weighted overlay analysis, menghasilkan kelas kerentanan dari sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, hingga sangat tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa area dengan kerentanan tinggi dan sangat tinggi menempati 12,44 persen dari total wilayah penelitian. Area ini berpotensi mengalami kerusakan paling tinggi karena berada dekat dengan laut dan sempadan sungai, serta memiliki nilai topografi dan lereng yang rendah. Berdasarkan sebarannya, Kecamatan Malingping adalah yang paling rentan sehingga baiknya mendapatkan prioritas dalam pengembangan strategi menghadapi risiko tsunami. Kata kunci: Kerentanan lahan, tsunami, Malingping, Cihara, Panggarangan
PENENTUAN KARAKTERISTIK RESERVOIR DENGAN PENDEKATAN PETROFISIKA PADA LAPANGAN “X”, FORMASI TALANG AKAR, INTERVAL GITA, CEKUNGAN ASRI Ildrem Syafri, Muhammad Kurniawan Alfadli, Dwandari Ralanarko, Muhammad Erfanda,
Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i3.61616

Abstract

Penelitian dilakukan pada Lapangan “X” Cekungan Asri pada Formasi Talang Akar, Interval Gita sebagai zona prospek hidrokarbon. Penelitian dilakukan terhadap lima sumur dengan menggunakan data log sumur, batuan inti, dan lumpur pemboran. Berdasarkan data core litofasies yang berkembang pada daerah penelitian adalah F1 (Claystone), S1 (Fine Sandstone), F2 (Claystone), S2 (Medium to Very Fine Sandstone), S3 (Sandstone - Siltstone), S4 (Medium to Fine Sandstone), dan F3 (Claystone), serta memiliki elektrofasies cylindrical, symmetrical, dan serrated. Berdasarkan model fasies Davis Jr & Dalrymple (2011), Asosiasi fasies yang berkembang pada daerah penelitian adalah sand bar, sand flat, mixed flat, dan mud flat yang merupakan lingkungan pengendapan estuary. Adapun, berdasarkan perhitungan petrofisika pada Lapangan “X” didapatkan hasil bahwa asosiasi fasies sand flat yang memiliki volume shale yang paling rendah dengan menggunakan persamaan linear Asquith & Gibson (1982), yaitu kisaran 0.132 – 0.233, sedangkan nilai porositas tinggi dengan pendekatan porositas neutron-densitas Bateman-Konen, yaitu kisaran 0.270 – 0.300 dan memiliki nilai saturasi air paling rendah dengan Persamaan Indonesia (1971), yaitu kisaran 0.170 – 0.233.Kata Kunci: Cekungan Asri, Formasi Talang Akar, Fasies, Analisis Petrofisika
Karakteristik Reservoir Karbonat Berdasarkan Analisis Petrofisika Pada Formasi Kais, Lapangan “SMR”, Cekungan Salawati, Papua Undang Mardiana, Febriwan Mohammad1, Yuyun Yuniardi, Theodorus Rendhi, Aryosito Iswarajati, Sofia Ma
Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i3.61612

Abstract

Cekungan Salawati di Papua, Indonesia, merupakan wilayah dengan potensi besar untuk penemuan hidrokarbon, terutama dalam Formasi Kais. Penelitian ini mengkaji karakteristik petrofisika Formasi Kais di Lapangan SMR dengan menggunakan data log sumur dan data batuan inti untuk menganalisis potensi hidrokarbon. Metode yang digunakan meliputi analisis kualitatif untuk identifikasi litologi, serta analisis kuantitatif untuk menghitung kandungan serpih (Vshale), porositas efektif (PHIE), dan saturasi air (Sw). Hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa litologi utama adalah batugamping, sedangkan analisis petrofisika menghasilkan nilai rata-rata kandungan serpih sebesar 3.8%, 6.8%, 7.8%, rata-rata nilai porositas efektif 13.3%, 13.8, 15.5% dengan kualitas "baik" (Koesoemadinata, 1978); dan ata-rata nilai saturasi air 12.2%, 29.8%, 35.9%. Berdasarkan nilai cut off yang ditetapkan (Vsh ≤ 20%, PHIE ≥ 10%, Sw ≤ 60%), ketiga sumur menunjukkan potensi hidrokarbon yang baik. Penelitian ini mengungkapkan bahwa Formasi Kais memiliki kualitas reservoir yang menjanjikan untuk eksplorasi lebih lanjut, memberikan wawasan penting untuk pengembangan sumber daya hidrokarbon di Cekungan Salawati dan kontribusi terhadap pemahaman geologi regional.Kata kunci: Cekungan Salawati, Formasi Kais, Petrofisika, Reservoir
ANALISIS KARAKTERISTIK GEOKIMIA BATUAN INDUK POTENSIAL PADA SYN-RIFT DEPOTION DI CEKUNGAN SUMATERA UTARA Edy Sunardi, Nisa Nurul Ilmi, Farouqi Al’ Ayubie, Albertus Bayu Aditya,
Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i3.61617

Abstract

Studi geokimia minyak dan gas bumi memegang peranan penting untuk mengetahui potensi minyak dan gas bumi di suatu cekungan. Studi analisis karakteristik geokimia untuk mengetahui potensi batuan induk di Cekungan Sumatera Utara ini difokuskan pada syn-rift deposition. Sampel batuan induk diambil dari total lima sumur, yaitu AD-1, AD-2, ABY-1, AD-3, AD-4, dan AD-5 serta dua formasi yaitu Formasi Bampo dan Formasi Parapat. Penelitian ini meliputi karakterisasi batuan induk meliputi kuantitas, kualitas, kematangan, dan kematangan material organik. Berdasarkan analisis geokimia, batuan induk yang dikategorikan sebagain batuan induk efektif untuk syn-rift di Cekungan Sumatera Utara adalah Formasi Parapat dan batuan induk potensial adalah Formasi Bampo. Formasi Parapat memiliki kuantitas buruk-baik (TOC 0,49-1,79%), dengan kerogen tipe II-III (menghasilkan minyak dan gas), dan tipe III (menghasilkan gas), dan tingkat kematangan belum matang-matang. Formasi Bampo memiliki kuantitas cukup baik (TOC 0,53-1,49%), dengan kerogen tipe III (menghasilkan gas), dan tingkat kematangan belum matang.Kata kunci: Cekungan Sumatera Utara, Batuan Induk, Evaluasi Batuan Induk, Geokimia, Syn-Rift Deposition
FASIES DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN BERDASARKAN ANALISIS DATA LOG SUMUR DAN SEISMIK 2D POST STACK TIME MIGRATION (PSTM) PADA FORMASI NGRAYONG LAPANGAN “NALP” CEKUNGAN JAWA TIMUR Yusi Firmansyah, Febriwan Mohamad, Bayu Sapta Fitriana, Nakula Luhur Pambudi,
Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i3.61613

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Lapangan “NALP” yang merupakan salah satu daerah penghasil hidrokarbon terbesar di Indonesia yang terletak di Cekungan Jawa Timur. Penelitian ini difokuskan pada Interval Formasi Ngayong. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui fasies, asosiasi fasies dan lingkungan pengendapan, persebaran fasies serta struktur bawah permukaan, dan geometri pada interval Formasi Ngrayong berdasarkan seismik 2D. Penelitian ini menggunakan data sumur (8 sumur) dan 55 lintasan sesimik 2D. Dari data tersebut dilakukan analisis litofasies dan analisis elektrofasies, Analisis kontur kedalaman, analisis peta ketebalan, dan analisis atribut seismik. Berdasarkan hasil analisis litofasies pada daerah penelitian Fasies yang teramati yaitu Fasies Mudstone, Fasies Pebbly Sandstone, dan Fasies Massive Sandstone. Setelah dilakukan analisis elektrofasies didapatkan pola pengendapan pada daerah penelitian yaitu pola Funnel, Serrated, Bell, dan Cyilindrical. Asosiasi fasies yang terdapat pada daerah penelitian yaitu Slope, Middle Fan, dan Lower Fan. Hasil Berdasarkan analisis kontur kedalaman, analisis peta ketebalan, dan analisis atribut seismik didapatkan suatu persebaran dan geometri bawah permukaan pada sistem pengendapan Submarine fan, serta struktur yang terbentuk merupakan struktur lipatan dan sesar naik inversi berarah barat laut– tenggara.Kata kunci: Cekungan Jawa Timur, Litofasies, Elektrofasies, Asosiasi Fasies, Seismik 2D, Ngrayong.
PETROGRAFI GRANITOID PADANG GANTING, CEKUNGAN OMBILIN, SUMATERA BARAT Ildrem Syafri, Kemala Wijayanti, Aton Patonah, Iyan Haryanto, Emi Sukiyah, Rizqi Fadilah,
Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i3.61618

Abstract

Pembentukan batuan beku erat kaitannya dengan proses magmatisme. Pembentukan ini dipengaruhi oleh faktor kimia, temperatur, dan tekanan saat batuan mengalami pendinginan. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi jenis batuan granitoid dan melihat komposisi mineral batuan granitoid Formasi Granit Trias . Metode yang digunakan adalah observasi lapangan untuk deskripsi petrologi dan pengambilan sampel batuan dan dengan metode pengamatan petrografi. Pembentukan batuan granit pada daerah Padang Ganting disusun oleh jenis granit-granodiorit dan granit yang teralterasi. Ketiga batuan ini memiliki komposisi dan tekstur yang berbeda-beda disebabkan oleh kristalisasinya. Stasiun 1 terdapat granit berwarna coklat keabuan disusun oleh quartz-rich granitoid, stasiun 2 terdapat granit berwarna merah kecoklatan disusun oleh granodiorite, dan stasiun 3 disusun oleh monzo-granite yang sudah mengalami alterasi sedang. Kehadiran mineral biotit dan hornblende mencirikan batuan mengalami kristalisasi pada kondisi magma yang basah atau hydrous. Selain itu, kehadiran kedua mineral ini dan tidak adanya piroksen pada batuan menandakan batuan termasuk dalam tipe KCG (K-rich and K-feldspar Porphyritic Calc-alkaline Granitoids) (Barbarin, 1999).Kata kunci: Padang Ganting; granit; granodiorit; minera
EVALUASI PENYEBARAN KUALITAS BATUBARA MENGGUNAKAN KRIGING DAN ANALISIS VARIANSI; STUDI KASUS MUARA WAHAU, KALIMANTAN TIMUR Nurdrajat, Muhammad Kurniawan Alfadli, Reza Moh. Ganjar Gani, Fatima Riesma Khansa,
Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i3.61609

Abstract

Kualitas batubara merupakan parameter utama dalam pengolahan dan pemanfaatan bahan galian. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sebaran kualitas batubara dan memberikan informasi keberadaan lapisan batubara. Keberadaan batubara yang berpotensi di Indonesia salah satunya berada di Provinsi Kalimantan Timur. Daerah penelitian secara regional berada pada Cekungan Kutai, Formasi Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur. Terbentuk pada kala Oligosen Akhir – Miosen Awal. Pada penelitian ini batubara terdapat dua lapisan yakni Lapisan A dan Lapisan B, dengan ketebalan berkisar 0,03 m - 24,37 m. Hasil pengamatan formasi ini menunjukkan pembawa batubara terletak pada satuan batupasir dan batulempung Wahau. Berdasarkan data bawah permukaan dan data laboratorium untuk menentukan sebaran kualitas batubara daerah penelitian ini menggunakan peta isoquality dan parameter kualitas batubara. Hasil analisis sebaran kualitas relatif merata dengan sebaran pada setiap lapisan batubara yang memiliki kecenderungan meningkat kearah bagian Utara daerah penelitian dengan nilai 3438 - 5425 Cal/g menjadi 3692 - 5343 Cal/g dengan diikuti penurunan kadar abu 3,94% menjadi 3,84 %. Pada Rank Batubara berdasarkan panduan ASTM (1993) jenis batubara pada Lapisan A dan Lapisan B adalah Lignite pada bagian Selatan dan Sub-bituminus pada bagian Utara daerah penelitian. Pada lingkungan pengendapanya, semakin ke arah timur semakin tinggi, termasuk kepada lingkungan darat dan tidak dipengaruhi oleh air laut, karena memiliki nilai total sulfur <1% Lapisan A (0,15 adb) dan Lapisan B (0,14 adb). Estimasi sumberdaya dilihat berdasarkan hasil analisis struktural, estimasi dengan metode kriging pada SGeMS Batubara di daerah penelitian berperingkat sub-bituminus C dengan densitas relatif 1,3 ton/ m3. Estimasi total sumber daya adalah 2.98 juta m3 dalam volume dan 3.88 juta ton dalam tonase. Pada batubara peringkat lignite estimasi total sumberdaya batubara di daerah penelitian adalah 1.28 juta m3 dalam volume dan 1.65 juta ton dalam tonase.Kata Kunci: Batubara, Persebaran Kualitas, Sumber daya, Geostatistik, SGeMSABSTRACT
Interpretasi Lingkungan Pengendapan dan Kualitas Reservoir Berdasarkan Analisis Elektrofasies dan Analisis Petrofisika Pada Formasi Talang Akar Anggota Zelda Bagian Bawah, Cekungan Asri Abdurrokhim, Yoga Andriana, Ary Wahyu Wibowo,
Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i3.61614

Abstract

Pada penelitian ini digunakan data well loggi dari tiga sumur ekplorasi di daerah Cekungan Asri, Off Shore South East Sumatera. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui lingkungan pengendapan Formasi Talang Akar Anggota Zelda bagian bawah sehingga dapat mengetahui kualitas reservoir pada lingkungan pengendapan hasil analisis fasies yang kemudian dibuktikan dengan data petrofisikanya sebagai data kuantitatif reservoir tersebut. Untuk penentuan lingkungan pengendapan dilakukan analisis fasies dari elektrofasies dan lithofasies. Elektrofasies diperoleh bentuk kurva log gamma ray blocky, serrated, funnel, dan bell. Kemudian diperoleh juga lithofasies yang pada umumnya pada bagian bawah setiap sumur tersusun dari batulempung dengan keterdapatan lapisan batubara sebagai sisipan dan pada bagian atas tersusun dari batupasir halus-sangat halus. Berdasarkan analisis tersebut ditentukan lingkungan pengendapan pada Formasi Talang Akar Anggota Zelda bagian bawah yaitu berada pada lingkungan darat (Fluvial) sampai transisi (Delta). Analisis kuantitatif berupa perhitungan petrofisika ini dilakukan dengan bantuan perangkat lunak, dalam perhitungan volume shale rumus yang digunakan adalah Young Rock, perhitungan porositas dan saturasi air menggunakan Metode Indonesia.Kata Kunci : Petrofisika, Lingkungan Pengendapan, Reservoir, Formasi Talang Akar, Anggota Zelda Bagian Bawah.
REKOSNTRUKSI SESAR BERDASARKAN KEKAR DAN LIPATAN MINOR PADA FORMASI HALANG SEGMEN SUNGAI CIJUREY DESA BABAKANSARI KECAMATAN BANTARUJEG KABUPATEN MAJALENGKA PROVINSI JAWA BARAT Ismawan, Faisal Helmi, Dijah,
Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i3.61610

Abstract

Penelitian dilakukan di sebagian Sungai Cijurey, Desa Babakansari, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Menggunakan metode analisis kinematik melalui kekar minor dan lipatan minor. Penelitian dilakukan untuk merekonstruksi keterjadian sesar dan geometri pola struktur yang terjadi melibatkan analisis kekar menggunakan aplikasi DIPS. Hasil analisis menujukkan bahwa adanya perbedaan pola struktur di Sungai Cijurey diakibatkan oleh adanya sesar yang terjadi. Berdasarkan pola struktur dan lokasi, daerah penelitian terbagi kedalam dua segmen yaitu Sistematic Zone dan Destruction Zone yang mencirikan perbedaan arah tegasan yang mempengaruhi keterbentukan pola struktur di Sungai Cijurey. Pada Segmen Destruction Zone terdapat geometri lipatan seret yang disebabkan dengan adanya pergerakan sesar.Kata Kunci: Sungai Cijurey, Kekar, Lipatan Seret, Analisis Kekar, Analisis Geomteri, Rekonstruksi Sesar
ANALISIS KARAKTERISTIK BATUAN INDUK BERDASARKAN DATA GEOKIMIA DAN SEJARAH PEMENDAMAN 1D PADA LAPANGAN “X”, CEKUNGAN JAWA TIMUR Nurul Ilmi, Hendra Iriansyah, Miftah MaziEdy Sunardi, Nisaed, Yunika Nur Fauzia,
Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i3.61615

Abstract

Studi geokimia minyak dan gas bumi berperan penting dalam mengetahui potensi minyak dan gas bumi di sebuah cekungan. Penelitian ini berfokus pada daerah penelitian yang berlokasi di Cekungan Jawa Timur. Sampel batuan induk yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari total 6 (enam) sumur, yakni YF-1, YF-2, YN-1, YN-2, YN-3, dan YN-4. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik geokimia batuan induk, mencakup aspek kuantitas, kualitas, dan kematangan material organik pada setiap formasi dengan menggunakan metode pirolisis rock-eval, dan reflektansi vitrinit. Hasil analisis geokimia menunjukkan bahwa Formasi Kujung, Formasi CD, dan Formasi Ngimbang menunjukkan kuantitas dan kualitas batuan induk yang baik dan telah mencapai tingkat kematangan puncak. Ketiga formasi ini memiliki kemampuan untuk menghasilkan hidrokarbon dengan jenis gas, campuran minyak dan gas, dan minyak. Analisis sejarah pemendaman berdasarkan pemodelan satu dimensi menunjukkan Formasi Ngimbang, Formasi CD, dan Formasi Kujung telah mengalami kematangan termal, sedangkan Formasi Tuban, Ngrayong, dan Wonocolo belum mengalami proses kematangan termal.Kata kunci: Cekungan Jawa Timur, Batuan Induk, Geokimia, Pemodelan 1D, Sejarah Pemendaman

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 5 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 1 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 6 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal More Issue