Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika keluarga dalam perspektif keluarga inti dan keluarga besar dengan menitikberatkan pada pola interaksi, pembagian peran, serta konflik dalam rumah tangga. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilakukan di Desa Beji, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga inti cenderung memiliki pola interaksi yang intens, komunikatif, dan adaptif, dengan pembagian peran yang mulai fleksibel meskipun masih dipengaruhi pola tradisional. Konflik dalam keluarga inti umumnya bersumber dari tekanan ekonomi dan perbedaan pola asuh, namun dapat dikelola secara konstruktif melalui komunikasi terbuka. Sementara itu, keluarga besar menunjukkan pola interaksi yang bersifat kolektif dengan tingkat solidaritas dan gotong royong yang tinggi. Konflik dalam keluarga besar lebih banyak dipicu oleh perbedaan nilai antar generasi, tetapi diselesaikan melalui mekanisme musyawarah berbasis nilai kekeluargaan. Secara teoretis, temuan ini menegaskan bahwa dinamika keluarga tidak dapat dijelaskan secara tunggal melalui satu perspektif. Pendekatan fungsional struktural, teori konflik, dan interaksionisme simbolik saling melengkapi dalam menjelaskan relasi antara stabilitas, ketegangan, dan proses negosiasi makna dalam keluarga. Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada integrasi analisis antara bentuk struktur keluarga (keluarga inti dan keluarga besar) dengan dinamika internalnya (interaksi, peran, dan konflik) dalam satu kerangka yang holistik dan kontekstual. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa dinamika keluarga bersifat hibrid, yaitu merupakan hasil negosiasi antara nilai tradisional dan tuntutan modernitas, sehingga memperkaya kajian sosiologi keluarga yang selama ini cenderung parsial dan terfragmentasi