Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) merupakan bentuk transformasi pendidikan tinggi yang bertujuan meningkatkan kualitas lulusan melalui pembelajaran berbasis pengalaman. Dalam konteks lembaga pendidikan Islam, pelaksanaan MBKM memiliki tantangan tersendiri karena harus mengintegrasikan kebijakan modern dengan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif mahasiswa terhadap implementasi program MBKM di lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), dengan sumber data primer berupa artikel jurnal ilmiah terindeks Google Scholar tahun 2022–2026 yang relevan dengan topik MBKM, perspektif mahasiswa, dan pendidikan Islam, serta data sekunder berupa buku dan dokumen pendukung lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memandang MBKM sebagai program yang mampu memperluas pengalaman belajar, meningkatkan keterampilan komunikasi, kolaborasi, kreativitas, berpikir kritis, kemandirian, serta kesiapan menghadapi dunia kerja. Dalam lembaga pendidikan Islam, MBKM juga dipahami sebagai sarana penguatan nilai-nilai keislaman seperti amanah, tanggung jawab, akhlak, kepedulian sosial, dan moderasi beragama. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala berupa kurangnya sosialisasi, belum optimalnya konversi SKS, penyesuaian kurikulum, keterbatasan mitra, dan pendampingan dosen yang belum maksimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sosialisasi, kurikulum yang adaptif, perluasan kerja sama mitra, serta peningkatan peran dosen pembimbing agar implementasi MBKM berjalan lebih efektif dan sesuai dengan tujuan pendidikan Islam.