Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan anak. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam terjadinya stunting adalah perilaku picky eating. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan perilaku picky eating dengan kejadian stunting pada balita 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sidemen. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan case-control. Sampel penelitian berjumlah 42 orang, yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuisioner CEBQ dan microtoise. Hasil penelitian menunjukkan usia terbanyak 26-30 tahun yaitu 7 orang (50%) pada kelompok kasus dan 11 orang (39,3%) pada kelompok kontrol, Pendidikan mayoritas yaitu SD pada kelompok kasus sebanyak 6 orang (42,9%) dan SMP sebanyak 10 orang (35,7%) kelompok kontrol, pekerjaan mayoritas yaitu buruh/petani pada kelompok kasus sebanyak 7 orang (50%) dan tidak memiliki pekerjaan pada kelompok kontrol 11 orang (39,3%), hubungan dengan anak mayoritas yaitu ibu pada kelompok kasus sebanyak 14 orang (100%) dan kontrol 22 orang (78,6%), jumlah anak mayoritas yaitu ≤ 2 anak pada kelompok kasus sebanyak 9 orang (64,3%) dan kontrol 22 orang (78,6%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita pada kelompok kasus memiliki perilaku picky eating dibandingkan kelompok kontrol. Hasil: Terdapat hubungan antara perilaku picky eating dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan berdasarkan uji chi square dengan nilai signifikasi p-value 0,025 (p < 0,05). Kesimpulan: Perilaku picky eating berhubungan dengan kejadian stunting pada balita, sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui edukasi pola makan dan pemantauan gizi secara rutin.