I Gusti Ayu Putu Satya Laksmi
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Ni Kadek Yuni Lestari; I Gusti Ayu Putu Satya Laksmi
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 11 No 2 (2020): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v11i2.154

Abstract

ABSTRAK Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh rangka yang memerlukan pengeluaran energi. Aktivitas fisik yang terstruktur dapat menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung koroner, diabetes melitus tipe 2, memperbaiki tekanandarah dan dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien DiabetesMelitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling denganjumlahsampel50 responden berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas fisik tinggi 25 orang (50,0%) dan kadar gula darah normal 35 orang (70,0%). Berdasarkan hasil uji analisis kolerasi dengan Spearman Rho didapatkan p value sebesar 0,004 (p<0,05) maka H0 ditolak yang artinya ada Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan r sebesar -0,400. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar puskesmas dapat mensosialisasikan pentingnya aktivitas fisik untuk pasien diabetes melitus agar kadar gula darah pasien terkontrol. Kata Kunci : Aktivitas Fisik, Kadar Gula Darah, Diabetes MelitusTipe 2
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA TAHAP PROFESI STASE ANAK STIKES WIRA MEDIKA BALI: Factors effecting Profession Phase Student Satisfaction in Pediatric Stage STIKES Wira Medika Bali Niken Ayu Merna Eka Sari; I Gusti Ayu Putu Satya Laksmi
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 7 No. 2 (2021): JIKep | September 2021
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.817 KB) | DOI: 10.33023/jikep.v7i2.760

Abstract

Pendidikan Ners merupakan lanjutan dari tahap akademik, namun kenyataannya masih banyak mahasiswa yang tidak melanjutkan sampai tahap profesi. Berdasarkan data dari Program Studi Ners STIKes Wira Medika jumlah mahasiswa yang mengikuti tahap profesi tahun 2015 sejumlah 242 dari total 245 mahasiswa, tahun 2016 sejulah 217 dari otal 221 dan tahun 2017 sejumlah 172 dari total 175 mahasiswa. Berbagai factor yang mempengaruhi hal tersebut salah satunya adalah pelayanan akademik. Pelayanan akademik yang berkualitas akan memberikan dorongan bagi mahasiswa untuk menjalin ikatan yang saling menguntungkan dalam jangka panjang. Tujuan Penelitian: menganalisa factor apa saja yang berpengaruh terhadap tingkat kepuasan mahasiswa tahap profesi stase anak. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan desain penelitian deskriptif. Hasil: uji chi Square menunjukkan nilai p value 0,000 pada ke empat faktor yang mempengaruhi kepuasan mahasiswa sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan komunikasi CT, kemampuan interpersonal CT, kemampuan professional CT dan perilaku mengajar CT terhadap tingkat kepuasaan mahasiswa. Simpulan: kemampuan komunikasi CT, kemampuan interpersonal CT, kemampuan professional CT dan perilaku mengajar CT sangat berpengaruh terhadap tingkat kepuasaan mahasiswa.
New Habits Adaptation Associated with the Mental Health among Tourism Drivers During Covid-19 Pandemic Desakmadearidwijayanti; I Gusti Ayu Putu Satya Laksmi
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol. 6 No. 1 (2023): International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS)
Publisher : Alta Dharma Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35654/ijnhs.v6i1.679

Abstract

Background: Increased mental health problems during the Covid 19 pandemic. Objective: This research aims to find the relationship between the Adaptation of New Habits and the mental health of tourism drivers during the Covid-19 pandemic. Method: Correlation quantitative descriptive research design with a cross-sectional approach. The population is the tourism driver United Bali Driver a total of 545 people, a total sample of 231 people using the Slovin formula with the purposive sampling method. The measuring instrument used is the  New Habits Adaptation and SRQ questionnaires. Data analysis using rank spearmen test. Result: Mental health showed emotional and mental disorders, psychotic disorders, and Post-traumatic stress disorder. Test results of the New Habit Adaptation variable analysis with cognitive and emotional disorders p value 0.004 (p 0.05). Variable Adaptation to New Habits with psychotic disorders p value 0.700 (p?0.05). Variable Adaptation to New Habits with Post-traumatic stress disorder p value 0.700 (p?0.05). Conclusion: There is a relationship between the Adaptation of New Habits with Mental and Emotional Disorders. This is due to the same perception and feeling about the stressor experienced. There is no relationship between Adaptation to New Habits with Psychotic Disorders and Post Traumatic Stress Disorder. Recommendation: This is due to problems that were felt to have occurred before the Covid-19 pandemic. It is advisable to adopt new habitual adaptations to maintain mental health
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kesehatan Mental pada Remaja I Gusti Ayu Putu Satya Laksmi; Desak Made Ari Dwi Jayanti
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v14i1.260

Abstract

The period of growth and development in adolescence is characterized by neurodevelopment, identity formation, and behavioral patterns that can increase or decrease mental health. Mental health is very important to support productivity and quality of physical health. Mental health must be maintained both physically and mentally, currently more attention is given, both to adults and even teenagers, including groups who are prone to mental disorders or mental disorders that are quite high. One of the prevention strategies to reduce the possibility of mental health disorders is to do physical activity. The objectives of the study was to determine the relationship between physical activity and mental health of adolescents. The type of research used is correlational research with a cross sectional approach. The population in this study were adolescents aged 10-19 years. The sample in this study were all teenagers in Central Banjar, a total of 114 teenagers. Univariate analysis with frequency distribution and bivariate analysis with Spearman rank. The measuring instruments used to assess are physical activity questionnaires (International Physical Activity Questionnaire (IPAQ)) and mental health (The Mental Health Continuum-Short Form (MHC-SF)). The results showed that most of the adolescents included in the high physical activity category as many as 60 adolescents (52.6%) and included in the mental healthy category as many as 74 adolescents (64.9%). The results of the bivariate test with the Spearman Ranks test obtained a p value of 0.001 (p <0.05). The conclusion of this study is that there is a significant relationship (p = 0.001) between physical activity and adolescent mental health. Based on the results of this study, so that further researchers can identify specifically the type of physical activity that is most effective and effective time in carrying out activities that can affect mental health in adolescents. Keywords: physical activity, mental health, adolescents
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Tumbuh Kembang Dengan Perkembangan Anak Usia 1-2 Tahun Di UPTD Puskesmas Klungkung II Brahmani, Ida Ayu Milla; Laksmi, I Gusti Ayu Putu Satya; Jayanti, Desak Made Ari Dwi; I Gusti Ayu Putu Satya Laksmi
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v14i01.709

Abstract

Latar Belakang: Masalah keterlambatan perkembangan menjadi masalah serius di negara maju maupun negara berkembang. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan dapat disebabkan oleh faktor lingkungan dan faktor genetik. Hal lain yang dapat mengakibatkan anak mengalami gangguan tumbuh kembang adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan orang tua tentang deteksi dini tumbuh kembang khususnya pada ibu, yang berupa penyimpangan pertumbuhan, penyimpangan perkembangan serta penyimpangan mental emosional. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang dengan perkembangan anak usia 1-2 tahun di UPTD Puskesmas Klungkung II. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian korelatif dengan pendekatan cross sectional, yang dilakukan di posyandu wilayah kerja  Puskesmas Klungkung II dengan Teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 88 responden. Hasil: Ditemukan responden usia terbanyak yaitu usia 20-30 tahun yaitu 91 (54,5%), tingkat pendidikan paling banyak yaitu tamat SMA 35 (39,8%), responden dominan tidak bekerja yaitu sebanyak 55 (62,5%). Variabel pengetahuan terbanyak pada kategori kurang 34 (38,6%) dan perkembangan anak pada kategori meragukan 55 (62,5%). Ada hubungan pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang dengan perkembangan anak usia 1-2 tahun. Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang dengan perkembangan anak usia 1-2 tahun di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Klungkung II yang dilakukan dengan uji spearman rank didapatkan nilai p value sebesar 0,000 dan nilai korelasi sebesar 0,645 Saran: : diharapkan dapat dijadikan acuan agar pemantauan tumbuh kembang secara rutin dapat dilakukan oleh puskesmas saat pelaksanaan posyandu.  
Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Personal Hygiene Saat Mengalami Menstruasi Di SMP PGRI 2 Denpasar Apsari, Ni Made Lindia Maharatni; I Gusti Ayu Putu Satya Laksmi; Niken Ayu Merna Eka Sari
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v16i1.452

Abstract

Menstruasi merupakan proses biologis yang terjadi pada remaja putri sebagai bagian dari perkembangan pubertas. Salah satu aspek penting dalam masa menstruasi adalah menjaga personal hygiene, terutama organ reproduksi, untuk mencegah gangguan kesehatan. Namun, masih banyak remaja putri yang kurang memperhatikan kebersihan diri saat menstruasi, yang dapat berisiko menimbulkan masalah kesehatan reproduksi. Masalah dalam penelitian yaitu dimana remaja putri di SMP PGRI 2 Denpasar belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang personal hygiene saat menstruasi akibat kurang meratanya informasi yang didapat dan hal tersebut berdampak pada perilaku hygienis yang belum tepat saat menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan remaja putri tentang personal hygiene saat menstruasi di SMP PGRI 2 Denpasar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 225 responden yang dipilih menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat pengetahuan mengenai personal hygiene. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (66,7%) memiliki pengetahuan yang cukup tentang personal hygiene. Mayoritas responden memiliki pengetahuan cukup berada pada usia 13 tahun (75,2%), mengalami menstruasi pertama di usia 11 tahun (75,6%), tidak mempunyai pengalaman menstruasi (67,8%), dan mendapatkan sumber informasi dari orang tua (70,9%). Pengetahuan yang cukup tentang kebersihan menstruasi dipengaruhi oleh usia, pengalaman menstruasi, dan sumber informasi yang didapatkan belum merata, sehingga peningkatan komunikasi antara orang tua dan remaja serta pendidikan yang lebih merata di sekolah mengenai personal hygiene sangat diperlukan.
HUBUNGAN PERILAKU PICKY EATING DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDEMEN Hidianti, Diva Alsya; I Gede Juanamasta; I Gusti Ayu Putu Satya Laksmi
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i2.1273

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan anak. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam terjadinya stunting adalah perilaku picky eating. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan perilaku picky eating dengan kejadian stunting pada balita 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sidemen. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan case-control. Sampel penelitian berjumlah 42 orang, yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuisioner CEBQ dan microtoise. Hasil penelitian menunjukkan usia terbanyak 26-30 tahun yaitu 7 orang (50%) pada kelompok kasus dan 11 orang (39,3%) pada kelompok kontrol, Pendidikan mayoritas yaitu SD pada kelompok kasus sebanyak 6 orang (42,9%) dan SMP sebanyak 10 orang (35,7%) kelompok kontrol, pekerjaan mayoritas yaitu buruh/petani pada kelompok kasus sebanyak 7 orang (50%) dan tidak memiliki pekerjaan pada kelompok kontrol 11 orang (39,3%), hubungan dengan anak mayoritas yaitu ibu pada kelompok kasus sebanyak 14 orang (100%) dan kontrol 22 orang (78,6%), jumlah anak mayoritas yaitu ≤ 2 anak pada kelompok kasus sebanyak 9 orang (64,3%) dan kontrol 22 orang (78,6%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita pada kelompok kasus memiliki perilaku picky eating dibandingkan kelompok kontrol. Hasil: Terdapat hubungan antara perilaku picky eating dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan berdasarkan uji chi square dengan nilai signifikasi p-value 0,025 (p < 0,05). Kesimpulan: Perilaku picky eating berhubungan dengan kejadian stunting pada balita, sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui edukasi pola makan dan pemantauan gizi secara rutin.