Penelitian ini difokuskan pada penelusuran kontribusi Artificial Intelligence (AI) dalam konteks pembelajaran matematika serta dampaknya terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik, sekaligus mengevaluasi sejauh mana penerapan AI dinilai efektif dengan merujuk pada berbagai hasil studi terdahulu. Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR), yang dilaksanakan melalui serangkaian prosedur terstruktur, mulai dari penyusunan pertanyaan penelitian, penetapan kriteria inklusi dan eksklusi, perancangan strategi penelusuran literatur, proses penyaringan studi, pengodean data, evaluasi kualitas, hingga tahap pengintegrasian temuan. Data dikumpulkan dari Google Scholar, ResearchGate, dan ERIC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memiliki peran penting dalam menciptakan pembelajaran yang adaptif, interaktif, serta personal, sebagai alat bantu bagi siswa untuk memahami konsep matematika yang abstrak, memberikan tanggapan ataupun umpan balik dengan mode real-time, serta mampu meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar. Dalam aspek berpikir kritis, AI berkontribusi pada peningkatan kemampuan analisis, evaluasi, inferensi, dan pemecahan masalah. Namun demikian, hasil penelitian belum sepenuhnya konsisten, karena beberapa studi menunjukkan bahwa AI tidak memberikan pengaruh yang signifikan dan berpotensi menimbulkan ketergantungan jika tidak didorong oleh strategi pembelajaran yang tepat atau sesuai. Oleh karena itu, AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dan kemampuan berpikir kritis siswa, tetapi efektivitasnya sangat bergantung pada desain pembelajaran dan peran guru dalam mengarahkan penggunaannya agar tetap mendorong proses berpikir aktif. Dengan demikian, diperlukan keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan pendekatan pedagogis, serta penelitian lanjutan untuk mengoptimalkan implementasi AI dalam berbagai konteks pembelajaran.