Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Pembudidaya Ikan Nila melalui Teknologi Maskulinisasi Alami Berbasis Limbah Jeroan Teripang Hidayani, Andi Aliah; Badraeni, Badraeni; Achmad, Marlina; Fatratullah, Muhammad; Kaliky, Nunun Ainun Putri Sari Banun; Cangara, Arie Syahruni
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v6i1.1890

Abstract

Maskulinisasi merupakan suatu teknik pengarahan diferensiasi kelamin yang bertujuan untuk mengubah jenis kelamin dari betina menjadi jantan dengan memanfaatkan hormone steroid (androgen). Hormon steorid yang umum digunakan adalah hormone androgen sintetik seperti 17a-metiltestosteron. Namun penggunaan hormon sintetik dapat menyebabkan masalah kesehatan lingkungan dan masyarakat, sehingga telah dilarang penggunaannya oleh pemerintah. Oleh karena itu diperlukan bahan alami yang mampu digunakan sebagai bahan alternatif untuk maskulinisasi ikan nila. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan alternatif teknologi dengan menggunakan bahan alami yang aman, ramah lingkungan dan berbasis sumberdaya local melalui pelatihan pemanfaatan limbah jeroan teripang sebagai sumber hormon steroid alami untuk proses maskulinisasi ikan nila. Pelatihan ini diikuti oleh 50 peserta dan dilaksanakan selama 3 hari. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi dan praktik langsung dalam memproduksi ekstrak jeroan teripang serta pengaplikasian jeroan teripang pada benih ikan nila. Hasil menunjukkan pelatihan berjalan lancar dengan partisipasi dan antusiasme tinggi dan peserta mampu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik. Kegiatan ini efektif meningkatkan pemahaman Masyarakat, keterampilan teknis serta kesadaran pentingnya penggunaan hormon alami pada proses maskulinisasi pada budidaya ikan nila. Adopsi teknologi sebesar 85% menandakan bahwa teknologi hormon alami berbasis jeroan teripang diterima dan siap diimplementasikan oleh pembudidaya secara berkelanjutan.