Pembengkakan payudara (breast engorgement) merupakan salah satu masalah yang sering dialami oleh ibu pada masa nifas akibat peningkatan produksi ASI yang tidak diimbangi dengan pengosongan payudara secara optimal. Kondisi ini ditandai dengan payudara terasa keras, tegang, hangat, serta menimbulkan rasa nyeri yang dapat mengganggu proses menyusui. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengatasi pembengkakan payudara adalah kompres daun kubis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian kompres daun kubis terhadap penurunan pembengkakan payudara pada ibu nifas. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus (case report) dengan dua responden ibu nifas yang mengalami pembengkakan payudara di RS Bethesda Yogyakarta Lempuyangwangi. Pengukuran tingkat pembengkakan payudara dilakukan menggunakan Six Point Engorgement Scale (SPES) dengan rentang skor 1–6. Intervensi yang diberikan berupa kompres daun kubis dingin yang ditempelkan pada payudara selama 25-30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan intervensi salah satu responden mengalami kondisi payudara teraba hangat, sedangkan responden lainnya tidak. Setelah pemberian kompres daun kubis, kedua responden menunjukkan kondisi payudara tidak teraba hangat. Selain itu, terjadi penurunan skor SPES pada kedua responden, dimana pada ibu nifas pertama skor menurun dari 3 menjadi 1 dan pada ibu nifas kedua dari 4 menjadi 2. Hasil ini menunjukkan bahwa kompres daun kubis dapat membantu menurunkan pembengkakan payudara serta meningkatkan kenyamanan ibu nifas dalam proses menyusui. Saran bahwa kompres daun kubis dapat digunakan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif, mudah dilakukan, dan ekonomis dalam penatalaksanaan pembengkakan payudara pada ibu nifas.