This Author published in this journals
All Journal Sewagati
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Manajemen Pengetahuan Berbasis Teknologi Filtrasi Air Untuk Meningkatkan Hasil Tambak Pada Petambak Nila Desa Banteng Putih Kab. Lamongan Widyasari Putri, Sekar; Oktarina, Ekasari; Mutiarasari, N. Azizia Gia; Sumantri, Bambang Agus; Mahardika, Afdan Prima; Putr P., Nikita Diva; Rifaldo; Syechan, Isya'
Sewagati Vol 10 No 2 (2026): pre printed
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v10i2.7080

Abstract

Desa Banteng Putih, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, merupakan wilayah dengan potensi perikanan air tawar yang besar, khususnya dalam budidaya ikan nila. Namun demikian, kelompok petambak dihadapkan pada berbagai masalah yang menghambat produktivitas tambak, seperti terbatasnya lahan saat musim kemarau karena lahan menjadi kering, rendahnya kualitas air, kurangnya pengetahuan teknis petambak, dan sikap enggan generasi muda untuk meneruskan menjadi petambak. Sebagian besar petambak masih mengandalkan kolam tanah tanpa aerasi, tanpa sistem filtrasi, serta belum memiliki kebiasaan untuk melakukan controling seperti mencatat pH, suhu, dan salinitas. Di sisi lain, pengalaman budidaya yang dimiliki oleh petambak senior belum terdokumentasi dan belum ditransfer secara sistematis kepada generasi muda desa. Untuk menjawab tantangan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini mengusung pendekatan knowledge management (KM)/Manajemen Pengetahuan sebagai solusi strategis. Program ini mencakup pelatihan logbook harian, pembangunan kolam terpal berfiltrasi, penggunaan aerator, serta instalasi sensor pH, suhu, dan salinitas. Selain itu, pembentukan forum komunitas bertujuan memperkuat budaya berbagi pengetahuan dan dokumentasi praktik budidaya melalui modul terstruktur. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, menekan mortalitas ikan, serta menarik keterlibatan generasi muda. Sejalan dengan poin SDGs 4, 8, 9, dan 14, kolaborasi berkelanjutan ini memproyeksikan Desa Banteng Putih sebagai model pengembangan tambak berbasis manajemen pengetahuan.