Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS SEBAGAI BIOINDIKATOR PENCEMARAN DI SUNGAI KARANG MUMUS Anita, Anita Dini Hafsari; Mustakim, Mohammad; Rafi’i, Akhmad
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/tas.v5i1.497

Abstract

Sungai Karang Kumus merupakan sungai yang berada di tengah perkotaan Kota Samarinda yang menjadi salah satu jalur transportasi air dan sumber aktivitas domestik bagi warga yang berada di sekitar daerah aliran sungai. Jika tidak dilakukan pengelolaan yang baik, maka dampak negatif terhadap sumberdaya sungai seperti menurunnya kualitas air dan terganggunya biota perairan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada Maret – April 2022. Makrozoobentos telah digunakan sebagai indikator biologis dalam menentukan kualitas sungai karena hidupnya relatif diam di dasar sungai. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari struktur komunitas makrozoobentos yang meliputi jenis, kelimpahan, keseragaman, keanekaragaman, dominansi dan menganalisis hubungan keberadaan makrozoobentos sebagai bioindikator dengan kualitas perairan di Sungai Karang Mumus. Stasiun pengamatan tersebar di sepanjang aliran Sungai Karang Mumus yaitu sebanyak 6 stasiun pengamatan yaitu jembatan satu, jembatan sunga dama, jembatan perniagaan, jembatan glatik, jembatan pm noor, dan jembatan muang hilir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter fisika-kimia yang diamati menunjukkan bahwa Sungai Karang Mumus tergolong perairan yang mengalami pencemaran dalam tingkat sedang (suhu, kecerahan pH, DO, COD, BOD, H2S, CO2). Selama penelitian diperoleh 8 jenis makrozoobentos yang tergolong dalam 2 kelas yaitu Gastropoda dan Bivalvia. Jenis-jenis makrozoobentos yang di temukan adalah Thiara scabra, Tarebia granifera, Melanoides tubercullata, Melaniodes turriculus, Pomacea canaliculata, Pomacea maculate, Gylaurus convexiculus, Corbucula fluminea. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata terhadap parameter pengamatan antar stasiun dan ulangan dengan  nilai Sig P(0,931) > Sig ɑ(0,05). Hasil pengamatan parameter kimia-fisika perairan yang di amati dan di kaitkan dengan makrozoobentos terdapat kesesuaian di antara keduanya, yaitu kondisi Sungai Karang Mumus mengalami pencemaran dalam tingkat sedang