Bayyumi, Ahmad Zainal Arifin Al
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

INTERAKSI PENGETAHUAN DAN MOTIVASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA  DALAM MENINGKATKAN KEPATUHAN PEKERJA KONSTRUKSI: STUDI KASUS PADA PROYEK PEMBANGUNAN GARDU INDUK Bayyumi, Ahmad Zainal Arifin Al; Handoko, Lukman; Mahfudzi, Imam
The Health Researcher's Journal Vol. 3 No. 2 (2026): The Health Researchers Journal
Publisher : The SDGS Forum Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.00000/n67vzd89

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek kritis dalam proyek konstruksi berisiko tinggi, seperti pembangunan Gardu Induk, di mana kepatuhan pekerja terhadap prosedur menjadi penentu utama pencegahan kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan K3 dan motivasi K3 terhadap peningkatan kepatuhan pekerja konstruksi, dengan mengacu pada observasi lapangan dan standar Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner terstruktur, observasi langsung, dan wawancara singkat terhadap pekerja yang terlibat dalam aktivitas fisik proyek. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, analisis korelasi, dan regresi linier sederhana untuk mengidentifikasi hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan K3 berperan signifikan dalam meningkatkan pemahaman pekerja terhadap risiko dan prosedur keselamatan. Sementara itu, motivasi K3 mendorong konsistensi perilaku aman melalui dorongan psikologis dan rasa tanggung jawab. Interaksi antara kedua faktor tersebut memberikan kontribusi yang signifikan terhadap tingkat kepatuhan K3, yang pada akhirnya berdampak pada pengurangan angka kecelakaan kerja dan peningkatan produktivitas. Simpulan penelitian menegaskan bahwa kombinasi aspek kognitif dan motivasional perlu diperkuat dalam strategi pembinaan K3. Untuk itu, disarankan perlunya program pelatihan yang kontekstual dan berkelanjutan, serta pendekatan manajerial yang mendukung motivasi intrinsik pekerja, agar budaya keselamatan dapat terinternalisasi dan terbangun secara menyeluruh.