Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penggunaan Media Cerita Bergambar dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di MI: Kajian Pustaka: Penelitian Riut Suwanti; Sefnisari Candranita; Heny Friantary; Andre Taulani Sandi; Dini Widiyant
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6241

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiyah (MI) memiliki peran penting dalam mengembangkan kompetensi literasi siswa yang meliputi keterampilan membaca, menulis, berbicara, dan menyimak. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran masih didominasi oleh metode konvensional yang kurang menarik sehingga berdampak pada rendahnya minat dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teoritis penggunaan media cerita bergambar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di MI melalui pendekatan kajian pustaka. Metode yang digunakan adalah library research dengan menganalisis berbagai sumber literatur ilmiah yang relevan dalam rentang tahun 2015–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa media cerita bergambar memiliki efektivitas yang tinggi dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman, memperkaya kosakata, serta mengembangkan keterampilan berbicara dan menulis siswa. Selain itu, media ini juga mampu meningkatkan motivasi belajar serta menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan. Media cerita bergambar memiliki keunggulan dalam menyajikan materi secara konkret melalui integrasi visual dan teks sehingga memudahkan pemahaman siswa. Implementasi media ini dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di MI terbukti mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran secara signifikan. Dengan demikian, media cerita bergambar dapat dijadikan sebagai inovasi pembelajaran yang efektif dalam mendukung pengembangan literasi siswa di era Kurikulum Merdeka.