Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Penerapan Model Problem-Based Learning Dalam Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Di Sdn 78 Kota Bengkulu: Penelitian Dwi Anggreiny; Yeni Luvita; Masrifa Hidayani; Adam Nasution
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Problem-Based Learning (PBL) dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar di SDN 78 Kota Bengkulu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari guru dan siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran melalui tahapan penyajian masalah kontekstual, diskusi kelompok, pencarian solusi, dan presentasi hasil. Kemampuan berpikir kritis siswa mengalami perkembangan yang ditunjukkan melalui kemampuan mengidentifikasi masalah, mengemukakan pendapat, dan memberikan solusi sederhana, meskipun masih terdapat kendala dalam analisis mendalam. Faktor pendukung meliputi kreativitas guru, partisipasi aktif siswa, dan lingkungan belajar yang kondusif, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan siswa, serta kurangnya media pembelajaran. Dengan demikian, model Problem-Based Learning terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa secara bertahap dan memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna.